
Empat hari sudah berlalu setelah kejadian itu tapi Patria tidak pernah pulang ke rumah.jangankan pulang membiarkan kabarnya tidak pernah.
Agreta menuggu suaminya pulang dengan gelisah. Entah berapa banyak pesan yang dikirimkan Agreta tapi tak pernah di balas oleh Patria, Setiap Agreta menelfon Patria selalu di abaikan bahkan di matikan sebelum di angkat.
Hal ini membuat Agreta semakin merasa sedih tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Hari ini masuk hari ke lima Patria tidak kembali.Di dalam kamar Agreta berdiri di depan jendela kamarnya menatap pintu gerbang rumahnya berharap suaminya pulang.
Agreta menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskan nya dengan kasar seolah -olah ikut menumpahkan galaunya. "Pat..kamu kemana,? kenapa nggak pulang." isak tangis Agreta tumpah,air matanya membasahi pipinya lagi.dan lagi.
Si mbo yang melihat majikannya dari pintu kamar ikut meneteskan air mata.
"Mbo,Patria kemana ya ini sudah lima hari nggak pulang,"
Hiks..... hiks.....
Suara lirihnya Agreta membuat si mbo semakin kasian.
"Coba neng telpon ke kantornya tuan,tanya apa tuan ke kantor apa tidak." usul mbo Nem kepada Agreta.
"Iya ya mbo kok aku nggak kepikiran." Sahut Agreta langsung menggambil ponselnya di atas tempat tidurnya.Agreta pun langsung memencet tombol telepon genggamnya menghubungi Jeje sekretaris suaminya.
karena ia tahu jika menghubungi suami hasilnya seperti yang sudah-sudah,tidak ada jawabannya.
"Halo ,Jeje saya mau nanya apa bapak ada di kantor.?"Agreta diam sebentar menunggu jawaban dari balik telpon dan Agreta kembali bertanya kepada Jeje " Jeje, bapak lagi sibuk ya., kerjaannya numpuk?" Agreta bertanya dengan sedikit menyidik dan suaranya di buat senatural mungkin agar Jeje tidak curiga dan berpikir macam-macam.
"Oh..ya sudah makasih ya Jeje maaf sudah mengganggu kerjaan mu." Ucap Agreta menutup obrolannya dengan sang sekretaris.
__ADS_1
"Mbo Patria ada di kantor katanya kerjaannya banyak sekali bapak sering lembur akhir-akhir ini kata sekretarisnya." Ucap Agreta kepada si mbo.
"Tuh kan non,tuan lagi sibuk.Sekarang non jangan sedih lagi ya, nanti klo tuan uda ngga sibuk pasti pulang ke rumah." Ucap si mbo menghibur hati Agreta.
"Iya mbo." Ucap Agreta sambil kembali tersenyum.
Ada sedikit kelegaan dalam hati Agreta setelah tahu bahwa sang suami ternyata sedang sibuk dengan urusan kantornya.
Lima hari sudah Patria tidak pulang kerumahnya.bukan karena tidak merindukan sang istri tapi hatinya masih sangat sakit mengetahui bahwa sang istri tercintanya diam-diam menjalin hubungan dengan pria lain.setidaknya itu yang di yakini oleh Patria berdasarkan foto -foto yang di terimanya dari pengirim entah itu siapa.
Patria tak ambil pusing siapa pengirimnya tapi lebih fokus dari apa yang dikirim.lembar-lembar foto yang di terimanya menunjukan kedekatan sang istri dengan pria tersebut.
Patria memang sangat sibuk di kantor dan memang benar Patria sering lebur.itu di lakukan oleh Patria untuk membunuh waktu nya karena tidak ingin merasakan sepi di apartemen nya.
Tapi bukan cuma hanya lembur di kantor saja Patria juga saat ini setiap pulang kerja sudah janjian bertemu dengan Anggie di club HAVANI .tempat pertama mereka bertemu.untuk membunuh waktu sebelum kembali merasa sepi di apartemennya.
Tapi Anggie tidak pernah merasa puas dengan hubungannya dengan Patria yang hanya sebatas pertemanan di club havani.Anggie menginginkan lebih dari itu.Dia tak ingin rencananya hanya berakhir dengan pertemanan biasa.
