Aku Milikmu

Aku Milikmu
Kebenaran Akira II


__ADS_3

Semua orang yang keluar dari ruangan rapat serentak menghela napas lega sambil mengelus dada masing-masing. semenjak rapat dimulai mereka tidak bisa bernapas dengan benar, seperti ada sebuah batu yang menutupi saluran pernapasan mereka. Sungguh, selama rapat berjalan mereka merasa seperti bukan berada di bumi.


“Gila, gila, gila... Tuan Dean kenapa semakin menyeramkan banget sih?” keluh salah satu karyawan wanita yang baru saja keluar dari ruangan rapat sambil bergidik ngeri.


“Elu kalau ngomong jangan kenceng-kenceng, Ege. Mau kena aungan Singa lagi lu, hah?” sahut temannya dengan suara tertahan.


“Heh, aungan Singa aja kalah kalau di bandingin amarah Tuan Dean. Nih, ya, kalau suara amarah Tuan Dean di adu sama aungan Singa. gue yakin, Singanya pasti kena mental,” timpal yang lain. membuat yang lainnya terkikik menahan tawa.


“Sumpah, selama rapat tadi gue gak bisa bernapas dengan benar. Ruangan yang nyaman, adem ayem, tiba-tiba berubah jadi ruang eksekusi. Serasa kepala gue mau di penggal detik itu juga.” rengeknya.


“Iya, tumbenan juga Tuan Dean ikut rapat mingguan. Biasanya juga gak pernah ikut kan,?”


Yang lainnya hanya mengangguk, membenarkan.


“Banyak yang bilang, akhir-akhir ini Tuan Dean lebih sering marah-marah dari biasanya. Sampai Pak Julian aja pengen ngundurin diri. Gak kuat katanya.”


“Pak Julian yang sekretaris kedua itu, pacarnya mbak Ayu bagian keuangan?”


“Iya itu, katanya salah sedikit aja langsung dimarahi habis-habisan, tapi untung aja pak Ethan langsung bicara sama pak Julian, meminta maaf atas sikap Tuan Dean yang seperti itu. Dan ngasih tau pak Julian kalau mood Tuan Dean sekarang lagi buruk banget, jadi mohon tidak masukan ke hati atas ucapan kasar Tuan Dean.”


“Bukannya mood Tuan Dean selalu buruk ya?”


“Tapi kali ini beda deh... lebih buruk dari sebelum-sebelumnya.”

__ADS_1


“Emang apa sih penyebab Tuan Dean jadi kaya gitu? Perasaan sekarang kondisi perusahaan baik-baik aja deh, gak ada masalah serius. Bahkan kemarin aja kita menang tender, kan?”


“Emang kalian belum denger gosip tentang Tuan Dean akhir-akhir ini?”


“Hah, gosip apaan?”


Ketiga wanita itu langsung mendekatkan kepalanya untuk bisa mendengar dengan jelas informasi yang diberikan. Mereka memasang telinga baik-baik dengan raut wajah penuh kesiapan menyambut gosip tentang bos tempat mereka bekerja. Jarang sekali mereka mendapatkan gosip tentang Dean dan sekalinya mereka mendapatkan gosip tersebut, mereka langsung berkumpul untuk mendengarkan, hingga seakan-akan mereka lupa bahwa mereka berada di kantor.


Gosip tentang Dean selalu lebih menarik daripada gosip selebriti tanah air, bahkan orang yang biasanya tidak suka bergosip tiba-tiba ikut nimbrung mendengarkan gosip tentang bosnya itu.


“Gue gak tau ini hanya sekedar gosip atau emang beneran, karena gue juga denger dari yang lain... ada karyawan perusahaan ini, dia punya pacar yang bekerja di Wedding Organizer yang biasa dipakai orang-orang kaya. Dan salah satu ke kliennya adalah Tuan Dean, tapi anehnya tiba-tiba Tuan Dean ngebatalin, padahal hari pernikahannya tinggal sepuluh hari lagi. Dan anehnya lagi Tuan Dean tetep bayar penuh sesuai kesepakatan.”


Semua orang yang mendengar hal itu terdiam beberapa saat. Mereka setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


Orang yang ditanya hanya menjawab dengan mengangkat bahu, tidak tahu itu benar atau salah. “Gue cuma tahu segitu doang. Tuan Dean nikah atau enggaknya, gue gak tahu!”


“Wah gila... kemungkinan Tuan Dean emang bener-benar mau nikah tapi nikahnya batal, makannya akhir-akhir ini Tuan Dean selalu marah-marah.” Salah satu dari mereka menyimpulkan.


