Aku Milikmu

Aku Milikmu
Kolam Renang


__ADS_3

Entah sudah beberapa kali Akira berbolak balik dari ujung ke ujung, meliukan tubuhnya bak seorang putri duyung di dalam kolam. Setelah mendengar penawaran Dean ketika sarapan Akira memutuskan untuk mengiyakan ajakan pria itu untuk ke rumahnya. Ia juga sedikit merasa bosan berada dalam rumah terus menerus dan ketika melihat kolam yang begitu indah dan luas dengan airnya yang jernih membuat Akira ingin menjeburkan dirinya kedalam kolam tersebut.


Sedangkan Dean hanya duduk dikursi pinggir kolam pokus pada layar laptop yang berada diatas pangkuannya dan sesekali melirik Akira yang sudah hampir satu jam berada dalam kolam. Dean tidak menyangka Akira bisa renang dalam berbagai macam gaya, ia seperti sedang melihat sebuah pertunjukan dari atlet renang dengan bermacam-macam gaya renang. entah dari mana wanita itu belajar itu semua.


Akira renang dengan menggunakan tanktop dan hot panst. Dean sempat menawari memakai baju renang tapi Akira menolak. Melihat lekuk tubuh Akira yang padat pada bagian-bagian tertentu membuat sesuatu dibalik celananya kembali bangun yang tadinya sudah tertidur dengan tenang. maka dari tadi Dean lebih memilih pokus pada laptopnya dari pada melihat tubuh Akira yang meliuk-liuk di dalam kolam.


“Tuan Dean,” panggil Akira. Ia melipatkan kedua tangannya dipinggir kolam dengan dagu diatas tangannya.


Dean mengalihkan padangannya dari laptop kepada Akira sembari menaikan satu halisnya dengan tanda tanya.


“Aku haus tapi tidak mau beranjak dari dalam kolam,” ucap Akira entang.


Dean tersenyum miring sambil mendengus, “Kamu sudah berani menyuruh-nyuruhku ya, Akira.?”


Akira tersenyum lebar, “Ini bukan kemauanku tapi kemaun bayinya,” jawab Akira.


Dean menghela napas, ia menaruh laptopnya diatas meja disampingnya lalu beranjak mendekati Akira sambil membawa jus jeruk yang sudah disiapkan oleh pelayannya tadi. “Memangnya kamu belum kedinginan? Ini hampir satu jam kamu berada dalam kolam,” ucap Dean sambil menyerahkan minuman pada Akira. Ia sudah berjongkok menghadapa Akira dan tiba-tiba matanya tertuju pada belahan dada yang terlihat mengkilap. Dean menggeram dalam hatinya melihat pemandangan tersebut.


Akira meletakan gelas di pinggir kolam yang isinya sudah setengah gelas, ia benar-benar haus. “Baby-nya masih pengen renang,” jawab Akira.


Dean mengangguk-angguk mengerti, “Jangan sampai kedinginan,” ucapnya, ketika ia ingin berdiri tiba-tiba Akira menarik kerah kaus Dean membuat Dean terjatuh dalam kolam dalam keadaan tak siap.


Akira tertawa lepas, ia tidak malu-malu menunjukan kesenangannya atas apa yang ia lakukan.

__ADS_1


Kepala Dean muncul dari dalam air, ia mengusap wajahnya lalu menyibakkan rambutnya kebelakang. Ia menatap tajam pada Akira yang masih tertawa keras tetapi bukannya ia marah, ia malah terkekeh geli atas apa yang menimpanya. “Sepertinya sikap baikku selama ini sudah disalah artikan olehmu, Akira.” Dean mendekat pada Akira tanpa melepaskan tatapan penuh intimidasi pada wanita itu.


Akira menutup mulutnya dengan telapak tangan, mencoba meredakan tawanya. “Maaf Tuan Dean aku tidak bermaksud,” ucap Akira masih diselingi tawa yang susah sekali merada.


Dean semakin mendekat dan Akira berjalan mundur sampai punggungnya mentok pada tembok kolam. “Kamu sudah membuat bajuku basah, Akira.” Dean menarik pinggang Akira, menempelkan tubuhnya dengan tubuh Akira.


Akira menelan salivanya yang terasa sakit ditenggorokan tanpa memutuskan tatapannya dari wajah pria itu, sepertinya ia sudah membuat Dean benar-benar marah melihat tatapannya yang begitu mengitimidasi. Akira merutuki kebodohannya seharusnya ia tidak bermain-main dengan pria itu. Entah dari mana datangnya ide menarik Dean ke dalam kolam. Sekarang Akira hanya bisa pasrah menunggu apa yang akan dilakukan Dean.


“Tuan Dean itu kemauan bayinya ingin ayahnya ikut berenang bersama, bukan kemauanku.” Akira mencari alasan jalan keluar.


