Aku Milikmu

Aku Milikmu
Saya Pacarnya Akira


__ADS_3

“Mau kemana?” tanya Dean ketika baru saja sampai di rumah Akira melihat Akira keluar dari rumahnya.


“Mau keluar," jawab Akira sambil membuka payung. Diluar sedikit hujan gerimis dan mau tidak mau ia harus memakai payung untuk menuju tempat tujuannya.


“Keluar kemana? Ini lagi hujan!”


“Mau ke tempat Angkringan, ada makanan yang mau aku beli,”


“Ngapain beli makanan? Ini aku udah bawa makanan,” Dean menunjukan paper bag yang berisi makanan yang dibawanya.


Akira menggeleng kecil “Aku lagi pengen makan di angkringan, Tuan Dean makan aja sendiri aku keluar dulu,” Akira melangkahkan kakinya keluar dari teras rumah tetapi tangannya langsung ditahan erat oleh Dean.


“Ini lagi hujan, aku aja yang beli kamu tunggu dirumah,” Dean ingin mengambil alih payung dari tangan Akira namun tangan Akira langsung menghindar. “Aku mau makan disana, ditempatnya” jawabnya.


“Kamu gak lihat ini lagi hujan? Kamu juga Cuma pakai baju kaos lengan pendek, biar aku aja yang beli kamu diam dirumah,”


Akira berdecak kesal, “Ini Cuma hujan gerimis,” Akira menjulurkan tangannya mengenai air hujan “Dan sudah aku bilang, aku mau makan disana gak mau dibungkus! Tuan Dean aja diam dirumah, biar aku sendiri kesana,” ucap Akira tegas. Akira kembali ingin melangkahkan kakinya meninggalkan Dean namun lagi-lagi ditahan oleh Dean.


Dean menghela napas panjang, “Aku temenin kamu kesana tapi kamu pakai sweater atau jaket dulu biar gak kedinginan,” akhirnya Dean menuruti kemaun Akira, mungkin wanita itu sedang ngidam makan di angkringan.


“Aku gak kedinginan, malahan agak sedikit gerah,”


“Pakai jaket dulu atau sama sekali gak boleh keluar?” tanya Dean tegas.


Akira terkekeh geli, “Aku mau keluar gak minta persetujuan dari Tuan Dean, jadi aku gak peduli Tuan Dean mau ngizinin atau enggak,”


Dean menarik napas dalam-dalam menahan dirinya yang sudah merasa kesal. “Yaudah, ayo aku anterin pakai mobil,” setidaknya saat di dalam mobil wanita itu tidak akan terkena angin malam.


“Gak perlu naik mobil, tempatnya deket banget kok. Udah ah kelamaan ngobrol sama Tuan Dean. Aku udah keburu lapar banget,”


Dean kembali menahan Akira saat wanita itu ingin beranjak pergi. “Kamu diam dulu disini, jangan dulu pergi,” Dean berlari ke arah mobilnya dan membuka pintu bagian belakang lalu kembali ke arah Akira dengan membawa jas yang tadi siang ia pakai untuk menghadiri sebuah rapat.


“Kamu sekarang ini lagi hamil jadi harus benar-benar jaga kondisi tubuh kamu,” ucap Dean sembari memakaikan jasnya pada tubuh Akira lalu mengambil alih payung ditangan Akira.

__ADS_1


“Anak papah lagi pengen makan makanan angkringan, hem? Ayo papah turutin makan sebanyaknya.” Ucap Dean sembari mengelus perut Akira lembut, membuat tubuh Akira menegang sekilas merasakan usapan lembut di perutnya. Ini bukan pertama kali Dean mengusap perutnya tapi tetap saja Akira selalu kaget dibuatnya.


Dean melingkarkan tangannya merangkul bahu Akira dan tangan Akira melingkar di pinggang Dean, keduanya berjalan beriringan di bawah hujan grimis membuat kedua insan itu terlihat romantis dimata orang-orang yang melihatnya.


Dean semakin merangkul tubuh Akira membuat tubuh Akira semakin menempel padanya agar wanita itu tidak terkena air hujan dan ia pun langsung melindungi tubuh Akira saat ada kendaraan yang melewati mereka berdua, Dean tidak ingin Akira kecipratan air yang menggenang di jalan.


“Angkringannya penuh banget,” Akira menghela napas kecewa melihat orang-orang memadati tempat angkringan di bagian dalam, sedangkan di bagian luarnya ada berjejer kursi-kursi basah yang terguyur air hujan.


“Makanannya dibungkus aja ya, kita makan dirumah,” ucap Dean. Ia tidak mau harus melihat Akira duduk berdesakan dengan bapak-bapak di dalam sana apalagi bapak-bapak itu sambil merokok. Sangat tidak baik sekali untuk kandungan Akira.


