AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 29 BUKTI YANG TERBANTAHKAN


__ADS_3

Dengan langkah berat Patria pergi meninggalkan rumah sakit.Patria juga sengaja ke kantor sekaligus ingin mengambil foto-foto yang sebutnya bukti yang akan di berikan Patria kepada Siska dan Freya.Patria merasa tidak masalah jika Siska dan Freya melihat bukti itu.


   Patria memacu mobilnya kearah kantor.hati dan pikirannya sebenarnya bukan di kerjaannya tapi masih terpusat kepada Agreta.


Setibanya di kantor jam sudah menunjukkan pukul  14 lebih 5 menit. Patria langsung menuju ruang kerjanya yang berada di lantai sepuluh.dengan menaiki lift patria segera tiba di depan pintu masuk ruangan kebanggaannya.tapi sebelum masuk patria terlebih dahulu menghadapi Jeje.


"Jeje para investor sekarang ada di mana." ucap Patria bertanya.


"Pak.... Jeje terkejut melihat bosnya sudah tiba di depannya.


"Para investor sekarang sedang menunggu di ruang rapat pak." ucap Jeje lagi. "Dokumen yang harus saya periksa mana Je?" Patria bertanya lagi karena ingin mengetahui hal apa saja yang harus di tangani dalam proyek tersebut. "Saya sudah letakan di meja bapak," jawab Jeje  "Baik saya segera keruang rapat sekarang,tolong kamu ambilkan dokumen itu dan bawa keruang rapat," perintah Patria. Setelah itu Patria langsung melangkah pergi menuju ruang rapat yang di maksud.


   Patria segera masuk keruang rapat di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan Patria.ketika patria masuk mereka langsung berdiri menghampiri Patria.ucapan doa terucap dari mulut mereka.


"Pak semoga istrinya segera sembuh." ucap salah satu dari anggota rapat tersebut. "Terimakasih atas doanya balas Patria. "Silakan duduk kita akan segera melakukan rapat karena saya tidak bisa berlama-lama ada disini." Sambung Patria karena tidak ingin membuang waktu lagi.


   Rapat berjalan dengan lancar semua permasalahan sudah mendapatkan jalan keluarnya atas bimbingan patria.Setelah rapat selesai patria langsung kembali menuju ruang kerjanya, tujuannya untuk mengambil amplop coklat yang disimpan di laci meja kerjanya.


   Setelah itu patria langsung berpamitan pada Jeje untuk kembali ke rumah sakit. Patria tak lupa mengingat kan kembali pada Jeje tentang orang yang mengirimkan paket tanpa nama.


   Setelah sampai di rumah sakit dengan langkah panjangnya patria menujuh tempat Agreta.


Setelah sampai patria langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.karena dia tidak ingin menyentuh Agreta sebelum membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. "Mbo gimana keadaan istirahat saya?" tanya Patria setelah duduk di samping ranjang istrinya.


"Baik tuan masih sama seperti kemarin." jawab mbo Nem. "Terimakasih ya mbo udah jagain istri saya." Patria.

__ADS_1


    Waktu terus berjalan malam telah menyapa bumi dan patria tetap setia menemani Agreta. Patria tidur di sofa panjang yang ada di ruangan istri di rawat mbo Nem kembali pulang.besok pagi baru  kembali lagi ke rumah sakit'.


    Keesokan harinya mbo Nem sudah ada membawakan sarapan untuk Patria.juga baju ganti tentunya.


   Freya datang menjenguk sahabatnya sebelum memulai aktivitasnya melayani pasiennya.tak lupa Freya menginginkan patria tentang janjinya untuk menunjukkan bukti yang di maksud patria.bukti kalo Agreta lah yang telah berselingkuh darinya.


    Keesokan harinya waktu yang di tentukan pun tiba.Freya siska dan Dean suaminya juga ikut dalam pertemuan itu.mereka sudah berkumpul di tempat yang sudah di sepakati bersama kemarin.sedangkan dokter Gilang suami dari Freya akan menyusul karena masih menangani pasien dadakan.


   Dengan langkah pasti Patria memasuki restoran tersebut.Patria Freya siska dan Dean sudah menunggu dirinya. "Silahkan duduk Patria." ucap Freya setelah patria menghampiri mereka.Sedangkan Siska langsung memasang wajah datar.


"Mau makan dulu atau langsung pada intinya?" tanya Patria sambil meletakkan amplop coklat besar yang dibawanya ke atas meja.


