
Siang ini Patria menghadiri sebuah rapat pertemuan dengan kliennya.dan dari klien meminta untuk bertemu di salah satu sebuah restoran yang terdapat di sebuah mall.dengan alasan sekalian makan siang.
Setelah rapat pertemuan itu selesai Patria memutuskan untuk tidak kembali ke kantor karena sebenarnya pekerjaan di kantor sudah selesai Patria hanya tinggal menandatangani dokumen dan itu bisa di tunda besok hari.
Patria bosan jika jalan hanya sendirian tidak ada yang menemani.sedangkan untuk pulang ke apartemennya dia masih malas karena hari masih sore. Patria memutuskan untuk menelpon Anggie untuk mengajaknya jalan-jalan keliling mall atau nonton film di bioskop.
"Halo Anggie sibuk ngga?" tanya Patria setelah menghubungi Anggie lewat telepon. "Hai lagi santai nih akunya." jawab Anggie jujur
"Mau temenin aku nggak,? aku lagi di mall indah nih." tawar Patria.
Dengan antusias Anggie langsung mengiyakan ajakan Patria.
"Ok,aku nyusul kamu di sana Pat. Tunggu ya." jawab Anggie dengan semangat 45. Anggie segera meluncur ketempat Patria .
Setibanya di sana Anggie melihat Patria sedang menunggunya. Setelah bertemu Anggie langsung meminta untuk di belikan es krim.
"Pat..beli es krim yuk, aku pingin makan es krim nih." Ajak Anggie
"Ya udah.Beli di mana?" tanya Patria.
"Itu, Beli yang cone aja, jadi bisa makan sambil jalan." jawab Anggie.
"Baik lah...mau rasa apa?" tanya Patria lagi. "Aku coklat vanila." Anggie.
"Tunggu bentar ya di sini biar aku yang beli." ujar Patria sambil melangkah pergi ketempat penjualan es krim yang di maksud.
Setelah setelah membeli es krim Patria segera menghampiri Anggie yang menunggunya tak jauh dari tempat penjualan es krim tadi.
Mereka berdua pun asyik menikmati es krim tersebut sambil melihat apakah yang ada barang menarik mata untuk di beli.
Tiba-tiba..
Bruuuk....
Tangan Patria tidak sengaja tertabrak oleh salah satu remaja yang juga sedang berjalan. es krim di tangannya jatuh mengenai bajunya Patria.
"Maaf... maaf....Saya nggak sengaja." ujar remaja itu gugup. Anggie yang melihat itu langsung memelototi remaja tersebut. Remaja itu yang melihat di pelototi mata Anggie bergidik ngeri.
"Sekali lagi maaf saya nggak sengaja." ujar remaja itu sekali lagi dengan ketakutan.
Setelah mengucapkan kata maaf remaja itu langsung ambil langkah seribu langsung kabur karena semakin takut melihat tampang Anggie yang semakin seram.,"Cantik-cantik tapi mengerikan." ungkap remaja itu dalam hatinya
__ADS_1
Sedangkan saat itu Patria sibuk membersihkan bajunya yang terkena tumpahan eskrim tadi. "Dasar anak nakal." kata Anggie dengan nada sewot. "Sudahlah." Ujar Patria.aku ke toilet dulu sebentar ujar Patria sekali lagi.
"Ya aku tungguin di situ ya." jawab Anggie sambil menunjuk kursi yang terletak tak jauh dari situ. Patria segera menuju toilet untuk membersihkan diri. Di dalam toilet tiba-tiba seorang pria menyapa Patria.. "Ternyata Tuhan masih menyayangimu pak Patria." ucap pria itu. Patria yang merasa namanya di sebut langsung menoleh ke arah suara itu.
"Anda?" ucap Patria setelah tahu siapa sosok itu.pria itu adalah orang yang sama pernah bertemu dengannya di dalam toilet waktu itu.
"Ya pak Patria kita bertemu lagi di tempat yang bukan tempat pertemuan yang lazim." Pria itu berkata sambil tersenyum.
"Tuhan masih mengijinkan ku bertemu dengan mu pasti punya tujuan pak Patria." ucapnya lagi.
"Siapa anda sebenarnya?" tanya Patria karena mulai penasaran dengan pria asing itu. "Apakah anda masih bersama dengan wanita itu?" tanya pria itu tanpa menjawab pertanyaan Patria. "Itu bukan urusan mu!" jawab Patria dengan nada ketus. "Setahu saya bukan kah pak Patria sigara sudah menikah?" Lagi pria asing itu berkata. "Aku tidak pernah mau ikut campur urusan rumah tangga orang,tapi untuk anda saya membuat pengecualian." Ucap nya lagi membuat Patria mengerutkan keningnya menjadi satu.
"Selamatkan rumah tangga anda selagi masih bisa di selamatkan.Dan satu lagi tetaplah menjaga istri anda jangan sampai hal buruk menimpanya,yang nantinya akan membuat anda pak Patria menyesal seumur hidup mu!" Pria itu berkata panjang lebar seolah sedang memberikan pesan pada Patria.
"Siapa anda sebenarnya,apa hubungannya anda dengan Anggie?" tanya Patria yang semakin penasaran.
"Anda bisa menghubungi saya jika anda sudah siap mendengarkan dan anda sudah siap mengetahui siapa wanita itu sesungguhnya.Saya pasti memberikan bukti bukan cuma omong kosong!" Pria itu berkata panjang lebar.dan Patria hanya terdiam mendengar ucapan pria tersebut.
