
Pertengkaran antara Anggie dan Furre sudah membuat mood Anggie benar-benar kacau.
Tapi di balik peristiwa itu ada yang membuat hatinya Anggie merasa sedih.Sahabat satu-satunya yakni Yuke seolah menjauh darinya.Biasanya jika ada pertengkaran anggie dengan model lainnya Yuke akan datang membelanya.tapi tadi saat Anggie bertengkar tadi dengan Furre justru Furre yang di dekati Yuke.hal inilah yang membuat anggie semakin merasa sedih. "Tak bisakah kamu mendukung ku sekali lagi Yuke,? ini yang terakhir aku janji.Setelah ini aku akan berubah "Anggie curhat dengan hatinya sendiri.
Pemotretan segera mulai,tapi anggie dan furre tidak ada tanda-tanda untuk berdamai.keduanya justru saling buang muka ketika bertemu.seperti anak kecil yang saling bermusuhan.
"Ayo semuanya bersiap-siap," perintah di keluarkan oleh fotografer.para model pun langsung mengambil posisi ancang-ancang pengambilan gambar.
Pemotretan berjalan lancar, untungnya tidak terjadi huru hara.Pengambilan foto shoot antara anggie dan furre berbeda sehingga mereka berdua tidak saling bertemu.jika Anggie dan furre di satukan dalam satu frame bisa di pastikan bukan pengambilan foto shoot yang terjadi tapi adegan gulat.
Furre sejak di nasehati oleh Yuke mulai mengambil jarak dengan Anggie, dia takut jika apa yang di cerita oleh Yuke terjadi juga padanya.Ngerih. Menghindar adalah cara teraman kini buat Furre. Furre percaya dengan apa yang di bicarakan oleh Yuke tentang anggie.
Kembali ke patria.
Dengan langkah gontai Patria kembali ke rumah sakit,apa yang di pikiran oleh Patria tentang istrinya ternyata salah.sangatlah salah.
Setibanya di depan pintu kamar Agreta di rawat Patria menjadi ragu untuk masuk.Patria duduk di kursi tunggu depan pintu kamar.hati dan pikirannya benar-benar kacau. Perasaan bersalahnya terasa berat di hati Patria.Patria binggung bagaimana menghadapi Agreta . Patria duduk sambil menundukkan kepalanya.
Tiba-tiba pintu kamar agreta terbuka dari dalam, rupanya mbo Nem ingin keluar hendak ke kantin ingin membeli air mineral.
"Tuan...." sapa mbo Nem.
"Mbo....mbo sudah makan?" tanya Patria. "Saya belum lapar tua,.tapi kenapa tuan duduk di luar ,ngga masuk aja kedalam?" mbo Nem balik bertanya.
"Mbo,apa yang harus saya lakukan sekarang?" ujar Patria,"aku sudah buat kesalahan besar mbo." Patria mengungkapkan isi hatinya pada Mbo Nem."Ada apa tuan?" mbo Nem bertanya karena tidak mengerti maksud dari perkataan tuannya. "Mbo Geta tidak pernah berselingkuh,dia hanya di fitnah oleh seseorang." Airmata yang yang sedari tadi di tahan oleh Patria akhirnya jatuh juga.
Mbo Nem hanya bisa diam mendengarkan curhatan hati tuanya, mbo nem mengerti apa yang di rasakan oleh Patria, perasaan bersalah tentunya.
"Mbo kalau Geta sadar apa yang harus aku katakan padanya? Geta pasti sangat membenciku.Geta pasti tidak bisa memaafkan ku lagi mbo." Airmata Patria terus mengalir meskipun tidak ada suara tangisan yang keluar dari mulut Patria.
Tanpa sengaja Siska dan Freya menyaksikan dan mendengarkan curhatan Patria. Mereka berdua bisa melihat betapa sedihnya Patria saat ini.Siska dan Freya jadi ikut merasakan penyesalan Patria.Siska tahu cinta Patria kepada Geta tak pernah berubah.
"Pat.... " panggilan Siska pada Patria.
"Ska aku sangat menyesal, benar-benar menyesal." ungkap Patria dengan suara sendu.
__ADS_1
Patria mengusap air matanya yang masih terus mengalir.dia tidak peduli jika image berubah.Patria juga tidak peduli jika nantinya dia di sebut pria cengeng.
"Sabar dan kuat Geta masih membutuhkan kita, Geta masih sakit saat ini.Dia butuh doa dan dukungan kita pat." ucap Siska mengingatkan Patria. "Tapi bagaimana mana jika Geta sadar nanti,apa yang aku katakan padanya,,? maaf. Apakah Geta masih bisa memaafkan ku?" Sekali lagi Patria bertanya.
Siska, Freya dan mbo Nem tentu tak bisa menjawab pertanyaan Patria, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti setelah Agreta sadar.tidak ada yang bisa menjamin atas jawaban yang mereka berikan pada patria. tentunya hanya Tuhan dan Agreta yang tahu jawaban dari pertanyaan Patria.
"Pat, kami mengerti perasaan mu saat ini,kamu dan Geta adalah korban.dan disini Geta lah yang paling menderita" ucap Freya. "Geta masih membutuhkan mu, membutuhkan dukungan kita dan doa kita.Kita harus kuat,dan apapun yang akan terjadi nanti setelah Geta sadar akan di bahas lagi nanti."sekali lagi Freya menasehati Patria.
