
Patria kaget mendengar ucapan Siska. "Apa maksudmu?" tanya patria.
"Kamu pikir kami tidak tahu kelakuan mu? kamu yang berselingkuh tapi dengan mudahnya kamu menuduh bahwa Geta yang berselingkuh!" Siska mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
"Apa maksudnya dengan"kami?" ucap Patria lagi. Patria penasaran dengan kata 'kami'. "Ya, saya Freya dan Geta sudah pernah melihat mu sedang bersama dengan perempuan itu!" balas Siska lagi.
Deg....
Hati patria tersentak mendengar ucapan Siska.
"Bahkan Geta bukan hanya sekali melihat mu bersama dengan perempuan itu." Sekali lagi Siska mengatakan tentang apa yang di ketahui nya.
"Apa benar Geta pernah melihatnya bersama dengan Anggie?" Patria membatin.perasaan bersalah itu kembali memanggil patria.
"Saya tidak pernah berselingkuh dengan siapa pun!," ucap patria membela dirinya.
"Oh ya?" ucap Siska semakin sinis.
Freya yang melihat situasi yang semakin memanas langsung meminta patria dan Siska untuk keluar dari ruangan Agreta.
"Jangan ribut di sini,di sini ada Geta dan ini tidak baik jika berbicara di sini!." Freya menyadarkan Patria dan Siska.
Patria dan Siska langsung melangkah keluar dari ruangan Agreta disusul oleh Freya.
Setibanya di luar ruangan Siska kembali mengeluarkan kata-kata pedas kepada Patria. "Apa alasan mu menuduh Geta berselingkuh?" tanya Siska.
"Saya punya buktinya Geta bersama dengan pria lain!!," jawab Patria mulai terpancing emosinya.
__ADS_1
"Bukti katamu? jika kamu benar memiliki bukti itu tunjukan pada kami!" Siska jelas menantang Patria.
"Asal kamu tahu ya,.Geta paling benci pada pengkhianatan apa lagi tentang perselingkuhan.Geta pernah meninggalkan tunangannya karena berselingkuh, jadi jika kamu bilang Geta selingkuh itu sesuatu yang tidak mungkin." Panjang lebar Siska memberikan ceramah pada Patria.
Sedangkan Patria yang mendengar kata mantan tunangan langsung terdiam.Satu hal baru tentang istrinya baru di ketahui jika Agreta istrinya dulu sudah pernah bertunangan.
"Asal kamu tahu saja,aku berusaha membujuk Geta untuk membuka hatinya untuk mu Patria.Karena aku melihat ketulusan mu mencintai Geta,tapi apa sekarang? Geta tak sadarkan diri di rumah sakit Geta juga keguguran,haruskah aku katakan padamu bahwa aku menyesal membujuk Geta menerima mu!?" Tangis Siska semakin meledak,dadanya terasa sesak dan sakit.Sahabat sekaligus keluarga baginya kini terbaring di ranjang rumah sakit.
Patria semakin terdiam Karena dia sadar dialah penyebab istrinya di rawat rumah sakit. "Di mana kamu saat Geta sedang berjuang Antara hidup dan mati? bahkan jantung nya sempat berhenti" Hiks... hiks...
Siska menumpahkan isi hatinya sambil terisak. Siska teringat kejadian waktu itu di saat dokter berjuang mengembalikan detak jantung Agreta.betapa takut dan cemasnya mereka saat itu.dan di saat itu patria tidak ada di sana.
Freya langsung memeluk Siska untuk menenangkannya.sedangkan patria tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.karena dia sadar apa yang di ucapkan siska benar adanya.
Ketika Siska sudah kembali tenang Freya pun langsung minta Patria menunjukkan bukti perselingkuhan Agreta."Jika memang benar kamu patria memiliki bukti perselingkuhan Geta tolong tunjukkan pada kami,kami ini bukan hanya temannya Geta tapi juga keluarga Geta," ucap Freya.
"Baik, bagaimana jika besok siang pas jam makan siang kita bertemu di restoran dekat sini,tempat yang tak jauh dari rumah sakit?" Freya memberikan saran. "Baiklah besok kita ketemuan di sana" jawab Patria menerima tawaran Freya.
