AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 37 ANCAMAN ANGGIE


__ADS_3

  Patria hari ini harus berangkat ke kantor pagi-pagi di karenakan ada meeting.tapi sebelum berangkat Patria menunggu mbo Nem datang terlebih dahulu. Patria bukan hanya menunggu sarapan yang di bawa oleh mbo Nem tapi juga pakai kerjanya.


   Selama Agreta di rawat di rumah sakit, Patria tidak pernah pulang ke rumah.Rumah sakit sudah menjadi rumah kedua bagi Patria.Semua kebutuhan patria mbo Nem akan menyiapkan dari rumah jadi Patria tidak pernah pulang. Patria ingin selalu berada di dekat Agreta,dia tidak ingin meninggalkan Agreta terlalu lama.


     Siska dan Freya sedang menyusun rencana  untuk membuat kejutan untuk Agreta. Siska dan Freya merasa sangat senang, akhirnya kelompok pertemanan mereka kini bisa berkumpul kembali.


  Kelompok pertemanan mereka dulu sering di sebut empat sekawan oleh teman-teman sekolah, itu di karena kemampuan mereka pergi selalu formasi lengkap yaitu selalu berempat.


    Dikarenakan Agreta masih di rawat di rumah sakit, pertemuan perdana mereka di putuskan berkumpul di ruang Agreta. Tempat Agreta di rawat.


     Rencananya Freya , Gilang dan Siska akan makan siang bersama tentu saja di tambah dengan satu temannya lagi. "Freya kan Geta baru sembuh sebaiknya di bawain makanan apa ya?" tanya Siska


"Sebaiknya makanan yang berbahan organik," saran Freya. "Aku masakin aja klo gitu." usul Siska. "Jangan!" Spontan Gilang dan Freya kompak menentang usulnya Siska. "Kenapa?" tanya Siska dengan wajah di buat  seolah-olah sedang bersedih.


"Bisa tambah sakit pasien ku jika makan masakan buatan mu!." ucap Gilang.


"Segitunya!." protes Siska.


"Jangan ya Ska,lebih baik kita beli saja ya,aku jujur saja masih trauma dengan masakan mu," jelas Gilang. Freya yang mendengarkan ucapan Gilang pun tertawa.


   Masih jelas dalam dalam ingatan mereka bagaimana rasa makanan yang di buat oleh Siska waktu itu.Rasa asin yang luar biasa, belum lagi rasa pedasnya yang hampir membuat mereka semua terkena diare.Mulai saat itu mereka semua kapok dengan masakan  buatan Siska. Mereka pun memutuskan untuk membeli makan  lewat aplikasi online.


     Waktu yang di tentukan untuk berkumpul bersama pun tiba.siska Freya dan Gilang sudah berada dalam ruangannya Agreta. "Tumben pada ngumpul barengan?" tanya Agreta sambil menatap curiga. "Kita tuh pingin makan bareng sama kamu," ucap Siska.  "Oh..tapi kalian pasti udah janjian lebih dulu kan?" sekali lagi Agreta menatap sahabatnya dengan wajah curiga.

__ADS_1


"Ya iyalah,klo ngga janjian mana bisa ngumpul." sanggah Siska tak ingin membuat Agreta curiga.


"Ya udah ayo makan, makanannya sudah ada kan?" ajak Agreta untuk segera makan,karena Agreta mulai merasakan lapar.


"Bentar lagi ya kita punya sesuatu buat kamu;" ucap Freya dengan nada misterius. "Ada apa?" Agreta semakin penasaran. "Tinggu bentar lagi.,bentar lagi tiba paketnya." kata Siska. "Paket apaan sie, jangan buat aku tambah penasaran deh." Agreta semakin antusias menunggu paketan yang di maksud.


   Tak berapa lama kemudian pintu ruang Agreta di ketuk seseorang dari luar.dan dengan sigap siska langsung menuju pintu tersebut untuk menyambut kedatangan seseorang. Agreta mendengar langkah kaki yang datang,tapi bukan hanya satu orang melainkan ada dua orang.


   Sebelum Siska sampai di tempat Agreta, siska dengan suara lantangnya mulai berhitung.


"Satu..."Dua... Agreta semakin di buat penasaran.matanya terus tertuju ke arah pintu. "Tiga..... "Tara..... " Siska mengakhiri hitungannya. Bersamaan itu muncul sosok laki-laki gaga di belakang Siska.


