AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 32


__ADS_3

Setelah memesan makanan Sabira dan Regan memutuskan untuk pergi berbelanja kebutuhan sehari- hari untuk di rumah . Mereka akan berbelanja di swalayan dekat apartement saja, karna memang Regan sengaja memilih tempat tinggal yang strategis dekat dengan tempat perbelanjaan agar memudahkan istrinya jika sedang membutuhkan sesuatu.


"Mas suami Bira udah cantik belum" sambil tersenyum manis kepada Regan, Regan melihat Sabira menggunakan dress selutut warna peach kesukaannya yang sangat cocok di gunakan oleh Sabira.


"Ingin aku kurung saja dia di sini agar tidak ada laki-laki lain yang melihatnya" Gumam Regan


"Di tanya malah bengong aja, terpesona ya dengan kacantikan Neng Bira" Sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Sebenarnya kamu mau kemana, mau belanja atau ke tempat tidur" Tanya Regan


"Udah cantik gini malah di bilang mau ke tempat tidur, gimana sihh" Mengerucutkan bibir kesal kemudian Regan mendekatinya sambil meraih pinggang Sabira dan mengecup bibir manis istrinya.


"Kamu sedang menggodaku" Bisik Regan


"Ihhh, gini nih kalo es batu udah mencair bawaannya meleleh terus" Jawab Bira kesal Regan pun hanya tertawa mendengar perkataan istrinya. Sabira segera menjauh dari suaminya yang kini berubah dari beruang kutub kini menjadi beruang mesum.


"Ayo cepet berangkat mas suami" Tanpa berkata apapun Regan mengikuti istrinya. Saat hendak masuk lift mereka berdua berpapasan dengan gadis cantik yang ada di pesta resepsi pernikahan Sabira dan Regan. Gadis itu terkejut melihat Regan dan Sabira sedang bersama.


"Regan, sedang apa kamu di sini" Tanya Siena


"Aku dan istriku tinggal di sini" Jawab Regan dingin sambil masuk lift. Mendengar itu Siena terlihat bahagia.


"Woow, berarti kita tinggal di apartemen yang sama kita akan sering bertemu" Siena antusias mendengarnya, sedang Regan hanya acuh dengan Siena.


"Kamu tinggal di lantai berapa?" Namun Regan hanya diam enggan mwnjawabnya.


"Ya ga mungkin atuh bakal sering ketemu, orang pulangnya aja ke apartemen saya, ya pasti bakal sering ketemu sama saya istrinya " Jawab Bira


"Aku tidak bertanya padamu" Jawab Sintia ketus


"Kan kedengeran makanya di jawab juga, itu tandanya Bira itu orang yang ramah" Jawab Bira


"Tapi aku bertanya pada Regan bukan padamu" Balas Siena tidak mau kalah.


"Mba nya belum nikah jadi ga tau ya, kalo orang yang sudah menikah itu jiwa dan raganya sudah berubah menjadi satu, jadi kalo ada yang tanya sama mas suami, Bira pasti bakal wakilin jawab, mba nya tau ga kenapa ?"


Siena hanya menggeleng mendengar ucapan Sabira.


"Itu karna suami Bira itu orangnya malesan dan jutek, jarang banget keluar suara juga irit banget kalo ngomong, makanya Bira mewakili suami Bira menjawab pertanyaan mba nya supaya mba nya ga merasa di cuekin, kan Bira jadi kasian sama mba nya di kacangin sama mas suami Bira yang ganteng, sakit loh mba di cuekin" Ucap Bira ceramah panjang kali lebar


Siena yang mendengar ucapan Bira merasa sangat kesal, meskipun yang di katakannya memang benar kalau Regan orang yang sangat jarang mengeluarkan suara. Tapi tetap Siena merasa tidak terima dengan apa yang di ucapkan Sabira. Sedang Regan hanya diam dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Tak lama pintu lift pun terbuka Regan dan Bira pun meninggalkan Siena sendiri. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan rencana mereka untuk pergi berbelanja. Kini mereka sudah ada di dalam mobil.


"Mas Regan perempuan barusan siapa ?" Tanya Bira


"Bukan siapa-siapa " Jawab Regan acuh


" Mantan ?"


"Bukan"


"Teman ?"


"Bukan"


"Terus siapa atuh ?"


"Aku bilang bukan siapa-siapa, cerewet" Bira berdecak kesal


"Kalo begitu dia itu pasti bibit pelakor"


"Tenang saja aku tidak akan tergoda oleh gadis manapun" Jawab Regan


"Berarti Bira harus menjaga mas suami dengan ketat, Bira harus menjauhkan cacing-cacing alaska dan juga plankton yang akan mencuri mas suami dari Bira " Ucap Bira serius, namun Regan memandang istrinya dengan tatapan aneh.


