
Dean semakin merasa bingung terhadap dirinya, ia tidak menemukan titik terang kenapa dirinya menjadi seperti itu. ia tiba-tiba menjelma seperti pria yang tidak menyukai lawan jenis. Namun yang lebih anehnya lagi ketika ia memikirkan Akira, hasratnya kembali bangkit. Bukankah itu sangat aneh?
Tidak ada fisik Akira di hadapannya tapi bisa membangkitkan hasrat Dean dengan mudah. Hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat tubuh Dean panas dingin tidak menentu.
Dan mau tidak mau, Dean memuaskan hasratnya dengan bermain solo sambil membayangkan tubuh Akira yang polos, mengingat kembali kejadian dua malam kemarin saat ia menciumi tubuh bagian atas Akira, membayangkan suara erangan Akira yang begitu merdu di pendengaran Dean dan akhirnya Dean bisa menuntaskan hasratnya yang sudah tertahan selama dua hari kemarin.
Dean tidak mendapatkan jawaban kenapa dirinya hanya bisa bergairah dengan Akira saja. Dan Dean berpikir mungkin karena Akira sedang mengandung anaknya, jadi ia hanya berhasrat pada Akira seorang, atau mungkin karena bawaan sang cabang bayi yang tidak ingin ayahnya bermain dengan wanita lain. Ya, mungkin seperti itu, pikir Dean.
Seperti sekarang ini, tangan Dean yang merasa sudah sangat gatal ingin meraba paha bagian dalam Akira membelainya dengan lembut lalu menikmati wajah Akira yang meresa keenakan. Namun Dean langsung membuang pikiran kotor itu sebelum dirinya menjadi tidak waras.
Entah kenapa saat bersama Akira pikiran Dean dipenuhi dengan hal-hal kotor, bawaannya ingin selalu berbuat mesum terhadap Akira, padahal Akira berpenampilan tertutup. Memakai celana panjang dan baju kaos lengan panjang dan sama sekali tidak ketat, justru begitu longgar tidak terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya. Coba lihat, bagian mana yang terlihat menggoda? Tapi bagi Dean apapun yang dikenakan Akira selalu terlihat menggoda.
Dean mengumpat dalam hati pada hasratnya yang super aneh itu, ia menjadi kesal sendiri terhadap dirinya. Jika terus begini ia bisa kehilangan kewarasannya saat bersama Akira.
“Oiya, kamu belum cerita soal Nando. Gimana kalau aku pijitin sambil kamu cerita?” ucap Dean yang mencoba mengalihkan pikirannya dari pikiran-pikiran kotor. Ia seberusaha mungkin tetap bersikap biasa walaupun badannya sudah panas dingin tidak menentu. Dean tidak ingin kejadian dua malam kemarin kembali terulang dan itu akan membuat dirinya sendiri tersiksa.
Akira terdiam beberapa saat, tidak langsung menjawab. Entah harus dari mana ia menjelaskan tentang Nando karena hubungannya dengan Nando terlalu rumit untuk dijelaskan.
“Aku dan Nando tidak punya hubungan spesial, kami hanya teman.” Jawab Akira jujur.
__ADS_1
Dean menaikan satu alisnya sambil menatap Akira, ia kurang percaya dengan yang dikatakan Akira. “Tapi dia bilang, dia pacarnya kamu, Akira.”
Akira menghela napas pelan seraya berkata. “Aku berani bersumpah kalau aku dan Nando tidak pacaran. Hubungan kami memang sangat dekat tapi kami tidak pacaran, hanya teman tidak lebih!”
“Tapi sepertinya Nando suka sama kamu. Atau jangan-jangan kamu juga suka sama dia.? Ingat, Akira, pria dan wanita itu tidak ada yang namanya ril berteman, pasti ada salah satu di antara kalian yang suka satu sama lain dan bisa jadi kalian berdua saling suka tapi karena takut merusak hubungan pertemanan, kalian lebih memilih untuk menyembuhkan perasaan kalian.” Ucap Dean panjang lebar, entah kenapa ia merasa tidak suka saat Akira mengucapkan ‘hubungan kami sangat dekat’, yang artinya hubungan mereka bukan sebatas teman biasa.
