AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU
Bab 53 KESEPIAN


__ADS_3

     Setelah selesai berkata demikian sang asisten pribadi Anggie langsung menutup telponnya. 


"Dasar manusia tak tahu diri, lihat saja apa yang bisa kamu lakukan tanpa diriku..!" ucap sang asisten ngedumel.


    Sementara itu Anggie yang mendapatkan perlakuan kasar oleh asisten pribadinya membuat moodnya semakin buruk. 


"Kamu pikir aku tidak bisa melakukan apapun tanpa mu, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada diri mu.. Kamu pasti kelaparan tanpa diriku," ucap Anggie berbicara pada dirinya sendiri.


     Di karenakan mood Anggie yang benar-benar berantakan saat ini, Anggie memutuskan untuk menemui HR kantor rumah mode keesokan harinya.


"Huf... kenapa hari ini sangat menyebalkan?" tutur Anggie setelah dia masuk ke dalam mobilnya.


  Anggie segera memacu mobilnya ke arah apartemen miliknya, sebenarnya Anggie ingin ke club saat ini tapi hari masih terlalu sore. Belum ada club yang buka.


    Di dalam mobil miliknya Anggie mencobah mencerna apa yang terjadi padanya hari ini. Mengapa semua orang yang  ditemuinya berubah drastis. Anggie mencobah mengingat apakah dia sudah berbuat kesalahan atau tidak. 


"Selama ini aku tidak pernah menyingung perasaan orang lain, tapi mengapa mereka terlihat sangat membenciku hari ini!, Adakah yang sudah menghasut mereka untuk membenciku, Apa itu Furre?" Anggie bertanya kepada dirinya sendiri.


    Pada kenyataannya Anggie tidak akan pernah menemukan kesalahannya, bukan karena dia tidak pernah berbuat salah tapi kesombongannya lah yang membuat dirinya selalu merasa dirinya benar.


     Sikap sombong dan suka bertingkah sesuka hati, inilah yang menjadikan Anggie tak di sukai. Dan bukan hanya itu, kata-kata kasar dan menghina yang keluar dari bibirnya sering kali membuat orang yang ada di sekitaran Anggie merasa jengah  marah dan sakit hati.


     Selama ini mereka bersikap manis di hadapan Anggie memang benar karena permintaan dari asisten pribadinya Anggie sendiri. Entah sudah berapa banyak sogokan yang di berikan oleh asisten Anggie kepada mereka agar mereka diam. Semua itu di lakukan tentunya tanpa sepengetahuan Anggie, Alias sembunyi-sembunyi.


    Setibanya di apartemen miliknya, Anggie segera menuju lift. Anggie diam sesaat di depan pintu lift menunggu benda itu mengeluarkan suara.

__ADS_1


Ting..


Pintu lift terbuka. Anggie memaksakan langkah kaki memasuki benda kotak itu untuk mengantarkannya ke atas.


 Dengan pergerakan sedikit malas Anggie menekan tombol tempat unit apartemen miliknya berada.


Ting....


Bunyi pintu lift terbuka lagi sebagai pertanda lift sudah berada di lantai yang di tujuh.


     Anggie segera keluar dari lift tersebut dan menujuh ke unit miliknya. Setelah tiba di pintu masuk Anggie segera memasukkan kunci untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka Anggie masuk ke dalam ruangan tersebut. Anggie membuka sepatu high heelsnya dan melemparkannya dengan asal.Begitu juga dengan tas mahalnya, langsung di lemparkan dengan asal di atas sofa setelah Anggie tiba di ruang tengah.


    Anggie duduk termenung mata memandangi seluruh ruangan tersebut seolah sedang mencari sesuatu. Baru kali ini Anggie merasa sepi dan sendirian.


Huff..


"Patria seandainya kamu ada disini, aku ngga akan kesepian. Seandainya saja kamu bisa menerima hati ku..." Anggie sedang mengkhayal dan berandai-andai.


Anggie tak tahu harus berbuat apa kali selain diam dalam kebingungannya.


    Anggie melirik jam dinding waktu menunjukkan pukul empat sore. Anggie memutuskan untuk tidur sejenak karena nanti malam Anggie ingin menghabiskan waktu di sebuah club. 


