
Patria teringat dengan ponselnya yang di chas tadi.Patria segera menghidupkan handphone karena dia tahu handphone mati total selama hampir dua hari
Patria berharap setelah menghidupkan ponselnya Patria mendapatkan pesan yang dikirim oleh Agreta.Tapi itu hanyalah harapan Patria.Agreta tidak mengirimkan pesan satupun,jangankan pesan telpon panggilan masuk pun Patria tidak menemukan nama istrinya.
Semua pesan yang masuk hanya panggilan kantor dan pesan dari Jeje sang sekretaris. Ada rasa kecewa di hati Patria saat itu,tapi Patria kembali teringat akan pesan dari pak Mun.
Setelah merasa cukup dengan berdiam diri di balkon.patria segera masuk ke kamarnya untuk segera tidur.karena besok dia berencana akan kekantor pagi-pagi tentunya supaya Patria bisa bekerja lebih awal.pekerjaanya pasti sudah menumpuk di atas meja kerjanya.
Patria tertidur sambil memeluk foto Agreta di dadanya.
Sementara itu di rumah sakit tempat Agreta di rawat.mbo Nem dengan setia menemani Agreta.
Kondisi Agreta sudah stabil.
Tapi masih dalam kondisi belum sadarkan diri. Agreta seolah enggan bangun dari tidurnya.Agreta masih betah dalam mimpinya. Mbo Nem bergantian merawat Agreta dengan Yeyen keponakannya yang bekerja juga di rumah Agreta Sedangkan Siska akan datang agak siangan setelah menyelesaikan tugasnya sebagai istri yaitu melayani dan mempersiapkan kebutuhan suaminya Dean sebelum berangkat kerja.
Freya suaminya Gilang setelah sampai di rumah sakit sebelum bekerja mereka berdua menyempatkan diri untuk melihat Agreta sebentar.nanti setelah jam istirahat Freya dan Gilang juga menyempatkan diri menengok Agreta sekaligus mengingatkan mbo Nem untuk makan.
Kembali ke Patria
Keesokan harinya Patria bangun pagi-pagi sekali dan segera bersiap untuk berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu Patria menyempatkan diri untuk membuat kopi sebagai penghangat perutnya untuk sementara.Patria berencana untuk sarapan di kantor saja.
Kopi sudah di seduh oleh Patria dan langsung menyusupnya.
"Kopi ini memang mahal harganya tapi rasanya kopi kampung buatan istri pan Mun lebih nikmat apalagi di temani pak Mun dan pisang goreng." Patria merasa rindu dengan semua yang dia alami di rumah pak Mun, padahal baru sebentar Patria mengenal pak Mun dan istrinya tapi Patria sudah merasa dekat dan nyaman jika bersama dengan mereka.
Patria meletakkan kopinya yang tak habis dalam wastafel.nanti ada orang yang akan datang membersikan apartemen. Orang itu adalah yang bertugas membersihkan apartemen Patria yang di gaji setiap bulannya.
Jadi apartemen Patria meskipun tidak di tempati lama kondisinya tetap terjaga, tetap bersih.Pagi-pagi sekali Patria langsung berangkat ke kantor nya.
Jam masih menunjuk di angkat 07:23 pagi tapi Patria sudah berada dalam ruangannya. OB yang biasa bertugas membersihkan ruangan Patria pun kaget setelah melihat bossnya sudah duduk bekerja di depan komputer.
"Ehh ...pagi pak." sapa OB tersebut
__ADS_1
"Pagi juga." jawab Patria santai.
"Kamu mau bersihin ruangan saya?" ucap Patria sambil bertanya.
"Iya pak,maaf saya telat." sambil menunduk OB itu merasa bersalah.
"Nggak kok kamu ngga telat ,saya yang datang kepagian." ujar Patria.
"Iya pak " sambil mengganggu kan kepala nya. "Ya udah silakan kamu bersihkan tempat ini habis itu saya boleh minta tolong?" kata Patria lagi.
'iya pak ,bapak mau minta tolong apa?" OB itu bertanya tugas apa yang harus dilakukannya untuk bossnya.
