AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 12 KOMA


__ADS_3

Freya yang sadar akan kondisi saat itu langsung bertanya


"Ada apa?" 


"Kami harus melakukan tindakan operasi secepatnya kalo tidak nyawa Agreta terancam." jelas dokter Gilang. "Rumah sakit membutuhkan tandatangan sebagai syarat dan persetujuan keluarga." ujar Gilang menjelaskan pada Freya


"Biar aku yang tanda tangan." balas Freya. "Baiklah." sambil menganggukkan kepala Gilang menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani oleh Freya.


Tanpa membaca isi dokumen Freya langsung membubuhkan tanda tangannya. Gilang pun masuk kembali kedalam ruang perawatan.


Tak berapa lama Siska pun tiba di rumah sakit tepatnya di depan ruang perawatan Agreta.


"Bagaimana kondisinya?" Siska langsung bertanya setelah bertemu dengan Freya  Dan Freya hanya menggelengkan kepalanya.Siska terdiam.wajahnnya terlihat cemas.


"Apakah masih lama?" ujar Siska yang sedari tadi gelisa.mondar-mandir seperti strikaan.pertanyaan Siska tak ada yang menjawab.Freya duduk dengan kepala terdunduk badannya disederhanakan di senderan kursi. Mbo Nem duduk diam tapi jauh dalam hatinya tak berhenti memanjatkan doa meminta kepada Tuhan agar nyonya nya baik-baik saja begitu pun dengan bayinya.


Setelah menunggu hampir dua jam dokter Gilang pun keluar dari ruangan perawatan.


Freya, Siska dan mbo Nem langsung menghampiri dokter Gilang.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Freya


"Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan bayi Agreta." sesal dokter Gilang. Freya mengusap wajahnya.buliran bening jatuh di pipinya. Dokter Gilang langsung merengkuh tubuh istrinya.sebagai seorang teman dari Agreta dia ikut merasakan rasa sedih,dan sebagai seorang dokter Gilang merasa gagal menyelamatkan bayi sahabatnya.


Sedangkan Siska shock, mendapati kondisi sahabat yang paling di cintai nya.ia pun  ikut menagis." Geta, semoga kamu kuat." tutur Siska mengharapkan sahabatnya baik -baik saja setelah kehilangan anaknya.


Sedangkan mbo terduduk diam. "Non." hanya kata panggilan itu yang keluar dari mulut si mbo.


  Di dalam ruangan perawatan Agreta terbaring lemah, wajahnya pucat seperti kertas.tidak ada gairah yang terpancar dari matanya.


  Agreta diam airmata nya kembali tumpah,ia sadar bahwa apa yang seharusnya di jaga dengan penuh cinta kini telah hilang.bayi yang di nanti telah pergi dan semua itu karena tuduhan sang suami.


  Ini adalah luka terbesar yang Agreta rasakan.rasa sakit yang ia kini ia rasakan lebih sakit mengalahkan rasa sakit atas tuduhan suaminya.


Dalam kepala Agreta kembali berputar tentang sosok Patria.

__ADS_1


"Kenapa kamu berubah?


"Apakah sudah tidak ada cinta lagi di hatimu untukku? sudahkah kamu menemukan kebahagiaan mu kini?" pertanyaannya ini terus berputar dalam hatinya Agreta.dadanya terasa sesak dan sakit. Agreta menangis dalam diamnya.


"Jika kamu sudah tidak menginginkan ku untuk apa aku bertahan." Agreta membatin. "Anak kita sudah tiada,tak ada lagi yang harus aku perjuangkan.


Aku menyerah." Agreta tiba pada titik terendahnya.ia pasrah tak ada lagi keinginannya untuk hidup.


  Sementara itu di luar ruangan Siska, Freya,si mbo masih menunggu di luar dengan sabar.menunggu kabar baik tentunya. Mereka berharap agar Agreta segera di pindahkan ke ruang rawat supaya mereka bisa menemuinya.


"Mbo ini sudah jam makan malam, sebaiknya mbo makan dulu ya." ujar Siska yang memang sudah mengenal mbo Nem kare sering menemani Agreta.


"Tapi non, bagaimana dengan non Agreta?!" tanya mbo Nem.