"Bira mesti jadi seperti tuan crabt yang selalu menjaga resep craby patty dari serangan plakton"


"Suamimu ini manusia Bira bukan resep craby patty yang akan di culik plankton" Ucap Regan kesal namun Bira hanya tertawa mendengar suaminya kesal.


****


Mereka pun kini sudah sampai di swalayan, Regan mengambil troli dan mendorongnya sedangkan Bira yang memilih belanjaan . Satu per satu belanjaan Bira masukan kedalam troli, Regan hanya diam tanpa bersuara mengikuti istrinya yang terus mengoceh.


" Mas suami sabun sama keluarga besarnya tinggal sebelah mana ya Bira mau beli ?" Tanya Bira. "Mana aku tahu kita cari saja, memangnya sabun bisa beranak dan berkeluaraga ada-ada saja, istriku memang makhluk unik " Gumam Regan.


"Kenapa ngedumel, udah kaya ibu-ibu tukang gosip aja" Ungkap Bira


"Aku hanya sedang berpikir tentang ucapanmu saja, apa mungkin sabun cuci dan sabun mandi menikah maka anaknya adalah deterjen ? Ucap Regan asal bicara. Sabira hanya cekikikan mendengarnya.


"Aduh kanebo kering sekarang udah belajar bercanda, tapi mukanya jangan datar atuh mas, harus menjiwai jadi lucu dengernya ga sereemm.


"Terserah" Jawab Regan.

__ADS_1


Saat dia sedang memilih barang yang akan di belinya dia di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang dia kenal.


" Hay, kamu sedang belanja? Kebetulan kita bertemu di sini " Tanya Rama


Melihat Rama tentu saja Regan merasa tidak suka. Regan langsung berpindah ke samping Bira dan menjawab pertanyaan Rama " Apa matamu tidak bisa melihat, tentu saja kami sedang belanja " Jawab Regan ketus.


"Ehhh mas suami ga boleh jutek-jutek ya harus ramah sama semua orang, kecuali sama cacing alaska mas suami harus galak, kalo perlu gigit aja"


"Kamu pikir suamimu anjing herder yang akan menggigit orang" Jawab Regan sebal.


" Maaf ya suami aku emang kaya gitu, udah bawaan dari orok jutek " Sabira tersenyum pada Rama.


"Tidak apa-apa Bira" Jawab Rama tersenyum, melihat kedekatan Sabira dan Regan tentu saja membuat Rama sangat cemburu. Terlihat sekali jika Regan tidak ingin istri kecilnya itu di lihat oleh orang lain.


"Ayo Bira kita cari barang yang lainnya" Ajak Regan tanpa memandang Rama.


"Okee mas suami, mas Bira duluan ya " pamitan sambil tersenyum pada Rama membuat Regan tambah sebal saja dan langsung menarik tangan Sabira meninggalkan Rama.


Setelah agak jauh dari Rama, Regan memperingatkan Sabira agar menghindari Rama jika tidak sengaja bertemu dimana pun itu.


"Kamu tidak boleh berinteraksi dengannya, kamu harus menghindar jika bertemu dengannya dimana pun, dan kamu harus menungguku jika ingin keluar rumah jangan pergi sendirian, mengerti" Bira hanya menganggukan kepala mendengar ucapan suaminya,kenapa suami nya jadi tiba-tiba sangat cerewet.


"Kenapa malah diam saja" Tanya Regan memandang istrinya.


"Kan Bira lagi dengerin mas suami yang lagi ceramah, jadi ga boleh nyela kata abah juga"


Ucapnya polos


Hufffft


"Pokoknya kamu harus menurut ucapan suami ini, kalau tidak aku akan mengikat kaki dan tanganmu agar tidak bisa kemana-mana" Ucap Regan


"Iya-iya ihhh, kalo udah ngomel ternyata cerewetnya melebihi emaknya Bira"


"Enak saja kamu bilang suamimu ini cerewet"


"Iya mas suami Bira yang paling ganteeennngggg" Sambil mencubit pipi Regan gemas, dan Regan pun tersenyum.


Mereka pun melanjutkan untuk berbelanja dan mencari barang apa saja yang akan mereka beli.


****

__ADS_1


Assalamualaikum Readers Neng Bira minta dukungannya ya, minta hadiah vote sama bunga, hati, apalagi kopi 😁 biar tambah semangat upadatenya 😊🙏, alhamdulillah berkat dukungan kalian semua novel Neng Bira ini udah kontrak 😍 jangan berhenti dukung Sabira sama Regan ya 😘😘


__ADS_2