Sementara itu Agreta yang berada di rumah sedikit merasa lega, setidaknya dia tahu bahwa suaminya baik-baik saja..Meskipun jauh di lubuk hatinya ada rasa sakit sedih dan juga rindu..Tapi Agreta tidak tahu bahwa saat ini sang suami sedang menjalin kedekatan dengan seorang wanita. Hari ini Agreta sedikit lebih ceria di banding dengan hari hari kemarin.Agreta sudah bisa makan meskipun tidak seperti biasanya. Si mbo senang dengan perubahan sang majikannya, setidaknya mbo tidak melihat mata bengkak Agreta di pagi hari karena menangis.
Ketika Agreta sedang sarapan tiba-tiba telepon genggamnya berdering.
Kring...kring...
Dengan hati senang Agreta meraih ponselnya berharap sang suami menghubunginya tapi itu hanyalah harapan Agreta,bukan suaminya yang menelpon.
Agreta tidak terlalu bersedih karena yang menghubungi adalah Siska sahabatnya dan itu sedikit menghiburnya.
__ADS_1
"Ska .....!"
Tanpa basa basi Agreta langsung menjawab panggilan itu dengan suara nyaring. "Aku kangen tahu sama kamu." Ucap Agreta dengan nada sedikit sedih yang di buat -buat.
"Geta aku sekarang uda balik ke Jakarta,aku juga uda kangen banget sama kamu...kita ketemuan yuk besok.Hari ini aku masih capek baru nyampe rumah nih makanya langsung telpon kamu." jawab Siska panjang lebar tanpa jedah dan itu membuat Agreta sedikit tersenyum.
"Iya besok kita ketemuan ya.,beneran loh,aku udah kangen banget sama kamu,di tempat biasa ya jam 10 ok." Jawab Agreta dengan semangat.
Terdengar sahutan dari telphon ."Ok sayang..besok jam 10 . Miss you." Siska meyakinkan Agreta besok mereka akan ketemuan.
Saat ini hanya kehadiran sahabatnya yang mampu menghibur hatinya yang sedang bersedih. Sesuai dengan janjinya Agreta sudah berada di Cafe Muqie tempat biasa Agreta dan sahabat -sahabatnya berkumpul.tapi saat ini hanya Siska yang bisa dia temui karena tiga sahabat lainnya masih di luar negri melanjutkan studi mereka.
Cafe Muqie merupakan cafe favorit waktu jaman kuliah mereka dulu.cafe Muqie merupakan tempat meraka berbagi cerita .Bagaimana Agreta yang jatuh cinta kepada Patria dan cerita sebaliknya Siska yang berjuang meluluhkan hati seorang Dean Antoni yang kini sudah menjadi suami siska.saingan Siska saat itu bukan hanya wanita biasa mereka adalah para model cantik yang bernaung di doble A rumah model milik Dean
"Getaaaaa!."
Seru Siska heboh ketika melihat Agreta.Siska tidak peduli dengan tatapan heran para pengunjung.dan ini sikap Siska,ceria cuek tapi sangat peduli dengan sahabatnya.kehadiran Siska dalam pertemanan Agreta membuat Agreta dan lainnya sering terhibur karena sikap Siska yang terkadang ajaib menurut sahabat -sahabatnya.
Agreta yang melihat kedatangan Siska langsung berdiri dari duduknya dan langsung merentangkan kedua tangannya.menyabut pelukan sang sahabat. "Aku kangen kamu Ska." Ucap Agreta. "Aku juga kangen banget malah hehehe." Siska berkata sambil menunjukkan cengiran kuda di perlihatkan oleh Siska.
Mereka berdua pun sibuk berbagi cerita. Siska dengan antusias bercerita pengalaman nya selama satu bulan tinggal bersama keluarga Dean di Singapura. Keseruan apa saja yang sudah Siska lewati selama tinggal di sana.
Agreta yang mendengarkan cerita dari Siska ikut tersenyum bahagia.Agreta ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya.meskipun saat ini perasaan Agreta sedang terluka dan sangat sedih atas permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini.
Ditegah- tengah pembicaraan mereka berdua tiba-tiba Siska bertanya perihal keadaan Agreta.karena dari awal pertemuan Siska dan Agreta,Siska merasa ada yang salah dari sikap Agreta.ada sesuatu yang hilang dari sahabatnya ini.
Bersambung
__ADS_1