Aku Milikmu

Aku Milikmu
Tiga Tahun Lalu IV


__ADS_3

“Aku membencimu, Sarah.” Ucap Dean memecah keheningan di dalam kamar tersebut. Tapi aku lebih membenci diriku sendiri, kenapa Tuhan memberikan aku nasib seperti ini? Aku mengira kebahagian yang aku rasakan bersama Sarah adalah hasil dari kesabaranku selama ini. Tapi ternyata apa yang aku dapatkan? Hanya kesakitan dan terus kesakitan yang aku dapatkan! Tuhan, Apakah Engkau sangat membenci diriku? Kenapa aku diciptakan hanya untuk merasakan sakit hati?


Sarah hanya tersenyum sinis sambil menengok ke arah Dean lalu mendorong tubuh pria yang berada di atas tubuhnya untuk menyingkir. “Rasa benciku lebih dalam daripada rasa bencimu padaku, Dean!” ucap Sarah sambil melangkah mendekat.


Dean sama sekali tidak menoleh pada Sarah, ia benar-benar merasa jijik pada wanita itu. Bahkan suara wanita itu terdengar lebih buruk dari pada suara keledai. Wanita yang begitu ia puja-puja kini terlihat seperti hewan yang paling menjijikan yang ada di dunia ini.


Sarah mendaratkan pantatnya di samping kasur dekat Dean dengan keadaan masih telanjang, bahkan cairan di inti tubuhnya belum sempat ia bersihkan. “Kamu tahu Dean? dikhianati oleh orang yang paling dicintai lebih menyakitkan daripada dibunuh. Dibunuh hanya merasakan sakit satu kali lalu setelah itu tidak merasakan sakit apapun, sedangkan dikhianati – sakitnya bisa bertahan bertahun-tahun atau bahkan tidak bisa hilang sampai menghembuskan nafas terakhir.”


“Dan aku ingin kamu merasakan kesakitan itu sampai mati!” lanjut Sarah setelah terdiam beberapa saat dan diakhiri dengan menyeringai jahat.


“Kenapa kamu melakukan ini Sarah? Apa kesalahan yang kuperbuat, hah?” Tanya Dean dingin.


“Kesalahan mu hanya satu, Dean, karena kamu anak dari Zenobia Maulik!” balas Sarah tak kalah dingin.


Dean langsung menoleh pada Sarah dengan wajah terkejut dan ekspresi wajah Dean sukses membuat Sarah tertawa keras.


“Ekspresi mu seperti orang tolol, Dean!” ucap Sarah mengejek setelah meredakan tawanya.


Dean kembali membuang muka. “Kamu bukan Sarah! Sarah yang aku kenal tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar apalagi melakukan perbuatan keji yang baru saja kamu lakukan.”


Sarah hanya tersenyum miring seraya berkata. “Bagaimana sekarang keadaan hati kamu, Dean? sakit banget ya, Melihat wanita yang dicintai mengkhianati kamu.?”


Dean hanya terdiam tidak membalas ucapan Sarah. Matanya memerah, rahangnya mengeras dan jari-jari tangannya mengepal kuat. Ia ingin sekali saat ini juga mencekik Sarah sampai wanita itu kesusahan bernapas. Dean benar-benar tidak mengerti kenapa tiba-tiba Sarah melakukan ini semua pada dirinya.


“Andai saja dulu ayah kamu tidak membunuh kakak kandungku mungkin ini semua tidak akan terjadi, Dean!” lanjut Sarah.


Mata Dean membelalak sambil menoleh pada Sarah. Apa maksud perkataan Sarah? ayah membunuh kakak kandung Sarah?


“Kamu tahu kan, ketika tahun 1998 terjadi krisis moneter di negara kita. Banyak sektor yang terkena dampak negatifnya begitupun dengan perusahaan milik ayahmu, Dean. Aku akui bahwa kakak ku yang dipercayai sebagai tangan kanan ayahmu telah berbuat kesalahan yang fatal. Kakak ku telah menggelapkan uang perusahaan sebesar miliarah rupiah lalu kabur begitu saja bersama aku yang tidak tahu apa-apa.”

