AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 35 MANTAN YANG KEMBALI


__ADS_3

    Setelah tiga hari dari sadarnya Agreta, Patria tak sekalipun mendengar istrinya memanggilnya dengan kata sayang.Patria merasa ada yang berbeda dari sikap Agreta.sinar matanya Agreta tak selembut dulu, sikapnya pun seolah-olah menjaga jarak darinya,.hati Patria merasa sakit tapi dia mengerti dan menerima perubahan dari sikap Agreta.


     Satu tekat patri saat ini adalah mendapatkan maaf dari istrinya.


Patria kembali bekerja, tapi waktu yang di habiskan di kator hanya sebentar.Patria datang hanya untuk memeriksa dokumen yang harus dia tandatangani.setelah itu, Patria langsung kembali ke rumah sakit'menemani Agreta.


    Di rumah sakit Agreta kondisinya kini semakin membaik, Agreta mengikuti terapi yang di anjurkan oleh dokter.


Pukul tiga sore siska datang mengunjungi Agreta.tak lupa membawakan makanan kesukaan Agreta. "Selamat sore geta," sapa Siska. "Masuk ska," jawab Agreta, mempersilahkan Siska masuk.meskpun sebenarnya tanpa disuruh masuk pun Siska pasti akan tetap menerobos masuk."Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Siska. "Jauh lebih baik," balas Agreta. "Syukurlah," Siska menjawab sambil kepalanya putar kiri putar kanan.seperti sedang mencari sesuatu.


"Ska kamu cari apa?" tanya Agreta setelah melihat sikap Siska. "Aku lagi mencari suami mu yang galak,." jawab Siska sambil nyengir. "Patria belum pulang ska, hari ini ada meeting," terang Agreta. "Syukurlah," jawab Siska enteng. "Ada apa,ada yang kamu mau omongin Ska?" tanya Agreta,dia sudah hafal betul gelagat sahabatnya satu ini  "Tahu aja lagi," jawab Siska sambil merapatkan kursinya lebih dekat lagi dengan Agreta.


Mbo Nem yang selalu menjaga Agreta mengerti bahwa ada hal penting yang akan di sampaikan oleh Siska,segera meminta ijin ke kantin dengan alasan beli air mineral.mbo Nem ingin Agreta dan Siska bebas bercerita tanpa ada rasa canggung karena kehadirannya.


"Non mbo ke kantin ya,mau beli air mineral,mumpung ada non siska yang temenin non," mbo Nem beralasan. "Baik mbo," ucap Agreta. "Ini mbo uangnya,." Siska menyerahkan lembaran uang kepada mbo Nem. "Ngga usah non,saya ada," tolak mbo Nem. "Ambil,kalo ngga di ambil saya marah nih!" ucap Siska sedikit memaksa mbo Nem supaya menerima uang pemberiannya. "Terimakasih non Siska,kalo begitu saya ke kantin dulu titip non Agreta ya." Pamit mbo Nem.


