
Setelah dua tahun didunia akting, nama Shely melejit dan menjadi trending disemua media sosial. banyak yang mendukungnya. Akan tetapi banyak juga yang ingtak menyukainya. Hingga muncul sebuah artikel bahwa Shely menjadi simpanan seorang bos perusahaan internasional. Serta artikel tersebut memberitakan bahwa Shely menjadi artis dengan dekengan dari perusahaan tersebut.
Setelah berita itu muncul, banyak komentar negatif tentangnya. Banyak orang yang semula mendukungnya kini berbalik membencinya setelah melihat berita tersebut. Lebih parahnya lagi, semua perusahaan membatalkan semua kontrak dengannya. Shely tetap berusaha untuk tegar dan kuat. Dan akhirnya, Shely memutuskan untuk vakum dan menenangkan dirinya terlebih dahulu sampai semua berita mereda. CEO dan managernya menyetujui apa yang diputuskan Shely.
6 bulan telah berlalu, dan akhirnya semua berita negatif tentangnya mereda. selama Shely vakum dari dunia akting, dia hanya berdiam diri dirumah, tak berani keluar rumah karena ada banyak wartawan yang ingin mengklarifikasi berita tersebut.
Suatu hari, Vito (managernya) datang kerumah Shely. Vito melihat shely menuang banyak obat berbentuk pil di tangannya dan hendak meminumnya. Dengan spontan dia berlari dan berteriak.
“Shely... Hal bodoh apa yang akan kamu lakukan?” Teriak Vito yang kemudian memegang pergelangan tangan shely yang memegang banyak pil.
“Aku...” Belum selesai bicara sudah dipenggal omongannya oleh Vito.
“Udah aku gak mau kamu lakukan hal bodoh ini lagi.” Kata Vito dengan nada marah.
Shely semakin bingung tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Vito, managernya itu.
“Hal bodoh apa?” Tanya Shely bingung.
“Bukannya kamu mau bunuh diri dengan minum semua obat ini?” Tanya Vito kebingungan juga.
“Siapa yang mau bunuh diri? Aku hanya mau minum vitamin.” Jawab Shely menjelaskan apa yang akan dia minum.
“Haaaa?? Vitamin?” Vito mengambil botol obat tersebut dari tangan Shely dan membaca merk obatnya, dan ternyata benar itu hanya vitamin.
“Tapi kenapa kamu mau minum sebanyak itu?” Tanya Vito masih bingung.
“Disini tertulis 30 butir.” Jawab Shely dengan polosnya sambil menunjukkan tulisan di botol vitamin tersebut.
__ADS_1
“Itu jumlah isi vitaminya. Harusnya ini yang kamu baca. 1 x sehari.” Vito menunjuk aturan minum vitamin tersebut.
Dengan rasa malu Shely hanya tersenyum ke arah Vito. Tanpa sengaja dia melihat Vito membawa sebuah naskah drama baru berjudul “CINTA MENYAKITKAN”. Shely dengan cekatan menyahut naskah drama tersebut dari tangan
Vito.
“Wahh ini drama baru buat aku ya kak?” Tanya Shely
Vito kebingungan harus menjawab apa.
“Bu.. Bu.. kan.” Jawab Vito terbata bata.
“Lalu buat siapa? Jihan?” Tanya Shely penasaran
“Iya.” Jawab Vito Shely hanya menetap tajam Vito dengan ekspresi marah.
“Ehhh bukan. Maksudku ...” Belum selesai berbicara Shely memenggal perkataan managernya.
Shely berdiri, dan menyahut kembali naskah tersebut kemudian berlari ke kamarnya. Vito terkejut dan berlari mengejar Shely tapi tak keburu karena Shely berlari lebih cepat. Shely masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya agar Vito tak bisa masuk. Kemudian Shely membaca naskah drama terserbut dengan penuh penghayatan dan sesekali memperagakan adegan adegan di drama terserbut.
Setelah membaca semua naskahnya, Shely keluar kamar dan menemui Vito, managernya.
“Kak, sepertinya aku mau comeback sekarang juga. Aku mau membintangi drama ini. Ya kak.” Kata Shely merayu managernya.
Vito tak bisa berkata apa apa. Dia hanya mengajak Shely menemui CEO agensinya, Bapak Rehan.
“Pak, aku mau comeback lagi. Aku mau menjadi pemeran dalam drama ini.” Kata shely menunjukkan naskah drama “CINTA MENYAKITKAN” tersebut kepada CEO agensinya.
__ADS_1
CEO agensi hanya memandang tajam Vito. Mengetahui CEOnya marah kepadanya, Vito tak berani menatap Rehan. Dia hanya menundukkan kepalanya.
“Yaa pak. Ya ya ya.” Shely tetap merayu Rehan, CEOnya itu dengan pesonanya yang membuat Rehan tak bisa menolaknya.
“Tapi ada satu syarat.” Kata si CEO
“Syarat? Pakai syarat? Apa syaratnya?” Tanya Shely penasaran
“Kamu harus bekerja selama 3 bulan di Firma hukum. Agar kamu bisa mendalami aktingmu sebagai pengacara. Karena ini termasuk proyek besar.” Syarat dari CEOnya
“kamu gak akan kuat bekerja di Firma hukum. Sudah gak usah di terima syaratnya.” Kata Vito khawatir dengan Shely.
“Tapi aku pengen bintangin drama itu. Baiklah saya terima. Setuju.” Kata Shely dengan penuh keyakinan.
“Baiklah. Selama 3 bulan kamu akan bekerja disebuah Firma hukum. Dan ingat setelah kamu menyetujui ini, kamu gak bisa membatalkannya.” Kata Rehan memberi peraturan kepada Shely.
“Oke setuju. Aku sangat ingin membintangi drama itu dan saya yakin saya bisa.” Kata Shely tetap percaya diri.
Setelah semua setuju, Vito mengantar Shely pulang. Vito tetap mengkhawatirkan tentang keputusan yang diambil oleh Shely.
“Apa gak sebaiknya kamu pikirkan lagi?” Tanya Vito
“Tapi kamu gak akan tahan bekerja di Firma hukum.” Kata Vito tetap khawatir
“Kak, aku kan udah pernah kuliah di hukum meski hanya 1 tahun, aku tahu sedikit tentang hukum.” Jawab Shely tetap meyakinkan Vito.
“Tapi kalau kamu gak kuat jangan ditahan. Kamu langsung berhenti saja.” Kata Vito
__ADS_1
“Iya kak.” Jawab Shely dengan senyum menawannya.
Setelah sampai didepan pintu gerbang rumah shely, Vito menghentikan mobilnya. Shely keluar dari mobil dan melambaikan tangan kearah Vito dan kemudian masuk ke rumah untuk beristirahat. Karena lusa dia akan mulai bekerja di Firma hukum.