__ADS_1


Dean benar-benar terkejut dengan peristiwa yang baru saja ia dengar. Ia sama sekali tidak tahu dengan kejadian itu dan lagipula saat tahun itu ia masih sekolah dasar, mana mengerti ia dengan persoalan orang-orang dewasa.


“Aku akui kakak ku sangat salah telah melakukan hal itu, tetapi setelah seminggu kakak kabur dia berniat untuk mengembalikan uang itu, kakak sama sekali tidak menggunakan uang itu dan kakak ku juga merasa tidak tenang karena telah mengkhianati orang yang begitu percaya dengan dirinya.


Kakakku akan menemui ayahmu untuk minta pengampunan tapi sebelum menjelang pagi tiba-tiba ada sekitar 3 orang yang masuk ke tempat tinggal kamu dan tanpa permisi atau mengucapkan satu dua patah kata kakak ku langsung di tembak. Di tembak dengan 7 kali tembakan dan hal itu terjadi di hadapan mata kepalaku sendiri yang masih berumur 7 tahun.”


Dean menelan salivanya yang begitu menyakitkan tenggorokannya. Ia tidak menyangka ayahnya bisa berbuat kejam seperti itu. Dean memang tahu ayahnya kejam tapi ia tidak sampai berpikir ayahnya bisa membunuh seseorang.


“Tutup tubuhmu, malam semakin dingin,” ucap pria asing itu sambil melingkarkan selimut pada tubuh telanjang Sarah. Dean hanya melihat dengan ekor matanya, ia benar-benar jijik pada kedua manusia itu.


Setelah menyelamatkan selimut di tubuh Sarah pria asing itu keluar kamar hanya dengan boxer lalu sekarang hanya ada Dean dan Sarah di dalam kamar tersebut.


“Lalu apa hubungannya pembunuhan itu denganku? Ayahku yang membunuh kakakmu lalu kenapa aku ikut dilibatkan?” tanya Dean dingin. Ia memang merasa kasihan dengan kisah tersebut tapi bukan berarti ia melupakan pengkhianatan yang baru saja Sarah lakukan di hadapan matanya.


Sarah hanya terkekeh kecil lalu menatap Dean dengan penuh benci. “Karena kamu anaknya lelaki sialan itu.” jawan Sarah dengan nada mencemooh.


Sekarang giliran Dean yang tertawa, “kamu benar-benar bodoh, Sarah. bukankah kamu sangat tahu bahwa ayahku sama sekali tidak peduli dengan diriku. Bahkan jika aku mati pun dia tidak akan peduli!”


Sarah tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya. “Kamu salah Dean! Aku yang bukan anaknya saja sangat tahu jika ayahmu sangat menyayangi kamu lebih dari apapun, bahkan ayahmu sangat takut kehilangan kamu, Dean. Maka dari itu cara yang paling menyakitkan untuk membalas dendam pada ayahku adalah dengan cara menyakiti kamu!”


Entah dari mana Sarah mengetahui hal tersebut karena selama ini Dean selalu merasa Ayahnya sama sekali tidak peduli dengan dirinya.


“Kamu pikir aku percaya dengan bualan kamu, Sarah?” Dean menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mengejek.


Sarah mengidikkan bahu acuh tak acuh. “Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang terpenting buat aku – kamu sudah tersakiti dan aku yakin rasa sakit itu akan terus bersemayam di hati kamu. Bukankah aku cinta pertama kamu, Dean. Wanita yang begitu kamu puja-puja.”


Cuih... Dean meludahi pas di wajah Sarah, membuat mata Sarah membelalak, tidak percaya dengan yang baru saja Dean lakukan. Sarah menggeram marah sambil mengepalan telapak tangannya kuat-kuat.


“Asal kamu tahu Sarah, ketika aku bangun tidur dan melihat kamu sedang melakukan perbuatan biadab, semua rasa yang pernah ada di hati aku buat kamu telah tergantikan dengan rasa benci yang tidak akan pernah hilang!” ucap Dean menghina.

