Aku Milikmu

Aku Milikmu
Ungkapan Cinta III


__ADS_3

Dean meraba-raba tempat tidur di sebelahnya dengan mata yang masih terpejam, mendapati tidak ada penghuni di sebelahnya membuat Dean terpaksa membuka mata. Ia mengusap kedua mata yang masih mengantuk dan melihat ke sekeliling kamar yang tidak diterangi lampu satu pun.


“Akira,” panggil Dean dengan suara parau. Ia menyingkirkan selimut, beranjak dari kasur lalu mengambil celana boxer miliknya yang tergeletak tidak jauh dari tempat tidur.


Sebelum keluar kamar Dean menyalakan lampu terlebih dahulu dan seketika penampakan kamar yang begitu berantakan terlihat sangat jelas. Baju miliknya dan Akira berceceran di mana-mana, satu bantal dan guling entah bagaimana bisa ada di dekat pintu, belum lagi beberapa aksesoris kamar dan buku bergeletakan di lantai. Dean yang melihat pemandangan tersebut hanya membulatkan mulutnya merasa takjub. “Sepertinya tadi malam ada perang yang begitu dahsyat,” gumam Dean dengan sedikit terkekeh mengingat kejadian tadi malam yang begitu sangat panas.


Dean melirik ke jam dinding yang menunjukkan pukul tiga dini hari dan ia terbangun dalam keadaan sendiri. “Akira kemana?” Dean berjalan ke kamar mandi, mengetuk pintu sambil memanggil nama Akira, ketika tidak mendapatkan jawaban Dean membuka pintu kamar mandi dan tidak ada siapapun di dalamnya. Ia pun berjalan keluar kamar kemudian menghela napas lega mendapati Akira sedang berdiri menghadap keluar jendela. Wanita itu hanya memakai kaos warna hitam milik Dean  yang panjangnya sampai menutupi paha Akira yang mulus dan putih.


Dean mengangkat sedikit ujung bibirnya melihat Akira yang  terlihat seksi di dalam balutan kaos miliknya yang kebesaran. Walaupun tinggi tubuh Akira dan Dean tidak terlalu jauh tapi tetap saja baju kaos itu terlihat kebesaran di tubuh Akira.


Dean berjalan mendekat lalu melingkarkan tangannya di pinggang dan di depan dada Akira dari arah belakang dan itu membuat tubuh Akira sedikit tersentak kaget.


Akira menoleh kebelakang dan tersenyum lembut sambil mengusap pipi Dean  penuh sayang dan Dean tersenyum balik lalu mengecup singkat bibir Akira yang tak akan pernah bosan untuk dinikmati.


“Kamu ninggalin aku sendirian di kasur,” Dean mempererat pelukannya sambil  menumpangkan dagunya di pundak Akira.


“Tadi perut aku minta makan dan untungnya di dapur banyak cemilan,” Akira beralasan, ia kembali menoleh pada Dean dan mengecup pipi Dean.

__ADS_1


“Oh maaf, aku lupa kalau kita gak sempat makan malam. Mau aku pesankan makanan berat?” tanya Dean.


Akira menggeleng pelan seraya berkata, “Gak perlu, perutku udah gak lapar lagi.”


Keduanya tidak mengatakan apapun lagi, namun digantikan oleh bahasa tubuh yang seakan sedang berbicara dan dipahami oleh hati dan pikiran. Mereka saling memeluk menghangatkan tubuh satu sama lain sambil terus memandangi pemandangan di luar sana yang penuh dengan gemerlap lampu.


Dean tersenyum melihat pantulan dirinya dan Akira di kaca jendela yang terlihat sangat mesra. Dean yakin cicak di dinding, semut yang tidak sengaja lewat, Bakteri yang berada di sekeliling, angin yang berhembus diluar sana dan alam semesta yang menyaksikan kemesraan dirinya dan Akira saat ini pasti mereka merasa sangat iri. Apalagi pada mereka yang tidak punya pasangan, rasa irinya mungkin bisa sampai menembus ke dalam tulang. Ah, Dean merasa sangat bahagia.


