AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 70 BERBAGI CERITA


__ADS_3

     Anggie pun memutuskan untuk kembali pulang ke apartemennya, niatnya untuk berbelanja hilang sudah. Meskipun ada keinginan dalam hati untuk bisa melihat putrinya Anggie mengurungkan niatnya. Ada rasa takut dalam hatinya jika aksinya kembali di ketahui oleh Gafin.


    Setibanya di apartemen miliknya Anggie segera merebahkan tubuhnya keatas kasur yang empuk. Anggie merenungi apa saja yang sudah di lakukan olehnya. Ada rasa sesal dirasakan olehnya. Anggie menyesali keputusannya dulu untuk meninggalkan sosok laki-laki yang baik seperti Gafin. Namun seberapa besar rasa penyesalannya nyatanya tidak mampu membuat Gafin kembali ke sisinya. Anggie menarik nafas panjang,tak terasa cairan bening sudah keluar dari matanya. Anggie menangis.


    Beberapa hari kemudian di tempat yang berbeda, hubungan Patria dan Agreta justru semakin membaik. Senyum bahagia kini telah kembali menghiasi kehidupan mereka berdua.kesehatan Agreta kini sudah benar-benar pulih kembali.


    Kini Patria lebih banyak meluangkan waktunya untuk menemani istrinya, Patria untuk pertama kalinya bisa menghadiri acara amal yang biasanya di hadiri oleh Agreta.  Seperti biasa Agreta menghadiri acara amal tersebut dengan mengenakan pakaian yang sederhana. Agreta tidak pernah ingin memamerkan kekayaan yang di miliki oleh Patria. Hal ini justru menambah nilai plus baginya.


    Ada rasa kagum yang terpancar dari orang-orang yang kini bisa melihat secara langsung siapa sosok yang menjadi suami dari Agreta, pasalnya selama ini mereka hanya mendengar namanya saja tanpa bertemu langsung dengan sosok yang di maksud.


"Hai Agreta akhirnya kamu datang lagi, aku pikir kamu tidak akan datang lagi" sapa seorang wanita.


"Hai apa kabarmu?" balas Agreta. Wanita ini adalah salah satu kenalan Agreta di acara amal tersebut. Dan mereka memiliki hubungan yang baik tentunya.


"Aku baik. Tunggu dulu,jadi pria yang yang menjadi suami mu itu Patria Sigara seorang CEO itu?" tanya wanita tersebut,dia terkejut mengetahui siapa sosok laki-laki yang menjadi suaminya Agreta .Agreta pun hanya membalas pertanyaan itu dengan mengangguk kepalanya sambil tersenyum.


"Hebat kamu," puji wanita tersebut.


"Kamu kasih obat apa pada suamimu hingga dia menjadi sangat patuh pada mu, katakan pada ku apa rahasianya?" tanya wanita itu sambil menaikkan kedua alisnya.


"Mungkin sudah jodohnya," jawab Agreta asal. Karena dia sendiri pun tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan wanita itu.


"Kau tahu, sebelum aku menikah dengan suamiku, dulu aku pernah mencoba mendekati suamimu," ungkap wanita itu jujur. Agreta pun terkejut dengan pengakuan wanita tersebut.


"Oh ya? Berapa lama kalian berdua menjalin hubungan?" tanya Agreta penasaran.


"Boro-boro menjalin hubungan dengannya Agreta, baru saja saya mendekatinya tahu ngga sie suami mu itu langsung mengeluarkan kata-kata yang berbisa, membuat hatiku terasa sakit. Saat itu pun saya langsung mundur." Pengakuan jujur terlontar dari mulut wanita itu.


"Benarkah?" tanya Agreta tak percaya.


"Ya begitulah," jawab wanita itu singkat. 

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu bahwa suami mu itu merupakan idola bagi kaum hawa?" Wanita itu kembali mengajukan pertanyaan. Dalam hati Agreta mengakuinya, sudah ada bukti yang di ucapkan oleh wanita itu dan Agreta juga sudah merasakan bagaimana gilanya usaha Anggie untuk mendapatkan Patria suaminya.


"Asal kau tahu Agreta, meskipun banyak wanita yang tergila-gila dengan suamimu itu tapi mereka tidak berani untuk mendekati suami mu itu. Kau tahu apa alasannya?" tutur wanita itu.


