
Dean punya masa kecil yang amat membahagiakan tapi itu tidak lama. Setelah kepergian sang ibu kehidupan Dean berubah menjadi sangat menyedihkan. Sendirian, kesepian, tidak diperhatikan, tidak dipedulikan, tidak ada tempat untuk bercerita dan yang lebih parahnya lagi ia juga kehilangan sosok ayah, padahal ayahnya masih ada di dunia. Ya, secara tidak langsung Dean kehilangan kedua orang tuanya di umurnya yang masih 8 tahun.
Saat kecil Dean selalu diajak oleh ibunya yang berprofesi sebagai pianis, dan pada pagi itu juga Dean seperti biasa ikut menemani ibunya yang akan tampil di sebuah acara perayaan, tapi naasnya pada saat pulang menjelang sore, mobil yang ditumpangi Dean dan ibunya ditabrak dari arah belakang oleh sebuah bus pariwisata yang remnya blong.
Sore itu jalanan belum terlalu padat karena belum jam pulang kerja dan jalanan pun cukup lenggang, tapi tiba-tiba saja terdengar suara jeritan yang begitu melengking memekikkan telinga disertai oleh detuman yang keras. Belum sempat ibu Dean menengok ke belakang tiba-tiba saja mobilnya tertimpa oleh mobil lain dari arah belakang, dan hal tersebut beruntun sampai beberapa mobil di depan. Kecelakaan tersebut banyak memakan korban jiwa dan ibu Dean termasuk salah satu korban yang mati di tempat, namun untungnya Dean dapat diselamatkan karena saat kecelakaan sang ibu langsung mendekap tubuh Dean dengan erat, mencoba melindungi Dean sekuat mungkin. Ya walaupun Dean terluka cukup berat dan sempat koma beberapa hari.
Setelah kepergian sang ibu, ayah Dean menjadi murung. Tidak pernah sekalipun Dean melihat kondisi ayahnya seperti mayat hidup, kecuali setelah kepergian ibunya. Hidup keduanya bagaikan tidak disinari Matahari lagi, semuanya terlihat gelap tidak bisa menemukan sedikit cahaya pun.
Pemandangan ayahnya yang mirip mayat hidup tidak terlalu lama, tetapi digantikan dengan pemandangan ayahnya yang seperti robot, tidak pernah lelah bekerja. Pagi, siang, sore, malam, ayahnya terus menerus bekerja dan disitulah Dean mulai kehilangan sosok ayah. Karena ayahnya yang tidak pernah lagi meluangkan waktu untuk dirinya. Bahkan ketika ada acara disekolah yang mengharuskan ayahnya hadir, sang ayah menyerahkannya pada pelayan rumah.
Hingga kejadian tersebut terjadi sampai Dean menyelesaikan sekolah menengah atas. Setiap keperluan Dean dan urusan sekolah semuanya diserahkan pada pelayan. Tapi tenang saja, hal itu tidak membuat Dean menjadi anak yang nakal. Tidak seperti kebanyakan anak yang lain, biasanya ketika kekurangan kasih sayang orang tua mereka akan melakukan banyak hal untuk menarik perhatian orang tua, termasuk melakukan hal yang nakal. Tapi Dean tidak seperti itu.
Dean tetap menjadi anak yang baik sesuai dengan pesan sang ibu. Tidak pernah membuat kekacauan di sekolah, baik dengan semua orang. Bahkan Dean mencari teman sebanyak-banyaknya agar hidupnya tidak merasa kesepian. Dan ia juga tidak ingin orang lain merasakan penderitaan yang ia alami, jadi seberusaha mungkin ia mencoba untuk membangkitkan semangat teman-temannya ketika mereka merasa down atau menganggap diri mereka seperti sampah yang tidak diinginkan kehadirannya.
Tapi sebanyak apapun Dean memiliki teman, ia selalu merasa kesepian ketika pulang ke rumah. Apalagi saat ayahnya melarang untuk bermainkan musik piano.
__ADS_1
Pernah sekali Dean memainkan musik piano ketika ayahnya berada di rumah, dan itu membuat sang ayah murka luar biasa. Dean dipukuli hingga pelipisnya terluka mengeluarkan darah. Itulah pertama kali Dean dipukul oleh ayahnya. Dan saat itu munculah sebuah peraturan, dilarang keras ada musik piano di dalam rumah.
Dean tidak melanggar peraturan itu, sekalipun saat ia sedang merindukan sang ibu. Biasanya ketika Dean merindukan ibunya dia langsung memainkan musik piano untuk mengobati rasa rindu yang amat menyakiti dada.
Setelah lulus SMA Dean berencana untuk melanjutkan pendidikanya di jurusan Musik yang berada di Amerika. Ia ingin seperti ibunya menjadi seorang pianis. Tapi sayang, sebelum ia mengutarakan keinginannya sang ayah sudah menyuruhnya kuliah di jurusan perbankan untuk bekalnya nanti menjadi penerus perusahaan.
