AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 68 BERTEMU DENGAN MANTAN SUAMI


__ADS_3

     Entah sudah berapa lama Anggie memperhatikan gadis kecil itu. Rambutnya yang hitam panjang di kuncir dua, poni yang sejajar dengan alis matanya yang tebal. Kulitnya yang putih bersih bak susu, terlihat sekali bahwa gadis kecil itu sangat terawat dengan baik oleh orang tuanya. Bukan hanya itu saja pipinya yang gembul membuat Anggie ingin mendekatinya dan mencium gadis kecil itu sampai puas. 


     Gadis kecil itu di perkirakan oleh Anggie berusia tiga tahun.


"Gadis kecil ku mungkin saat ini sudah sebesar anak itu." Anggie berkata dalam hatinya. Ada rasa rindu yang mengetuk hati Anggie, rindu akan anaknya yang di tinggalkan olehnya. Rasa keibuannya tiba-tiba saja muncul setelah melihat gadis kecil itu.


"Apa kabarmu nak,? Apakah kamu baik-baik saja bersama dengan ayah mu." Sekali lagi Anggie bertanya dalam hatinya.


      Gadis kecil itu tiba-tiba menatap kearah Anggie, Anggie langsung menjadi salah tingkah karena aksinya yang terus menatap gadis kecil itu ketahuan. Tapi berbeda dengan pemikirannya gadis kecil itu,dia justru lari ketakutan.


Gadis kecil itu langsung menghampiri seorang wanita yang di panggilnya mommy.


"Mommy aku takut," ucap gadis kecil itu, setelah berada dalam pelukan mommynya.


"Takut kenapa,? Apakah ada orang yang menyakiti mu?" tanya wanita itu.


"Tidak mom, tapi sedari tadi ada wanita yang melihat ku terus-terusan," jawab Gadis kecil.


"Siapa, dimana orangnya?" tanya wanita itu lagi. Gadis kecil itupun segera menujuk ke tempat Anggie. Tapi sebelum mommynya melihat ke arah Anggie,Anggie segerah bersembunyi.


"Tadi di situ orangnya mom." Ucap gadis itu sambil menujuk tempat tadi Anggie berada.


"Sekarang kita cari daddy ya?" ajak wanita itu kepada anaknya.


Gadis kecil itu menjawab dengan anggukan kepala kecilnya.


   Wanita itu sesungguhnya merasa tak nyaman dengan pengakuan anaknya tadi, dia berpikir jika anaknya akan menjadi salah satu sasaran penculikan, untuk itu dia segerah menghubungi suaminya dan menanyakan keberadaannya saat ini. Setelah berhasil menghubungi suaminya wanita itu pun menunggu kedatangan suaminya di tempat tersebut.


      Anggie terus memperhatikan wanita itu dari jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat persembunyiannya. Anggie tiba-tiba merasa bahwa wajah wanita itu tidak asing baginya.


"Aku pernah bertemu dimana ya wanita itu, rasanya aku sangat familiar dengan wajahnya," gumam Anggie dalam hatinya. Otaknya  bekerja keras untuk memutar memori yang tersimpan dalam ingatannya.

__ADS_1


"Bukan kah dia itu Gabby? Sekretarisnya Gafin!" Akhirnya Anggie bisa mengenali wanita tersebut. "Hebat juga dia bisa menggaet pria kaya, penampilannya sungguh sangat berbeda, ternyata memang benar uang bisa merubah seseorang, dari bebek kali kini berubah menjadi angsa cantik," ucap Anggie, ada rasa iri dalam hatinya.


     Tidak berapa lama kemudian Anggie melihat sosok laki-laki yang dulu pernah ada dalam masa lalunya,yaitu mantan suaminya yaitu Gafin.


"Gafin,! Seru Anggie pelan. Penampilannya sekarang begitu berbeda, terlihat lebih gaga dan..." Anggie menjeda kata-kata sendiri.


"Tapi bukan kah waktu itu perusahaan Gafin mengalami kebangkrutan?" sambung Anggie lagi.


"Eh,tunggu dulu kenapa Gafin menghampiri Gabby,? apakah mereka berdua sudah menikah?' tebak Anggie, Anggie meyakinkan dirinya bahwa tebakannya benar setelah melihat interaksi antara Gafin Dan Gabby.


"Tapi apa hubungannya dengan anak kecil itu dengan Gafin? karena jika di hitung-hitungan tidak mungkin jika Gafin dan Gabby memiliki anak seusia anak itu, "Apa jangan-jangan anak itu adalah putri ku?" Anggie segerah menutup mulutnya setelah menyadari bahwa tebakannya benar. 