Agreta pun menggeleng kepalanya tanda tidak mengerti apa maksud dari perkataan wanita itu.


"Suami mu itu terkenal sadis dan berhati dingin, apa lagi terhadap kau hawa." Wanita itu menceritakan apa yang  diketahuinya tentang Patria.


"Apa benar Patria seperti itu?" Agreta bertanya karena penasaran.


"Itu memang benar Agreta, bahkan sangking sadisnya suamimu terhadap kaum perempuan pernah beredar rumor kalau suami itu memiliki *3** menyimpang." Cerita wanita itu lagi. 


Mata Agreta spontan membulat sempurna mendengar ucapan wanita tersebut. "Tapi sekarang rumor itu sudah hilang Agreta setelah tahu saat beredar kabar Patria menikah. Dan ternyata wanita yang beruntung itu adalah dirimu." Wanita itu mengucapkan kata-kata itu sambil tersenyum. Agreta pun ikut tersenyum. 


    Di kepala Agreta kembali terlintas bagaimana dulu dirinya berkali-kali menolak cintanya Patria, tapi Patria tidak pernah menyerah mengejar dirinya. Patria bahkan berhasil membujuk sahabat baiknya yaitu Siska untuk membantu Patria meyakinkan dirinya untuk menerima cintanya Patria. Agreta tersensenyum mengingat momen tersebut.


"Saya yakin Patria pasti sangat mencintaimu," sambung wanita itu.


"Aku berdoa semoga kalian selalu bahagia Agreta, aku katakan ini dari lubuk hati," tutur wanita itu lagi.


"Terimakasih untuk doanya," balas Agreta. 


     Sementara Agreta berbicara dengan wanita itu, di tempat yang tida begitu jauh Patria bertemu dengan Gafin. 


Patria dan Gafin berbagi cerita tentang apa saja yang baru mereka berdua alami. Patria berbagi cerita tentang Anggie, sosok wanita yang paling mereka benci.


"Kau tahu Patria beberapa hari yang lalu,aku baru saja bertemu dengan Anggie." Akuh Gafin kepada Patria.


"Oh ya?" ucap Patria.


"Ya,Anggie sedang memperhatikan Putri ku, dan itu membuat putriku merasa takut. Bayangin sama ibu kandungnya sendiri putriku bisa merasa takut, sungguh wanita itu penuh dengan aura jahat," ucap Gafin.

__ADS_1


"Terus apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Patria ingin tahu.


"Aku meminta wanita itu menjauh dari kehidupan kami. Lebih gilanya lagi wanita itu tanpa sungkan meminta ku untuk kembali padanya," tutur Gafin lagi.


"Apakah kamu ingin kembali pada Anggie?" tanya Patria sambil matanya menatap lekat kearah wajah Gafin.


"Gila saja, ya nggak lah. Pertanyaan macam apa itu Patria. Bukankah kau tahu betapa bencinya aku pada wanita itu," balas Gafin.


Hahaha 


Patria pun tertawa mendengar ucapan Gafin barusan.


"Aku hanya bercanda, kamu benar-benar gila jika kamu mau kembali dengan wanita itu," balas Patria.


Gafin pun ikut tersenyum mendengar ucapan Patria.


"Ya seperti yang kamu katakan tadi, sepertinya itu memang benar aku sudah gila jika kembali dengan wanita itu." tutur Gafin. "Sebenarnya belum lama ini aku juga pernah bertemu dengan wanita itu," akuh Patria.


"Terus?" Kini Gafin balik bertanya penasaran.


"Aku juga bertemu dengannya di mall. Dia sempat ingin menyakiti Agreta. Untung Agreta lebih dulu berhasil masuk ke dalam restoran. Kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi!," tutur Patria.


"Astaga!, terus apa yang kamu lakukan?" Sekali lagi Gafin mengajukan pertanyaannya.


"Aku coba mengejarnya tapi wanita itu berhasil menghilang," jawab Patria.


"Apa istri mu baik-baik saja, Wanita itu tidak berhasil menyentuh Agreta kan?" tanya Gafin serius.


"Untung wanita itu tidak berhasil menyentuh Agreta, jika dia berhasil menyakiti Agreta, saya tidak yakin jika wanita itu masih hidup sampai sekarang." Ucap Patria tersirat keseriusan dalam ucapannya. 


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2