
Setelah puas menangis Agreta segera membersihkan dirinya karena tadi habis pulang berbelanja Agreta tidak langsung membersikan dirinya.
Setelah selesai dengan ritual membersihkan diri Agreta segera turun kebawa mencari mbo Nem. Agreta segera menuju dapur rumah sambil memanggil mbo Nem. "Mbo.,mbo Nem." Tapi tak ada sahutan dari wanita paruh baya itu. Agreta mencari si mbo ke samping rumah.tapi yang di temukan bukan si mbo tapi Yeyen. "Maaf non tadi mbo Nem lagi di lantai atas sedang membersihkan ruang kerja tuan." Ucap Yeyen.
Yeyen adalah pembantu yang masih berusia belia, masih bersaudara dari mbo Nem.Yeyen putus sekolah dikarenakan keterbatasan biaya. dan Yeyen belum lama bekerja di rumah Agreta.
"Oh,ya sudah kamu lanjutan lagi tugasmu." ucap Agreta sambil menuangkan air putih kedalam gelas nya.tenggorikannya terasa kering karena habis menangis tadi.
Drt...ddrrttt.....
Handphone Agreta berbunyi.Agreta langsung menekan tombol hijau setelah melihat nama Penelpon.
"Halo siska, betapa kangen nya diriku padamu .kemana aja kamu?" ucap Agreta bertubi-tubi kepada sahabatnya itu.
"Woi.., pelan-pelan ngomongnya,sebegitu kangennya kah dirimu padaku,?aku juga juga sudah kangen berat sama kamu. Ketemuan yuuuu!" terdengar suara Siska di balik telpon.
"Ayo Sekarang bisa." ucap Agreta dengan antusias.
"Aku udah di kafe tempat biasa,cepat kesini sekalian kita makan siang." Ucap siska di telpon.
Setelah menutup telponnya Agreta langsung ke kamarnya ganti baju dan tak lupa berdandan sedikit untuk menutupi mata sembabnya karena habis menangis tadi.
Agreta langsung tancap gas menuju kafe tempat mereka janjian.tapi sebelum berangkat Agreta sudah menitip pesan kepada mbo Nem kalau dia akan ketemuan dengan sahabatnya Siska.
Setelah sampai di tempat yang di tujuh Agreta langsung memarkirkan mobilnya dan langsung masuk kedalam kafe. Siska yang melihat kedatangan Sabahat nya langsung tersenyum ceria.mereka langsung berpelukan seperti Teletubbies seakan sudah lama sekali tidak berjumpa.
"Kangen tau aku nya!." ucap Agreta dengan bibir agak di majukan. "Aku juga kangen tau." Ujar Siska dengan senyum cerianya.
"Hei ,aku punya kejutan buat kamu." ucap Siska setelah mereka duduk.
"Kejutan,apa itu?" Agreta bertanya dengan antusias.
"Bentar ya." Siska langsung mengambil telponnya dan menelpon seseorang.
"Bentar lagi kejutannya datang.,kamu pasti senang dengan kejutan yang aku berikan." ucap Siska sambil mengedipkan salah satu matanya.
Beberapa menit kemudian Agreta merasakan ada seseorang yang berdiri dibelakangnya,dengan aba-aba dari Siska Agreta langsung memalingkan kepalanya kebelakang.
"Huaaaa..!!"
__ADS_1
Agreta berseru.
Agreta terkejut tapi hatinya senang.
Agreta langsung berdiri dengan sangat cepat dan langsung memeluk sosok yang tadi berdiri di belakangnya.
"Jahat,kamu pulang ga kasih kabar ke aku?" Agreta berkata dengan suara sedikit manja dengan posisi masih memeluk sosok yang tadi.
"Kalo aku kasih tau kapan aku pulang nanti bukan kejutan lagi namanya Geta.. Hahaha." jawab orang tersebut sambil tertawa. "Ngomong -ngomong sampai kapan kamu memeluk ku?" tanya yang empunya badan yang di peluk Agreta.
"Sampai kangen aku hilang." balas Agreta sambil tersenyum.Sang empunya badan pasrah menerima pelukannya Agreta.
Setelah berpelukan agak lama mereka kembali duduk.
"Feya, kamu udah selesai sekolah nya?" Tanya Agreta kepada salah satu sahabat nya itu
Feya lebih lengkapnya Freya Anggarini.salah satu sahabat Agreta.Feya baru saja pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan sekolah kedokterannya di amerika.
"Udah Geta, sekarang aku udah bekerja di rumah sakit Aloan.Maaf baru bisa menemui mu karena aku harus mengurus surat-surat ku untuk bertugas di rumah sakit!" Freya menjelaskan kepada Agreta.
