AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 48 SIAPA ANGGIE


__ADS_3

Dengan menarik nafas dalam-dalam Gafin kembali menyambung ceritanya.


"Saya harap Patria tidak akan terkejut dengan apa yang akan saya sampaikan siapa Anggie sebenarnya," ucap Gafin sebelum mulai menceritakan tentang Anggie.


    Gafin pun langsung memulai bercerita tentang kisahnya bersama Anggie. "Pak Patria, sebenarnya sebelum saya menikah dengan Anggie saya lebih dulu bertunangan dengan seorang wanita yang saya cintai. Pernikahan kami batal setelah saya menerima kiriman foto perselingkuhan tunangan saya." Gafin pun ikut mengeluarkan foto-foto yang di maksud. Patria melihat lembaran foto -foto tersebut sambil mengerutkan keningnya.


"Kami sempat berbaikan setelah itu, tapi di waktu berikutnya saya kembali mendapatkan foto terbaru tentang perselingkuhan tunangan saya. Dan bukan hanya foto saja yang saya terima tapi juga saya pun mendapatkan kiriman video yang menunjukkan bahwa tunangan saya sedang berhubungan dengan beberapa pria. Dan itu membuat saya murka dan kemudian kembali memutuskan untuk berpisah dengan tunangan saya saat itu," lanjut Gafin menceritakan kisahnya.


    Kembali Patria memandangi foto  yang di tunjukkan oleh Gafin. Dan Patria sekali lagi menatap tak percaya apa yang di lihatnya. Patria merasa bahwa gambar foto-foto tersebut tidak asing baginya. Patria masih terdiam mendengarkan cerita Gafin. Patria yakin bahwa foto yang di lihatnya sama persis dengan foto yang di terimanya waktu itu. "Pak Patria semua foto dan video ini adalah hasil editan belaka, dan pelakunya adalah wanita itu. Dia adalah Anggie." ucap Gafin dengan nada sedikit emosi.


   Patria sekali lagi terkejut mendengar perkataan Gafin. Patria hanya bisa membelalakkan matanya lebar.


"Astaga benarkah ini perbuatan perempuan itu?" tanya Patria masih tak percaya. "Ya, ini semua perbuatan perempuan itu. Dan bodohnya saya, saya mengetahuinya setelah saya menikah dengan Anggie." Gafin mengungkapkan ceritanya sambil tersenyum pahit.


"ini adalah kebodohan saya pak Patrai, saya tidak pernah menyelidiki siapa wanita ini sebelumnya," sambung Gafin lagi. Patria menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi pak Patria saya masih memaafkan kesalahannya. Karena saat itu saya berfikir bahwa Anggie mungkin adalah jodoh ku , saya belajar untuk menerimanya," ucap Gafin sambil menarik nafas panjang.


   Dalam hati Patria terpaku diam, tidak tahu harus berkata apa. "Pak Gafin panggil saya saja Patria." Ucap Patria. Patria merasa canggung setiap kali Gafin menyebutkan namanya dengan di awali sebutan " Pak".

__ADS_1


"Baiklah, Panggil saya juga cukup Gafin saja," balas Gafin. Mereka berdua pun tersenyum menerima panggilan tersebut.


"Baiklah Patria,saya akan melanjutkan cerita saya." Gafin.


Patria menggelengkan kepalanya tanda setuju, siap mendengarkan cerita Gafin.


"Patria, kebahagiaan pernikahan saya dengan Anggie tidak berlangsung lama. Ketika usia kandungan Anggie memasuki bulan ke tiga, perusahaan saya di timpa masalah. Yaitu karyawan saya membawa kabur uang perusahaan. Saya rasa Patria tahu tentang cerita ini." Gafin bercerita dengan berat hati.


"Ya, saya sempat mendengar cerita tentang perusahaan mu ini yang hampir bangkrut pada waktu itu," timpal Patria.


Gafin kembali melanjutkan ceritanya.


