Aku Milikmu

Aku Milikmu
MARAH


__ADS_3

Karena semua tidak ada kerjaan yang harus dikerjakan siang ini, mereka berkumpul diruangan Shely. Mereka bercanda tawa bersama. Ingin tahu kehidupan Shely didunia intertaiment. Ketika sedang asyik mengobrol Leo membuka pintu dan terkejut karena semua berkumpul bercanda diruangan Shely. Setelah Leo masuk, mereka semua bubar karena melihat wajah Leo yang tak baik baik saja. Setelah semua keluar lagi lagi Leo memarahi Shely karena kecerobohannya.


“Aku tak akan melarangmu mengobrol dan bercanda tawa sesukamu. Tapi jangan menganggap kantor saya sebagai lelucon. Ini kantor hukum.” Kata Leo tegas.


“Iya Pak. Maafkan saya.” Kata Shely meminta maaf.


"Bagaimana kamu akan mampu bekerja disini jika kamu tak pernah serius bekerja disini. Kenapa kamu tidak berhenti saja kalau disini kamu hanya bermain. Kamu salah memilih tempat untuk bermain." Ceplos Pengacara Leo.


"Maafkan saya pak. Saya tidak akan mengulanginya lagi." Kata Shely meminta maaf.


"Sudah berulang kali kamu melakukan kesalahan. Dan hanya minta maaf yang bisa kamu lakukan." Ceplos Pengacara Leo lagi lagi membuat Shely sakit hati.


"Saya benar benar minta maaf Pak." Kata Shely tetap mengatakan maaf.


Tak menjawab permintaan maaf Shely, Leo langsung masuk ke kantornya, dan membuat Shely lagi lagi merasa kesal.


“Dasar. kenapa ada orang seperti dia hidup didunia ini. Seumur umur aku baru kali ini bertemu orang seperti dia.” Gerutu Shely.


Dendamnya semakin besar untuk Leo. Semakin kesal Shely dibuatnya. Dia heran kenapa ada orang yang sedingin dia didunia ini. Tepat jam 6, dia langsung pulang karena dia masih merasa kesal.  Seperti biasa, selalu saja menggerutu diperjalanan pulang. Masih dengan tema yang sama. Soal pengacara sombong itu. Dan seperti biasa Vito hanya mendengarkan gerutuannya


.


"Haaaaaaa... Kenapa harus bertemu orang seperti dia." Teriak Shely didepan Vito.


"Pengacara sombong itu lagi?" Tanya Vito


"Siapa lagi kak? aku benci sama dia. Ingin rasanya aku membeli mkulutnya." Gerutu Shely


"Jika aku menyuruhmu berhenti kamu pasti gak akan nurut. Jadi aku gak bisa ngasih solusi apa apa saat ini." Kata VIto


"Udahlah aku sudah gak mau bahas dia lagi. bikin naik darah saja. Semua salah dimata dia tuh." Kata Shely


"Oh iya, besok aku jadi panitia "Bakti Sosial". Kamu gak apa apa berangkat dan pulang sendiri?" Tanya Vito


"Gak apa apa kak. Kakak tenang saja." Jawab Shely


"Benar gak perlu aku panggilin taksi?" Tanya Vito


"Iya kak, tidak usah. Udah gak usah mikirin aku lagi. Aku gak apa apa." Kata Shely menenangkan Vito


"Aku khawatir sama kamu." Kata Vito


"Udah, aku udah gede, aku gak apa apa." Kata Shely


Keesokan harinya, Shely tak tau harus bagaimana dia berangkat bekerja. Dia tidak terbiasa naik taksi. Dan tak tau cara mengemudikan mobil. Dia memutuskan untuk berjalan kaki karena jarak dari rumah ke kantor tidak terlalu jauh. Sesampainya dikantor ternyata dia sedikit terlambat. Dia langsung menuju keruangannya. Sesampainya diruangannya ternyata Pengacara Leo sudah menunggunya.


"Ehh.. Pagi Pak." sapa Shely


"Sudah pernah saya katakan kalau saya tidak suka orang yang terlambat." Ceplos Pengacara Leo


"Maafkan saya pak." Kata Shely meminta maaf

__ADS_1


"Kapan pekerjaan kamu akan kamu selesaikan dengan benar? Dari awal kamu bekerja disini sampai sekarang tidak ada yang benar satupun." Kata Pengacara Leo dingin


"kali ini aku maafkan keterlambatanmu. Sekarang kamu Periksa jadwalku bertemu dengan klien." Kata Leo, kemudian beranjak kembali keruangannya.


"Baik pak." Jawab Shely.


"Haaaaaaaa.. Lagi lagi kena marah.. Huft." Gumam Shely sambil menuju mejanya.


Shely langsung mengecek jadwal temu atau sidang pengacara Leo. Setelah selesai memeriksanya, Shely langsung melaporkannya kepada pengacara Leo.


