AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 56 HUKUM BARU SAJA DI MULAI


__ADS_3

Anggie tertidur sampai siang hari. Dirinya terbangun setelah perutnya terasah lapar. Anggie merasa sangat lapar karena dari tadi pagi Anggie belum mengisi perutnya dengan makanan apapun.


     Cacing-cacing dalam perut Anggie mulai berdemo meminta makanan. Anggie segera menujuh ke dapur dan membuka kulkasnya berharap ada sesuatu yang bisa di makan untuk menunda rasa laparnya walau hanya sesaat. Di dalam kulkas Anggie hanya menemukan minum kemasan dan beberapa buah apel. Dan dengan terpaksa Anggie meraih salah satu buah tersebut dan langsung memakannya. Di dalam kulkas Anggie memang tidak pernah tersimpan bahan masakan. Anggie hanya menyimpan bahan makanan berupa telur Itu karena Anggie tak pernah memasak. Selain itu alasan lainnya di karenakan Anggie memang tak bisa memasak.


    Setelah selesai memakan buah apel tersebut perut Anggie tetap merasakan rasa lapar, Anggie pun langsung kembali ke dalam kamarnya dan mengambil handphone miliknya. Niatnya untuk memesan makanan untuk makan siangnya Lewa aplikasi online.


Sebuah cara yang praktis tanpa harus repot-repot memasak.


     Sambil menunggu pesanan makanannya datang Anggie mengambil kompres mata yang yang tersimpan di dalam kulkas, Mata Anggie terasa perih dan bengkak akibat terlalu lama  menangis.Anggie ingin mengurangi bengkak di matanya karena hari ini dia harus datang ke kantor rumah mode untuk tandatangan perpanjangan kontrak.


      Dua puluh menit kemudian terdengar suara ketokan di pintu. Dengan langkah malas Anggie melangkah ke pintu,tapi sebelum membukanya Anggie mengintip terlebih dahulu di lubang kecil yang berada di pintu tersebut. Setelah tahu siapa yang datang, segera Anggie membuat pintu tersebut.


"Masuk." Ajak Anggie kepada orang itu.


Dengan sangat sopan orang itu masuk kedalam ruangan apartemen, di tangganya terdapat bungkusan yang berisi makanan pesanan Anggie. 


"Ini mba pesanannya," ucap kurir itu sambil menyerahkan bungkusan yang di bawahnya. "Taruh di atas meja aja mas," balas Anggie. Dengan patuh kurir itu melakukan apa yang di suruh Anggie. Anggie segera mendekati kurir itu dan memberikan uang kepadanya untuk membayar biaya makanan pesanannya.


     Setelah menerima uang tersebut kurir itu pun pamit undur diri. Tugasnya sudah selesai.Anggie segera membuka bungkusan makanan, saat ini dia benar-benar merasa sangat lapar. Tanpa mencuci tangan terlebih dahulu Anggie segera menyantap makanan tersebut dengan lahap.


     Setelah selesai makan dan membersihkan bekas makanannya Anggie segera menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap. Seperti biasa Anggie berdandan secantik mungkin, mata' bengkaknya sudah berkurang jauh setelah di kompres tadi. Setelah selesai Anggie pun langsung menujuh ke rumah mode Doble A.


       Kesedihan dan kekesalan Anggie tadi pagi sirna sesaat, hati Anggie terhibur dengan harapannya sendiri bahwa hari ini akan melanjutkan kontrak kerja sama dengan rumah mode sama seperti tahun kemarin. Itu artinya Anggie akan mendapatkan tambahan uang yang tidak sedikit jumlahnya.


"Ini asisten ku kemana? kenapa dia tidak menghubungi ku dari tadi malam?" gerutu Anggie, dirinya lupa kalau sang asistennya sudah mengundurkan diri.


    Setelah tiba di rumah mode Doble A Anggie segera memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke ruang HR. Anggie tidak menyapa orang-orang yang bertemu dengannya. Bukan tak ingin tapi Anggie masih ingat bagaimana orang-orang itu menatap Anggie kemarin di tempat pemotretan. Tatapan sinis dan tak suka dengan kehadiran Anggie saat itu masih terbayang dalam benaknya Anggie.

