AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 67 KEBODOHAN YANG TERULANG


__ADS_3

      Anggie memilih tempat duduk yang mudah terlihat oleh semua orang yang datang. Anggie duduk dekat dengan meja bar tender. Dengan harapan jika Patria sudah datang, maka Patria akan sangat mudah melihat dan menemukannya.


       Waktu terus saja berjalan beberapa kali Anggie melirik jam tangannya. Anggie masih tetap setia menunggu orang yang ingin ditemuinya. Beberapa kali Anggie turun ke lantai dansa untuk menari melepaskan rasa bosannya karena menunggu. Dan entah sudah berapa banyak pria yang berusaha mendekatinya bahkan menggoda Anggie tapi semuanya di tolak mentah-mentah olehnya bahkan, ada yang sempat mendapatkan kata-kata kasar dari Anggie.


    Jam kini sudah menunjukkan pukul satu dini hari namun orang yang sangat di harapkan oleh Anggie tak kunjung datang. Rasa kecewa kembali menyapa Anggie, Anggie yang tadinya memutuskan untuk tidak mabuk kali ini merubah pikirannya. Karena rasa sedih dan kecewa Anggie akhirnya memesan minuman yang mengandung alkohol. Rasa pahit dan aroma yang tajam dari minuman tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk segera menegak habis isi gelas tersebut.


     Bukan hanya segelas saja yang sudah masuk dan melewati tenggorokannya Anggie tapi sudah bergelas-gelas banyaknya. Kepalanya mulai terasa berat, dan pandangan matanya mulai kabur.Anggue mulai merancau sendirian,Anggie berkali-kali menyebut dan memanggil nama Patria. 


    Tak jauh dari posisi Anggie duduk seorang pria sedang memperhatikan setiap gerak-gerik dari Anggie, matanya terus mengawasi Anggie tanpa Anggie sadari. Setelah melihat kondisi Anggie yang sudah mulai mabuk ada senyum tipis yang mengembang di bibir pria tersebut.


     Setelah kondisi Anggie benar-benar mabuk sang pria pun langsung menghampirinya, dengan suaranya yang berat dia mengajak Anggie untuk pulang.


"Ayo kita pulang, kamu sudah sangat mabuk sekarang," ucap laki-laki itu kepada Anggie. Sedangkan Anggie yang matanya sudah kabur dia pun beranggapan bahwa laki-laki itu adalah Patria. Dengan senyum bahagia Anggie pun mengiyakan ajakan pria itu.


"Pat, akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggu mu dari tadi." Balas Anggie dengan suara telernya.

__ADS_1


"Sekarang kita pulang ya," ucap pria itu, sekali lagi mengajak Anggie untuk pulang. Anggie pun mengiyakan ajakan tersebut dengan anggukan dari.


       Dengan susah paya pria itu membopong tubuh Anggie, sebab Anggie sudah tidak bisa jalan sendiri. Anggie pasti akan sempoyongan dan akan sembarangan menabrak apa saja yang ada di depannya.


       Dengan arahan dari Anggie akhirnya mereka berdua sampai di tempat di mana Anggie memarkirkan mobil miliknya. Pria itu pun mendudukkan Anggie di kursi penumpang sedangkan dirinya duduk di bangku kemudi. Keadaan Anggie saat ini sangatlah tidak mungkin lagi untuk mengemudi. Jika di biarkan Anggie yang mengendarai mobilnya sendiri bisa di pastikan akan berakhir tidak baik.


       Pria itu pun langsung membawa Anggie ke apartemen tempat Anggie tinggali. Setelah sampai pria tersebut kembali membopong tubuh Anggie segera menujuh unit apartemen milik Anggie. Pria itu masih ingat di lantai berapa dan nomor berapa tempat Anggie tempati.


