
Karena ceritanya takut campur aduk dan alurnya di sangka kemana-mana, aku putusin cerita cinta cinta segi empatnya aku pindahin aja bukunya ya ππ cerita tentang Ramon Salsa Bagas dan Siena nanti bisa di cari dengan judul ME VS LOVE tapi belum lulus review π π π Rencananya aku juga mau tamatin cerita Bira dulu sampe akhir bulan ini, biar ga repot nulisnya π otak aku ngeheng mikirin banyak alur cerita. Kritik dan sarannya aku tunggu di pesan pribadi ya. Soalnya kalo di komen takutnya mempengaruhi reader yang lain, belum baca tapi udah mundur duluan karena ada yang ga suka sama alurnya π, lope lope buat readers ku semua πππππππ
Sabira si gadis desa kini telah menjadikan mimpinya menjadi kenyataan menikah dengan seorang CEO tampan dan juga kaya Raya. Perjalanan cintanya dengan seorang Regan Maheswara berjalan dengan sangat baik.
Awal mula Sabira yang senang menggoda Regan dengan gombalan recehnya karena sosok Regan yang sangat kaku dan dingin dan juga tidak bisa di ajak bercanda karena hidupnya yang terlalu lurus.
Sabira yang pecicilan dan punya sifat ceria membuat hati Regan sedikit demi sedikit mulai terbuka untuknya. Hingga akhirnya mereka salin jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Dan pernikahan mereka pun di karuniai seorang putra yang sangat tampan bernama Reby.
Sebenarnya Sabira menginginkan anak lagi, dia menginginkan seorang putri cantik yang lahir dari rahimnya. Namun Regan menolak dengan keras karena dia merasa trauma melihat Bira melahirkan. Regan tidak mau melihat istrinya kesakitan seperti saat ia melahirkan Reby hingga ia tidak mau mempunyai anak lagi.
Malam ini Bira sedang membujuk suaminya agar ia bisa hamil lagi, hingga Bira terus menempel pada Regan
"Mas suami..." panggilnya sambil bergelayut manja di lengan kekar suaminya.
"Ada apa ?" tanyanya sambil mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Kita cetak anak yukk, Bira mau dede bayi yang cantik buat nemenin Reby main " ucapnya manja
"Sudah aku katakan berapa kali padamu Bira, aku takut bahkan sangat takut melihatmu kesakitan lagi. Aku belum siap "jawab Regan
"Reby udah gede loh mas, udah waktunya dia punya adik " Bira masih mencoba merayu suaminya dengan mencium lehernya hingga membuat Regan menegang.
"Kau sedang menggodaku nyonya ubur-ubur " ucap Regan sambil menikmati sentuhan istrinya yang cantik.
"Bukan menggoda tapi sedang merayu " ucap Bira sambil berpindah posisi ke atas pangkuan Regan sambil tangannya memeluk leher kokoh suaminya.
"Sayangnya rayuanmu tidak berhasil, aku tetap tidak mengijinkanmu sayang " ucapnya sambil mengecup bibirnya yang terlihat sangat menggoda.
"Ya udah, ga jadi deh ngerayunya " Bira merajuk dan ingin turun dari pangkuan Regan, namun Regan menahannya untuk tetap diam di atas pangkuannya.
"Kau sudah menggodaku dan kau harus bertanggung jawab sayang " Kini Regan menarik tengkuk Bira dan mulai menciumi istrinya . Bira mulai melenguh saat Regan sedang bermain di kedua asetnya yang selalu menjadi kesukaan suaminya itu.
Tubuh keduanya kini sudah memanas dan Regan pun mulai menidurkan Bira ke atas ranjangnya dan mulai mengungkungnya.
Baru saja Regan akan mulai melucuti Bira, terdengar gedoran keras di pintu kamarnya. Hingga mereka berdua terkejut dan langsung membetulkan pakaian mereka yang sudah acak-acakan.
__ADS_1
bruk
bruk
bruk
bruk
Bira dan Regan dengan segera merapikan pakaiannya dan seger membuka pintu kamarnya.
Regan langsung berdecak sebal saat meliihat putranya sedang sok tampan berada di depan.kamarnya.
