AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 69 RINDU YANG TERLAMBAT


__ADS_3

Meskipun apa yang di dikatakan oleh Gafin benar adanya, tetapi Anggie terus berusaha dengan mencari berbagai alasan agar bisa kembali bersama dengan Gafin.


"Tapi aku ibunya,aku wanita yang mengandungnya selama 9 bulan. Dan aku juga wanita yang sudah berjuang melahirkannya di dunia ini." Anggie membalas perkataan Gafin, Anggie ingin mengingatkan Gafin siapa dirinya.


"Hei, apakah kamu lupa atau pura-pura lupa? Aku sudah membayar mu dengan jumlah uang yang tidak sedikit. Dan ingat kita punya perjanjian yang kau sendiri yang membuatnya," balas Gafin dengan sengit.


"Tapi Gafin biar bagaimanapun juga aku tetap ibunya.":jawab Anggie tak mau kalah.


"Ibu? Sekarang saya bertanya siapa nama anakmu, pernahkah kamu memberikan dia kasih sayang, pernahkah kamu merindukannya selama ini? Dimana kamu saat dia membutuhkan mu?" Pertanyaan bertubi-tubi di ajukan oleh Gafin.


Anggie pun hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan Gafin. Dalam hatinya mengakui jika selama ini dirinya memang tidak pernah sekalipun mengingat putrinya bahkan nama putrinya pun dia tidak tahu.


"Kenapa diam? Ucapan ku benarkan, kamu tidak layak menjadi ibu bagi putriku," sambung Gafin kembali berkata dengan nada ketus.


"Aku menyesalinya, bisakah kita memulai semuanya dari awal lagi?" Kata Anggie sambil memasang wajah penuh harap.


"Apa? Apa aku tak salah dengar?" jawab Gafin tak percaya apa yang baru saja di dengarnya.


"Iya, aku benar-benar menyesal dan aku ingin kembali menjadi istrimu. Aku janji akan berubah dan akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak kita," ucap Anggie dengan wajah permohonan.


"Hahaha.... Kamu pikir segampang itu untuk bisa kembali ke kehidupan kami!" Bagi kami, kamu tidak pernah ada dalam kehidupan kami lagi." Dengan tersensenyum sinis Gafin mengatakan bahwa dirinya sudah tidak memerlukan Anggie lagi.


"Tapi Gafin putri kita membutuhkan sosok seorang ibu, ibu kandungnya. Dan aku adalah ibu kandungnya." Anggie masih Keukeh dengan keinginannya untuk kembali ke sisi Gafin,dengan putrinya sebagai alasan.


"Apakah kau tahu, dengan cara mu seperti ini memantau putriku secara diam-diam membuat dirinya ketakutan?" tutur Gafin. Anggie terdiam lagi, dirinya merasa tak percaya  jika putri kecilnya pun merasa takut akan kehadirannya. Ada rasa sakit dalam hatinya Anggie.

__ADS_1


"Putriku tidak memerlukan mu lagi,saat ini dia sudah memiliki sosok ibu yang begitu baik dan sangat menyayanginya." Balas Gafin lagi.


"Tapi akan lebih baik jika dia bersama dengan ibu kandungnya, bukan wanita itu. Dia hanya perempuan asing." Anggie merasa tak terima dengan apa yang di katakan oleh Gafin.


"Wanita itu adalah istri ku, perempuan yang sangat peduli dengan Putri ku. Dia hadir di kehidupan ku di saat aku terpuruk. Sedangkan kamu!" Gafin menghentikan perkataannya untuk menarik nafas agar dirinya bisa mengontrol emosinya.


"Kamu justru pergi dan tanpa ada rasa beban sedikitpun kamu meminta bayaran untuk melahirkan putrimu. Ibu macam apa kamu?, Seorang pelacur pun tidak pernah melakukan hal itu," ucap Gafin lagi. Kini tangannya sudah mengepal erat, entah sampai kapan Gafin bisa mengontrol emosinya.


"Aku menyesal Gafin, tak bisakah kamu memaafkan ku?" Sekali lagi Anggie meninta.


"Kenapa kau ingin kembali, apakah kamu belum mendapatkan mangsa yang baru untuk memenuhi kebutuhan mu?" ucap Gafin sambil tersenyum jahat.


    Tubuh Anggie agak tersentak mendengar perkataan mantan suaminya, dirinya tak menyangka jika apa yang di lakukannya selama ini di ketahui oleh Gafin.


"Gafin aku mohon maafkan aku,aku janji untuk berubah menjadi seperti yang kamu mau." Tanpa rasa malu Anggie kembali memohon.