"Mbo nggak usah takut di sini ada dr dan perawat.Agreta aman." bujuk Siska pada si mbo.karena sudah dari siang mereka belum makan. Freya pun ikut menawarkan mbo Nem untuk ikut makan bersama mereka.


"Kita makan di kantin rumah sakit aja ya mbo." ucap Freya.mbo menjawab hanya dengan anggukan kepala tanda setuju.


  Mereka bertiga pun langsung menujuh tempat makan yang di maksud,kantin rumah sakit.Setelah mereka memesan makanan Siska dan Freya langsung mencari tempat untuk mereka tempati.sedangkan si mbo memisahkan diri duduk di tempat yang berbeda.


"Mbo., kenapa di situ,ayo duduk di sini." ajak Freya. Belum sempat mbo Nem menjawab Siska sudah lebih dulu menghampiri si mbo dan langsung menggandeng tangan si mbo agar segera pindah bergabung dengan mereka untuk makan.


"Nggak a papa mbo kita semua ini teman baiknya Geta.,mbo nggak usah sungkan." Siska menjelaskan supaya mbo tidak salah tingkah.


  Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun tiba.


"Mbo,apa yang sebenarnya terjadi dengan Agreta sampai dia seperti itu?"tanya Freya di selah- selah acara makan mereka. Si mbo menarik nafas panjang kepalanya langsung terdunduk.airmata menggantung di garis mata si mbo.dengan suara terdengar sedih mbo berkata


"Mbo nggak ngerti seluruh nya apa yang terjadi,yang mbo tahu non Agreta bertengkar hebat dengan tuan." ujar si mbo. Freya dan dan Siska duduk tersandar di kursinya masing-masing.


Mereka bertiga makan tapi tak ada yang bisa menikmati makanannya. Siska , Freya dan mbo Nem sibuk dengan isi kepala mereka masing-masing.


  Setelah selesai makan mereka bertiga langsung kembali ketempat Agreta di rawat. Baru saja mereka hendak bertanya kepada suster yang berjaga tiba-tiba suster itu berlari menuju tempat Agreta di rawat dan langsung memencet sebuah tombol.Tak berapa lama kemudian dr pun terlihat berlari menuju tempat Agreta terbaring.


"Sus, siapkan alat pacu jantung!." ujar dokter jaga saat itu." Siap dok..." jawab suster tanda siap.

__ADS_1


"Suntikan sudah?" tanya dokter lagi sudah dok." suster itu memastikan.


"Hitungan ketiga ya sus."Dokter itu memberi aba aba.


"Satu....dua....tiga....


Dokter menempel alat pemacu jantung ke  tubuh Agreta dan seketika tubuh Agreta terangkat keatas.


Kejadian ini terjadi sebanyak tiga kali.


Tut....tut...tut....


Bunyi sebuah alat yang sudah terpasang di tubuhnya Agreta.dokter dan suster pun langsung menarik nafas lega...


"Pasien kembali."Ujar dokter dengan nafas lega.susrter pun ikut menganggukkan kepala.


"Tolong di pantau terus ya sus." perintah si dokter kepada suster jaga.


Siska Freya dan si mbo panik melihat kejadian tadi.mereka bertiga langsung menemui dokter ketika dokter jaga tadi keluar dari pintu ruang rawat.


"Dok apa yang terjadi dengan pasien Agreta?" tanya Freya dengan nada cemas.


"Tadi pasien jantung nya sempat berhenti sebentar.,tapi sekarang sudah baik-baik saja."jelas dokter.


Siska Freya dan si mbo langsung menarik nafas dalam-dalam.lega.


"Pasien saat ini belum bisa di jenguk." Dokter memberikan penjelasan lebih lagi.


"Baik dok." ujar Freya tanda mengerti.Siska Freya dan mbo duduk di bangku tunggu yang ada tak jauh dari ruang perawatan.


"Mbo uda hubungi Patria suami Agreta?" Tanya siska tiba-tiba.karena sedari tadi  Siska tidak melihat batang hidung dari Patria.


"Sudah,tapi."ujar mbo terhenti.Ragu.


"Tapi kenapa mbo?" Freya langsung ikut bertanya. "Itu non sampe sekarang tuan sulit di hubungi..mbo sudah telpon berkali-kali tapi nggak di angkat, mbo juga uda kirim pesan belum ada yang di jawab."Mbo Nem memberikan penjelasan pada Siska dan Freya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2