Sungguh Dean tidak ingin menjadi penerus sang ayah memimpin perusahaan tersebut. Dean tetap ingin menjadi pianis. Ia tahu bahwa dunia yang dijalani ayahnya sangat tidak menyenangkan, harus saling menjatuhkan satu sama lain, dimangsa atau memangsa, menyuap orang demi orang, Kekejaman, anarkis dan masih banyak hal-hal buruk yang terjadi. Apalagi Dean tahu asal usul berdirinya perusahaan ayahnya itu. Jadi Dean tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk memikirkan bagaimana menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
Karena Dean tahu bahwa ayahnya tidak akan pernah setuju dengan keinginannya itu, maka ia terpaksa berbohong pada ayahnya. Ia memberitahu bahwa ia akan kuliah di jurusan yang ayahnya inginkan tetapi kenyataannya Dean tetap kuliah di jurusan piano.
Jangan tanyakan bagaimana marahnya Zeno mengetahui fakta tersebut. Setelah mengetahui hal itu Zeno langsung pergi menemui Dean di Amerika dan saat bertemu dengan Dean, Zeno langsung menghajar Dean habis-habisan, hingga membuat Dean dirawat selama tiga hari di rumah sakit akibat pukulan Zeno yang hampir menghilangkan nyawa Dean.
Setelah keluar dari rumah sakit, Dean dan ayahnya bertengkar luar biasa. Dean merasa tidak punya kebebasan memilih yang ia inginkan di tambah ia dipaksa untuk segera berhenti di tempat kuliahnya kala itu, dan pindah kuliah di tempat yang ayahnya telah pilih.
Karena Dean aslinya anak yang sangat penurut akhirnya ia menuruti kemauan sang ayah, ia harus merelakan cita-citanya demi keegoisan Zeno.
__ADS_1
Dean pindah kuliah ke Australia mengambil Program Sarjana Gelar Ganda Bisnis dan Perbankan & Keuangan. Dan selama di sana Dean selalu di pantau oleh Zeno agar Dean tidak kembali menipu dirinya.
Setelah kejadian itu jarak di antara keduanya semakin jauh, seperti bukan hubungan ayah dan anak. Dean yang biasanya selalu berusaha mendekati ayahnya, mencari-cari waktu luang Zeno untuk lebih dekat, tapi kali ini Dean tidak melakukan hal itu lagi. Ia perlahan-lahan menjauh dari ayahnya, dan juga pada orang-orang di sekitarnya.
Biasanya di tempat manapun Dean selalu mempunyai banyak teman, tapi di tempat kuliahnya yang baru Dean mulai menjaga jarak dari orang-orang. Mulai tidak peduli pada orang-orang di sekitar dan perlahan sikapnya pun mulai berubah.
Walaupun kuliah di jurusan yang sangat ia benci, Dean bisa menyelesaikan kuliahnya dalam waktu yang cepat karena memang dasarnya ia anak yang sangat cerdas. Dean sengaja ingin segera menyelesaikan kuliahnya karena benar-benar sudah muak dengan semua mata kuliah yang sangat tidak ia suka. Tapi Dean harus kembali bersabar karena ayahnya menyuruhnya untuk kembali melanjutkan pendidikan nya mengambil Program Magister (S2) Hukum Perbankan dan Keuangan. Dan setelah menyelesaikan pendidikannya Dean dihadapkan kembali dengan sesuatu yang lebih ia benci dari pada mata kuliah perbankan.
Ya, Dean diperintahkan untuk mengelola salah satu perusahaan cabang oleh Zeno, sebelum Dean mengganti posisinya sebagai pimpinan paling tertinggi ia ingin Dean belajar dari bawah terlebih dahulu, menguasai hal-hal dasar tentang perbankan.
Sungguh, Dean ingin sekali pergi meninggalkan ayahnya. Pergi ke tempat dimana ia bisa melakukan apa yang ia inginkan. Namun saat niat itu terbesit dalam hatinya Dean kembali di ingatkan oleh wasiat ibunya ketika 3 jam sebelum kecelakaan itu terjadi. Mungkin karena sang ibu sudah punya firasat suatu buruk akan terjadi, tiba-tiba ibu Dean berkata "jangan pernah meninggalkan ayamu, Dean, sekalipun kamu tersiksa berada di dekatnya. Ayahmu akan lebih habcur jika kamu meninggalkannya juga."
Saat itu Dean hanya mengiyakan dan mengucapkan janji bahwa ia tidak akan pergi meninggalkan ayahnya, tapi sekarang ia menyesali telah mengucapkan janji itu pada ibunya, andaikan ia tahun akan seperti ini masa depannya maka ia tidak akan pernah mengucapkan janji yang membuat hidupnya bagaikan sebuah robot.
Dean yang memang sudah sadar tidak bisa memberontak atau menolak, terpaksa kembali menuruti perintah sang ayah. Dean mulai mempertanyakan tentang tujuannya terlahir ke dunia ini. Apakah ia terlahir hanya untuk menjadi robot ayahnya?.
__ADS_1
--------------------