__ADS_1


      Setelah tiba di depan pintu ruang HR Anggie segera mengetuk pintu tersebut.


Tok Tok Tok


"Masuk." Perintah penghuni ruangan tersebut setelah mendengar pintunya di ketuk 


Ceklek


Pintu itu terbuka dari luar. 


Dengan senyum yang mengembang sempurna Anggie melangkah masuk.


"Selamat siang bu," sapa Anggie kepada wanita yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Oh Anggie, silahkan duduk," ajak wanita itu. "Terimakasih kasih," balas Anggie sambil mengambil posisi untuk duduk. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu. "Ini bu,saya ingin menanyakan tentang kontrak kerja saya. Kalau tidak salah kontrak itu akan berakhir seminggu lagi,":ucap Anggie mengingatkan. "Oh iya masalah kontrak itu, sebentar ya," balas wanita itu sambil tangannya meraih laci meja kerjanya.


"Anggie dengan ini saya katakan bahwa kontrak kerja sama dengan mu tidak di perpanjang dan ini uang sisa pembayarannya," ucap wanita itu dengan  senyuman di buat senatural mungkin.


"Tapi kenapa? apakah saya berbuat kesalahan?" tanya Anggie penasaran.


"Tidak, kamu tidak berbuat kesalahan. Hanya saja kontrak kerja sama dengan mu sudah cukup sampai disini," jawab wanita itu.


"Bagaimana dengan jadwal pemotretan saya terkait dengan brand iklan lainnya?" tanya Anggie lagi.


"Masalah itu sebenarnya dari perusahaan itu sendiri yang meminta kami untuk mengganti modelnya, mereka tidak ingin kamu ada dalam iklan tersebut," jelas wanita itu lagi.


"Tapi kenapa? apa alasannya?" Anggie belum puas dengan jawaban yang di berikan HR tersebut.

__ADS_1


"Kami tidak tahu kenapa,tapi yang jelas dari pihak mereka lah yang meminta peranmu di ganti," sekali lagi wanita itu memberikan penjelasannya kepada Anggie.


     Raut wajah Anggie berubah, ada rasa sedih dan kecewa tergambar di sana. Jelas kecewa yang di rasakan oleh Anggie karena ini tidak sesuai dengan harapannya "Anggie saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya selama ini," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Anggie pun menyambut uluran tangan tersebut dengan hati berat. Anggie berusaha tersenyum meskipun senyumannya itu terlihat kaku. Wanita itu pun sekali lagi menyerahkan amplop coklat tadi yang belum di ambil oleh Anggie. Anggie menerima uang sisa pembayaran kontraknya sambil menundukkan kepalanya.


      Dengan kepala tertunduk Anggie pamit meninggalkan ruangan tersebut.Anggie segera keluar dari kantor rumah mode menuju ke parkiran tempat mobilnya terparkir. Setelah duduk di dalam mobilnya Anggie mengeluarkan handphone miliknya untuk menghubungi seseorang. Siapa lagi kalau bukan asistennya. Lebih tepatnya mantan asisten tapi Anggie lupa akan hal itu.


Tut Tut


Sebelum bunyi ketiga terdengar suara jawaban dari asistennya Anggie


"Apa lagi?" jawab asisten tersebut, bukan sapaan yang di terima Anggie tapi suara ketus yang di terimanya.


"Hei,kamu lupa ya sedang berbicara dengan siapa? aku ini majikan kamu!" ucap Anggie tak kalah ketusnya.


"Hahaha...lucu." Sambil tertawa asisten itu menjawab.


"Apa maksud mu?" tanya Anggie meras binggung dengan sikap asistennya.


"Kamu lupa,apa pura-pura lupa? Aku itu sudah bukan asisten mu lagi. Saya sudah mengundurkan diri kemarin nona Anggie yang cantik," jawab asisten itu mengingatkan Anggie.


Bersambung


❤️Terimakasih saya ucapkan karena sudah mampir ke karya saya.


terimakasih untuk ❤️, terimakasih atas 👍 dan 🎁nya.


Silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar karena itu akan memberikan semangat dan masukkan untuk saya menulis.🌹🌹🙏

__ADS_1


__ADS_2