
"Geta kamu baik-baik saja kan? ucap Siska tiba-tiba membuat Agreta sedikit terdiam.tapi cepat di jawab oleh Agreta.
"Aku baik kok emang kenapa? nanyanya gitu?" ucap Agreta berusaha menutupi perasaannya saat ini.
"Geta,kamu yakin kamu baik-baik saja,kamu nggak lagi bohong kan,kamu lagi gak nutupin sesuatu kan dari aku?" Pertanyaannya berondong dan penuh sidik dari Siska membuat Agreta terasa di cubit hatinya, tapi Agreta tetap berusaha menutupi permasalahan yang sedang ia hadapi dengan berusaha tetap tersenyum Agreta meyakinkan Siska bahwa dia baik-baik saja.
"Ska aku baik baik saja, beneran kok.Emang kenapa kamu nanya kaya gitu?" jawab Agreta sambil tersenyum palsu. "Ya,dari tadi aku ngeliat kamu kaya ada yang kamu sembunyikan sesuatu dan kamu Geta terlihat agak kurusan.Kamu nggak lagi sakit kan?" Cecar Siska dengan menatap lekat kearah wajah sahabatnya itu. "Aku sehat Ska mungkin cuma karena kurang tidur beberapa hari ini insomnia ku kumat maag ku juga ikut kambuh.jadi susah makan makanya kurusan ,tapi bener kok aku nggak papa!." Agreta berusaha meyakinkan Siska.
Siska yang mendengar jawaban Agreta mengerutkan alisnya menatap Agreta dengan tatapan menyidik. "Insomnia,maag? bukanya ini pernah terjadi sebelumnya saat Agreta putus dengan pacarnya dulu?" Siska berkata dalam hatinya.Siska masih ragu dengan penjelasan Agreta. "Beneran nih kamu ngga kenapa-napa?" Siska bertanya sekali lagi untuk meyakini jawaban Agreta. "Iya bawel," sahut Agreta sambil tertawa dan Siska pun ikut tertawa.
"Sekarang kamu makan yang banyak,aku yang traktir." ucap Siska.di saat yang sama siska berusaha menepis keraguan hatinya tentang Agreta.
Hari itu Agreta menikmati waktu dengan mendengarkan celotehan Siska yang membuat Agreta tertawa riang.
Agreta melupakan permasalahan nya sejenak.
Tapi berbeda dengan Siska,ia masih tidak percaya dengan ucapan Agreta dia tahu betul bagaimana Agreta.tapi Siska tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk mencari tahu keadaan Agreta,.mungkin Agreta belum siap untuk bercerita.itu yang ada dalam pikiran Siska.
__ADS_1
Pagi itu matahari bersinar dengan cerah.secerah asa harapan yang di bangun oleh Agreta di dalam hatinya.
Agreta sedikit terhibur karena ia tahu suaminya baik-baik saja dan benar adanya kalo suaminya sedang disibukkan oleh pekerjaan di kantor bukan hal lainnya. "Pagi non, mau sarapan sekarang?" sapa si mbo pada Agreta yang baru saja sampai di dapur.
"Selamat pagi juga mbo, mbo buat sarapan apa?" tanya Agreta sambil melihat meja makan melihat sarapan apa yang di siapkan oleh mbo Nem.
"Nasih goreng non sama telur ceplok. non mau sarapan sekarang?" ujar si mbo sambil menyiapkan piring untuk Agreta. "Asyik, kebetulan pas bangun tidur tadi perutku rasanya kosong alias lapar, makasih ya mbo." jawab Agreta sambil menuangkan nasih goreng kedalam piringnya. Mbo yang melihat perubahan majikan ikut tersenyum.setidaknya si mbo kembali semangat dari nona mudanya.
"Mbo nanti kita pergi belanja ya, isi kulkas sama stok dapur udah mau habiskan?" tanya Agreta di sela-sela sarapannya. "Baik non,nanti mbo cek apa aja yang habis." jawab mbo Nem.
