AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 25 PENYESALAN


__ADS_3

Setelah meredakan emosinya patria membalikkan badannya menatap Mbo Nem. "Mbo apa yang terjadi dengan istri saya?kenapa istri saya bisa mengalami pendarahan?" tanya patria.


"Maaf tuan,yang saya tahu pas tuan pergi setelah bertengkar dengan nyonya saya melihat nyonya sudah di lantai dan juga sudah mengeluarkan darah yang banyak," jawab mbo Nem.


Patria tertegun mendengar jawaban mbo Nem. "Jadi kejadian waktu itu membuat istri saya dirawat mbo itu maksudnya?" Patria menatap mbo dengan wajahnya yang berubah pias. "Ya Tuhan, apa yang sudah saya lakukan?" Patria merasa dirinya terhukum atas perbuatannya.dia tidak menyangka bahwa pertengkarannya dengan sang istri waktu itu menjadi penyebab utama kondisi Agreta  saat ini, bukan hanya membuat sang istri dalam keadaan tidak sadarkan diri tapi juga kehilangan anaknya yang belum sempat di ketahui keberadaannya.oleh Patria.


   Kembali Patria teringat kejadian itu, dimana patria menghempas tangan Agreta dengan kasar sehingga sang istri sempat mengerang kesakitan dan bukan hanya sekali tapi dua kali patria menghempaskan tangan Agreta hingga istrinya jatuh kelantai. Bahkan patria masih ingat dengan jelas ketika dia mendengarkan suara istrinya meringis kesakitan sebelum dia pergi meninggalkan rumah.


    Patria sadar bahwa dialah penyebab istrinya mengalami keguguran bahkan sampai tak sadarkan diri sampai saat ini.


    Segala rasa kini berkecamuk dalam dirinya,sedih sakit menyesal dan perasaan bersalah marah pada dirinya sendiri menjadi satu dalam hatinya, tubuhnya seolah-olah tak memiliki tenaga saat ini.Patria merasa lemah dan tak berdaya setalah berkali-kali menerima kenyataan di depan matanya.


"Geta sayang maafkan aku.,aku benar-benar menyesal." Batin Patria menjerit pilu. Patria kini benar-benar merasa terhukum atas perbuatannya.sesaat patria melupakan tuduhannya atas istrinya Agreta.


  Ruang rawat Agreta menjadi hening tak ada yang bersuara.mbo Nem dan Yeyen hanya menatap tuanya yang tertunduk sedih.sedangkan patria diam tapi tidak dengan hati dan pikirannya.


  Malam semakin larut patria menyadari hal itu. "Mbo ini sudah malam,sebaiknya mbo dan Yeyen pulang istirahat." Patria meminta supaya mbo Nem dan Yeyen untuk pulang.


"Tapi tuan,bagaimana dengan non Agreta?" tanya mbo yang sebenarnya tak ingin pulang. "Biar saya yang jaga mbo nggak usah khawatir, nanti mbo sam Yeyen di jemput sama supir saya sudah menelepon untuk menjemput mbo di rumah sakit." Perintah Patria karena tidak ingin mbo menolak untuk pulang. "Baik tuan." mbo Nem dan Yeyen menjawab bersamaan.


  Setelah mendapatkan kabar dari supir bahwa sudah berada di rumah sakit untuk menjemput mbo dan Yeyen pun langsung pulang sesuai suruhan patria.


  Sementara itu di dalam ruang kerjanya Freya menjadi binggung dengan sikap yang di tunjukkan oleh patria. Freya yakin bahwa patria masih sangat mencintai sahabat nya itu.itu terbukti dari sikap patria yang terlihat sedih bahkan shock setelah mengetahui kondisi Agreta.

__ADS_1


  Freya merasa jika  Patria  masih mencintai sahabat itu  jika tidak, tidak mungkin patria terlihat sangat terpukul bahkan sampai meneteskan airnya ketika mengetahui keadaan sahabatnya.Freya bertanya dalam hatinya jika benar patria masih mencintai sahabat nya mengapa Patria menjalin hubungan dengan wanita yang di lihatnya waktu itu.,hubungan seperti apa yang Patria jalin dengan wanita itu." Pertanyaannya ini berputar di hati Freya.


   Malam semakin larut namun Patria sulit memejamkan matanya walau sejenak.pandangannya terpaku menatap tubuh istrinya. Beribu kata penyesalan terucap dari bibirnya.patria terus memegangi tangan Agreta enggan untuk melepaskannya.


