AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 18 SENYUM BAHAGIA ANGGIE


__ADS_3

Di rumah sakit kondisi Agreta sudah membaik bahkan jauh lebih baik meskipun masih belum sadarkan diri.


Agreta sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa. Dokter hanya berpesan agar yang menjaga Agreta selalu mengajak nya bicara karena itu akan membantu alam bawa sadar Agreta.


   Mbo Nem, Siska Freya dan suaminya juga ikut menemani Angreta.mereka juga sering kali bercerita tentang kenangan -kenangan mereka dulu waktu masa sekolah.


Hari ini pekerjaannya  Patria sedikit berkurang.dan dia teringat akan janjinya kepada Anggie. Patria sudah berjanji  akan mengajak Anggie untuk shoping jika pekerjaan sudah beres.


Patria pun langsung menghubungi Anggie


"Halo Anggie " sapa Patria.


Anggie kegirangan setelah mendapatkan telpon dari Patria.dengan suara yang di buatnya seolah bersedih Anggie berkata. "Halo Pat,kamu jahat telpon aku nggak pernah di jawab,pesan ku juga nggak di balas!" ujar Anggie. "Maaf aku benar-benar sibuk nggak bisa di ganggu gugat " Patria menjelaskan.


"Sekarang kamu masih sibuk nggak?" Harap-harap cemas Anggie bertanya.


"Lumayan,tapi kamu mau kan temenin aku makan siang." tawar Patria.


Anggie yang mendapatkan ajakan itu langsung tersenyum bahagia.


"Mau donk." jawab Anggie dengan kegirangan. "Akhirnya..." ujar Anggie dalam hatinya.


Patria dan Anggie janjian bertemu di mall indah di sebuah restoran yang terdapat di dalam mall tersebut 


   Mereka berdua bertemu di tempat yang sudah di sepakati bersama.


Setelah sampai di sana Anggie langsung memesan makanan sesuai dengan yang ia inginkan tak lupa juga langsung memesan makanan kesukaan Patria.


Karena Anggie terlebih dahulu sampai di tempat tersebut.Anggie pun langsung memesan makanan kesukaan nya juga memesan makanannya Patria.supaya ketika Patria sampai mereka bisa langsung menyantap hidangan makan siang mereka tanpa berlama-lama menunggu lagi.


    Tak berapa lama kemudian Patria pun sampai di tempat itu.mereka berdua langsung menikmati makan siang mereka dengan santai. Anggie sangat merasa senang akhirnya bisa kembali bisa bersama Patria. Setelah makan siang Patria memenuhi janjinya mengajak Anggie untuk shoping.


   Dengan antusias Anggie memilih apa saja yang ingin ia beli.Mulai dari tas bermerek, perhiasan mahal baju tentu juga tak luput dari pandangan Anggie.Dan sudah pasti Patria lah yang membayar semua barang belanjaan Anggie.Anggie merasa senang dan puas.


   Setelah puas berbelanja Patria pamit untuk kembali kekantor.Anggie pun tidak merasa keberatan akan hal itu.ia puas karena sudah di belanjakan banyak barang hari ini oleh Patria.

__ADS_1


  Patria kembali ke kantor sedangkan Anggie tidak langsung pulang ke apartemennya tapi justru ke rumah mode.Anggie ingin memamerkan belanjaannya kepada teman -temannya  yang ada di rumah mode.


  Maksud Anggie ke tempat ini tak lain untuk pamer kepada teman-temannya.ia ingin menunjukkan bahwa Anggie sudah berhasil menaklukkan hati seorang Patria Sigara. "Wah,banyak sekali belanjaannya!" celetuk Furre ketika melihat Anggie dengan kantong belanjaannya.


"Siapa yang borong nih?" tanya Furre penasaran.


"Siapa lagi kalo bukan pria incaran ku!" ujar Anggie dengan nada misterius.


"Maksud kamu?" Furre bertanya dengan rasa penasarannya.


"Siapa lagi kalo bukan Patria Sigara!" Anggie berucap dengan bangganya sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Gila kamu Anggie.Hebat!,ternyata kamu bisa menaklukkan pria itu." ujar Furre dengan berat hati mengakui kehebatan Anggie menggoda Patria.


