AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 65 KESEPAKATAN


__ADS_3

    Kurir itu bukannya memberikan jawaban atas pertanyaan Patria tapi  kepalanya semakin terdunduk.


"Kata kan pada ku siapa yang menyuruhmu?" Patria mengulangi pertanyaannya.


Dan kurir itu justru semakin diam tak berani bergerak, otaknya terasa mati tidak bisa memikirkan apa pun. Hal ini justru semakin memancing emosi dari Patria.


BRAAK


suara meja di gebrak.


Patria menepuk meja kerjanya dengan sangat kuat. Jeje security dan si kurir pun langsung terperanjat sangking kagetnya. Tubuh mereka terpental kebelakang karena shock.


"SEKALI LAGI SAYA BERTANYA.SIAPA YANG SUDAH MENYURUH MU MENGIRIMKAN SEMUA INI KEPADA SAYA?" Kali ini Patria bertanya dengan suara teriakan. Suara teriakan Patria bukan hanya menggema di ruangan itu saja, tapi sampai keluar ruangan. Para karyawan yang sempat mendengar teriakkan Patria langsung terdiam di tempat. Dengan langkah kaki yang sangat pelan mereka segera menjauh dari ruangan kantor Patria.


    Di dalam ruangan tersebut Patria yang belum mendapatkan jawaban dari orang yang di tanya langsung berdiri dan merai kerah baju si kurir.


"Apakah kau tuli,? Jawab pertanyaan ku brengsek?" umpat Patria meminta kurir itu untuk menjawab pertanyaannya.


"Apa kamu mau menguji kesabaran ku?" tanya Patria sambil menyeringai, senyum bengis terlihat jelas di wajah Patria.


"Anggie pak!" jawab si kurir cepat.


"Katakan sekali lagi!" Patria meminta si kurir mengulangi jawabannya.


"Itu nona Anggie pak!" jawab si kurir, tubuhnya mulai gemetaran.


"Kau yakin?" Patria kembali bertanya untuk memastikan kurir itu tidak sedang berbohong.


"Yakin pak,saya yakin,nona Anggie lah yang menyuruh saya." Pengakuan untuk kedua kalinya keluar dari mulut si kurir membuat Patria percaya kalau si kurir tidak berdusta.


Patria pun melepaskan tangannya dari kerah baju si kurir dan kembali duduk di kursinya.


"Baik, apakah kau tahu apa isi amplop yang kamu kirimkan ke saya?" tanya Patria masih ke pada si kurir.


"Tidak pak,saya tidak tahu apa isinya. Tugas saya hanya mengantarkan nya saja, saya pun tidak pernah melihat apa isi amplop tersebut," balas si kurir. Seluruh badannya kini sudah gemetar.


    Tiba-tiba ruangan Patria tercium bau yang tidak mengenakan.  Tercium bau pesing kencing.

__ADS_1


"Bau apa ini?" tanya Patria sambil hidungnya mencari sumber bau tersebut. Jeje dan security pun ikutan mengendus kan hidupnya seperti Patria. Mata jeje dan security berhenti di satu titik yang sama, yaitu celana dari si kurir. Rupanya celana si kurir sudah berubah warna karena basah.


"Apa tadi pagi OB sudah membersihkan tempat saya?" tanya Patria tiba-tiba.


"Sudah pak, tapi ini bau kencing pak." tutur Jeje.


"Bau kencing, siapa yang sudah berani kencing di ruangan ku?" Patria belum tahu situasi yang sudah terjadi saat itu. Sedangkan  si kurir kembali menundukkan wajahnya, kedua tangganya menutupi  area celana yang basah.


Jeje dengan gerakan takut-takut mengangkat tangannya dan jari telunjuknya menujuk kearah si kurir.


"Shitt .." umpat Patria.


"Panggil OB suruh dia bersihkan ruang saya, jangan lupa bawa pengharum ruangan."


Jeje segera melaksanakan perintah Patria memanggil OB yang bisa membersihkan ruangan Patria.


   Setelah OB itu datang langsung membersihkan ruangan tersebut. Setelah selesai mengerjakan tugasnya OB itu langsung keluar dari ruangan tersebut. Ruangan Patria kembali mejadi harum.


Setelah penghuni ruangan itu kembali berjumlah  lima orang,. Patria melanjutkan interogasinya pada si kurir.