      Anggie segera menuju ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas kasus empuknya tanpa berganti baju. Anggie meringkuk sambil memeluk guling sambil memejamkan matanya, Anggie merasa lelah. Tak butuh waktu yang lama Anggie pun memasuki alam mimpinya. 


     Tiga jam berlalu Anggie terbangun dari tidurnya, dia merasa lebih baik rasa  latihnya sudah menghilang. Seluruh ruangan sangat gelap. Anggie segera memencet tombol untuk menyalakan lampu. 

__ADS_1


    Anggie segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tadi sore Anggie belum mandi. Setelah selesai mandi Anggie langsung berdandan, bersiap untuk berangkat ke club malam.


     Seperti biasa penampilan Anggie ketika ke club Anggie mengenakan pakaian seksi, lebih tepatnya baju kurung bahan. Dengan belahan dada yang rendah memamerkan dua bukit kembar yang montok. Ukuran bajunya hanya sejengkal dari pinggangnya, yang memarkan hampir seluruh pahanya yang putih mulus. Dan sebagai pelengkap penampilannya bibirnya di oleh lipstik merah menyala. Rambutnya di kuncir keatas menunjukkan punggungnya yang cantik.


          Setelah selesai berdandan dan melihat penampilannya di kaca Anggie segera meraih kunci tas kecil miliknya dan segera bergegas keluar menujuh tempat parkir mobilnya berada.


       Sebelum tiba di club HAVANI Anggie menyempatkan dirinya mampir di sebuah restoran untuk mengisi perutnya yang kosong. Anggie merasa lapar karena dirinya memanglah belum makan malam.


     Di dalam restoran tersebut kehadirannya sempat menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran tersebut. Di lihat dari penampilannya wajar semua mata tertuju padanya. Sekian banyak mata yang memandang ada yang merasa kagum bahkan sampai tak berkedip ini untuk kaum pria yang mata keranjang, sedang untuk mata lainnya melihat Anggie dengan tatapan jijik terutama mata kaum wanita dan tentunya pria baik-baik.


       Anggie tak mempedulikan tatapan mata orang-orang tersebut, dia langsung memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan. Anggie tak ingin mabuk dalam keadaan perut kosong. Itu tidak baik untuk kesehatan Anggie tahu akan hal itu.


     Setelah makanan yang di pesan tiba Anggie pun langsung menyantapnya. Dari sikapnya yang cuek ada rasa yang hilang yang Anggie rasakan. Yaitu kehadiran sahabatnya Yuke. Biasanya di saat suntuk seperti ini Yuke lah yang menemani Anggie, mulai dari jalan-jalan, makan atau hanya sekedar duduk nongkrong cantik di sebuah cafe untuk membunuh waktu.


     Tapi saat ini Anggie hanya seorang diri. Jauh di dalam hatinya sangat merindukan dan menginginkan Yuke kembali dekat dengannya. Karena setelah kejadian pertengkaran antara Anggie dan Furre Yuke benar-benar menjauh dari Anggie. Anggie benar-benar merasa kehilangan sahabatnya itu. Selesai makan dan membayar makanannya Anggie segera keluar dari restoran tersebut dan pastinya langsung menuju ke club malam HAVANI.


      Kedatangan Anggie seolah di sambut oleh bunyi musik yang bergema Club HAVANI meskipun bukan malam minggu pengunjungnya tetap ramai.  Ada cuma sekedar nongkrong menikmati musik yang menegangkan telinga, ada  yang mencari nafkah. Tapi banyak juga yang datang ke tempat ini sebagai pelarian.


     Anggie segera duduk di salah satu kursi yang langsung berhadapan dengan bar tender. Anggie pun langsung memesan minuman beralkohol. Niatnya ya pingin mabuk. 


     Waktu terus berjalan Anggie yang tadinya hanya memesan minuman dalam bentuk gelas, kini sudah berubah menjadi botolan. Dan entah sudah berapa banyak minum yang masuk melewati tenggorokannya. Anggie pun saat ini sudah dalam keadaan mabuk berat.


    Lewat pandangannya yang sudah mulai kabur, tiba-tiba Anggie melihat bayangan Patria sedang berdiri di hadapannya sambil tersenyum. 


     

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2