
Ethan berkali-kali memeriksa laporan yang begitu mengejutkan bagi dirinya dan mungkin akan mengejutkan juga bagi Dean. Ethan yang sedang memeriksa daftar nama-nama pemegang saham paling besar di perusahaan, tidak sengaja melihat satu nama yang menarik perhatiannya.
Dalam laporan tersebut tercantum nama Akira Syahreva Singgih, yang mempunyai saham sebesar lima persen. Ethan yang merasa tidak asing dengan nama tersebut langsung meminta pada pihak HRD untuk mengirimkan CV milik Akira mantan sekretaris Dean. Tak butuh waktu lama, Ethan dengan mudah mendapatkan informasi tentang Akira dan benar saja nama yang tertera di daftar pemegang saham itu adalah Akira mantan sekretaris sekaligus mantan calon istri Dean.
Ethan yang merasa penasaran dengan Akira yang menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ini, mencari tahu segala informasi tentang Akira, dan betapa mengejutkan setelah Ethan mengumpulkan informasi tentang wanita itu.
Untuk apa Akira bekerja di perusahaan ini jika penghasilannya jauh lebih besar daripada gaji yang diberikan disini? Bahkan gaji yang dia dapatkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penghasilan wanita itu. Ah, bahkan bayaran pajaknya saja lima kali lipat dari gaji di perusahaan ini. batin Ethan.
Apa tujuan Akira bekerja disini? Dan Bagaimana reaksi Tuan Dean jika mengetahui hal ini?
Ethan menghembuskan nafas berat sambil menyandarkan punggungnya ke kepala kursi. Ia memijat pelan keningnya yang terasa pusing. Pekerjaan yang lain saja belum sempat ia kerjakan lalu ditambah dengan persoalan tentang Akira.
Aku kasih tahu tidak ya, tentang hal ini pada Tuan Dean? Tapi untuk apa aku kasih tahu Tuan Dean, dia kan sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengan Akira! Lagipula hubungan mereka sepertinya sudah benar-benar berakhir, ini sudah empat minggu dari kejadian Akira keguguran dan Tuan Dean juga tidak pernah bertemu dengan Akira lagi. Batin Ethan yang merasa bingung.
Tapi sepertinya Tuan Dean harus mengetahui hal ini, mau bagaimanapun mereka pernah terikat satu sama lain. Lalu setelah Tuan Dean mengetahui hal ini, apa yang akan dia lakukan...?
Kenapa perasaanku tidak enak ya jika Tuan Dean mengetahui tentang Akira. Apa akan terjadi hal buruk...? Ah, Sial. Kenapa aku jadi bingung dengan hal ini.
Setelah memikirkan beberapa saat, akhirnya Ethan mengambil keputusan untuk memberitahu Dean tentang laporan yang beberapa waktu lalu ia temukan. Mau bagaimanapun ia harus melaporkan hal tersebut untuk Dean. entah akan berakibat buruk atau baik, itu urusan nanti, yang terpenting sekarang adalah memberitahu Dean.
Ethan melihat arloji di tangannya. Satu jam lagi waktunya makan siang. Jadi lebih baik ia segera melaporkan hal ini pada Dean.
Hari ini Dean bekerja di rumah seperti biasa. Jadi di lantai 4 rumahnya Dean hanya ada Ethan dan Dean.
__ADS_1
Ethan mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Dean. Ia melihat Dean sedang melamun melihat ke luar jendela. Ethan memanggil nama Dean tetapi Dean tidak bergeming sedikitpun. Panggilan ketiga Dean baru menengok pada sumber suara.
“Ada apa?” tanya Dean sambil mengusap belakang lehernya. Ia sedikit kikuk karena ketahun melamun oleh Ethan.
Ethan memberikan laporan yang ia bawa tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dan Dean menatap Ethan dengan tanda tanya sebelum membuka laporan tersebut.
Dean mengerutkan kedua alis nya melihat isi laporan yang diberikan Ethan. Ia membaca sampai akhir kalimat dalam laporan tersebut. Dan ketika membuka lembaran berikutnya kerutan di alis Dean semakin dalam hingga kedua alisnya hampir menyatu. Ia tenggelam dalam laporan tersebut dan seolah-olah tidak percaya dengan apa yang sedang ia baca.
Setelah selesai membaca laporan itu Dean terdiam beberapa saat. Ruangan itu pun menjadi lebih sunyi daripada sebelumnya. Bahkan detak jarum jam di arloji Ethan terdengar jelas di telinga Ethan.
“Apa Kamu sudah memastikan jika laporan ini benar, Ethan?” tanya Dean dengan pandangan kosong menatap lembaran laporan di atas meja.