Akira menatap Dean sambil mengerucutkan bibirnya, ia ingin sekali makan di tempat tetapi melihat tempatnya begitu ramai apa boleh buat, ia mengangguk mengiyakan usulan Dean.


“Kamu duduk dulu di sana, biar aku yang kedalam mesen makanannya,” Dean menunjuk kursi yang sedikit berjauhan dengan kumpulan para pengunjung lainnya agar Akira terhindar dari asap rokok bapak-bapak tersebut. Sebelum masuk Dean mengeratkan jas yang di tubuh Akira dan bertanya apa saja yang mau dibeli wanita itu lalu ia pun masuk kedalam untuk memesan apa yang dimau Akira.


Akira mengedarkan pandangannya ke sekeliling, melihat kursi-kursi basah, rintikan hujan yang turun dan beberapa pengendara yang melewati jalan. sebenarnya tempat angkringan ini selalu ramai tetapi saat hujan tempat bagian luar yang tidak ada penghalang saat hujan turun membuat para pengunjung harus berdesakan di bagian dalam.


Sesekali Akira melongok ke dalam melihat bapak-bapak yang tertawa keras dan kadang ia ikut tersenyum mendengar candaan mereka. Akira melihat Dean yang berdiri di dalam menunggu pesanan yang ia mau, pria itu tidak terlihat jijik atau menunjukan ekspresi enggan berada ditempat yang tidak layak untuk orang seperti Dean, bahkan pria itu juga ikut tersenyum kecil melihat bapak-bapak saat tertawa.


Akira masih tidak menyangka pria yang selama ini ia kenal dengan kejam, angkuh, dan semua sifat buruknya itu bisa bersikap lembut pada dirinya. Apakah semua wanita hamil selalu diperlakukan lembut oleh pasangannya? Bisa jadi.! Mungkin itu juga alasan para wanita tidak pernah kapok untuk kembali hamil, padahal kondisi hamil sangat tidak menyenangkan bagi wanita. Kemauan mereka akan dituruti oleh pasangannya, diperlakukan lembut, dan pasti pasangan mereka akan lebih perhatian dan lebih menyayangi mereka saat hamil.


Apakah ini artinya aku sudah menerima menikah dengan Tuan Dean? bolehkan aku berharap mempunyai hidup bahagia saat sudah menikah nanti? Tapi bagaimana kalau nanti Tuan Dean tidak cukup dengan satu wanita dan meniduri wanita-wanita lain seperti kebiasaannya? Apa yang harus aku lakukan? Oh Ya Tuhan aku takut kecewa dengan harapanku sendiri. Aku takut berekspektasi terlalu tinggi.


“Akira.”


Akira kembali sadar dari pikirannya yang berkecamuk, ia kira yang memanggilnya tadi Dean yang sudah selesai dengan pesanannya tetapi saat ia menoleh pada sumber suara, ia membelalak kaget dan spontan berdiri dari duduknya melihat pria yang sedang menatap dirinya dengan tatapan berbinar dan sorot mata yang memancarkan kerinduan mendalam.


“Aku gak nyangka bisa ketemu kamu disini, ini benar-benar anugerah bagi aku, Akira.” Ucap pria itu lagi dengan suara yang menyiratkan kesenangan yang luar biasa.


Pria itu berjalan mendekat tetapi langsung berhenti ketika Akira mengangkat tangannya menyuruh berhenti. “Aku kangen banget sama kamu, Akira. Aku sering datang ke kosan kamu tapi orang sana bilang kamu udah pindah,” ucap pria itu sendu. “Apakah kamu tinggal di daerah sini?” lanjutnya.


“Ayo kita pulang pesanannya sudah selesai.”


Akira dan pria asing itu bersamaan menoleh pada Dean yang baru saja keluar dari dalam. Akira yang melihat Dean langsung berhambur memeluk pria itu dengan erat. Dean cukup kaget mendapati Akira tiba-tiba memeluknya dan merasakan tubuh Akira yang bergetar hebat. Dean membalas memeluk Akira “Kenapa?” tanya Dean khawatir.

__ADS_1


“Akira aku mohon, berikan aku kesempatan buat jelasin kesalahpahaman antara kita,” ucap pria asing.


Dean langsung melayangkan tatapan tajam pada pria yang baru saja mengucapkan kata-katanya. Dan ia merasakan pelukan Akira tambah mengerat, “Kamu kenal pria itu,?” tanya Dean lembut sambil mengelus kepala Akira.