"Hampi dua tahun pak," jawab si kurir lagi.


"Hampir dua tahun? Sudah berapa banyak orang yang kamu kirimkan paket dari Anggie?" Patria semakin kepo.Kurir itu pun mengangkat kedua tangan miliknya dan  membalikkan telapak  tangan kearahnya dan mulai menghitung. Jari-jarinya mulai bergerak dari jari jempol sampai ke jari terkecil  jari kelingking.


Setelah  selesai menghitung dia pun kembali membalikkan kedua telapak tangannya menghadap ke arah Patria. Dengan mimik muka memelas dia pun berkata,


"Udah lebih dari sepuluh orang pak,"


Patria yang mendengar jawaban dari si kurir langsung menepuk jidatnya.


"Sudah lebih dari sepuluh?" ucap Patria tak percaya.


"Kamu tahu akibat dari perbuatan kalian ini, itu artinya sudah lebih dari sepuluh rumah tangga yang kalian hancurkan!" tutur Patria geram.


"Asal kau tahu istri ku hampir saja menjadi salah satu korbannya. Bahkan karena ulah kalian istri saya sampai di rawat di rumah sakit dan hampir kehilangan nyawanya!" sambung Patria lagi.


Kurir itu pun hanya Kembali menundukkan kepalanya. Sedangkan Jeje dan security yang mendengar perkataan Patria  hanya bisa diam tidak berani untuk menatap Patria bosnya.

__ADS_1


"Jika kejahatan Anggie terbongkar apakah kamu bersedia menjadi saksi?" Patria.


"Siap pak,saya bersedia pak. Asal jangan penjarakan saya pak."Kurir itu memohon.


"Itu semua tergantung dari kamu sendiri, jika kamu bersedia bekerja sama,  maka saya pastikan kamu aman. Tapi jika kamu ingkar akan ucapan mu saya pastikan kamu akan ikut masuk kedalam penjara!" balas Patria.


"Saya janji pak akan menuruti semua perintah bapak.' Jawab di kurir.


"Saya pegang janji mu, apa pekerjaan mu ?" Patria.menanyakan hal ini karena ingin tahu kegiatan keseharian kurir tersebut.


"Saya nganggur pak, sudah hampir dua tahun saya di PHK. Saya uda nyari kerja tapi sampai saat ini belum dapat panggilan kerja." Kurir itu menjawab pertanyaan Patria sekaligus bercerita tentang kondisinya.


"Kamu mau kerja apa?" Tanya Patria.


"Kerja apa aja pak yang penting halal. Saya kapok pak, jadi OB pun saya mau. Saya benar-benar kapok pak." Tutur si kurir.


Setelah mendengarkan cerita si kurir Patria pun langsung memberikan perintah pada sekretarisnya.


"Jeje tolong kamu urus dia!" 


"Baik pak," balas Jeje sambil menundukkan kepalanya.


"Dan kamu!" Patria mengalihkan pandangannya ke arah si kurir itu lagi.


"Berikan semua data diri kamu pada sekretaris saya secara lengkap dan jangan lupa foto copy KTP mu!" Patria melanjutkan kata-katanya.


"Dan satu lagi, kejadian saat ini jangan sampai Anggie tahu. Jika dia bertanya katakan saja kamu sudah menyerahkan paket ini kepada saya, ini demi keselamatan mu juga." Patria memberikan pesan yang serius kepada si kurir.


Kurir itu pun langsung bersujud di hadapan Patria, dia pun mengucapkan kata terima kasihnya dengan hati yang tulus. Dia pun kembali berjanji akan bekerja sebaik mungkin dan akan selalu patuh pada Patria.


"Bangun jangan seperti ini, saya bukan Tuhan. kamu hanya boleh bersujud di hadapan Tuhan mu. Anggaplah ini sebagai pelajaran hidup," ucap Patria.


Jeje dan security pun merasa kagum dengan sikap bosnya. Ternyata bosnya yang terkenal galak dan sadis di kantor memiliki hati yang baik.


     Sebenarnya bukan tanpa alasan Patria memberikan pekerjaan pada si kurir, tapi ini lakukan oleh Patria agar si kurir tetap berada dalam pengawasannya. Ini seperti memelihara tikus untuk di jadikan umpan untuk menangkap ular. Begitulah kira-kira.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2