"Makan dulu!" ucap Siska. lantang. " Aku udah lapar," sambungnya lagi.Dean suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala sedangkan Freya hanya tersenyum melihat tingkah ajaib Sahabatnya itu.Siska tanpa basa-basi langsung memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.


"Pak Patria, Sepertinya saya harus memperkenalkan diri saya lagi" kata Freya sambil mengulurkan tangannya.


   Makanan mereka pun segera tiba.mereka menyantap makanan tanpa ada suara. Siska dan Freya justru fokusnya bukan pada makan mereka tapi sedang berfikir bukti apa yang di miliki Patria.


   setelah selesai makan Freya meminta pelayanan untuk membersihkan meja.selesai dengan itu siska langsung meminta patria menunjukkan bukti yang di maksud.


"Baik Patria,sekarang tunjukkan bukti bahwa Geta berselingkuh," Siska dengan wajah juteknya. Patria pun langsung mengeluarkan foto -foto istrinya sedang bersama dengan pria lain.


   Setelah melihat foto-foto itu siska dan Freya terkejut. "Jadi ini bukti perselingkuhan Geta?" Siska berucap tak percaya.sedangkan Freya masih memandangi foto tersebut.


"Patria kamu yakin dengan foto-foto ini?" Tanya Freya dengan wajah yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Iya," jawab Patria tanpa ragu.


"Patria maaf, tapi kamu beneran suaminya Geta!?" tanya Freya lagi.dan kalimat ini membuat patria mengerutkan keningnya.


"Jelas aku suaminya Agreta,memang masih ada lagi suaminya selain saya?" balas Patria dengan nada tak suka atas pertanyaan Freya.


Dengan sedikit tersenyum Freya langsung membalikkan foto yang di lihatnya. "Patria apakah kamu sudah mengecek keaslian foto-foto ini?" Freya kembali bertanya dengan raut wajah yang sedikit berubah.patria terdiam mendengarkan perkataan Freya.


"Patria ini bukan tubuhnya Geta,lihat ini!" Freya menunjukan keganjilan foto tersebut.


"Saya  bisa pastikan itu!" ujarnya lagi. "Disini tidak ada tanda lahirnya Geta." Sambungan Freya lagi. "Geta punya tanda lahir di bagian ini." Freya menunjukan posisi tanda lahir yang di maksud.patria langsung membelalakkan matanya lebar. Patria mengusap kepalanya.dia baru teringat kalau istrinya memang memiliki tanda lahir dan patria lupa akan hal itu.


    Siska kembali melihat foto yang masih berserakan di atas meja dan mengambil satu foto yang mencuri perhatiannya.


"Ini bukannya mas Radit!" ucap Siska.seketika seluruh mata tertuju padanya. "Kamu mengenalnya?" Patria.


"Ya jelas kenal,mas Radit adalah ketua yayasan kasih." Siska menunjukkan foto tersebut pada Patria dan Freya.


"Tunggu!,inikan foto waktu acara amal waktu itu?" Siska menambah kalimatnya, "Waktu itu saya ada di sana saya bersama Geta waktu itu!" sambungan Siska lagi. "Jadi maksudnya kamu apa siska?" Patria penasaran dengan penjelasan Siska. "Patria mas Radit itu sudah kenal Geta dan saya dan Freya jauh sebelum Geta berkenalan dengan mu!,mas Radit itu sudah seperti kakak buat Geta.kalo kamu tidak percaya saya bisa menghubungi beliau!," tawar Siska ingin meyakinkan Patria.Siska pun mengambil ponselnya dan langsung menunjukkan foto kebersamaan Siska Agreta Radit  pada acara waktu itu.


"Jadi bagaimana patria apakah kamu ingin saya menghubungi mas Radit?" tawar Siska lagi.


"Tidak usah,saya percaya dengan ucapan mu!" Patria menolak tawaran siska.jujur patria tidak ingin terlihat bodoh jika terbukti Radit yang di maksud benar adanya.


"Patria Patria sudah tiga tahun lebih kamu mengenal Agreta bahkan sudah menjadi istrimu, kamu tidak tahu kegiatan istri mu bahkan sahabat istrimu pun kamu tidak mengetahuinya," Patria membatin.

__ADS_1


  Patria terdiam.sejujurnya saat ini patria ingin segera pergi dari tempat itu.patria mulai tidak yakin dengan bukti yang dia miliki.tapi patria berusaha bertahan karena masih ada foto lainnya yang belum di tunjukkan Patria.


Bersambung


__ADS_2