Lihat bagaimana dirinya dan Akira yang sudah tidak ada batas, menyatu dalam satu hembusan napas dengan hati yang saling terikat  tidak akan pernah lepas. Sungguh, saat ini dunia seakan hanya berporos pada dua insan itu, seakan dunia kembali pada masa dimana hanya ada dua manusia di muka bumi ini, yaitu Adam dan Hawa, namun bedanya saat ini digantikan oleh Dean dan Akira.


Suasana yang hening dan damai membuat keduanya tidak sadar bahwa mereka telah berdiri dengan posisi yang sama sekali tidak berubah dalam waktu cukup lama.


Dean melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Akira menuju sofa yang tidak terlalu jauh dari jendela. Kemudian mendudukkan Akira di atas pangkuan Dean, saling berhadapan.


Akira menyandarkan tubuhnya di dada bidang Dean dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sambil satu tangannya bermain mengelus dada bidang pria itu, sedangkan Dean melingkarkan satu tangannya di pinggang Akira dan satu tangannya lagi di atas paha Akira.


“Mau kembali ke kamar?” tanya Dean dan di jawab gelengan kepala oleh Akira.

__ADS_1


“Kalau kamu mau balik ke kamar melanjutkan tidur, aku tidak apa-apa disini sendirian. Aku tidak bisa tidur lagi!”


“Aku mana bisa tidur sendirian kalau kamu  ada disini bersamaku.”


“Bukannya hari-hari kemarin kamu suka tidur sendirian walaupun aku ada disini?” tanya Akira.


“Hah, kata siapa? Memangnya kamu pernah liat aku tidur sendirian?” Dean mencoba menggoda Akira.


Akira mengangkat tubuhnya dan duduk tegak menatap Dean dengan serius. “Jadi selama ini tanpa sepengetahuan aku, kamu—” ucapan Akira langsung terhenti ketika bibir Dean membekap bibir Akira.


“Hanya beberapa kali doang, gak setiap hari.” Ucap Dean setelah melepaskan bibirnya dari bibir Akira lalu mengusap pelan bibir Akira yang basah oleh air liur mereka. “Pertahanan diri aku tidak sekuat yang kamu pikirkan, Akira. apalagi aku satu rumah dengan wanita yang aku cintai, aku mana bisa menahan diri tidak menyentuh?!”


Akira terdiam beberapa saat sambil terus menatap wajah Dean yang membuang muka ke arah jendela lalu ia mengangkat kedua tangannya menangkup wajah Dean, mengarahkannya kembali menghadap pada Akira. kedua mata mereka saling bertemu lalu Akira tanpa mengatakan apapun langsung mencium bibir Dean sambil mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.


“Sejak kapan kamu jatuh cinta padaku, Dean?” Tanya Akira setelah berciuman cukup lama sambil mengelus pipi Dean.


“Aku gak tahu kapan waktu tepatnya, tapi setelah kamu membatalkan pernikahan kita aku seperti kehilangan sesuatu yang berharga dan ketika kamu hilang tanpa jejak beberapa bulan lalu, disitu aku menyadari bahwa hatiku ikut dibawa pergi olehmu, Akira, tetapi saat itu aku belum mau mengakui perasaanku karena kesalahpahaman diantara kita.” Dean menjeda ucapannya dan menundukan kepala. “Tolong maafkan aku atas semua kelakuan buruk yang telah aku berikan padamu, Akira. dan maaf, karena kebodohanku... kamu kembali membuka luka lama itu di dalam hatimu.”

__ADS_1


Akira menghela napas pelan, “Memang menyakitkan jika mengingat semua yang kamu lakukan padaku, Dean.”


Dean melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Akira mendengar jawaban wanita itu. ia sadar bahwa perbuatannya memang tidak pantas untuk dimaafkan. Namun Akira tidak beranjak dari pangkuan Dean dan meneruskan ucapannya. “Apalagi ketika beberapa lagi kita menikah, kamu malah kembali tidur dengan para wanita komersial. Mungkin hal itu lebih menyakitkan daripada kamu menuduh aku ingin menghancurkan hidupmu dan dikurung beberapa hari di apartemen ini.” Akira menjeda ucapannya dan menghela napas, kejadiaan itu meninggalkan rasa sakit hati yang masih membekas di hati Akira. "Di tambah lagi saat itu aku juga kehilangan bayiku, rasa sakitnya benar-benar luar biasa.”


__ADS_2