AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 31 ANGGIE


__ADS_3

Sesungguhnya patria ingin segera pergi dari tempat itu tapi apa daya tubuhnya seolah terpasung di kursi yang dia tempati.jangan di tanya bagaimana  perasaan patria.


   Patria duduk diam seperti seorang pesakitan menunggu vonis dari hakim.patria sangat marah saat ini,marah pada dirinya yang begitu bodohnya langsung mempercayai foto-foto tersebut, patria merasa kecewa pada dirinya kecewa karena tidak mendengarkan perkataan istrinya waktu itu, perasaan bersalah Patria kini semakin besar terhadap Agreta istrinya.semua bukti yang dia miliki merupakan fitrah dari seseorang.


   Seandainya waktu dapat di ulang kembali ingin rasanya Patria kembali ke masa itu.dia ingin memperbaiki semuanya.


Dalam diamnya Patria kembali teringat akan nasehat pak Mun waktu itu sebelum Patria kembali pulang.


"Den mata kita bisa melihat apa saja yang kita inginkan,tapi ingat tidak selamanya apa yang kita lihat itu adalah kebenaran." kalimat nasehat ini terbukti benar adanya. Patria merindukan sosok pria tua itu,rindu dengan kehangatan yang di berikan oleh pak Mun dan istrinya,rindu dengan segala nasehat-nasehatnya pak Mun.


   Sampai saat ini sudah dua orang yang peringati Patria untuk segera menjauh dari Anggie.Pertama dari pria asing itu, sekarang Dean suaminya Siska.


"Benarkah Anggie itu wanita yang berbahaya?" Patria rasanya tidak ingin mempercayai ucapan Dean dan pria itu.karena selama bersama Anggie Patria merasa bahwa Anggie itu sosok wanita yang baik.Patria berperang dengan dirinya sendiri.


"Pat.. Patria..!" Panggi Siska setengah teriak


"Ha?!" Patria terkejut mendengar panggilan Siska.


"Kamu melamun ya?" tanya Siska. Patria hanya tersenyum canggung. Siska Dean dan Freya Gilang menatap intens kearah Patria dan itu membuat Patria semakin merasa tak nyaman.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan foto-foto ini?" tanya Gilang.


"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu siapa pengirim foto tersebut ke pada saya." jawab Patria.


Siska Dean dan Freya merasa sedikit lega dengan ucapan patria.Setidaknya mereka tahu kalau ternyata  Patria tidak berdiam diri saja,rasa kesel mereka terhadap patria sedikit berkurang.


Sedangkan Gilang masih tidak merasa puas dengan Jawaban patria.


"Jika kamu sudah menemukan orang yang mengirimkan paket itu.apa yang akan kamu lakukan?" Gilang kembali bertanya.dengan tatapan menyimpan kemarahan. "Saya pastikan orang itu akan menyesal telah menganggu dan mengusik kehidupan saya." Ucap Patria penuh dengan keyakinan.


Jika di ijinkan ingin rasanya Gilang menghajar Patria sampai babak belur saat ini.Masih segar dalam ingatan Gilang saat dia melihat kondisi Agreta saat di bawah ke rumah sakit waktu itu,belum lagi ketika Agreta mengalami pendarahan hebat.semuanya di saksikan dengan mata kepalanya sendiri  bagaimana penderitaan Agreta, bagaimana Agreta menahan rasa sakitnya.hati Gilang sangat sakit dan sedih. Bagi Gilang selain Freya yang sudah menjadi istrinya Siska dan Agreta sudah seperti keluarganya.jika mereka tersakiti Gilang tidak akan tinggal diam.


"Baiklah saya pegang ucap mu Patria, tapi ingat saya tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu terhadap Geta ingat itu." Gilang memberikan ultimatum kepada Patria.Kalimat itu di ucapkan oleh Gilang sambil menatap lekat mata Patria, Gilang ingin Patria tahu bahwa Agreta tidak sendirian. Dan patria mendengarkan ucapan Gilang hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Sudah hampir jam satu ,jam istirahat sudah hampir habis,kita harus kembali ke rumah sakit'" ucap Freya.