Akira menggeleng dalam dekapan Dean tanpa mengeluarkan suara apapun, ia sekarang benar-benar takut sampai tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


“Akira,” pria itu mencoba meraih tangan Akira tetapi langsung ditepis oleh Dean dengan kasar. “Sepertinya Akira tidak ingin bertemu dengan anda, lebih baik jangan ganggu dia,” ucap Dean dingin sembari melayangkan tatapan angkuh penuh kuasa.


Pria itu mendengus kasar, menatap balik Dean dengan tidak kalah angkuh, “Lebih baik anda serahkan Akira pada saya sekarang. Saya kekasihnya Akira.”


Dean membelalak tetapi langsung kembali mengontrol mimik wajahnya. “Aku ingin pulang,” ucap Akira sangat pelan tapi masih terdengar di telinga Dean. “Dia pacar kamu Akira,?” tanya Dean.


Akira tidak menjawab, ia malah semakin memeluk Dean. Dean mengerti sepertinya ini bukan saatnya ia banyak bertanya pada Akira dan sepertinya juga Akira tidak ingin bertemu pria yang berada di hadapannya. “Iya ayo kita pulang,” ucap Dean.


Akira melonggarkan tangannya di tubuh Dean, berjalan menunduk agar tidak melihat wajah pria asing itu.


“Akira,” panggil pria itu tetapi tidak dipedulikan oleh Dean dan Akira, mereka tetap berjalan meninggalkan tempat Angkringan.


Pria asing itu mengikuti Akira dan Dean lalu meraih tangan Akira dengan kasar hingga membuat pelukan Akira terlepas dari tubuh Dean. Akira tersentak kaget dengan tubuhnya yang bergetar hebat melihat wajah yang ingin sekali ia lupakan dalam hidupnya.


“Tolong jangan ganggu aku lagi, Nando.” Lirih Akira ketakutan dengan suara yang bergetar. Dean yang melihat itu langsung melayangkan satu pukulan keras ke wajah tampan Nando, membuat Nando langsung tersungkur jatuh  ke jalan yang basah.


Nando meringis pelan, ia merasakan air liurnya menjadi asin karena sudut bibirnya yang berdarah. Nando terkekeh sinis menatap Akira dan Dean silih berganti. “Sekarang kamu punya pahlawan baru, Akira.? Dibayar berapa kamu sama pria itu, hah? Sepertinya kamu dibayar mahal melihat jas yang kamu pakai bukan jas biasa,” ucap Nando penuh ejekan.


Dean mengerang marah, ia mendekati Nando yang masih bersimpuh di jalanan dan kembali melayangkan satu pukulan di wajah pria itu, “Saya gak tahu apa hubungan anda dengan Akira tetapi melihat Akira yang ketakutan melihat anda, saya yakin anda sudah melakukan hal buruk pada Akira,” ucap Dean dingin sambil mencengkram kerah kemeja yang dipakai Nando lalu menghempaskan tubuh Nando dengan kasar.


Dean kembali menarik tubuh Akira masuk kedalam pelukannya, merengkuh tubuh itu dengan erat dan memberikan elusan lembut pada punggung Akira, “Gak perlu takut, aku disini,” bisik Dean ditelinga Akira.


Dean menoleh kebelakang sebelum melangkahkah kakinya meninggalkan Nando, “Jangan pernah tunjukan wajah anda lagi di depan Akira, atau melakukan macam-macam padanya. Sedikit saja anda melukai Akira, anda berurusan dengan saya,” ancam Dean dengan tajam lalu berjalan meninggalkan Nando.


Nando mengumpat ditempat, sudah hampir dua tahun ia mencari Akira tetapi susah sekali melacak keberadaannya. Saat sudah bertemu ia kembali kehilangan kesempatan untuk menjelaskan sebuah hal yang penting untuk wanita itu. “Akira, aku gak akan nyerah untuk ketemu kamu lagi, sampai kamu mau mendengar penjelasanku. Dan aku minta maaf atas kelakuan bodohku di masa lalu,” lirih Nando dengan penuh penyesalan.


...----------------...

__ADS_1


...🔹️🔹️🔹️...


Sebenarnya aku kurang bisa nulis tentang kekerasan atau nulis yang banyak konfliknya gaes, aku sukanya nulis yang romantis-romantisnya aja haha dan juga adegan hotnya haha (Plaakk.. Istigfar Thor). Mungkin cerita ini akan sedikit berbeda dengan dua cerita yang lain, sibungsu dan rahasia dibalik pernikahanku. Disini akan lebih banyak konfliknya tapi tidak akan terlalu banyak atau bertele-tele. Semoga kalian tetap setia mengikuti alur cerita ini ya, makasih yang sudah sempat membaca cerita ini. salam hangat dari Author amatiran.


__ADS_2