"Iya donk...sapa dulu Anggie?" Dengan rasa bangga Anggie memamerkan isi kantong-kantong yang dibawanya.


  Sedangkan Yuke yang melihat tingkah Anggie hanya tersenyum simpul.Dan Anggie tidak merasa puas dengan sikap Yuke yang biasa saja.


"Kenapa kamu Yuke?" tanya Anggie langsung pada orangnya. "Aku?,aku baik-baik aja." jawab Yuke sedikit cuek "Bilang aja kamu sirik sama aku." Anggie tak terima dengan sikap Yuke yang bersikap biasa saja. "Aku bukan sirik sama kamu.Tapi sebagai sahabat kamu ,aku cuma bisa mengingatkan mu untuk terakhir kalinya,berhati-hati lah,pria itu bukan pria sembarangan dan aku tahu apa yang kamu lakukan." ujar Yuke panjang lebar membuat Anggie terdiam sejenak.Anggie teringat hal buruk yang sudah di dilakukannya.


Dan percakapan mereka ini tidak sengaja terdengar oleh Dean Antoni suami dari Siska tak lain pemilik Agensi rumah mode .Hari ini setelah Patria selesai bekerja dia menghubungi Anggie janjian untuk bertemu.


Mereka berdua sepakat untuk nonton bioskop bersama.


  Patria yang lebih dulu sampai ketimbang Anggie langsung menuju bioskop dan langsung memesan tiket film yang akan mereka tonton.


Patria tak lupa membeli minuman dan pop corn sebagai cemilan di dalam bioskop nanti.


Setelah Patria selesai membeli cemilan dan minuman Anggie yang baru saja tiba langsung menghampiri Patria.


"Pat .. sorry macet tadi." ujar Anggie beralasan "Nggak papa.,filmnya juga belum mulai."jawab Patria.


Anggie tersenyum manis.


  Tak berapa lama kemudian terdengar dari pengeras suara bahwa film yang ingin mereka tonton segera akan di putar. Anggie dan Patria segera masuk kedalam ruangan yang di akan memutar film tersebut.

__ADS_1


Selesai juga filmnya, film yang berdurasi satu jam empat puluh lima menit.Anggie dan Patria puas dengan akhir ceritanya. "Pat lapar nih makan yuk!" ajak Anggie.


"Ayo....mau makan apa?" tanya Patria.


"Makan Indonesia aja ya,bosan makan steak." ujar Anggie.


"Boleh tuh ayo" Ajak Patria memenuhi keinginan Anggie.


   Mereka pun masuk kesebuah restoran yang menyajikan makanan khas Nusantara. Patria dan Anggie mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua.setelah mendapatkan tempatnya mereka pun langsung duduk.


  Tak berapa lama perjalanan pun datang menawarkan menu makanan.


"Saya satu porsi udang saos tiram sama cumi bakar madu plus nasi." Ujar Anggie. "Kalo saya nasi putih ayam bakar sama capcay satu." Patria memesan makanannya.


"Mau pesan minum apa?" tawar pelayanan


"Jeruk anget.,Kamu minum apa Pat?" tanya Anggie  "Samain aja." jawab Patria santai.


  Setelah mencatat pesanan pelayanan itu pergi ketempat pemesanan makan.


"Aku ke toilet dulu ya." Ujar Patria.


Anggie menjawab dengan gerakan kepala keatas kebawah mengiyakan.


 Patria segera ke toilet.tapi tanpa di sadari seorang pria telah mengikutinya menujuh toilet.


Setelah di dalam toilet pria itu berdiri tepat di sebelah Patria yang kebetulan kosong. "Jauhi wanita itu!" tiba-tiba pria itu berkata. Patria diam karena merasa pria itu tidak berbicara dengannya dan Patria merasa bahwa dia tidak mengenal pria asing itu 


"Jauhi wanita itu,selagi kamu masih baik-baik saja!" sekali lagi pria itu berucap. Patria menoleh ke kiri dan kanan mencari orang yang di ajak bicara oleh pria tak kenalnya itu.tapi di dalam toilet hanya tinggal mereka berdua.


Patria menyatukan kedua alisnya memandang pria itu.


"Maaf anda berbicara dengan saya?" Tanya Patria.


Bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2