Rasa keibuannya pun terpanggil,ada rasa rindu untuk memeluk putri kecil. Tapi akankah Gafin akan membiarkan Anggie mendekati gadis kecilnya?.


    Melihat perubahan dari penampilan mantan suaminya Anggie bisa menebak bahwa kehidupan mantan suaminya kini sudah berubah lebih baik lagi, tidak seperti dulu lagi. Anggie bisa menebak seperti itu karena dirinya bisa menilai penampilan mantan suaminya itu dari pakaian yang dia kenakan, begitu juga penampilan dari Gabby terlihat sangat berbeda. Terbersit keinginan dalam hatinya untuk merusak hubungan Gafin dan Gabby, Anggie mencoba menyusun rencana untuk bisa kembali masuk dalam kehidupan Gafin mantan suaminya. Anggie masih terus berdiri di tempat persembunyiannya sambil terus memantau Gafin dan Gabby.


      Sementara itu Gafin mendengarkan keluhan dari Gabby dan putrinya. Gafin segera ingin mencari tahu siapa orang yang sudah membuat putri kecilnya merasa ketakutan. 


"Tapi bagaimana dengan kami?" tanya Gabby ragu.


"Di sini ada banyak sekali orang,dia tidak berani melakukan sesuatu terhadap mu dan putri kita." Gafin meyakinkan Gabby.


"Kamu yakin? Bagaimana kalau dia nekat." Sekali lagi Gabby mengatakan kegalauannya.


"Kamu tinggal teriak minta tolong, akan banyak orang disini dan juga ada keamanan. Aku juga tidak akan pergi jauh dari tempat ini." Gafin mencobah menepis keraguan Gabby.


"Baiklah, tapu janji jangan jauh-jauh perginya." Akhirnya Gabby pun menyetujui perkataan Gafin.


     Gafin pun segera pergi mencari posisi yang tepat untuk melakukan pengintaian. Matanya terus mencari orang yang di maksud oleh putri kecilnya. Gafin yakin bahwa orang tersebut masih berada tak jauh dari tempat istri dan putrinya berada saat ini.


       Mata Gafin menangkap sosok wanita yang sedang berdiri di balik tembok dan arah pandangan mata wanita itu terus menatap kearah Gabby dan putrinya. Kini Gafin yakin jika wanita itulah yang di maksud oleh putrinya. Tapi dari tempat Gafin berdiri dia tidak bisa melihat wajah dari wanita tersebut.

__ADS_1


     Dengan langkah kaki yang panjang Gafin pun segera menghampiri wanita itu, niat Gafin ingin mengetahui alasan kenapa wanita itu terus menerus mengawasi istrinya lebih tepatnya Gafin ingin tahu kenapa wanita itu terus memandangi putrinya. 


   Ketika Gafin semakin mendekati wanita tersebut, Gafin merasa bahwa sosok wanita tersebut adalah orang yang di kenalannya, bahkan sangat mengenalnya.


"Anggie?" ucap Gafin dalam hatinya. Gafin seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Tanpa ragu lagi Gafin pun segerah meraih pundak Anggie agar badannya berbalik menghadap ke arah Gafin. 


Anggie yang merasa dirinya di putar paksa oleh seseorang pun langsung terkejut. 


"Hei apa yang kau laku..." Belum juga selesai Anggie berbicara dia pun langsung terdiam setelah melihat Gafin sudah berdiri tepat di hadapannya.


"Gafin," sambung Anggie merasa kaget.


"Iya ini saya,' balas Gafin dengan wajah datar.


"Hai apa kabar mu,lama kita tidak berjumpa." Anggie mencobah bersikap manis di hadapan Gafin.


"Aku baik-baik saja, bahkan kehidupan ku jauh lebih baik setelah berpisah dengan mu," ucap Gafin dengan nada ketus.


"Apakah itu putri ku?" tanya Anggie.


"Sejak kapan kamu memiliki seorang putri?" Gafin justru balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Anggie.


"Dari pertanyaan mu, aku yakin gadis kecil itu adalah anakku," balas Anggie.


"Dari sejak kamu pergi meninggalkan kami, sejak saat itu juga hak mu sebagai seorang ibu sudah tidak ada lagi," jawab Gafin lagi.


Bersambung


*maaf kemarin lupa update,jadi hari ini di update dua bab sekaligus.🙏❤️

__ADS_1


*terimakasih masih setia membaca novel ini❤️🌹


__ADS_2