Setelah mereka bertiga sepakat untuk bertemu lagi besok siska lang pamit untuk pulang karena tidak ingin berlama-lama bertemu dengan patria.jujur saja siska masih menaruh amarah terhadap Patria Siska takut jika terus bersama Patria saat ini Siska tidak bisa menahan emosinya.
Sedangkan Freya pamit untuk kembali keruang kerjaannya karena jam istirahatnya sudah selesai. Dan Patria kembali masuk kedalam ruangan Agreta dengan perasaan yang tidak menentu.Galau.
Sementara itu Anggie terus berusaha menghubungi patria.berkali-kali Anggie menelpon patria tapi tak pernah di tanggapi oleh Patria,bahkan pesan yang di kirimkan anggie di aplikasi pesan hanya muncul notif terkirim centang dua tapi tak pernah di buka atau di baca oleh Patria.
Anggie berusaha untuk tetap tenang dengan berpikir positif mungkin saja patria saat ini sedang sibuk di kantor atau masih kesal atas ucapannya waktu itu. "Baiklah aku akan memberikan kamu sedikit waktu untuk berfikir" kata Anggie berbicara sendiri.
"Aku akan memberikan waktu untuk istrimu berbaikan dengan mu sebelum aku menghancurkan pernikahan kalian sampai sehancur - hancurnya,dan Patria akan menjadi milikku selamanya" kembali Anggie menyusun rencananya.dengan senyum bahagianya.
__ADS_1
Di rumah sakit Patria mengecek handphone yang sedari tadi berbunyi.di lihatnya beberapa pesan dari Anggie bukan hanya pesan tapi ada juga panggilan dari Anggie. Patria mengabaikan pesan itu.dia tidak ingin menambah kesalahpahaman lagi dengan Siska.saat ini Patria benar-benar ingin fokus pada istrinya Agreta.
Sekali lagi lagi handphone patria berbunyi dan di layar terlihat nama Jeje sekretaris. "Ya Jeje." sapa Patria setelah menekan tombol hijau menerima panggilan tersebut. "Maaf pak .ini dari pihak investor ingin bertemu dengan bapak." ucap Jeje dari balik telpon.
"Baiklah saya segera kekantor sekarang" Patria langsung menyetujui pertemuan itu.sebenarnya masih ada hal lainnya juga.patria sengaja datang ke kantor sekaligus ingin mengambil foto-foto perselingkuhan Agreta yang di simpan Patria di laci meja kantornya.
Setelah menutup panggilan dari Jeje patria langsung bersiap-siap menganti pakai kantor yang sudah di bawakan oleh mbo Nem.
"Mbo saya harus kekantor dulu, ada hal penting yang harus di urus." ujar Patria.
"Baik tuan saya akan menjaga non Agreta disini," mbo Nem.
"Makasih mbo, nanti tolong segera kabari saya jika ada sesuatu apapun itu tolong segera kabari saya ya mbo," Patria meninggal pesan dengan tegas pada mbo Nem. "Iya tuan," mbo Nem mengiyakan ucapan Patria. "Mbo tolong coba telpon ke nomor saya dulu." ucap Patria ingin memastikan bahwa nomor yang di simpan mbo Nem atas namanya tidak ada kesalahan.
Mbo Nem pun langsung melaksanakan perintah dari Patria. Mbo Nem langsung memencet tombol panggil di layar handphonenya setelah menemukan nama tuannya.
"Sudah tuan" jawab mbo Nem,
Patria langsung melihat layar handphonenya memang benar panggilan mbo Nem langsung masuk di handphone miliknya.
"Baik mbo kalo begitu saya titip istri saya ya.,jangan lupa segera hubungi saya jika terjadi sesuatu apapun itu" Ucap patria sekali lagi menitipkan pesan yang sama pada mbo Nem.
Patria sengaja meminta mbo Nem menghubungi nomor telponnya tadi hanya untuk memastikan bahwa nomornya baik-baik saja, dia tidak ingin kejadian waktu itu terulang kembali, dimana semua pesan yang dikirimkan oleh mbo Nem hilang begitu saja.bukan hilang tepatnya tapi Patria tidak menerima pesan tersebut.
Bersambung
__ADS_1