
(Keesokan pagi)
"Kenapa kamu terlihat begitu kesal?" Tanya pengacara Leo melihat wajah Shely yang terlihat kesal.
"Apakah sejelas itu?" Tanya Shely
"Hem." Jawab pengacara Leo, lalu masuk kedalam ruangannya meninggalkan Shely.
Shely hanya bengong.
"Jawaban macam apa itu tadi. Dasar." Gerutunya kesal.
(Menghela nafas)
"Tenang, rileks. Pagi pagi jangan emosi. Atau kecantikanmu akan pudar." Kata Shely menenangkan dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Pangacara Leo keluar dari ruangannya untuk pergi bertemu kliennya.
"Saya akan bertemu klien." Pamitnya
"Saya akan temani Bapak." Kata Shely.
"Oke. Saya tunggu dimobil." Kata Pengacara Leo.
Setelah masuk mobil, pengacara Leo mengemudikan mobilnya menuju tempat yang sudah dijanjikan dengan kliennya.
Shely membantu pengacara Leo menyelesaikan kasus kliennya. Sebagai rasa terimakasihnya kepada Shely, pengacara Leo mengajak Shely untuk makan malam nanti setelah pulang bekerja.
__ADS_1
Sepulang kerja, Pengacara Leo dan Shely menuju restoran untuk makan malam.
"Shely kinerjamu semakin hari semakin baik, saya akan memberi kesempatan kamu untuk menjadi sekertaris saya mulai besok." Kata Pengacara Leo tanpa basa basi.
"Hemm? Beneran Pak? Terimakasih Pak." Kata Shely sangat senang dan tanpa dia sadari dia memegang tangan Pengacara Leo.
Pengacara Leo terkejut dengan apa yang dilakukan Shely, tapi dia tak sekeras sebelumnya. Setelah Shely sadar telah memegang tangan Pengacara Leo juga terkejut dan segera melepaskannya. Mereka berdua menjadi salah tingkah.
"Ma.. maaf Pak. Saya tidak sengaja." Kata Shely meminta maaf dengan rasa malu.
"Iya.. Iya tidak apa apa." Kata Pengacara Leo salah tingkah.
Setelah makan malam selesai, Shely berpamitan kepada pengacara Leo untuk pulang. Shelt beranjak pergi setelah Pengacara Leo mengiyakannya.
"Shely." Panggil Pengacara Leo.
"Iya Pak." Jawab Shely membalikkan badan.
Dengan rasa malu Shely hanya mengangguk dan melanjutkan berjalannya dengan cepat.
Keesokan paginya, seperti yang dikatakab pengacara Leo, Shely menjadi sekertarisnya.
"Shely periksa jadwal saya satu minggu kedepan. Dan ini tolong fotocopy ini menjadi 5 bagian." Perintah Pengacara Leo untuk tugas pertamanya.
"Baik Pak." Jawab Shely.
"Oh iya, sekalian buatkan saya kopi." Lanjutnya memerintah.
__ADS_1
"Baik pak." Kata Shely
Pengacara Leo kembali kedalam ruangannya.
"Apa ini? Kenapa tugas aku semakin banyak. Tau begini aku semalam gak mau diajak dia makan malam." Gumam Shely dengan rasa menyesal.
Shely memeriksa semua jadwal Pengacara Leo satu minggu kedepan. Kemudian memfotocopy berkas berkasnya serta membuatkan kopi. Setelah itu dia melaporkan tentang jadwal yang sudah diperiksanya.
"Pak ini kopinya, ini berkas yang saya fotocopy, dan ini jadwal Anda satu minggu kedepan. Nanti siang Anda ada meeting dikantor. Besok Anda harus bertemu Klien Anda Bapak Tomy. Lusa Anda ada sidang terakhir Ibu Mega. Dan setelah itu Anda bebas 4 hari Pak." Terang Shely
"Baiklah, kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu." Kata Pengacara Leo.
Shely merasa sangat lega, akhirnya dia mampu menjadi seorang sekertaris. Dia kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaannya hingga makan siang.
(Masuk ruangan pengacara Leo)
"Pak sudah waktunya makan siang." Kata Shely mengingatkan.
"Oh ya. Kamu makan dulu saja." Suruh Pengacara Leo.
"Baik Pak." Kata Shely beranjak pergi meninggalkan Pengacara Leo.
Setelah selesai makan siang, Shely teringat pasti Pengacara Leo belum makan siang. Shely membelikannya 2 potong roti dan cappucino. Sampai dikantor, benar dugan Shely, ternyata Pengacara Leo belum makan siang. Shely memberikan Roti dan minuman yang tadi dia beli kepada Pengacara Leo.
"Ini Pak untuk makan siang." Kata Shely
"Oh ya terimakasih. Letakkan saja dimeja." Kata Pengacara Leo yang masih sibuk melihat lihat sebuah berkas kasus yang ditanganinya saat ini.
__ADS_1
Shely kembali keruangannya. Tak tau apa yang harus dilakukan, Shely hanya membaca buku untuk mempelajari tentang hukum sampai waktu pulang.
Shely pulang dengan memberanikan diri naik taksi. Tapi dia hampir menutup semua wajahnya, karena takut bakal ada yang mengenalinya.