  Setelah mbo Nem pergi siska pun kembali menyambung obrolan tadi yang sempat terpotong. "Geta,kamu jangan marah ya!" ucap Siska dengan wajah memohon. "Ada apa ska?" tanya Agreta penasaran. "Sebenarnya,tapi kamu masih ingatkan Gio,? mantan tunangan mu itu!," ucap Siska sebelum melanjutkan kata pertama. "Iya ada apa ska?" tanya Agreta semakin penasaran. "Itu Gio udah balik ke Indonesia." tutur Siska. "Terus,hubungannya dengan aku apa?" Agreta bertanya. "Gio ingin ketemu  sama kamu," ucap Siska. "Udah seminggu ini Gio balik ke Indonesia,dan selama satu minggu juga aku diteror terus sama Gio.dia maksa buat ketemu sama kamu," Siska dengan wajahnya yang melas. "Ya udah,ajak Gio kesini," jawab Agreta menyetujui permintaan Siska. "Serius?" tanya Siska tak percaya. "Tapi bagaimana mana dengan Patria?" ucap Siska ragu. "Patria,,ada apa dengan Patria?" Bukannya menjawab pertanyaan Siska Agreta justru balik bertanya. "Takutnya Patria nanti marah,aku tidak ingin kalian bertengkar lagi," ucap Siska merasa tidak enak. "Kan tinggal bilang Gio itu teman kita," jawab Agreta. "Maaf Geta,tapi waktu itu aku pernah keceplosan ngomong kalo kamu pernah bertunangan" ungkap Siska jujur. "Astaga kok bisa ska?" Agreta kaget dengan perkataan Siska. "Waktu itu aku sangat marah pada patria makanya aku keceplosan." sesal Siska. "Ya uda nggak papa,ajak aja Gio kesini." Agreta meyakinkan Siska. "Yakin ya? aku nggak mau kalo Patria sampe marah." Siska memastikan. "Kamu takut sama Patria?" tanya Agreta lagi. "Kan kamu tahu Geta, suamimu kalo marah serem abis.Kaya induk singa yang lagi jagain anaknya," Siska mengutarakan isi hatinya.Agreta yang mendengar ucapan Siska pun tertawa.


  Bener saja keesokan harinya Siska datang bersama seorang pria tampan blesteran Indonesia Belanda. Berpostur tinggi,kulit putih,hidung mancung,badan tegap bak model.dan dia adalah Gio mantan tunangannya Agreta.

__ADS_1


  Siska dan Gio setibanya di rumah sakit langsung menuju ruang Agreta. "Geta kami datang!" ucap Siska ketika memasuki ruang Agreta. Agreta pun langsung menoleh ke arah pintu.Agreta langsung tersenyum. Gio pun langsung menyapa Agreta. "Hi Geta,lama kita nggak ketemu.Sekali ketemu malah di rumah sakit." Gio berucap dengan nada di buat se-biasa mungkin,Padahal hatinya sangat berdebar. "Hi Gio apa kabarmu?" tanya Agreta membuka obrolan dengan Gio. "Aku baik Geta ,kamu kenapa bisa masuk rumah sakit?." tanya Gio. "Em..itu aku kecapean,makanya aku drop." jelas Agreta berbohong.Agreta tak mungkin menceritakan pada Gio kena sampai dia di rawat di rumah sakit.Dan Siska pun tidak pernah menceritakan penyebab Agreta di rawat.Karena itu bukan kewajibannya.Dan Siska pun beranggapan bahwa tak pantas buat Siska menceritakan aib sahabatnya kepada orang lain.terutama kepada Gio.


  Mereka bertiga pun asyik mengobrol.dan mbo Nem hanya menyaksikannya.Terkadang mbo Nem pun ikut tertawa mendengar cerita mereka bertiga.


  Tak lama kemudian Patria pun datang, Patria terkejut setelah melihat sosok laki-laki yang ada di ruangan itu.Seorang laki-laki yang belum pernah di kenalnya. Patria mengerutkan keningnya sesaat,mencoba menebak siapa pria ini.


Ketika melihat patria datang.Siska pun langsung memperkenalkan Gio kepada Patria. "Pat,kenalin ini namanya Gio teman lama Agreta juga." terang Siska.jujur saja hati siska sangat tegang karena takut Patria mengamuk. Gio pun langsung mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Patria. "Saya Gio, mantan tunangannya Agreta" ucap Gio tanpa ada rasa sungkan. Patria yang mendengar pengakuan Gio hatinya seperti ter-sentil. Sedangkan Siska dan Agreta yang mendengar pengakuan Gio langsung terbengong. Tanpa ragu juga Patria menyambut uluran tangan Gio sambil berkata,


"Kenalkan saya Patria suaminya Agreta, suami dari mantan tunangan mu!" Dengan nada sedikit penekanan di kata ISTRI. "chie...baru mantan tunangan aja udah merasa bangga, bagaimana dengan ku yang sudah jelas adalah suaminya." Patria berkata dalam hatinya.