Dean tersenyum miring terkekeh geli, apalagi melihat wajah Akira yang sudah cemas. Ah, sangat terlihat lucu di mata Dean. Entah sejak kapan wajah wanita itu menjadi menggemaskan membuat Dean ingin menciumi seluruh wajahnya.


“Kamu mengkabinghitamkan bayi kita, Akira? Ck, kesalahanmu bertambah dua kali lipat.”


“Permintaan maaf saja tidak cukup, Akira. Kamu telah membuat bajuku basah, membuat aku harus kehilangan waktu yang berharga, belum lagi waktu untuk mengganti baju yang saharusnya aku pakai waktu itu untuk mengecek pekerjaanku,” Dean semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Akira, bahkan jarak wajahnya hanya beberapa senti.


Dean dan Akira sama-sama bisa merasakan hembusan napas panas satu sama lain yang menerpa wajah masing-masing. Dan aroma tubuh yang masuk ke indra penciuman mereka. Akira menarik napas dalam-dalam menghirup aroma tubuh Dean yang maskulin, tubuh Dean tanpa parfum membuat Akira nyaman, ia ingin menghirup aroma itu lebih dekat dan lebih banyak tapi ia mana berani melakukan hal tersebut.


“Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengganti kerugian waktu Tuan Dean yang telah terbuang sia-sia?” ucap Akira dihadapan wajah Dean.


Dean tersenyum miring sekilas lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Akira dan itu sontak membuat Akira kaget, matanya membelalak, tubuhnya menegang merasakan benda kenyal itu menempel pada bibirnya. Beberapa detik bibir itu hanya menempel lalu tak lama kemudian Dean mulai memainkan bibir ranum itu, mengecupnya penuh perasaan dan mulai menyesap dengan nikmat.


****, kenapa bibir ini sangat nikmat? Rasanya aku tidak ingin melepaskan bibir ini. Batin Dean

__ADS_1


Tubuh Akira mulai kembali rileks dan perlahan matanya menutup mulai terbawa ciuman Dean berikan lalu tangannya merangkak naik melingkar cantik dileher Dean.


Dean yang merasa tidak ada penolakan semakin berani mencium bibir Akira. Ia pendorong pelan tubuh Akira menyender pada dinding kolam lalu satu tangannya menahan tengkuk Akira agar ciumannya tidak terlepas dan semakin dalam sedangkan satu tangannya semakin mengerat dipinggang Akira seakan tidak ingin Akira menjauh sesenti pun.


Akira yang tidak punya pengalaman dalam berciuman hanya membalas seadanya ciuman Dean yang susah sekali diimbangi. Pria itu begitu ahli dalam berciuman sehingga membuat Akira dengan mudah kehilangan kesadarannya. Akira sekarang paham kenapa berbulan-bulan lalu ia begitu bodohnya kembali tidur dengan Dean sampai membuatnya dalam keadaan sulit seperti sekarang, karena pesona Dean yang begitu kuat susah sekali ditampik oleh wanita manapun termasuk Akira, baru ciumannya saja sudah membuat wanita kehilangan kesadaran apa lagi dengan sentuhan-setuhan yang lain.


Jadi wajar saja saat malam itu ia tidak bisa selamat dari pesona Dean. Pria itu benar-benar ahli membuat wanita terlena dan melupakan daratan.


Akira menepuk bahu Dean ketika pasokan oksigennya habis. Dean yang mengerti langsung melepaskan ciuman tersebut walaupun dalam hatinya ia sama sekali tidak rela harus melepaskan bibir tersebut. Dahi mereka saling menyatu sembari terengah-engah mengambil pasokan udara sebanyak-banyaknya.


Jantung keduanya sama-sama berdetak tidak biasa, berpacu cepat meningkatkan adrenalin pada diri masing-masing.


Akira perlahan membuka matanya, dan langsung berhadapan dengan mata Dean yang terlihat berkabut dipenuhi gairah. Wajah Akira memerah seperti kepiting rebus, ia dilingkupi rasa malu yang luar biasa. Ketika ia ingin memberi jarak diantara wajahnya tiba-tiba Dean kembali menciumnya dan menahan tengkuk Akira. Ciuman kedua ini tidak sama dengan ciuman pertama, tidak ada lagi kelembutan melainkan ciuman tergesa-gesa dan penuh tuntutan.


Tangan Dean yang mulai tidak bisa diam, perlahan meraba menjelajahi tubuh Akira mambuat Akira tidak sadar mengeluarkan erangan disela ciumannya. Susana dingin air kolam ditambah gairah panas dari kedua tubuh mereka menyempurnakan suana hangat yang mendukung aksi mereka lebih lanjut.


Siapapun tolong selamatkan aku dari pesona pria ini, aku tidak mau mati dalam kenikmatan ini. rancau hati Akira.


...----------------...


...☃️☃️☃️...


Yuk jangan lupa Likenya gaes😇

__ADS_1


__ADS_2