(Mengetuk pintu)


"Masuk." Suruh Pengacara Leo.


"Pak. Hari ini tidak ada jadwal temu dengan klien ataupun sidang. Jadi hari ini Anda bebas." Kata Shely


"Besok?" Tanya Pengacara Leo.


"Ehm.. Besok Anda ada janji temu dengan Klien yang baru saja Anda ambil kasusnya kemarin." Jelas Shely


"Baiklah." Jawab Pengacara Leo


"Dan lusa ada sidang terakhir  kasus Tuan Hendrawan Anda harus menemaninya." Terang Shely lagi


"Baiklah." Kata Pengacara Leo


"Dan setelah itu, satu minggu kedepan Anda tidak ada janji temu." kata Shely


"Baiklah. Kembali keruangan." Suruh pengacara Leo


(Duduk)


"Ahhh akhirnya selesai. Apakah aku sudah melakukan dengan benar?" Tanya Shely pada dirinya sendiri


"Perasaan dari awal aku bekerja disini baru kali ini dia memberi aku tugas. Dasar hati batu." gerutu Shely.


"aku sangat marah dan kesal padanya. Ingin aku memakinya sepuasku." Shely melirik Pengacara Leo dengan lirikan tajam.


Sudah waktunya makan siang, Vena mengajak Shely makan siang.


(Buka pintu)


"Ayo makan siang." Ajak Vena


"Sebentar." Kata Shely menuju ruangan Pengacara Leo


"Pak Anda tidak makan siang?" Tanya Shely


"Kamu makan siang duluan aku nanti." Kata Pengacara Leo


"Baiklah." Kata Shely

__ADS_1


"Dan setelah selesai makan siang, jangan berkeliaran apalagi bergosip dikantor, segera kembali bekerja." Kata pengacara Leo


"Baik Pak. saya permisi." Kata Shely, dan meninggalkan Pengacara Leo untuk makan siang.


Setelah selesai makan siang, Shely tak melihat pengacara Leo makan siang jadi dia berniat membelikan roti untuk Pengacra Leo makan siang. Sesampainya dikantor, benar dugaannya ternyata pengacara Leo tidak makan siang. Shely memberikan roti kepada Pengacara Leo untuk makan siang.


"Ini pak, roti buat makan siang." Kata Shely menaruh roti dimejanya.


"Ya." Sahut Pengacara Leo


Shely kembali ke ruangannya sebelum mendengar ucapan terimakasih Pengacara Leo.


"Terimaka..." kata Pengacara Leo sudah tak aa Shely didepannya.


(Ruangan Shely)


"Sudah dibelikan roti juga gak ada rasa terimakasih. Dasar sombong. Tua gini tadi gak usah aku belikan, terserah mau makan atau tidak." Gerutu Shely sendiri.


Selesai bekerja Shely tak tau harus pulang bagaimana. Dia merasa sangat lelah jika harus berjalan kaki lagi. Tiba tiba ada mobil berhenti didepannya. Ternyata pengacara Leo.


"Kamu belum dijemput?" Tanya Pengacara Leo


"Saya.. Saya.." Shely tak tau harus menjawab apa.


"Ya sudah saya antar kamu pulang. Masuk mobil." Suruh Pengacara Leo


Shely hanya bingung dan tak percaya Pengacara Leo bisa sebaik ini.


"Cepetan sebelum saya berubah pikiran." Lanjut Pengacara Leo


Shely berjalan menuju mobil, dan masuk kedalam mobil Pengacara Leo.


"Terimakasih pak." Kata Shely berterimakasih kepada Pengacara Leo


"Dimana sopir yang biasa jemput kamu?" Tanya pengacara Leo


"Dia katanya jadi panitia "Bakti Sosial" selama beberapa hari, jadi tidak bisa antar jemput saya." Jelas Shely


"Apa kamu gak bisa bawa mobil sendiri atau naik taksi?" Tanya Pengacara Leo


"Saya tidak terbiasa bawa mobil sendiri, dan saya juga tidak tak terbiasa naik taksi." Terang Shely.


"Ngurus diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana mau ngurus kasus oranglain." Kata Pengacara Leo yang membuat hati shely tersinggung.


Shely hanya diam tak menjawab perkataan Pengacara Leo.


"Pak, tolong turunkan diperempatan depan itu." Pinta Shely


"Baiklah." Jawab Pengacara Leo


Setelah sampai diperempatan, Shely keluar dari mobil. Dia sangat kesal dengan ucapan atasannya tersebut.

__ADS_1


"Mending tadi jalan kaki aja. Huft,, nyesel akunya." Gerutu Shely menyesali ajakan Pengacara Leo.


Shely melanjutkan perjalanan pulangnya dengan jalan kaki. Karena jaraknya sudah tidak terlalu jauh dari rumah.


__ADS_2