"Tapi bukan itu yang membuat hati saya terpukul. Ada hal lain lagi yang membuat hati saya merasa sakit dan kecewa. Yaitu sikap dari Anggie pada saat itu. Saya menceritakan kondisi perusahaan saya pada Anggie, karena saya berharap Anggie mau mengerti akan kondisi saya saat itu. Jujur saja Anggie adalah wanita yang gila belanja. Saat itu saya hanya meminta pada Anggie untuk mengurangi pengeluaran.Tapi saya tak menyangka akan jawabannya saat itu., bukannya Anggie mengerti akan kondisi saya tapi justru wanita itu meminta cerai dari saya dan berniat untuk menggugurkan kandungannya." Gafin bercerita dengan suara yang bergetar.


"Asal kau tahu saja Patria, untuk mempertahankan agar  Anggie tidak menggugurkan kandungannya saya di minta untuk membayarnya sebesar Rp dua miliar, dan saya harus menandatangani surat perjanjian dan surat cerai setelah Anggie melahirkan," sambung Gafin melanjutkan ceritanya.


   Mata Patria sekali lagi langsung terbuka lebar sangking kagetnya.


"Astaga...!"

__ADS_1


Hanya satu kata ini yang bisa terlontar dari mulut Patria.


"Pada saat itu saya berfikir mungkin setelah melahirkan keputusan Anggie bisa berubah. Saya berharap Anggie bisa mempertimbangkan kembali keputusannya setelah melihat bayi kami lahir. Tapi ternyata itu cuma harapan saya saja, dua hari setelah melahirkan Anggie meminta saya untuk memenuhi perjanjian itu. Saya sudah berusaha untuk membujuknya tapi hasilnya nihil. Alasannya cuma satu yaitu Anggie tidak ingin hidup susah. Dan ya perceraian itu pun terjadi. Setelahnya dia langsung menghilang, Anggie tak pernah sekalipun menyusui putrinya." Gafin melanjutkan ceritanya dengan wajah sedih.


    Yang membuat hati Gafin semakin membenci Anggie karena Anggie tidak sekalipun mengingat putrinya. Anggie menghilang begitu saja tanpa pernah memikirkan anaknya. Tak pernah sekalipun Anggie datang menjenguk gadis kecilnya.


    Hati Patria benar-benar merasa miris mendengar cerita Gafin. Patria tidak menyangka bahwa ternyata Anggie bisa setega itu terhadap anaknya.


"Apakah sampai saat ini Anggie tidak pernah menemui putrinya?" tanya Patria.


"Ya, sampai saat ini wanita itu tidak pernah menemui putrinya, jangankan menjenguk menanyakan kabar putrinya saja tidak pernah," jawab Gafin, kembali senyum kecut itu terbingkai di bibir Gafin. Patria menarik nafas panjang, sambil kembali menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan.


"Gafin, saya ingin tahu bagaimana kamu bisa mengenal Anggie?" Sekali lagi Patria bertanya.


"Saya bertemu dengannya di sebuah club malam. Saat itu saya baru saja memutuskan pembatalan pernikahan saya, dan pikiran saya saat itu sangat kacau," jawab Gafin lagi.


"Sejak saat itu saya mulai akrab dengannya, saat itu saya mengenalnya sebagai sosok yang menyenangkan enak di ajak bicara. Hingga kami pun menjadi dekat. Hingga suatu hari saya terbangun di apartemen milik Anggie dalam keadaan tanpa busana. Dan ya sebulan kemudian Anggie menunjukkan hasil tes kehamilan dan meminta saya untuk bertanggung jawab. Pernikahan itupun terjadi. Saya menikahi Anggie awalnya bukan karena saya mencintainya tapi karena keadaan." Kembali lagi Gafin menceritakan kisah kelamnya bersama Anggie.


   Setelah selesai bercerita Gafin dan Patria sama-sama terdiam sejenak. Tapi dalam hatinya Gafin ada rasa kelegaan, setidaknya dia sudah mengatakan siapa Anggie sebenarnya dan berharap bahwa Patria bisa terlepas dari jeratan Anggie.

__ADS_1


     Sedangkan Patria, isi kepalanya kembali mengingat bagaimana mana Patria pertama kalinya bertemu dengan Anggie. Semua rangkaian cerita dari Gafin seolah terulang dalam kisah yang Patria alami. Mulai dari Patria menerima kiriman foto sampai pada akhirnya Patria dan Anggie berteman. Yang menjadi pembeda ceri Gafin dan Patria adalah  Patria justru kehilangan anaknya sebelum  dilahirkan. 


Bersambung


__ADS_2