__ADS_1


Sarah tertawa keras lalu menampar wajah Dean bolak balik dengan sekuat tenaganya, hingga membuat pipi Dean memerah memperlihatkan bekas tamparan. “Itu yang aku harapkan, Dean. Rasa benci itu akan menghancurkan hidup kamu, akan terus menghantuimu sepanjang hidup, akan terus bergentayangan di setiap mimpi kamu dan yang pasti kamu tidak akan pernah merasakan bahagia selagi rasa benci itu tetap bersemayam dihati kamu dan itu yang aku inginkan. Aku ingin kamu membenci aku melebihi membenci apapun yang ada di dunia ini!” ucap Sarah penuh penekanan sambil mencekik leher Dean dengan kuat.


Rasa benci adalah salah satu penyakit hati yang amat membahayakan, dimana ia akan menggerogoti seluruh ruang dalam hati, membuat si pemilik hati mati rasa, hampa dan hanya selalu ada rasa amarah dalam hatinya. membunuh hati seseorang lebih mengerikan daripada membunuh nyawa. Dia memang hidup tapi tak lebih seperti sebuah Robot dan lebih menyakitkannya lagi dia akan merasa iri jika melihat hidup orang lain bahagia.


Sarah menghempaskan leher Dean, membuat Dean terbatuk-batuk kecil. Dan Dean pun langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya. Cekikan Sarah sukses membuatnya sulit bernapas.


Sarah beranjak dari duduknya, tidak mempedulikan tubuhnya yang telanjang lalu berjalan ke meja Rias, membuka laci yang berada disana. Sarah tersenyum lebar melihat benda tajam yang begitu mengkilap terkena cahaya dari lampu.


Sarah mengambil pisau tajam itu dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, lalu berbalik badan menghadap pada Dean.


“Aku sangat membenci ayah sialan mu itu, Dean. Seharusnya pria brengsek itu mendengar penjelasan kakakku terlebih dahulu sebelum membunuhnya. Padahal kakak ku sama sekali tidak menggunakan uang itu tapi kenapa pria brengsek itu tetap membunuh kakak ku.?” Ucap Sarah dengan mata yang mengobarkan kebencian.


“Dan yang lebih menyakitkannya lagi – setelah kakak ku dibunuh, kalian tidak membiarkan jasadnya begitu saja. Kalian membuang tubuh kakak ku ke kolam ikan Hiu, menjadi santapan ikan Hiu yang kelaparan. Bukankah itu sama sekali tidak patut dilakukan manusia,? dimana letak kemanusiaan kalian,? sudah hilangkah hati nurani di dalam diri kalian? KENAPA KALIAN BEGITU KEJAM, PADAHAL KAKAK KU SAMA SEKALI BELUM MENGGUNAKAN UANG ITU.” Ucap Sarah dengan menggebu-gebu di akhir kalimatnya.


“Aku hanya punya kakak ku dan kalian malah membunuh satu-satunya keluargaku yang aku punya.!” Sarah berjalan mendekat sambil memainkan pisau yang terlihat begitu tajam.


Ayah, kenapa kamu begitu kejam? Aku tidak menyangka kamu sekejam itu. Dan sekarang justru aku yang menanggung kesalahan yang telah kamu perbuat. Aku benar-benar ingin bertanya pada mu, ayah. Apa sebenarnya kesalahanku hingga kamu begitu tega memberikan beban yang sangat berat.?


Dean hanya terdiam tidak mengeluarkan kata apapun, tidak tahu harus merespon seperti apa, karena ia pun mengakui bahwa yang diperbuat ayahnya benar-benar kejam. dan mata Dean terus menatap pada kilauan pisau di tangan Sarah.


Apa aku juga akan dibunuh seperti ayah membunuh kakak Sarah. Aku sangat senang jika malam ini aku harus mati karena aku sudah tidak kuat menghadapi kenyataan bahwa hidupku benar-benar hancur dan berantakan, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dalam hidupku ini.


“Kamu jangan terlalu tegang gitu, Dean. tenang saja, aku tidak akan membunuh kamu. Jika aku membunuhmu itu artinya – aku tidak ada bedanya dengan pria brengsek itu. Aku tidak ingin dicap sebagai seorang pembunuh,” Sarah mendaratkan pantatnya di dekat Dean sambil tersenyum menyeramkan.


“Kita hanya akan sedikit main-main dengan pisau ini.”


--------


Apa yang akan di lakukan Sarah? udah ada yang bisa nebak? Jangan lupa like, komen dan Votenya gaes :)

__ADS_1


__ADS_2