"Gafin!" Anggie menyebut nama Gafin sedikit menaikan nada suaranya. Hal itu memancing perhatian orang-orang yang ada di sekitar. Sadar sudah menjadi pusat perhatian Anggie pun langsung menurunkan nada suaranya.


"Pantaskah kamu berkata seperti itu? Biar bagaimanapun aku ini ibu dari putrimu." Anggie merasa tak terima dengan perkataan Gafin.


"Akan lebih tidak pantas lagi jika putri ku di rawat dan tumbuh di tangan wanita seperti dirimu," balas Gafin tak kalah sengit.


"Gafin aku tahu di dalam hati mu kamu masih mencintai ku, untuk itu aku mohon terima aku kembali ya?" Anggie sedikit melunak, Anggie berpikir jika berbicara dengan nada yang tinggi akan membuat Gafin semakin menolaknya.


"Mimpi, sebegitu besarkah rasa percaya diri mu Anggie?" kata Gafin kembali tersenyum sinis.

__ADS_1


"Baiklah jika itu mau mu, tapi ijinkan aku bertemu dengan putriku." Anggie mencobah merubah strateginya untuk mendapatkan Gafin.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengijinkan putriku bertemu dengan mu!" Tolak Gafin mentah-mentah.


"Tapi aku ini tetap ibunya Gafin, jangan lupakan itu. Aku mohon jangan bersikap kejam seperti ini."  Wajah Anggie kini berubah memelas, berharap Gafin menaruh simpati pada dirinya.


"Apakah kamu lupa isi dari perjanjian yang kau buat? Kamu berjanji tidak akan pernah mengusik kehidupan kami dan kamu juga menuliskan bahwa kamu menyerahkan sepenuhnya anak  yang kau lahir kan di tangan ku?" Gafin mengingatkan isi dari surat perjanjian yang di buat oleh Anggie sendiri.


"Gafin aku tahu apa yang aku lakukan itu sangat keterlaluan,aku akui aku bersalah. Tak bisakah kamu memaafkan ku?" Anggie masih saja terus memohon.


"Aku akan memaafkan mu jika kamu menjauh dari kehidupan kami,dan jangan pernah muncul di kehidupan kami lagi," ucap Gafin memberi syarat.


"Jika kamu terus menolak ku, kamu akan menyesal!" balas Anggie. Kini Anggie merasa sebesar apa pun dirinya merayu Gafin,Gafin akan terus menolaknya.


"Kenapa? Kau pikir aku takut dengan ancaman mu!, Jangan pernah berpikir untuk memainkan trik kotor mu. Aku tahu cara mu mendapatkan laki-laki pemuas nafsu mu.,apa pun yang kamu lakukan tidak akan pernah bisa memisahkan aku dengan istri ku" valas Gafin.


"Sial,dari mana dia tahu semua itu?" ucap Anggie dalam hatinya.


"Satu lagi, jangan pernah coba-coba menyentuh putriku. Jika kamu mencoba mendekatinya akan ku buat kamu menyesalinya. Akan ku buat kau hidup di dalam penjara," ancam Gafin kepada Anggie. Setelah mengatakan itu Gafin pun pergi meninggalkan Anggie.


      Anggie terdiam, dirinya tak menyangka jika Gafin bisa melakukan hal itu kepada dirinya. Ada guratan sedih jauh di dalam dirinya dan juga rasa sesal yang sangat dalam di hati Anggie. Tiba-tiba Ada rasa rindu yang menyentuh hatinya. 


    Anggie kembali teringat masa-masa bahagia dulu ketika masih bersama dengan Gafin ketika dirinya masih berstatuskan istri. Gafin selalu bersikap baik tak pernah menolak apa pun keinginannya, bahkan ketika perusahaannya hampir bangkrut pun Gafin tidak meminta agar Anggie berhenti berbelanja, justru Gafin hanya meminta agar Anggie sedikit mengurangi kegiatannya itu. Anggie merindukan momen-momen seperti itu lagi. Apa lagi setelah melihat putrinya yang tumbuh sangat menggemaskan.


      Bukankah penyesalan itu selalu datang belakangan. Kini Anggie merasa bahwa apapun yang akan di lakukan olehnya  untuk merebut hati Gafin hanya akan berakhir sia-sia,dan juga  akan membuat Gafin semakin membencinya. Semua trik kotor yang biasa di lakukan oleh Anggie Gafin sudah mengetahuinya. Anggie pun memilih untuk mundur, Anggie pun merasa takut jika Gafin melakukan apa yang di ucapkan Gafin kepadanya yaitu memasukan dirinya kedalam penjara.

__ADS_1


Membayangkan hidup dalam penjara membuat dirinya merinding ngerti.


Bersambung


__ADS_2