     Setelah sampai pria itu kembali meminta Anggie untuk membuka pintunya, karena pria itu tidak memiliki kunci, mereka berdua pun segera masuk bersama, Anggie yang masih di pengaruhi oleh Alloh dan menganggap pria itu adalah Patria,Anggie pun bersikap manja. Gerakan tangannya menari-nari di atas tubuh pria itu, Anggie berusaha untuk menggoda pria itu untuk melakukan hal lebih banyak lagi. Bukan hanya menciumnya saja tapi Anggie menuntut hubungan ranjang. Pria mana yang tidak tergoda oleh godaan Anggie,? kecuali Patria tentunya. Dan ke jadian beberapa hari yang lalu kini terulang kembali. Anggie kembali tidur dengan pria yang waktu itu lagi. 


    Dengan berat hati Anggie kembali menuruti permintaan pria itu,yaitu kembali membayarnya. Setelahnya pria itu pun langsung pergi meninggalkan Anggie seorang. Anggie kembali hanya bisa menangis meratapi kebodohannya dan merutuki dirinya sendiri. Saat itu juga Anggie berjanji untuk tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di club HAVANI. Dia Tidak ingin kejadian yang di alaminya ini sampai berulang untuk ketiga kalinya.


    Hari ini Anggie berdiam diri di apartemen miliknya, dengan harapan bahwa Patria akan datang menemuinya, paling tidak Anggie berharap Patria menghubunginya.


     Hari telah berlalu tetapi sampai hari ini Anggie tidak juga mendapatkan apa yang  diharapkannya. Sebenarnya Anggie berkali-kali mencoba untuk menghubungi Patria baik langsung menelpon Patria langsung atau hanya mengirimkan pesan di aplikasi pesan milik Patria, tapi semuanya berakhir sama. Patria tidak pernah menjawab panggilan tersebut dan tidak pernah membalas pesan yang di kirimkan oleh Anggie.

__ADS_1


      Dua minggu sudah berlalu Anggie akhirnya berpikir untuk berhenti mengejar Patria. Segala usaha yang di lakukannya nyatanya tidak bisa membuat Patria berpaling padanya. Justru kebencian lah yang di dapatkan oleh Anggie dari Patria.


    Hari ini Anggie memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan mendatangi rumah mode yang ada di Jakarta. Niatnya ingin mendapatkan kontrak kerja sama, Anggie berharap ada rumah mode yang mau menerimanya sebagai salah satu model di tempat tersebut.  Anggie binggung apa lagi yang akan di lakukannya hari ini, Anggie merasa sangat lelah.


    Hari ini entah sudah berapa banyak rumah mode yang dia datangi, semuanya menolak untuk menerima Anggie sebagai model di tempat tersebut. Dan Anggie pun belum berhasil untuk mendapatkan asisten pribadi. Hal ini membuat Anggie merasa pusing.Anggie memutuskan besok Anggie akan kembali mendatangi rumah mode lainnya, tapi saat ini Anggie butuh refreshing.


      Untuk menghilangkan kepenatannya Anggie berpikir untuk mengunjungi salah satu mall yang letaknya tak jauh dari apartemen miliknya. Anggie ingin berbelanja dan menikmati waktunya di mall tersebut. 


       Setelah sampai di mal yang di tuju Anggie segera menuju ke salah satu restoran untuk mengisi perutnya yang kosong. Anggie mampir di restoran tempat dia dan Patria datangi dulu. Sebuah restoran yang menyajikan menu Nusantara. Anggie pun memesan menu yang sama persis dengan yang dulu pernah di santapannya bersama Patria dulu. Anggie seakan bernostalgia dengan kenangannya. 


       Selesai menikmati makan siangnya Anggie ingin melanjutkan kegiatannya yaitu berbelanja. Dengan langkahnya yang anggun Anggie berkeliling mall hendak mencari sesuatu yang menarik di matanya. Tiba-tiba mata Anggie tertuju pada salah satu sosok gadis kecil yang sedang asik bermain di taman bermain di dalam mall tersebut. Anggie terpaku sejenak memandangi gadis kecil itu. Ada sesuatu yang dirasakan dalam hatinya tapi dia tidak mengerti apa itu.  


      


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2