Jujur saja ada rasa cemburu di hati Patria, tapi Patria berusaha bersikap seperti biasa. Siska dan Agreta yang melihat raut wajah Patria sudah bisa menebak apa isi hati Patria,Tak lain dan tak bukan adalah rasa cemburu.


  Selesai berkenalan Agreta, Siska dan Gio kembali menyambung obrolan mereka yang sempat terputus.


  Patria melihat senyum Agreta bisa mengembang dari bibirnya ketika berbicara dengan Gio, sedangkan ketika Agreta berbicara dengan Patria, Agreta sedikit menjaga jarak.Bukan hanya itu senyum Agreta pun tak selepas dulu.


    Ada rasa sesak di hati Patria,ingin marah tapi tidak tahu kepada siapa patria harus marah.Benci, Patria juga tidak tahu kepada siapa dia harus membeci.Perubahan sikap Agreta Patria sadar adalah akibat dari perbuatannya sendiri.


  Sesekali Siska memalingkan pandangannya kearah Patria, Siska tahu Patria sedang menahan rasa kesal.Itu terlihat dari wajahnya Patria yang semakin kusut.Seperti baju yang belum di setrika.

__ADS_1


   Siska sadar akan hal itu, Siska pun langsung mengajak Gio untuk balik.Siska takut jika Gio lebih lama lagi di situ maka akan terjadi pertumbuhan darah. "Gio balik yuk," ajak Siska. "Kok  balik sekarang,aku masih ingin bicara dengan Geta," balas Gio yang belum ingin pergi. "Gio Geta itu harus istirahat.kita udah dari tadi ngobrolnya," ucap Siska beralasan. "Dikit lagi ya, lima menit lagi ok" usul Gio. "Sekarang! jangan buat Geta kecapean. Kamu mau Geta lebih lama lagi di rumah sakit?" ujar Siska. "Tapi..." Belum sempat Gio melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara,


Plakkkk 


Kepada Gio di geplak oleh Siska dengan tangannya.


"Aduh...sakit Ska.kamu tuh nggak pernah berubah ya," ujar Gio menahan sakit. "Balik sekarang atau aku tarik paksa!" ancam Siska.


"Iya balik sekarang!" jawab Gio terpaksa.


"Patria,mbo aku pamit ya." Siska ijin pamit. Patria dan mbo Mengangguk kepala.tanda iya. "Aku pamit ya Geta, nanti aku datang lagi jika sempat.Dan satu lagi,jika suami mu menyakiti mu aku siap menggantikan posisinya!" ucap Gio dengan lancar tanpa beban.


   Patria yang mendengar ucapan Gio semakin emosi.Raut wajahnya kini semakin seram memandangi Gio.


"Jangan pernah berharap!" ujar Patria membalas ucapan Gio. Siska pun langsung menarik paksa Gio untuk segera pergi sebelum pecah perang dunia ketiga di ruang itu.


   Patria segerah meredakan emosinya setelah Siska dan Gio pergi langsung mendekati Agreta. "Sayang kamu cape mau istirahat?" tanya Patria sambil membenarkan posisi selimut di tubuh Agreta. Agreta hanya menjawab pertanyaan Patria dengan anggukan kepala dan sedikit senyuman.setelahnya Agreta mengambil posisi untuk istirahat dan tidur. Tak ada niat sedikitpun di hati Agreta untuk menjelaskan hubungannya dengan Gio kepada Patria, suaminya.Bukan untuk balas dendam tapi hati Agreta masih terselip rasa sakit atas sikap Patria.


   Patria pun langsung kembali duduk di samping Agreta sambil memegang tangan Agreta seolah ingin menyampaikan isi hatinya.Bahwa saat ini Patria sungguh sangat menyesal dan meminta maaf.

__ADS_1


   Saat ini patria tidak ingin memaksakan agar dirinya di maafkan oleh Agreta.dia tahu perbuatannya sungguh menyakitkan hati istrinya.


Bersambung...


__ADS_2