AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 51


__ADS_3

Pagi ini Regan terlambat berangkat k kantor , demi memenuhi keinginan Sang ratu ubur-ubur, pagi-pagi Regan harus mencari apel .Toko swalayan belum ada yang buka, ingin mencoba pergi ke pasar ,baru saja menginjakan kakinya dia sudah menjadi pusat perhatian para emak berdaster yang membuatnya sangat tidak nyaman dan Regan pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke pasar . Beruntung setelah lama berkeliling akhirnya dia menemukan buah apel seperti yang Bira inginkan di mini market dua puluh empat jam .


Rasa lelah pagi itu terobati dengan senyuman istrinya yang melihatnya membawa apel keinginannya. Regan langsung saja mengupasnya dan memberikannya kepada istrinya, dengan senang hati Bira langsung memakannya . Sungguh kesabarannya sangat di uji setelah Sabira tengah hamil. Mood nya yang selalu berubah dan juga sangat sensitif dan selalu merasa bahwa Regan tidak mencintainya, jika keinginan sepelenya tidak di penuhi.


Yang Regan rasakan mungkin tidak sebanding dengan dengan apa yang Bira tengah rasakan. Apalagi usia Bira yang terbilang masih muda untuk menjadi seorang ibu .Dia harus mengandung dan merasakan ngidam yang membuatnya kesusahan.


Regan dengan santai berjalan ke ruangannya .


"Wahh, selamat pagi tuan Regan atau lebih tepatnya selamat pagi menuju siang " Ucap Revan


"Mau apa kau kemari ?" Tanya Regan


"Sepertinya kau tidak suka saudaramu berkunjung " jawab Revan terlihat sedih yang mengada-ada


Regan berdecak `


"Aku hanya membawa berkas yang di titipkan pleh papa " Ucap Revan


"Hanya itu.....?" Regan mengangkat alis merasa aneh dengan saudaranya itu


"Iya ..." jawab Revan


"Kau repot-repot menungguku hanya untuk memberikan berkas itu ?" Revan mengangguk dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya .


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku Revan ? sungguh kau terlihat sangat menggelikan dengan senyum bodohmu itu "


"Memangnya siapa yang tersenyum, aku tidak tersenyum "Revan berkilah


"Bahkan orang buta pun tau kalau kau sedang berbunga-bunga, apa kau berhasil membuat anak dengan anak itu ?" Tanya Regan menelisik


"Tentu saja tidak, aku masih bisa menahannya dia masih sekolah setidaknya tunggu dia lulus dulu "


"Lalu, apa yang membuatmu seperti orang gila " tanya Regan, si kanebo kering memang tidak menyenangkan di ajak berbagi kebahagiaan sungguh menyebalkan pikir Revan .


"Aku berhasil menciumnya " Ucap Revan dengan senyum yang mengembang


"Ckk, kau datang kemari hanya ingin bilang kalau kau sudah berciuman dengan istrimu begitu ???" Revan hanya menganggukan kepala sambil tersenyum

__ADS_1


"Menggelikan, kau terlihat seperti anak remaja yang baru saja mendapat surat cinta " Regan geleng-geleng kepala sambil duduk bersedekap di sofa bersebrangan dengan Revan.


"Kau iri padaku ?" tanya Revan menyebalkan


"Iri padamu ??? Yang benar saja aku beberapa langkah lebih maju darimu, bahkan aku sudah bisa mencetak anak, lalu untuk apa iri pada junior sepertimu "


"Kau bilang apa aku junior, bahkan aku lebih dulu melihat dunia dari pada kau, dasar adik durhaka" Ucap Revan


"Benar kau ini junior, aku lebih senior darimu untuk hal itu kakakku yang durjana" Jawab Regan


"Ahh, aku sangat heran dengan Sabira yang bisa bertahan dengan mulut cabaimu "


"Dia penikmat pedas, jadi aku terasa sangat lezat untuknya " jawab Regan datar


"Teori macam apa itu, terdengar sangat aneh "


"Kau tidak akan mengerti junior " dengan senyum meledeknya.