Patria menarik nafas dalam-dalam.hatinya sedikit tenang setelah mendengarkan perkataan Freya.
"Terimakasih sudah menjadi sahabat Geta,jika tidak ada kalian aku tidak tahu apa yang harus saya lakukan." Patria dengan tulus mengucapkan kata terimakasih. "Patria sejujurnya aku sangat marah dan kecewa sama kamu,tapi aku sadar disini kamu juga korban," ucap Siska jujur. "Siapa pun pasti akan marah setelah melihat foto-foto itu,pasangan mana yang bisa tahan bila melihat orang yang dicintainya bermesraan dengan orang lain!,apa lagi ada foto adegan tumpang tindih." ucap Siska bijak.
Freya yang mendengarkan perkataan Siska langsung memandang Siska dengan mata membulat sempurna.
Siska yang sadar akan tatapan Freya langsung menepuk tangan sahabatnya itu. "Jangan liat aku kaya gitu Freya!,anggap saja otakku lagi bener," ucap siska sambil melihat Freya dengan matanya yang sudah membulat.
"Sejak kapan sahabatku ini bisa menjadi bijaksana?".ucap Freya dengan nada menggoda.
"Au ah" balas Siska dengan bibir di majukan. Freya dan Patria pun tersenyum mendengar celotehan Siska.
Patria memberanikan dirinya untuk masuk kedalam ruangan istrinya, Patria masuk dan duduk di sofa panjang tempat dia tidur, patria tidak berani mendekati Agreta.
Freya yang melihat perubahan Patria yang hanya duduk dian dan kepalanya yang tertunduk dalam kembali menasehatinya.
"Pat,singkirkan dulu perasaan bersalah mu,itu, tidak bagus untuk Geta,itu membawa hawa negatif." sekali lagi Freya menegur Patria.
Patria berusaha tersenyum meskipun senyumannya terlihat kaku.
"Astaga mbo ,mbo ini sudah jam berapa? mbo pasti sudah kelaparan dari tadi" ucap Siska tiba-tiba, membuat Freya dan Patria terkejut.
"Ska bisa ngga jangan sambil teriak ngomongnya!,kaget tahu." ucap Freya sambil mengelus dadanya.
"Maaf aku juga kaget baru ingat si mbo belum makan." Siska beralasan sambil pasang cengiran kudanya. Mbo Nem hanya tersenyum melihat tingkah Siska.
"Maaf mbo,kita semua lupa. Sekarang mbo makan dulu ya,.takut nanti sakit," ucap Patria sambil menyodorkan lembaran uang kepada mbo Nem.
__ADS_1
"Ngga usah tuan ,sisa uang yang kemarin masih ada," ucap mbo Nem menolak pemberian tuannya.
"Memang masih cukup mbo?" tanya Patria lagi karena tidak ingin pembantunya kekurangan uang saat membayar makanannya nanti.
"Cukup tuan, kalo begitu saya ke kantin dulu." mbo Nem pamit.
"Pat, saya juga mau balik ke ruangan saya,pasien saya pasti sudah ngantri." Freya pun ikutan pamit setelah mbo Nem pergi.
Dalam ruangan itu kini tinggal Patria dan Siska juga Agreta yang masih betah dengan tidurnya.
"Patria sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan wanita yang bernama Anggie itu?" Siska kembali mengungkit soal Anggie.sejujurnya Siska kurang yakin dengan jawaban Patria waktu itu.
"Ska aku sama dia hanya berteman tidak lebih dari itu," kembali Patria menegaskan bahwa antara dia dan Anggie tidak memiliki hubungan istimewa.
"Tapi Pat nama kamu sekarang menjadi bahan pembicaraan para model di kantor suamiku." Siska.
"Maksudnya?" Patria sambil menautkan alisnya bertanya.
"Masalahnya wanita itu yakin kalo kamu itu sudah terpikat dengan dia." ucap Siska lagi. "Aku tahu cerita ini dari suamiku, karena suamiku nggak sengaja mendengarkan percakapan anak buahnya." Sambung Siska lagi.
Dengan senyum sinis Patria hanya mengucapkan satu kata,
"Mimpi!."
"Jadi beneran kamu nggak ada hubungan dengan wanita itu selain berteman?" Siska bertanya lagi karena masih ragu.
"Ska kamu tahu sendiri bagaimana aku berjuang untuk mendapatkan hatinya Geta,jadi tidak mungkin saya mengkhianatinya." Patria langsung mengingatkan Siska ,cerita dulu saat dia mengejar cinta Agreta.
Memang Siska adalah saksi atas cintanya Patria terhadap Agreta.betapa bucinya Patria terhadap Agreta.Patria selalu menuruti keinginan Agreta tidak pernah menolak sekalipun.
"Ska buat aku hanya Agreta wanita yang pantas buat aku, hanya Geta perempuan yang mampu menyentuh hatiku," Patria berusaha meyakinkan Siska.
"Jika aku memiliki hubungan khusus dengan anggie tidak mungkin saya masih disini menemani dan menunggu Geta sadar." Patria berbicara dengan kepala tertunduk.
Siska menarik nafas lega.Siska percaya bahwa Patria tidak pernah berselingkuh dengan anggie.hanya Anggie saja yang terlalu berharap.
__ADS_1
Bersambung.....