“Tapi kenapa Tuan Dean nikahnya diam-diam? Nggak ada satupun berita yang mengabarkan Tuan Dean mau menikah, terus siapa wanita yang mau menikah dengan Tuan Dean?”


Mereka pun bertanya-tanya tentang hal tersebut. Namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti. Bahkan gosip yang baru mereka dengar  belum terverifikasi benar, jadi mereka hanya menebak-nebak siapa wanita yang dinikahi Dean dan apa penyebab pernikahannya batal.


Diantara mereka ada satu wanita yang hanya diam mendengarkan. Dia pernah beberapa kali melihat Dean bersama Akira, bahkan pernah melihat Dean dan Akira masuk ke toko gaun pengantin. namun dia tetap diam, dia tak ingin sesuatu yang belum jelas ia umbar-umbar begitu saja. Dan jika memang apa yang di perkiraannya benar bahwa Akira wanita yang dinikahi Dean, dia akan tetap diam, tidak akan menjadikan hal itu sebagai gunjingan orang-orang. Apalagi itu bos yang memberinya gaji.

__ADS_1


Dan tidak ada manfaatnya juga ia mengatakan hal itu pada orang-orang. Jadi ia akan tetap  diam seolah-olah tidak pernah melihat apapun tentang Akira dan Dean.


Sedangkan Dean yang berada di ruangannya tengah mengumpat pada orang yang sedang berteleponan dengan dirinya. Orang itu ditugaskan untuk menemukan keberadaan Akira karena saat Dean datang ke rumah Akira, wanita itu ternyata tidak berada di rumahnya. Dan hal itu membuat Dean tambah yakin jika Akira beanr-benar mempunyai tujuan buruk terhadap dirinya.


Ditambah Ethan memberitahu Dean jika Akira mentransfer uang atas ganti rugi uang Dean yang terpakai biaya pernikahan, membuat Dean bertambah marah. Ia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Akira.


Dean sudah mencari di semua kosan milik Akira namun orang-orang yang berada di sana tidak ada yang mengetahui keberadaan Akira. Dan orang suruhan Dean pun hanya bisa menemukan bahwa Akira dua minggu lalu pergi ke Kalimantan, lalu setelah itu jejaknya hilang, susah untuk ditemukan.


“Aku beri waktu sampai besok pagi, jika kalian belum menemukan keberadaan wanita sialan itu, jangan harap mendapatkan bayaran sepeserpun.” Ancam Dean lalu memutuskan sambungan telepon.


Ethan yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tidak bisa mencegah Dean atau menasehati Dean. Kini emosi Dean sedang berada di puncak-puncak, jika ia salah berbuat atau salah berbicara maka ia pun akan kena imbasnya.


Tiga hari yang lalu saat Dean datang ke rumah Akira untuk meminta penjelasan tentang laporan yang diberikan Ethan, ia menemukan rumah Akira sudah kosong.


Dean dengan marah menggedor rumah Akira sambil berteriak memanggil nama Akira. Ia ingin masuk ke rumah Akira tapi kunci duplikat yang ia punya hilang entah dimana. Setelah terakhir kali datang ke rumah Akira, Dean memutuskan untuk tidak lagi datang ke rumah itu. Jadi ia menaruh asal kunci tersebut.


Karena teriakan Dean yang kencang membuat tetangga di samping rumah Akira menghampiri Dean dan memberitahu Dean bahwa rumah itu sudah kosong dari dua minggu yang lalu dan setelah Dean melihat ke sekeliling, rumah Akira memang terlihat seperti sudah ditinggalkan berminggu-minggu. Teras rumahnya kotor dan berdebu, daun-daun di halaman pun berserakan menutupi jalanan.


Dan saat itu Dean benar-benar marah karena merasa tertipu oleh Akira. Dean langsung meminta Ethan untuk mencari keberadaan Akira, namun sampai detik ini Akira belum juga ditemukan, hingga membuat Dean berhari-hari dalam keadaan menahan marah.


Setelah aku menemukanmu, aku akan membuat kamu menderita melebihi penderitaan wanita laknat itu, Akira, hingga kamu merasa menyesal karena telah terlahir kedunia ini. batin Dean menggeram marah.


______________

__ADS_1


Huhuhu, mau di apain nih Akira sama Dean? jangan lupa like, komen dan votenya ya gaes. Happy Reading :)


__ADS_2