Setelah selesai sarapan Agreta langsung balik ke kamarnya ganti baju dan mengambil tas dan dompetnya.tapi sebelum balik ke kamarnya Agreta meminta mbo Nem untuk siap-siap tak lupa mengecek catatan barang belanjaan. Setelah siap Agreta dan mbo Nem langsung menujuh garasi rumah tempat terparkir mobilnya Agreta.
Setiba di mall yang di tujuh Agreta segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam untuk berbelanja. Setibanya di dalam Carrefour mbo Nem langsung mengambil kereta dorong untuk menampung belanjaan mereka.
Agreta dengan semangat memilih bahan-bahan makan mulai dari sayur, daging dan buah-buahan.mbo Nem sibuk mengambil sabun cuci,sabun mandi dan lainnya.
Ketika Agreta sedang sibuk memilih buah -buahan matanya nangkap sosok yang dia kenali. Agreta memandanginya dari jauh ketika langkah kaki Agreta hendak mendekati sosok itu tiba-tiba muncul seorang gadis yang cantik yang datang entah dari mana langsung menggandeng lengan dari sosok yang Agreta kenali. Seketika langkah kaki Agreta terhenti wajahnya langsung berubah sendu. Ada rasa sakit di dalam hatinya,sosok yang barusan di lihatnya adalah Patria sang suami sedang bersama dengan wanita lain.
__ADS_1
Sekuat tenaga Agreta menahan air matanya agar tidak menetes tapi sia-sia saja ,nyatanya airmata nya masih bisa mengalir membasahi pipinya.
Agreta langsung menyudahi kegiatan belanjanya dan langsung mencari mbo Nem di lorong satu nya lagi." Mbo kita pulang yuk!" ucap Agreta mengajak si mbo agar segera selesai memilih barang benlanjaan.mbo Nem yang melihat perubahan raut wajah Agreta langsung mengganggu kan kepala tanda setuju.
Setelah selesai membayar semua barang belanjaan Agreta buru-.buru menuju mobilnya yang berada tempat parkir. Sesampainya di dalam mobil Agreta menumpahkan rasa sakitnya dengan tangisan. Si mbo yang melihat majikannya hanya bisa terdiam tanpa suara.mbo Nem menebak pasti ada yang terjadi di dalam sana sewaktu mereka belanja.tapi mbo Nem memilih diam tanpa bertanya.
Setelah selesai menangis dan menenangkan diri Agreta langsung menyetir mobilnya pulang ke rumah.Dalam perjalan. Pulang sepanjang jalan hanya ada kesunyian tidak sama pas tadi berangkat ke mall.mbo Nem dan Agreta sama-sama diam tapi tidak dengan isi kepalanya.
Agreta sibuk memikirkan apa yang barusan di lihatnya.sedangkan mbo Nem mencoba menebak apa yang sudah terjadi.
Sesampainya di rumah Agreta langsung meminta mbo Nem nggak usah masak hari ini,lebih tepat tidak jadi membuatkan makan siang untuk Patria sesuai dengan rencana awal tadi.
Mbo Nem menatap punggung Agreta yang langsung ke kamarnya di lantai dua.mbo Nem tahu kalo nyonya mudanya sedang menangis lagi itu terlihat dari gerakan tangan Agreta beberapa kali terlihat seperti menghapus airmata.
"Non, yang kuat ya yang sabar. Semoga masalah cepat selesai dan semuanya kembali menjadi baik seperti dulu." Doa tulus mbo Nem di dalam hatinya.
Hari itu Agreta kembali mengurung diri di dalam kamarnya,matanya kembali bengkak karena kelamaan menangis.Agreta binggung harus berbuat apa,apa yang harus dilakukannya agar masalahnya cepat selesai dan berharap sang suami kembali pulang ke rumah. "Siapa wanita itu? kenapa Patria terlihat nyaman bersamanya bahkan membiarkan tangan wanita itu merangkul lengan Patria?" Pertanyaan ini terus saja berputar di kepalanya Agreta bak film yang di putar berulang kali.
__ADS_1
Agreta kembali tertidur dengan di temani rasa sakitnya tapi rasanya lebih sakit.
Bersambung.....