"Aku ikut ke rumah sakit " balas Siska sambil menatap suaminya, meminta ijin.Dean menjawab tatapan istrinya langsung mengerti.Dean pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan.


Siska, Freya dan Gilang langsung menuju rumah sakit,Dan Dean kembali kekantor nya.

__ADS_1


Patria dengan langkah gontai menujuh rumah sakit,perasaan bersalahnya kian menggunung.


"Seandainya aku tidak gegabah dan mau mendengarkan Geta tidak mungkin ini terjadi," Patria binggung harus bagaimana menghadapi Agreta.


  Sementara itu di tempat lain Anggie masih terus mencoba menghubungi Patria.entah sudah berapa banyak pesan yang ia kirimkan,dan entah berapa kali Anggie menelpon patria tapi tidak ada jawaban.dan itu membuat moodnya menjadi buruk.


Anggie benar-benar merasa sangat kesal,sudah berkali-kali menghubungi Patria tapi tidak pernah di angkat, pesannya pun tidak pernah di balas.Anggie merasa telah di abaikan oleh Patria dan dia tidak bisa menerima itu.


"sial! Apa Patria sudah berbaikan lagi dengan wanita sialan itu? tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.Patria itu harus menjadi milikku!" Anggie berbicara sendiri di dalam kamar apartemen miliknya.


Agghhhh...... 


brak...ting ting...duk bunyi barang berjatuhan.Anggie mengamuk dengan menumpahkan kemarahannya di  atas meja riasnya. "Kamu pikir aku bisa kamu campakkan begitu saja PATRIA, TIDAK.....tidak akan semudah itu! aku tidak akan membiarkan wanita itu kembali memilikimu!." Anggie berteriak di kamarnya.sorot matanya memancarkan kebencian yang sangat besar. "Apa pun akan aku lakukan untuk memisahkan mu dari wanita itu!,aku jauh lebih layak bersanding denganmu Patria bukan dia!" Anggie menumpahkan isi hatinya dan keinginannya.


  Setelah puas mengamuk Anggie mengambil handphone miliknya di atas kasur dan segera menghubungi seseorang orang.


Tut ..tut..tut 


Bunyi telphon tersambung,tak berapa lama kemudian terdengar suara seseorang di balik benda pipi itu.


"Ya Anggie..."


"Satu lagi,buatkan aku satu video yang menunjukkan wanita itu sedang berhubungan dengan beberapa pria, terserah pria itu seperti apa tapi harus terlihat real,paham!" Sekali lagi anggie memberikan perintahnya.


"Baik saya akan melakukan seperti yang kamu mau,tapi bayaran kali ini lebih mahal!" ucap pria itu.


"Soal bayaran kamu tak perlu khawatir saya akan mentransfer setengahnya lebih dulu. Sisanya akan saya bayar jika hasilnya memuaskan." Anggie  langsung menyepakati soal bayaran yang di minta.


Setelah kesepakatan itu di dapat, anggie menutup panggilan itu dengan senyum yang penuh arti.


"Lihat saja wanita sialan kebahagiaan mu itu hanya sementara,aku pastikan kali ini kamu akan hancur sehancur - hancurnya, nikmatilah kebahagiaanmu yang tinggal sesaat ini."


Hahahaha....


Anggie tertawa seperti orang yang sudah kehilangan akalnya setelah berbicara sendirian.


 Anggie berdiri didepan cermin besar yang ada dalam kamarnya, memperhatikan setiap lekuk tubuhnya.


"Aku masih jauh lebih cantik dari wanita itu," ucapnya  merasa banga setelah beberapa kali mengamati bentuk tubuhnya.ada senyum yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


Anggie kembali bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.anggie kembali tenang.


