AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 54 KEBAHAGIAAN SESAAT


__ADS_3

   Dalam keadaan mabuk berat dan pandangan matanya yang sudah buram Anggie segera memeluk tubuh seorang pria yang di pikirnya adalah Patria. 


     Anggie sudah tidak bisa lagi mengontrol dirinya, dia bergelayut manja dengan pria asing itu. Dalam keadaan mabuk seperti itu Anggie mengungkapkan isi hatinya bahwa Anggie mencintai Patria. 


    Tanpa ada rasa sungkan Anggie memeluk tubuh pria itu, dan pria itu pun menyambut pelukan Anggie. Kesempatan yang baik jangan di sia-siakan, anggap aja mendapatkan durian runtuh. Rejeki nomplok pikir pria itu.


        Waktu terus berjalan dan Anggie pun semakin mabuk hampir tak sadarkan diri. Anggie segera mengajak pria yang di anggapnya Patria  untuk mengantarkannya pulang ke apartemen miliknya, pria itu pun langsung mengiyakan. dengan langkah terhuyung-huyung Anggie berjalan keluar dari club havani dan pria tersebut mengikuti langkah kaki Anggie dari belakang. Sesekali pria itu menahan tubuh Anggie agar tidak terjatuh. 


      Setelah sampai di parkiran mobil Anggie dan pria tersebut masuk kedalam mobil, Anggie menyerahkan kunci mobil miliknya karena dia merasa tak mungkin bisa mengendarai mobil dalam keadaan mabuk berat. 


"Di mana alamat apartemen milik mu?" Tanya pria itu.


"Aduh Patria belum sebulan kamu pergi meninggalkan aku kamu sudah lupa apartemen milik ku, sungguh luar biasa.tapi ya sudahlah" Rancau Anggie. Anggie pun memberikan alamat apartemen miliknya lengkap dengan nomor dan lantai yang dia tempati.


"ingat alamatku dengan baik ya jangan lupa lagi!." Sambung Anggie.


   Pria itu pun langsung menyalakan mesin mobil dan segera menuju alamat yang di sebutkan Anggie tadi. Karena jalan sepi, tak banyak kendaraan yang berlalu-lalang pada jam segitu. Anggie dan pria itu tiba di apartemennya Anggie.


      Di karenakan kondisi Anggie yang mabuk parah di tambah dengan Anggie yang sudah merasa mengantuk. Anggie tak mampu berjalan jika tidak ada orang yang memapahnya. Dan pria itu menyadarinya.


     Dengan sigap pria tersebut setengah memeluk tubuhnya Anggie. Sedangkan Anggie yang merasa tubuhnya di pelukan oleh Patria membuat hatinya berbunga-bunga. Anggie pun dengan sengaja menempelkan tubuhnya ke orang tersebut, dengan tujuan untuk menggodanya.


     Pria itu sebenarnya mengerti maksud dari setiap gerakan yang di lakukan Anggie tapi dia mencoba untuk bertahan. Tapi sekuat apapun dia mencoba bertahan pada akhirnya godaan Anggie mampu meruntuhkan pertahanannya.


      Anggie menahan tangan pria itu ketika dia hendak pergi, bukan hanya menahan tapi juga langsung memeluknya erat. Pria itu langsung terdiam dan mematung. Jujur hati pria itu berdebar sangat kencang. 


      Anggie segera mendaratkan bibirnya ke bibir pria tadi,  pria itu pun membalas ciuman Anggie.ciuman tadinya hanya ciuman lembut lama-kelamaan menjadi ciuman penuh gairah.


Dengan suara parau Anggie membisikkan kalimat menggoda,


"Patria malam ini aku milikmu."

__ADS_1


Setelah itu Anggie segera menarik pria itu masuk ke dalam kamarnya. Maka terjadilah apa yang di inginkan oleh Anggie. 


     Setelah selesai melakukan ritual panas Anggie pun langsung tertidur, sedang pria itu segera bangun dari tempat tidur. 


Dengan sangat hati-hati dia membuka pintu lemari pakaian milik Anggie, pria tersebut mencari barang berharga yang tersimpan dalam lemari tersebut. 


      Setelah selesai mengambil dan menyimpan barang curiannya pria tersebut kembali ke atas kasur dan mengambil posisi untuk tidur di samping Anggie.