"Pesan makan.,aku udah lapar!" ujar Siska mengalihkan pembicaraan dua Sabahat nya itu, dan mereka pun langsung tertawa melihat tingkah siska yang merasa sedikit di abaikan.
"Gilang ikut balik juga, sekolah nya udah selesai,tadinya mau ikut tapi tadi ada pasien dadakan!" Feya menjelaskan panjang lebar kepada Agreta.karean Feya tak ingin Agreta memikirkan yang tidak-tidak terhadap Gilang.
Pesanan pun datang mereka bertiga melahap makan hati yang senang.Agreta melupakan sejenak kesedihannya dan tidak menceritakan permasalahan nya kepada Siska dan Feya.belum saatnya dia bercerita.
Hari itu Agreta menghabiskan waktunya berkumpul bersama dengan Siska dan Feya.melepaskan rasa rindu kepada sahabatnya.
Agreta pulang kerumahnya saat matahari sudah terbenam.
sementara itu di lain tempat Siska dan Freya saling mengobrol lewat telepon.
"Feya apakah kamu merasakan perubahan terhadap Geta?" Siska mengajukan pertanyaannya kepada Freya.
"Ya aku juga merasakan hal yang sama.Ada yang ditutupi oleh Geta dari kita." Ujar Freya.
"Ska.,apakah badan Geta sekurus itu selama ini?" Freya bertanya karena ia melihat kondisi Agreta yang tidak sehat.Bukan Jawaban yang di berikan Siska tapi tatapan sendu.
Jam sembilan malam Agreta tiba dirumahnya.Tawa yang sedari tadi siang menemaninya kini lenyap berganti wajah sendu Sudah hampir dua minggu Patria tidak pulang ke rumah.jangankan pulang memberikan kabarnya pun tidak pernah dan itu membuat Agreta semakin binggung apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1
Sejujurnya Agreta ingin menanyakan kepada Sang suami perihal tuduhan nya kepada Agreta dan bukti apa yang di miliki Patria.sampai Patria bisa percaya dan yakin kalo Agreta berselingkuh.
Hari ini Agreta berniat bertemu langsung dan menanyakan tuduhan sang suaminya Patria, .dengan mendatangi kantornya.
Di depan gedung yang menjulang tinggi Agreta masuk dengan langkah pasti setelah lebih dulu. Memarkirkan mobilnya. Banyak pasang mata karyawan suaminya memandang dengan kagum terutama kaum pria nya.banyak karyawan memuji akan kecantikan dari istri bosnya.
Agreta segera memasuki lift langsung memencet tombol lantai yang ditujuh.lantai dua puluh lima.
Ting....
Bunyi lift tanda lantai yang dituju sudah sampai.pintu terbuka.Agreta segera menuju ruang kerja suaminya.namun sebelum Agreta masuk dia bertemu dengan Jeje sekretaris suaminya.
"Pagi Jeje," sapa Agreta pada Jeje.bapak ada?" Agreta langsung bertanya tanpa menunggu jawaban dari sapaannya tadi.
"Selamat pagi bu."Jeje tersenyum dengan ramah. "Bapak ada di ruangannya atau pagi meeting Je?" tanya Agreta lagi kepada sekretaris suaminya. Jeje yang mendengar pertanyaan Agreta sedikit binggung dan sedikit mengerutkan keningnya.setelah terdiam beberapa saat Jeje pun menjawab pertanyaan Agreta.
"Maaf bu tapi bapak sudah dua hari tidak kekantor." ujar Jeje yang membuat Agreta ikut mengerutkan alisnya.
Mendengar jawaban dari Jeje Agreta pun pamit. "Ok Jeje saya pulang dulu by." Agreta berusaha bersikap biasa saja, meskipun dalam hatinya dan pikirannya berkelana entah kemana menanyakan di mana suaminya kini.
Setelah sampai di parkiran Agreta masih berpikir keras di mana suaminya.Patria berada.Agreta teringat akan apartemen mereka dulu yang pernah mereka tempati saat baru habis menikah. Agreta langsung tancap gas menuju apartemen mereka.
Setelah sampai di depan pintu apartemen nya Agreta memencet tombol kode pintu masuk.
Setelah masuk Agreta langsung memanggil Patria
"Patria, Pat ...!"
Agreta terus memangil dan mencari kedalam kamar tapi tidak ada jawaban.Agreta mengelilingi seluruh ruangan yang ada di apartemen tapi tidak menemukan Patria.
dengan wajah tertunduk Agreta melangkah keluar dari apartemen tersebut.
Bersambung
__ADS_1