Hari ini Anggie ada pemotretan.dengan suasana hatinya yang sudah membaik.anggie segera bersiap-siap untuk pergi ketempat pemotretan.hari ini anggie berdandan sangat anggun.penampilanya tidak seperti biasanya.


  Selesai berdandan anggie segera berangkat ke tempat pemotretan.


Setelah sampai para model yang ikut pemotretan langsung memuji penampilan anggie.


"Cantiknya,tumben dandan habis-habisan?" ucap salah satu anggie hanya membalas pertanyaan itu dengan senyuman.


Furre yang melihat Anggie langsung mencibirkan bibirnya tanda tak suka,sedangkan Yuke hanya diam tak beraksi apapun dan sikap Furre  tertangkap mata oleh Anggie.Anggie langsung menghampiri Furre.


"Syirik ya!" Anggie langsung menatap Furre dengan senyum sinis-nya.


"Syirik sama kamu?astaga!" ucap Furre. "Apa yang harus aku iri kan dari kehidupan mu Anggie?" Sambung Furre.


"Jelas kamu iri,iri akan kecantikan ku dan keberhasilan ku." ucap Anggie mulai terpancing emosinya. Dengan tetap tersenyum sinis Furre menimpali kata-kata Anggie, "Semua orang tahu bagaimana kamu mendapatkan kesuksesan mu Anggie,jadi jangan sok dan belagu!" Anggie memang meraih kesuksesannya dengan cara kotor dan licik. Dan itu sudah menjadi rahasia umum bagi para model. "Apa maksudmu?" suara Anggie mulai meninggi,dia tidak terima akan ucap Furre barusan meskipun itu benar adanya.


"Tutup mulutmu!,kamu tidak akan pernah bisa bersaing dengan ku!" ucap Anggie lagi.


"Aku mungkin tidak akan pernah bisa menyaingi kesuksesan mu,tapi kehidupan ku jauh lebih baik dan satu lagi jauh lebih bahagia di bandingkan dengan kehidupan mu!" tutur Furre.Dan kalimat ini sukses membuat anggie semakin  berang.


Yuke yang melihat keributan ini langsung menarik Furre agar menjauh dari Anggie, karena Yuke yakin Anggie pasti akan berbuat hal buruk pada Furre.


"Apa sie?" ucap Furre tak terima dirinya di tarik oleh Yuke.


"Jangan pernah kamu memancing emosi dari anggie ," kalimat peringatan ini di ucapkan oleh Yuke.


"Kenapa,? kamu pikir aku takut padanya!" Furre tetap saja tidak bisa menerima perlakuan yuke tadi.


"Aku mengenal Anggie sangat baik,dan saya tahu betul sifatnya. Jangan mengganggunya lagi atau kamu akan menyesal." Sekali lagi Yuke mengingatkan Furre.


"Apa maksudmu Yuke?" Furre bertanya,penasaran. "Anggie itu orangnya nekat,dan siapa pun yang mengganggunya akan bernasib tidak baik ingat tu.Apa kamu masih ingat kejadian 2 tahun lalu ada seorang model yang mengganggu Anggie? Kamu tahu apa yang terjadi,? saya kamu juga tahu hal itu. Jangan sampai kamu mengalaminya." Yuke mengingatkan Furre agar tidak menggangu Anggie lagi.


"Apa kamu punya buktinya jika kejadian waktu itu perbuatan anggie?" Furre bertanya seolah tak percaya.


"Aku tidak memiliki buktinya tapi aku yakin itu perbuatan Anggie.jadi berhenti mengganggunya." Sekali lagi Yuke mengingat kan Furre.Furre langsung bergidik ngeri.


Dulunya ada seorang model cantik yang berusaha bersaing dengan anggie tapi naas wajahnya hancur  terkena siraman air keras,yang membuat wajahnya mengalami luka bakar.menjadi cacat seumur hidup.sayangnya tak ada bukti untuk menjerat anggie sehingga anggie lepas dari jeratan hukum.

__ADS_1


   Bersambung...


__ADS_2