"Dasar adik durhaka menyebalkan, semoga malam ini kau tidak mendapat jatah " Balas Revan


"Aku pasti kan mendapatkan jatahku setiap malamnya, memangnya kau yang hanya bisa berkhayal saja, menyedihkan "


Regan yang dengan bangganya selalu merasa menjadi senior sedang Revan yang hatinya sedang berbunga-bunga, namun malah di siram dengan air cabai dari si adik durhaka Regan. Mereka tidak berhenti berdebat, membuat Bagas tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja." Ya Tuhan datangkanlah seseorang yang akan membuat mereka berhenti berdebat "Gumam Bagas


Tak lama setelah itu datang pak Anton dengan wajah yang tidak bersahabat.


"Apa yang kalian berdua lakukan ....??" tanya pak Anton kesal.


Mendengar suara papahnya datang membuat kedua saudara absurd itu langsung kaget dan berjingkat dari tempat duduknya.


"Kami sedang berdiskusi pah " Jawab Regan


"Berdskusi membuat ankak maksudmu begitu?"


"Tidak pah " jawab Revan


"Kalian pikir papa tidak mendengarnya, papa sudah di sini dari tadi dan mendengar pembicaraan kalian yang absurd itu"

__ADS_1


Pandangan Regan langsung tertuju pada bagas, kenapa kau tidak memberitauku kira-kira seperti itu. Namun Bagas hanya menggeleng solah berkata aku tidak tau, namun si spongebob mengartikan kalau Bagas sengaja melakukannya .Tatapan matanya seolah berkata awas kau. Dan pikiran bagas langsung berkata gajiku.....


Revan langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal si junior merasa malu dengan papanya .Lain hal dengan si senior yang berwajah datar seolah urat malu hilang entah kemana.


"Lain kali Jika ingin bergosip jangan di kantor, papa menunggu kalian dari tadi di ruangan papa untuk membicarakan pekerjaan yang akan kita lakukan, tapi kalian malah asik bergosip di sini "


"Maaf pah...." Ucap mereka bersamaan


"Papa tunggu kalian berdua sekarang di ruangan papa, kalian dengar senior dan junior " Ucap papa Anton meledek


BLushhhhh


Wajah Revan dan Regan kini sudah seperti udang rebus yang siap di beri bumbu.


Kini pandangan Revan dan Regan tertuju kepada Bagas yang sedang menahan senyum dari tadi akibat mendengar ucapan pak Anton.


"Awas kau bagas......" Ucap Regan dan Revan, dengan tatapan matanya saja bagas sudah mengerti apa maksud dari kedua saudara itu.


Bagas menelan ludahnya kasar melihat tatapan kedua atasannya itu.


"Ya Tuhan selamatkan gajiku, kasihan atm ku jika nanti tidak ada penghuninya" lirih Bagas


Di rumah utama...


Sepasang suami istri setengah baya kini berada di halaman rumah yang sangat luas . Ya itu kedua orang tua Sabira yang tengah datang dari desa untuk mengunjungi anak kesayangan mereka. Mereka datang dengan membawa rindu yang amat sangat . Rindu ayang amat besar yang sebentar lagi akan mereka tumpahkan kepada gadis kecil mereka.


Assaalamualaikum...


"Bah kok sepi ya, kata satpam tadi katanya tinggal masuk aja si neng ada di dalem " tanya emak


"Makanya tadi pas mau di anterin satpam teh mau jadi tau kita mesti kemana, mana rumahnya gede banget ini teh " Jawab abah


"Emak kan pengen romantis berdua sama abah, ga mau ada orang ketiga dintara kita " Abah hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan istrinya itu


Bira yang sedang di kamar merasa haus dan akan pergi ke bawah mengambil minum. Bira yang memang jarang keluar kamar karna selalu merasa pusing, tempat ternyaman untuknya adalah tempat tidurnya. Sedang mamah Rita sedang berada di dapur untuk menyiapkan menu apa yang akan Bira makan .Mamah Rita selalu terjun langsung ke dapur untuk memastikan makanan yang akan di makan menantunya cukup gizi dan vitaminnya.


"Emak.....Abah......" Panggil bira

__ADS_1


"Neng....." Ucap mereka bersamaan


__ADS_2