"Ada apa heemm...?" tanya Regan
"Reby mau bobo sama Momy, Dad " ucapnya
"Oh astagaa, sejak kapan panggilan mu kepada kami berubah anak tampan " ucap Regan sambil menggendong putranya.
"Sejak tekarang karena panggilan itu tangat teren buat Reby yang teren tuga " ucapnya dengan masih belum jelas, kini usia Reby menginjak lima tahun tapi bicaranya masih sedikit belum jelas, mamah Rita bilang itu menurun dari Regan karena Regan agak lama untuk belajar bicara berbeda dengan Bira yang lamcar bicara dari usia empat tahun menurut orang tuanya.
"Ah dasar anak ini mengganggu saja " gumam Regan
"Reby ada apa sayang ?" tanya Bira
"Reby mau bobo tama momy ya " ucapnya langsung memeluk Bira dengan manja dan bersandar di dada Bira .
"Dia mengambil jatahku " gerutu Regan
"Reby cuman di peluk aja mas " ucap Bira sambil membelai lembut rambut suaminya.
"No Mom....Dady sudah besal jangan di tayang-tayang "sambil menarik tangan ibunya.
Regan hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala " satu anak saja membuat jatahku berkurang bagaimana jika ada dua anak " ucap Regan Namun Bira hanya tertawa mendengarnya.
Setelah beberapa saat Reby pun tertidur, Regan langsung menggendong istrinya ke kamar yang lainnya. Hingga Bira memekik kaget.
__ADS_1
"Dasar kanebo bikin kaget aja " gerutu Bira
"Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu tadi sayang " ucap Regan sambil mengecup sekilas bibir istrinya dan langsung masuk ke kamar kosong yang ada di pinggir kamarnya.
"Mas, nanti Reby bangun " ucap Bira
"Tidak akan, tidurnya sangat nyenyak " ucap Regan sambil menciumi istrinya sedangkan tangannya sudah kemana-mana dari tadi. Tidak ada gunanya menolak tuan kanebo karena dia adalah pemaksa, akhirnya Bira pun pasrah apa yang di lakukan suaminya. Ya walau dia gagal membujuk Regan untuk hamil lagi tapi prosesnya harus tetap berjalan.
Pagi -pagi Bira sudah bangun untuk menyiapkan segala kebutuhan kedua pria tampannya. Dia sibuk menyiapkan pakaian kerja dan juga pakaian sekolah anaknya karena Reby sekarang sudah mulai masuk sekolah taman kanak-kanak. Reby adalah anak yang sangat pintar. Untung saja kepintaraannya menurun dari Regan.
"Ayo jagoan cepatlah mandinya nanti kamu terlambat" ucap Bira yang sedang menunggu Reby mandi. Anak itu sejak sekolah tidak mau di mandikan oleh ibunya, katanya dia harus mandiri. Pemikiran yang bagus hanya mandinya sangat lama setiap kali mandi ia menghabiskan waktu hampir tiga puluh menit lebih untuk mandi saja. Membuat Bira sangat kesal menunggunya .
"Cepat Reby nanti papa mu keburu berangkat sayang hari ini papa ada meeting" kesal Bira.
"Dady Mom bukan papa " ucapnya sambil berjalan keluar dan memakai handuknya.
"Anak ini benar-benar sok keren" ucap Bira
"Reby memang anak yang teren " ucapnya lagi
"Keren bukan teren " ledek Bira
Anak itu langsung mengerucutkan bibirnya hingga membuat Bira gemas.
Bira pun langsung memakaikan seragam sekolahnya. Anaknya ini sangat tampan dan keren sekali seperti Regan.
"Bira tolong pasangkan dasiku " pinta Regan
"Sebentar sayang "jawab Bira
"Dady manja Mom, Dad patang sendiri datinya...." ucap Reby
"Anak ini dia mirip siapa menyebalkan sekali" gerutu Regan
"Mirip banget sama mas suami " ucap Bira sambil tertawa
__ADS_1
Novel cerita cinta segi empat antara Bagas, Siena, Ramon dan Salsa, aku pindahin ya bisa di cari di profil aku dan covernya gambar itu ya, makasih ππ