“Saya sudah memeriksanya beberapa kali. Jika Tuan Dean masih ragu dengan kebenaran laporan itu saya akan menyuruh orang ahli mencari informasi lengkap tentang Akira.”
Dean menghembuskan napas berat, lalu membalikkan kursi ke arah jendela. Ia tidak mungkin meragukan hasil kerja Ethan. Kehebatan Ethan mencari informasi orang lain sama hebatnya dengan orang yang bekerja dalam hal tersebut.
“Untuk hal itu, saya juga belum menemukan jawabannya, Tuan Dean.” jawab Ethan.
Apa yang ada dalam pikiran Dean sama seperti yang Ethan pikirkan beberapa saat lalu. Bertanya-tanya apa tujuan Akira bekerja di perusahaan ini jika mempunyai penghasilan yang begitu besar.
“Jika dia sudah mempunyai penghasilan besar dan mempunyai bisnis sendiri, untuk apa bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang lain? dan dia melamar pekerjaan pas sekali saat kita membutuhkan sekretaris, yang posisinya dengan denganku” lanjut Dean.
Ethan terdiam tidak tahu harus menjawab apa. pikirannya pun sama buntunya seperti Dean, tidak bisa menemukan jawaban tersebut. Sedangkan Dean sedang berpikir keras menyambungkan segala kejadian saat ia bersama Akira.
__ADS_1
Setelah beberapa saat keduanya terdiam tiba-tiba Dean menegakan posisi duduknya dan berbalik menghadap Ethan. Wajah Dean terlihat tegang dengan mata membelalak dan rahangnya pun ikut mengeras. Perlahan Ethan bisa melihat kemarahan dari pancaran mata Dean.
“Atau jangan-jangan Akira ingin menghancurkan aku seperti yang dilakukan wanita laknat itu,?” ucap Dean dengan suara tertahan. Kedua tangannya terkepal kuat di atas meja menandakan dia sudah tersulut rasa marah.
Ethan mengerti yang d maksud wanita laknat, yaitu wanita yang mengakibatkan Dean seperti sekarang ini, siapa lagi kalau bukan Sarah. Dan setelah mendengar yang Dean ucapkan Ethan pun setuju dengan pemikiran tersebut. Apa lagi tujuan Akira bekerja disini kalau bukan untuk menghancurkan Dean, atau bisa jadi semua yang terjadi di antara Dean dan Akira sudah direncanakan dengan matang oleh Akira termasuk Akira yang sengaja menjebak Dean dengan kehamilannya.
“Tapi kita tidak bisa menyimpulkan Jika Akira mempunyai maksud buruk, karena belum ada bukti yang menjurus ke hal itu!”
“Itu karena siasat dia sangat hebat, sampai-sampai kita tidak menyadari hal tersebut. dan mungkin saja kehamilan wanita itu juga hanya rekayasa semata,” sahut Dean dengan menaikan volume suaranya.
“Sial aku tertipu lagi!” teriak Dean sambil menggebrak meja, membuat tubuh Ethan tersentak kaget.
“Tuan Dean mau kemana?” tanya Ethan melihat Dean berjalan ke arah pintu.
“Aku mau menemui Akira, aku akan minta penjelasan langsung dari dia. Jika dia benar-benar terbukti mempunyai tujuan buruk kepadaku, maka aku akan membuat dia seperti wanita laknat itu!” jawab Dean dengan penuh marah dan Ethan yang mendengar hal itu langsung membelalakan matanya.
“Tuan Dean jangan gegabah, kita belum punya bukti jika Akira benar-benar mempunyai niat buruk, lebih baik kita cari informasi lebih lanjut tentang Akira. Baru kita memutuskan apa yang harus kita lakukan” Cegah Ethan, tidak ingin Dean sampai hilang kendali dan melakukan hal yang buruk.
Dean tidak memperdulikan ucapan Ethan, ia terus berjalan keluar ruangan. Dan saat Ethan ingin menyusul tiba-tiba ponselnya berdering, ada telepon masuk.
Ethan mengumpat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Seharusnya ia memberitahu Dean tentang Akira setelah makan siang. Karena makan siang kali ini Dean ada pertemuan penting dengan klien.
“Sial, seharusnya aku memperkirakan hal ini.” monolog Ethan penuh kesal, lalu ia menerima telepon tersebut sambil melihat ke arah pintu yang terbuka lebar. Ya, Dean sudah hilang dari pandangan Ethan dan Ethan tidak bisa mengejar pria itu karena ia harus memberitahu sang klien jika pertemuan siang ini akan dibatalkan. Sekaligus harus bernegosiasi kembali untuk pertemuan gantinya.
__ADS_1
------------
Gimana menurut kalian gaes? apa sebenarnya tujuan Akira bekerja di perusahaan Dean? jangan lupa like, komen dan votenya ya :) semoga kalian selalu sehat.