Aku Milikmu

Aku Milikmu
KESAL


__ADS_3

Shely selalu berusaha bekerja dengan rajin dan tekun. Tetapi selalu saja dianggap salah oleh atasannya tersebut. Setiap pagi, Shely datang dengan wajah yang ceria dan menyapa semua rekan kerjanya dengan senyum cerianya.


"Selamat pagi semua." Sapa Shely sambil melambaikan tangannya dengan ceria.


"Pagi juga dewi kecantikan." CEO Rudi menyapanya balik.


Setelsh memasuki ruangannya, perasaannya berubah menjadi kesal setelah melihat Pengacara Leo. Mengetahui Shely sangat kesal padanya, dia tak menghiraukannya.


"Sepertinya dia sengaja membuat aku kesal dan mengundurkan diri. huhh lihat saja tak akan aku biarkan. Jangan meremehkan seorang Shely. Lihat saja kamu pasti akan menyesal." Gerutu Shely sambil melirik pengacara tersebut.


Leo berjalan keluar darin ruangannya untuk bertemu dengan kliennya. Melihat ekspresi wajah Shely yang terlihat kesal, pengacara Leo berhenti tepat didepan meja Shely. Shely yang terkejut akan hal itu terkejut dan sedikit malu. Dia berdiri untuk memberikan salam hormatnya kepada atasannya tersebut.


"Saya akan keluar bertemu klien." Kata Pengacara Leo


"Baik Pak. Apakah saya perlu ikut dengan Anda?" Tanya Shely

__ADS_1


"Tidak, tidak. Kamu juga tak akan bisa melakukan apa apa." Kata Pengacara Leo lalu beranjak pergi keluar.


"Apa?? Tidak bisa melakukan apa apa? Dasar orang tidak punya perasaan. Perasaannya sudah mati kali ya." (Gerutu Shely merasa sangat kesal).


"Daripada Gila mikirin dia lebih baik aku makan siang bersama mereka". Kata Shely


Shely menghampiri rekan rekannya berniat untuk makan siang bersama mereka. Setelah makan siang, karena tidak ada yang hrus dilakukan mereka hanya mengobrol di kantor dan melalukan sebuah permainan. Mereka tak menyadari waktu karena terlalu asik mengobrol dengan Shely.


Beberapa saat kemudian, Pengacara Leo kembalui ke kantor dan melihat mereka semua hanya duduk bercanda tawa disaat jam kerja.


"Kamu.. ikut saya." Lanjut Pengacara Leo menunjuk kearah Shely.


"Dasar es dingin. Tidak bisa santai sedikit saja. Emangnya kita robot yang harus selalu bekerja." Gumam Pengacara Tomy lirih tapi Pengacara Leo mendengarnya.


"Aku bisa mendengarmu. Kalau hanya ingin bersenang senang tidak usah bekerja." Kata Pengacara Leo kembali berjalan menuju kantornya.

__ADS_1


Shely berjalan dibelakang Leo dengan perasaan takut tapi dia sangat kesal dengan perkataan Pengacara Leo baru saja. Sesampainya diruanganny6a Pengacara Leo terlihat sangat marah.


"Kamu datang kesini untuk tujuan apa sebenarnya? Bekerja atau hanya mencari hiburan untuk bersenang senang? Jika untuk bersenang senang, kamu memilih tempat yang salah. Ini kantor Firma Hukum untuk bekerja bukan tempat mainmu mencari huburan. Aku akan membiarkanmu bekerja disini selama 3 bulan, terserah dengan apa yang akan kamu lakukan, tapi jangan mempengaruhi mereka dengan cara mainmu." Kata Pengacara Leo dengan nada dinginnya.


"Maafkan saya pak." Kata Shely meminta maaf.


"Keluar dari ruangan saya." Kata Pengacara Leo menyuruh Shely keluar.


"Baik Pak." Shely keluar dengan raut wajah yang sangat kesal.


"Aku belum pernah bertemu orang sedingin dia sebelumnya didunia ini. Aku harap orang seperti dia hanya ada stu dan cukup dia. Dasar gila. Psikopat. Sukanya hanya mencari kesalahan orang lain saja. Lihat saja akan aku buktikan kalau aku bisa. Dan akan membuat kamu menyesal telah meremehkan aku." Kata Shely setelah sampai diruangannya dengan raut wajah yang sangat kesal. Shely sangat kesal mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut Pengacara Leo.


"Percuma sekolah tinggi, di bidang Hukum tapi mulut tak pernah sekolah." Lanjut gerutunya.


Sejak saat itu, Shely memutuskan untuk bekerja lebih giat lagi, karena dia tak ingin atasannya selalu meremehkannya.

__ADS_1


__ADS_2