
Dean pun langsung terkejut dengan cerita yang di sampaikan oleh Patria. Dean tidak pernah menyangka bahwa sosok Anggie memiliki pribadi yang mengerikan. Dean hanya tahu bahwa Anggie bukanlah sosok wanita yang baik tapi tak menyangka jika Anggie adalah sosok wanita yang tak memiliki hati. "Apa rencana mu selanjutnya?" tanya Dean setelah mendengarkan cerita Patria. "Saya akan membuat perempuan itu hancur, se hancur-hancurnya," jawab Patria, sambil mengepalkan kedua tangannya. "Apa yang akan kamu lakukan Patria?" Dean kembali bertanya. "Saya akan menutup semua jalannya, akan aku buat wanita itu menderita sampai tidak memiliki apapun!." Patria menjawab ucapan Dean dengan nada kemarahan yang tertahan. Dan Dean bisa merasakan aura penghancur milik Patria.
Selama Dean mengenal Patria dia tak pernah menyaksikan sifat Patria yang garang. Bagi Dean Patria lebih terlihat seperti anak kecil yang manja. Hal ini di karenakan Dean lebih sering melihat pertengkaran antara Siska istrinya dan Patria. Dan kini Dean bisa percaya dengan apa yang di ucapkan oleh seseorang tentang Patria, "Jangan pernah mengganggu atau membangunkan macan yang sedang tidur."
"Dean apakah saat ini wanita itu memiliki kontrak kerja lain?" Patria bertanya karena ingin mengetahui kegiatan Anggie.
"Ada Pat,saat ini Anggie akan melakukan pemotretan untuk sebuah prodak kecantikan," jawab Dean. "Apa nama perusahaan itu? Apa boleh saya meminta no yang bisa saya hubungi?" Patria kini mulai melaksanakan rencananya untuk menghancurkan Anggie.
"Namanya Beauty Carens dan masih ada satu lagi prodak jam tangan khusus wanita namanya Albani," jawab Dean.
"Terimakasih Dean, saya mengenal baik para pemimpin perusahaan itu. Dan saya pastikan bahwa Anggie tidak akan menjadi salah satu brand ambassador dari prodak mereka," ucap Patria dengan percaya diri. Ada senyum tipis terukir di sudut bibir Patria, senyuman yang sangat mengandung arti mematikan.
"Maaf Dean, jika bukan Anggie yang menjadi brand ambassador dari prodak tersebut apakah akan mengganggu rumah mode mu?" tanya Patria, Patria tidak ingin jika apa yang dilakukannya justru akan merugikan Dean.
"Tentu saja tidak, kami sudah menyiapkan model penggantinya Anggie, jadi kamu tak perlu khawatir," balas Dean, meyakinkan Patria.
Patria bukan hanya mencari tahu tentang kontrak kerja Anggie, tetapi Patria juga meminta nama dari rumah mode lainnya. Patria ingin memblokir jalan karir dari Anggie. Patria juga ingin memastikan tidak ada satu pun rumah mode yang mau menerima Anggie sebagai model.
Setelah selesai berbicara dengan Patria,Dean pun pamit untuk segera pulang. Dean ingin segera bertemu dengan istrinya Siska.
__ADS_1
Sebelum Dean pulang Patria sudah meminta Dean untuk merahasiakan apa yang baru saja mereka bicarakan. Patria tidak ingin cerita ini akan sampai di depan oleh Agreta. Hal ini di rahasiakan oleh Patria karena Patria tahu hati istrinya. Dia tidak ingin Agreta menghentikan niatnya untuk menghukum Anggie.
Sementara itu di tempat yang berbeda. Di apartemen miliknya Anggie.
Anggie terlihat sangat tidak tenang, pasalnya sudah hampir seminggu orang yang di suruh Anggie untuk mengedit foto dan vidio tentang Agreta belum juga memberikan kabarnya.