"Hubungi saya jika anda benar-benar sudah siap..dan saya harap anda tidak terlambat menemui saya".Pria itu kembali berucap.dia pun memberikan kartu nama nya kepada Patria.
Setelah itu pria itupun pergi meninggalkan Patria di dalam toilet.
Setelah membersihkan bajunya Patria bersusah terlihat biasa saja.
Ketika Anggie sedang menunggu Patria matanya menangkap sosok yang ia pikir dikenalnya.
"Apa itu dia?" Ucap Anggie dalam hatinya,tapi itu tidak mungkin." Anggie mencoba menepis tebakan dalam hatinya.
Tak lama kemudian Patria pun keluar dari toilet tersebut.
Patria langsung menghampiri yang terlihat melamun.
"Hei...." Patria menegur Anggie
"Ya.." Anggie sedikit terkejut melihat Patria tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Ayo jalan." ajak Patria.
"Kamu tadi ketemu sama siapa di toilet?" Tanya Anggie.dan pertanyaan ini membuat Patria sedikit terkejut. "Aku nggak ketemu siapa-siapa di dalam toilet tadi, kenapa." ujar Patria.
"Oh... nggak kenapa-kenapa." Anggie gugup tiba-tiba.
"Apakah kamu melihat sesuatu atau seseorang.?" tanya Patria
__ADS_1
"Ah....tidak.lupakan saja." ujar Anggie semakin salah tingkah. "Kamu mau beli apa?" Patria mengalihkan percakapan.
"Bagaimana kalo kita mampir si toko itu." jawab Anggie sambil menunjuk salah satu butik yang ada dalam mall tersebut.
" Baiklah." jawab Patria sambil mengikuti langkah kaki Anggie menuju tempat yang di maksud.
Anggie segera memilih baju yang kira-kira menarik dan tentunya pas untuknya.Anggie mengambil sebuah gaun berwarna hijau lumut.
"Aku ingin coba yang ini." Anggie berkata kepada pelayanan toko.
Pelayan itupun langsung mengantarkan nya keruang ganti. Tak berapa lama Anggie keluar dari ruangan itu dengan menggunakan gaun yang diambilnya tadi dan menunjukkan kepada Patria.
"Pat. Bagaimana menurut mu tentang gaun ini?" Tanya Anggie pada Patria.
"Cantik.Dan sangat cocok untuk mu." ungkap Patria.
"Beneran Pat? Kalo gitu aku mau yang ini saja." Anggie sangat senang.sekali lagi Anggie mendapat barang mahal tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.Patria kembali mengeluarkan uangnya untuk Anggie.
Patria berusaha bersikap biasa saja terhadap Anggie meski pikirannya sedang berperang melawan logikanya.
Patria dan Anggie menghabiskan waktu bersama dengan nonton film di bioskop dan makan. Saat ini Anggie benar-benar merasa bahagia.ini adalah waktu terlalu Anggie bisa bersama dengan Patria.
Sedangkan Patria lebih memilih menghabiskan waktu bersama dengan Anggie karena dia ingin melihat lebih lagi tentang Anggie.
Mencari celah apa kah wanita ini bisa berbuat jahat seperti yang di katakan pria asing itu.
Setelah puas makan, nonton dan berbelanja.mereka pun pulang ke apartemennya masing-masing.
Patria selalu menolak setiap ajakan Anggie untuk menginap di Apartemen milik Anggie.itu karena Patria bukan laki-laki penikmat **** bebas.
Setibanya di apartemennya Patria langsung membersikan dirinya.mandi dan berganti pakaian rumah.Patria kembali memandang foto istrinya, Foto Agreta masih terletak di samping tempat tidur.Ada rasa rindu dalam hatinya.Patria membuka handphonenya mengecek apakah Agreta mengirimkan pesan atau tidak.jangan kan pesan telpon pun tidak ada.hati Patria merasa sedih.
"Geta,apakah kamu benar-benar ingin melupakan aku,? Apakah kamu lebih memilih mereka daripada aku?" Patria sekali lagi berkata dalam hatinya.
Patria penasaran apa yang di lakukan Agreta selama seminggu ini . Patria pun membuka sosial media milik Agreta.dan hasilnya Patria tidak menemukan apa-apa.sudah seminggu ini Agreta tidak memposting apa pun di sosial medianya.
Patria duduk di di atas tempat tidurnya yang empuk sambil memeluk foto Agreta. "Sayang aku kangen kamu" Patria mendekap foto Agreta semakin erat.Patria tertidur sambil tetap mendekap foto sang istri.
Patria sampai saat ini belum berani untuk pulang, karena Patria tidak siap jika ternyata Agreta memilih berpisah dengannya. Patria tidak akan pernah siap menerima itu.baginya Agreta adalah wanita yang akan selalu dicintainya.
Sementara itu di apartemen Anggie, Anggie sedang merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Patria.Anggie merasa dan yakin dalam hatinya bahwa Patria sudah berada dalam genggamannya. Anggie bisa merasa yakin jika Patria memiliki perasaan padanya karena selama ini Patria selalu memenuhi keinginannya.
__ADS_1
Meskipun sempat terlintas di benaknya sosok pria yang di lihatnya tadi.sosok pria yang menurut nya ia kenali.tapi Anggie menepis pikiran itu.dan meyakinkan dirinya bahwa pria itu bukan yang ia pikirkan.
Bersambung