"Nanti setelah kamu selesai membersihkan ruangan saya,tolong belikan saya sarapan.Saya belum sarapan." ujar Patria.
"Baik pak." jawab ob dengan kepalanya ikut mengangguk.
Dengan sigap si ob membersikan ruangan Patria memastikan tidak ada satu kotoran pun yang tertinggal dan tak ada debu yang menempel di setiap sudut ruangan. Sedangkan Patria masih duduk di meja kebanggaannya sibuk mengecek setiap laporan yang masuk.
"Maaf pak." ujar OB itu menyapa bosnya.
"Ya?" Kata Patria tapi kepalanya masih menunduk tak lepas dari dokumen yang sedang di ditelitinya.
"Ini pak saya sudah selesai beres-beres.Bapak jadi mau beli sarapan?" tanya OB mengingat pesan Patria yang ingin di belikan sarapan pagi. "Oh iya." Patria mengangkat kepalanya memandangi ob itu.
Sambil mengulurkan selebar uang berwarna merah Patria berkata
"Tolong belikan saya bubur ayam ya toping lengkap."
"Baik pak,saya permisi dulu." OB itu pamit setelah menerima uang dari Patria. "Sekalian beli juga sarapan buat kamu." ujar Patria sebelum ob itu membuka pintu untuk keluar. "Baik pak. makasih banyak ya pak." OB itu membungkukkan badan tanda terima kasih atas kebaikan bosnya.
Setelah ob itu pergi membeli pesanan Patria,dia pun kembali dengan dokumen dokumennya yang masih menumpuk.
Tak berapa lama kemudian terdengar ketokan pintu dari luar ruangan Patria...
__ADS_1
Tok...tok...
"Permisi pak saya OB." OB itu meminta ijin sebelum masuk kedalam ruangan Patria.
"Masuk." jawab Patria.
"Pak ini pesanan bapak,bubur ayamnya." OB itu meletakkan bungkusan yang baru saya di bawahnya di atas meja.
"Makasih ya" di jar Patria" Uang kembalian nya buat kamu aja." Patria melanjutkan kalimatnya.
"Wah pak..itu banyak sekali" OB itu sungkan. "Ngga papa ambil aja rezeki jangan di tolak." timpal Patria lagi.
"Makasih ya pak. Semoga jadi berkah buat bapak dan keluarga, amin." Doa OB dengan tulus hati.
Setelah selesai itu ob itu langsung keluar menujuh pantry untuk membuat kan teh panas untuk Patria dan mengantarkan nya ke ruangan Patria.
Jeje tiba di kantor pukul 08:00 pagi.ia pun terkejut mendapati bosnya sudah berada di kantor bahkan sudah menyelesaikan sebagian dokumen yang ia letakkan di atas meja bosnya.
"Pagi pak maaf saya kira bapak belum datang,jadi saya main masuk aja" ujar Jeje dengan rasa malu.
"Pagi Je,maaf saya sudah merepotkan mu beberapa hari ini.Oh iya ini dokumen sudah saya periksa dan saya tandatangani.Segera di tindak lanjuti ya Je." Patria berkata panjang lebar.
"Baik pak" jawab Jeje.
Selama tiga hari berturut-turut Patria benar-benar sibuk dengan urusan kantornya.setalama tiga hari juga Patria berangkat pagi dan pulang malam hari hampir jam 21:00.Patria lembur mengerjakan pekerjaannya yang terbengkalai dan menghadiri rapat yang sempat tertunda beberapa kali.
Selama tiga hari juga mengabaikan pesan bahkan beberapa kali mematikan panggilan Anggie lewat telepon.Patria benar-benar fokus pada pekerjaannya.
selama tiga hari itu juga Patria tidak ingin di ganggu oleh siapapun.Patria ingin menyelesaikan kerjaannya yang sudah di tunda nya berkali-kali.
Patria menyelesaikan tugasnya sebagai pimpinan perusahaannya.Dan saat ini Patria mengesampingkan urusan pribadinya.Benar-benar fokus pada kerjaannya.
Bersambung
__ADS_1