"Kejutan!." ucap Siska


Setelah selesai berpelukan.Agreta mempersilakan Dion duduk di sampingnya. "Ini benar-benar kejutan?" Agreta. "Gimana,senang nggak dengan kejutannya?" tanya Freya. "Senang donk,wah formasi kita sekarang sudah lengkap kaya dulu lagi, empat sekawan." Agreta.berkata sambil tersenyum bahagia. "Kapan kamu pulang?" Agreta bertanya pada Dion. "Sebenarnya aku pulang itu udah dari tiga hari yang lalu,cuma kamu tahu kan bagaimana ayah'ku.," jawab Dion. "Yah aku mengerti,ayahmu kan orang hebat, seorang pengacara sukses.Terus apa rencana mu setelah ini?" tanya Agreta pada Dion. "Ya pasti bergabung dengan ayah, bekerja di kantornya ayah.Hari ini sengaja aku minta ijin sama ayah khusus buat ketemu sama kamu." terang Dion. "Hebat kamu,saya yakin kamu pasti bisa seperti ayahmu, menjadi pengacara yang top!" Puji Agreta.


"Woi...! makannya kapan,? aku udah lapar nih!," ujar Siska tiba-tiba, memutuskan pembicaraan Dion dan Agreta.Sontak saja mereka semua tertawa melihat Siska.


"Ya udah ayo makan" Gilang. Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan suasana hati yang senang.


   Selesai menikmati makan siang freya dan dan gilang pamit karena mereka harus kembali bekerja.pasiennya sudah mengantri. Sedangkan Siska dan Dion melanjutkan obrolan mereka.


    Di tempat yang berbeda.Patria baru saja mendapatkan kiriman pesan singkat dari Anggie.Dalan pesan itu  ada sedikit ancaman Anggie meminta Patria agar datang ke apartemen miliknya,jika Patria tidak datang maka, Anggie akan datang menemui Agreta istrinya.

__ADS_1


    Isi pesan anggie sontak saja membuat Patria geram.Patria pun langsung menyetujui permintaan Anggie.Patria tidak ingin Anggie bertemu dengan Agreta karena takut Anggie bercerita yang tidak-tidak. Patria tidak ingin Agreta salah paham tentang hubungannya dengan Anggie.Apa lagi sampai saat ini Patria belum mendapatkan kata maaf dari istrinya.Dan itu membuat hati Patria semakin kalut.


    Patria segera menuju ke apartemen milik Anggie dengan hati yang sangat kesal.Patria tidak bisa menerima kalo Anggie mengancamnya.


    Sedangkan Anggie merasa senang setelah tahu Patria akan datang menemuinya.Persiapan sudah di lakukan Anggie.Mulai dari berdandan secantik mungkin,memakai baju yang kekurangan bahan yang belahan dadanya sangat terbuka.


    Dengan hati yang berbunga-bunga Anggie menunggu Patria datang.Setelah tiba di unit apartemen miliknya Anggie.Patria langsung memencet tombol yang terpasang di samping pintu.


 Dengan tersenyum lembar anggie segera membukakan pintu dia yakin bahwa yang datang itu adalah  Patria. Setelah membukakan pintu, Anggie langsung meminta Patria untuk masuk kedalam ruangan. "Pat, akhirnya kamu datang juga.aku sudah kangen sama kammmm.." Belum selesai Anggie berbicara dagunya sudah di tangkap dengan kasar oleh Patria. Dan itu membuat anggie terkejut.


"Argh....sakit Patria... " ucap Anggie dengan suara terbata-bata. Bukannya kasian Patria semakin meremas dagu Anggie dengan sangat kuat.Itu membuat Anggie meringis kesakitan.


"Ehh.....sakit Patria..." ucap Anggie lagi. Dengan nada geram menahan amarahnya Patria berkata,


"Kamu pikir bisa seenaknya mengancam ku HA?"" tangan Patria yang satunya sudah terkepal erat.


   Anggie yang melihat kemarahan Patria hatinya langsung menciut.Mata Patria terlihat memerah menatap Anggie penuh dengan kebencia.Dengan rahang yang masih di Cengkram oleh Patria Anggie mencoba bersuara,


"Aku.. minta maaf Patria.." Patria dengan kasar menghempaskan Anggie kelantai. "Jangan pernah kamu mengganggu kehidupan ku dan ISTRI ku! dan satu lagi,jangan pernah coba-coba menyentuh istriku.jika sampai istri ku terluka karena perbuatan mu, saya pastikan kamu akan menyesal seumur hidup mu," ucap Patria dengan nada penuh penekanan di setiap kata-katanya. "jika kamu tidak menghiraukan peringatan ku ini,saya pastikan kamu benar-benar akan menyesal pernah bertemu dengan ku, INGATLAH itu..!" sambung Patria lagi.


   


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2