     Satu tekat muncul dalam hatinya yaitu mencari tahu siapa orang yang sudah mengirimkan foto -foto istrinya kepada dirinya.patria ingin tahu maksud dari orang tersebut.apakah ingin membantunya atau justru  sebaliknya ingin menghancurkan rumah tangganya.


    Patria teringat kembali akan mimpinya tadi sore ketika Agreta  istrinya berpamitan dan masih ada gadis kecil yang yang memanggil istrinya dengan sebutan ibu.Patria juga mengingat kalimat yang diucapkan oleh istrinya " seseorang yang belum sempat berkenalan dengan mu." Patria memukuli dadanya yang terasa sesak.


"Maafkan aku sayang,aku benar-benar menyesal." Tangis patria.


"Maafkan ayah nak,ayah tidak tahu kamu ada di dalam perut ibumu." maafkan ayah." Kalimat panjang Patria terucap dalam beningnya malam.


"Geta.bagun jangan seperti ini.kamu boleh menghukum ku apa pun tapi jangan seperti ini.Ini terlalu sakit buatku." Patria berucap dengan nada memohon.


     Hampir mendekati subuh Patria baru bisa tertidur . Patria tertidur sampai istrinya sambil terduduk.tangannya masih terus menggenggam tangan istrinya.


   Jam menunjukkan pukul 06 lebih 10 pintu ruang kamar Agreta terbuka.perawat masuk dengan beberapa peralatan mandi.parewat tersebut hendak membersihkan tubuh pasien, Agreta. "Selamat pagi pak." sapa perawat tersebut sambil membangunkan Patria. "Maaf sus,saya ketiduran." ucap Patria. Perawat itu  menjawab pertanyaan Patria hanya dengan tersenyum. "Maaf,kami ingin membersihkan tubuh istrinya bapak." Perawat itu memberikan penjelasan kepada Patria.


"Oh iya silahkan sus."' ucap Patria sambil bergeser duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang istrinya.


   Patria bukannya tidak ingin membersihkan tubuh istrinya itu tapi kondisinya saat ini tidak memungkinkan.sudah dua malam patria kurang tidur.


  Patria memperhatikan setiap gerakan para perawat yang membersihkan istrinya.meskipun Patria masih merasa mengantuk dan lelah tapi matanya enggan untuk terpejam.

__ADS_1


   Berkali-kali Patria menarik nafas berat entah apa yang kini di rasakan olehnya.segalah rasa seolah melebur menjadi satu dalam hatinya Patria.mulai dari perasaan marah, sedih'kecewa tak berdaya, perasaan bersalah dan entah perasaan apa lagi semuanya bersarang di kepalanya.


    Setelah selesai membersihkan tubuh Agreta para perawat itu pun pamit keluar untuk melanjutkan tugas mereka.


"Pak kami sudah selesai." ucap perawatan itu. "kami permisi dulu, jika memerlukan sesuatu silahkan hubungi kami." Setelah mengucapkan kalimat itu para perawat pun segera meninggalkan Patria.patria pun tak lupa mengucapkan kata terimakasih.


   Setelah perawatan itu pergi Patria menghadiri istrinya, dikecupnya kepala Agreta dengan sangat hati-hati.setelah itu patria menghubungi mbo Nem lewat telepon.


Tut...tut...


Bunyi suara panggilan tersambung.


Suara handphone mbo Nem.patria tidak perlu menunggu lama langsung terdengar suara jawaban dari si empunya telephon.


"Ya tuan," nbo Nem menjawab panggilan telepon itu 


"Mbo,nanti tolong bawakan saya baju ganti sama perlengkapan mandi ya." ujar Patria.' "Baik tuan." jawab mbo Nem singkat "Satu lagi,bawakan saya sarapan pagi ya mbo," pinta Patria meminta karena perutnya mulai terasa kosong karena tadi malam belum sempat makan dengan benar.


"Baik tuan,masih ada lagi tuan?" tanya mbo Nem lagi.


"Itu saja,oh iya nanti kalo kesini mbo nanti minta supir untuk mengantarkan ya mbo jangan naik kendaraan umum." Titah patria kepada si mbo karena tidak ingin mbo Nem wanita setengah baya itu kelelahan nantinya.


   

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2