Akira terkekeh pelan, “ya, aku akui. Nando memang suka sama aku, tapi kami tidak pacaran –”
“Tuh kan, hubungan kalian bukan hanya sebatas teman,” sambar Dean cepat.
“Aw, Tuan Dean sakit,” Akira merintih saat pijatan di kakinya terlalu kencang. Dan Dean kembali memelankan pijatannya di kaki Akira.
“Kenapa Tuan Dean harus kesel kalau aku dan Nando punya hubungan lebih dari teman?” tanya Akira yang merasa heran melihat wajah Dean yang seperti menahan kesal.
Akira merapatkan kedua bibirnya, menahan senyum karena merasa lucu dengan ekspresi wajah Dean. “Ya kalau nggak kesel biasa aja jawabnya, jangan ngegas kaya gitu dong!” balas Akira santai.
Dean hanya berdecak sambil memalingkan wajahnya.
“Tuan Dean tenang saja, aku jamin hubunganku dengan Nando tidak akan mengganggu pertumbuhan anak kita.” Lanjut Akira sambil mengusap bahu Dean dengan lembut.
__ADS_1
“Terus kenapa waktu itu kamu sampai ketakutan ketemu Nando, katanya hubungan kalian sangat dekat?” tanya Dean tanpa melihat ke arah Akira.
Akira menghela napas pelan. “Dia pernah hampir mau memperkosa aku.”
Dean langsung menoleh pada Akira dengan wajah terkejut, menatap wajah Akira dengan tidak percaya. “Serius?” tanya Dean masih dalam keadaan terkejut.
Akira terkekeh pelan lalu menangkupkan kedua tangannya di wajah Dean dan menekan kedua pipi Dean dengan gemas, “Tuan Dean lucu banget sih.”
Dean membelalak dengan tingkah Akira yang tidak sewajarnya. Seharusnya wanita itu merasa sedih ketika mengatakan hal buruk itu tapi Akira justru mengatakan jika ia lucu.
Akira tertawa keras karena wajah Dean yang bertambah lucu dengan mata yang hampir keluar. Akira semakin menekan kedua pipi Dean sambil menguyek-uyeknya dan hal itu tersebut membuat tawa Akira semakin keras.
Dean pun ikut tersenyum melihat Akira yang tertawa lepas tanpa beban. Wanita itu benar-benar ajaib setelah mengatakan hal buruk yang menimpa dirinya, wanita itu masih bisa tertawa dengan sangat lepas seperti sekarang ini.
Dean mencondongkan wajahnya lebih dekat ke Akira lalu mencium pipi Akira dengan santai, dan hal tersebut sontak membuat tawa Akira berhenti lalu menatap Dean dengan penuh tanda tanya.
“Tadi ada nyamuk di pipi kamu, kalau nepuknya pakai tangan takut buat pipi sakit jadi aku tepuknya pakai bibir aja,” Dean mengeles, padahal ia tidak tahan merasa gemas dengan pipi Akira yang memerah karena tertawa.
Akira mengerutkan dahi hingga kedua alisnya hampir menyatu, tidak percaya dengan alasan yang Dean buat. Dan sekarang giliran Dean yang tertawa keras melihat ekspresi wajah Akira yang terlihat sangat lucu.
__ADS_1
-----------------------
Gimana menurut kalian? ceritanya terlalu lebay gak? Kalau ada yang tidak masuk akal, jangan terlalu di peduliin karena banyak di dunia ini yang tidak masuk akal wkwkwk.. Jangan lupa Like, Komen, dan Votenya ya. Makasih yang sudah setia nyempetin baca cerita ini. :)