     Keesokan paginya Anggie terbangun dengan kondisi kepala terasa pusing dan sakit. Dengan mata yang masih setengah terpejam Anggie menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku. Kaki dan tangan Anggie tak sengaja menyentuh sesuatu, Anggie mengerutkan keningnya dan mencoba untuk mengumpulkan nyawanya yang masih bertebaran. 


       Ada senyum kecil terbingkai dengan indahnya di bibir Anggie. setelah nyawanya terkumpul dan kesadarannya pulih, dia ingat kalau semalam dirinya bersama dengan Patria. 


    Dengan hati yang penuh kebahagiaan Anggie membalikkan badannya menghadap ke sosok pria yang masih tertidur di sampingnya.


Dan dalam sekejap senyum yang merekah indah dari bibir Anggie menghilang setelah melihat sosok pria yang baru saja di lihatnya.


"Ya Tuhan, sejak kapan Patria bertato, dan sejak kapan tubuh Patria yang berotot berubah menjadi tumpukan lemak?" Tanya Anggie dalam hatinya.Tubuhnya Anggie bagai di sambar petir dan dia pun langsung bergetar ketakutan  setelah mengingat kembali  apa yang  dilakukannya semalam.


Teriak Anggie sekencang mungkin, bukan hanya berteriak Anggie pun langsung menendang pria tersebut hingga terjatuh dari tempat tidur.


"Aduh ....


Ringis pria itu kesakitan. "Apa yang kau lakukan?, kenapa menendang ku?!" Tanya pria itu binggung.


"Siapa kau? kenapa ada dalam kamar ku?" Bukannya menjawab pertanyaan pria tersebut malah Anggie balik bertanya.


"Hei, apakah kamu lupa semalam kamulah yang sudah menarik ku masuk ke dalam kamar ini dan langsung menyerang ku!!" Tutur pria itu mengatakan apa yang terjadi.


    Mata Anggie langsung membesar menatap wajah pria itu.


"Itu tidak mungkin, kamu lah yang menerobos masuk kedalam apartemen milik ku!" Ungkap Anggie menolak perkataan pria tadi.

__ADS_1


"Apakah kamu sedang mempermainkan ku, apa ini cara mu berterima kasih atas pelayanan ku!" Setelah selesai mengatakan kalimat itu, pria itupun langsung berdiri dari lantai sambil memegang bokongnya yang masih terasa sakit akibat terjatuh tadi.


    Kembali Anggie di suguhkan pemandangan yang membuat matanya melotot, pasalnya pria itu berdiri di hadapannya tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya. Dan sialnya bagi Anggie pria itu menyadari kalau dirinya sedang di perhatikan. 


"Hei apa yang kau lihat, apa masih kurang semalam atau kamu ingin mengulanginya lagi?" Tiga pertanyaan yang menggelikan langsung di tanyakan pria itu ke Anggie.


Anggie dengan secepat kilat menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan. Anggie bergidik ngeri.


Anggie pun langsung menyembunyikan kepalanya ke dalam selimut.


"Huaaaaa... !!"


Sekali lagi Anggie berteriak histeris di balik selimut. Anggie terkejut setelah melihat tubuhnya yang ternyata masih dalam keadaan polos sama seperti pria asing itu.


"Berisik Sekali, apakah kamu masih keturunan dari tarsan ?,sebentar-sebentar teriak." Umpat pria itu sambil memunguti pakainya yang berserakan di lantai. Dan dia pun segera mengenakan pakaian miliknya.


   Setelah selesai pria itu pun langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Anggie dengan kasar. 


"Hei nona mana bayaran ku?" Tanya pria itu.


"Ha... bayaran?, bayaran apa!" Anggie binggung.


"Ya iyalah bayaran semalam karena sudah melayani dan memuaskan mu tentunya." Jawab pria itu dengan entengnya.


"Kamu yang sudah memperk0$@  ku dan sekarang meminta bayaran ?!, Apa kau sudah gila!." Ungkap Anggie marah.


"Hei nona kamu lupa atau pura-pura lupa?, Justru kamulah yang memulai. Sekarang mana bayaran ku?!" Dengan nada suara mulai kesal pria itu terus meminta bayarannya.


"Hei laki-laki gila aku tidak akan pernah memberikan mu uang!!" Anggie menolak permintaan pria itu.


"Oh ya, kamu tidak mau membayar ku begitu?!" Sekali lagi pria asing itu mengulangi perkataan Anggie dengan nada bertanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2