Anggie hampir merasa putus asa, karena saat ini Anggie benar-benar tidak bisa lagi menghubungi Patria. Dan hal ini membuat suasana hati Anggie merasa kacau. Anggie tidak ingin apa yang sudah di rencanakan selama ini menjadi sia-sia dan tidak memiliki hasil seperti yang di inginkan oleh Anggie.
Bukan hanya waktu yang telah di korbankan oleh Anggie, demi mewujudkan keinginannya Anggie sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Uang itu tentu saja untuk membayar orang-orang yang sudah membantunya untuk melancarkan aksinya.
Di apartemennya Anggie bolak-balik seperti setrikaan yang sedang bertugas untuk melicinkan pakaian yang kusut. Karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa sabarnya Anggie segera menghubungi orang suruhannya.
"Halo Anggie..." sapa orang tersebut.
"Berapa lama lagi waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan apa yang aku suruh,' ujar Anggie dengan nada ketus tanpa menjawab sapaan orang di balik telponnya.
"Sabar, sedikit lagi semuanya akan segera selesai,dan saya pastikan hasil kerja saya ini jauh lebih baik dari yang kemarin - marin," tutur orang tersebut.
"Tapi berapa lama lagi saya harus menunggu?" ujar Anggie dengan penuh ketidak sabaran dan nada suara membentak. "Jika kamu menginginkan hasil yang lebih baik sebaiknya kamu harus bersabar. Tapi jika kamu ingin buru-buru mendapatkan apa yang kamu mau tanpa memikirkan hasilnya terserah,! Sekarang pun saya bisa mengirimkannya pada mu!" balas orang itu tak kalah sengit.
__ADS_1
Meskipun hati Anggie sangat kesal karena mendengar ucapan orang suruhannya itu, Anggie menahan egonya. Saat ini Anggie sudah ingin mencari orang yang busa membantunya. Itu artinya akan membutuhkan waktu lagi, sedang saat ini Anggie tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk memiliki Patria.
"Baiklah saya akan menunggu lagi, tapi saya inginkan hasilnya benar-benar sebagus apa yang kamu katakan tadi. Berapa lama lagi kamu bisa menyelesaikannya?" tanya Anggie dengan suara yang sudah berubah lebih ramah dan sopan. Meskipun kenyataannya saat ini Anggie sedang mengepalkan kedua sangat kuat karena menahan emosinya.
"Berikan saya waktu tiga hari lagi, saya pastikan semuanya sudah selesai dengan hasil yang tidak akan mengecewakanmu," jawab orang tersebut dengan nada meyakinkan.
"Baik, saya akan menunggu tiga hari lagi. lebih dari tiga hari saya akan memotong uang pembayarannya," balas Anggie dengan kalimat yang sedikit mengancam.
"Saya bisa menjamin bahwa kali ini hasilnya tidak akan mengecewakanmu," jawab orang tersebut meyakinkan Anggie.
Setelah mendapatkan kesepakatan dengan orang di balik handphone miliknya Anggie menutup percakapan tersebut. Anggie menyunggingkan senyuman di bibirnya. Dan arti dari senyumannya itu hanya Tuhan dan Anggie yang mengetahuinya.
Selesai berbicara Anggie segera menuju ke kamar miliknya. Anggie tahu bahwa hari ini dia harus bekerja. Hari ini ada jadwal pemotretan untuk sebuah prodak kecantikan. Di mana Anggie merupakan salah satu model brand ambassador dari prodak tersebut.
Sesampainya di kamar Anggie segera bersiap-siap. Dengan mengganti baju dan berdandan secantik mungkin seperti biasanya. Setelah selesai Anggie segera meraih kunci mobilnya di atas meja kecil dan segera turun ke bawah tempat dia memarkirkan mobilnya. Dengan langkah penuh percaya diri.
Hari ini Anggie berencana setelah selesai pemotretan dia ingin menemui pihak HR di kantor untuk menanyakan kontrak kerja berikutnya. Dan bukan hanya itu Anggie berencana untuk meminta uang DP untuk kontrak kerja tersebut.
__ADS_1
Bersambung.