
“Kita batalkan saja pernikahan kita,” ucap Akira tiba-tiba sambil membuang muka ke arah lain.
Sungguh, Dean sangat tidak suka dengan kata yang baru saja keluar dari mulut Akira. Ia datang kesini untuk menghibur Akira. Dean yakin Akira pasti sangat sedih dengan anak mereka yang baru saja pergi.
Ya, bayi dalam rahim Akira keguguran karena Akira terjatuh saat dikejar oleh Brian. Saat Brian mencekam kedua pipi Akira dengan kasar, Akira langsung menepis lengan pria itu, namun saat ia akan melangkah pergi Brian menahan tangannya sambil mengeluarkan kata-kata kasar pada Akira.
Brian sangat dendam pada Akira, karena wanita itulah ia dipecat dari perusahaan yang dulu, dimana posisi jabatannya sudah sangat bagus. Akibat bocornya informasi perusahaan maka yang akan disalahkan adalah Brian, karena hanya dirinya, CEO, dan pemilik perusahaan yang tahu segala baik buruknya perusahaan tersebut. Dan jika rahasia perusahaan bocor maka Brian lah yang satu-satunya dapat disalahkan.
Mereka rugi besar atas kebocoran rahasia perusahaan dan mereka langsung curiga pada perusahaan Dean, karena perusahaan Dean lah yang paling diuntungkan dengan kondisi saat itu.
Brian kebingungan setengah mati ketika pimpinan perusahaan menyalahkan dirinya, ia tidak pernah teledor dengan rahasia perusahaan, dan baru tiga bulan lalu ia tahu bahwa wanita yang bersama di hotel dengannya adalah pelaku utama, si pencuri rahasia perusahaan yang menggunakan nama samaran Riana.
Brian cukup sulit mengetahui tentang Akira, karena jejak wanita itu hilang tak terbekas saat di pesta ulang tahun kala itu. seperti orang yang ditelan bumi, hilang tanpa jejak.
Ya, Dean sudah menghapus semua jejak Akira, hingga Brian tidak bisa menemukan apapun dan ketika Brian menyuruh seseorang untuk secara khusus mencari informasi wanita itu di perusahaan Dean, tetap saja tidak menemukan apapun selain nama asli wanita itu.
ditambah ia mengetahui jika Akira sudah keluar dari perusahaan Dean. membuat Brian tambah kesulitan. Bahkan orang suruhan Brian tidak bisa menemukan alamat Akira karena data pribadi Akira benar-benar di rahasiakan oleh Ethan dan Dean. Sungguh, Biran Sangat kesulitan mengetahui keberadaan wanita si pencuri itu.
Tapi ternyata Pada sore itu keberuntungan sedang memihak pada Brian, wanita yang dicarinya sedang berdiri cantik di depan area pemakaman. Awalnya Brian tidak percaya jika itu adalah wanita yang sudah lama ia cari, tapi setelah Brian pastikan, ia yakin wanita yang berdiri di area makam itu adalah wanita si pencuri.
Sebenarnya Brian tidak sengaja mengambil jalan area makam, karena ingin menghindari macet ia memilih jalan tersebut, dan ternyata siapa sangka ia malah menemukan sosok yang telah membuatnya hidup sengsara.
__ADS_1
Tuhan pun tahu bahwa ia sudah banyak berusaha untuk menemukan wanita itu dan sekarang waktunya pembalasan.
Brian akan membuat Akira menyesal seumur hidup karena telah berurusan dengan orang seperti dirinya. Brian bukan orang pemaaf apalagi rendah hati. Ia agak sedikit pendendam jadi jangan salah Brian jika Akira mendapatkan sesuatu yang amat menyedihkan.
Brian tersenyum puas.
Sebelum Brian memasukan Akira ke dalam mobil, ia menampar bolak balik pipi Akira dengan sangat kasar hingga Akira terjungkir ke jalanan. Akira terus memberontak ketika tubuhnya di tarik kasar ke dalam mobil.
Brian ingin sekali menghabisi wanita itu ditempat, tapi ia tidak mungkin melakukan hal tersebut di tempat terbuka, walaupun daerah makam sangat sepi tapi bisa saja sewaktu-waktu ada kendaraan yang lewat.
Karena Akira terus memberontak Brian kembali melayangkan tamparan pada pipi Akira, membuat pipi Akira bengkak luar biasa dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
Tapi kali ini Akira tidak diam, ia mencoba menyerang balik pada Brian. Jika ia terus diam karena mengkhawatirkan kondisi kandungannya maka yang terjadi akan sebaliknya, bisa jadi bayinya celaka akibat ia tetap diam.
Ya, Akira sadar. Ia hanya menguasai ilmu dasar bela diri, sedangkan Brian pasti sudah banyak menguasai segala macam ilmu bela diri. Tapi Akira bukan tipe wanita yang gampang menyerah. Walaupun kekuatannya tidak sebanding, Akira tidak kehabisan akal untuk menyerang Brian.
Setelah cukup lama perkelahian yang tidak seimbang itu, akhirnya Akira dapat melepaskan diri dari Brian. Akira melemparkan batu yang ada disampingnya ketika ia terjungkal ke jalanan, dan lemparannya sangat pas mengenai kening Brian.
Saat Brian lengah dengan kesakitan di keningnya, Akira dengan cepat menendang inti tubuh Brian dengan seluruh sisa tenaga yang ia punya. Suara jeritan melengking Brian terdengar sangat menyakitkan di gendang telinga Akira.
Akira tersenyum puas, ia kembali mengingat kata guru bela dirinya waktu dulu, bahwa dari semua teknik bela diri yang Akira kuasai, tendangan kaki Akira lah yang paling bagus diantara teknik yang lainnya. Jadi tidak heran jika Brian sangat kesakitan, mungkin setelah itu inti tubuh Brian tidak akan berfungsi kembali.
__ADS_1
Akira tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia langsung berlari meninggalkan Brian yang masih merintih kesakitan.
Ketika tengah berlari, Akira tersandung oleh polisi tidur yang cukup tinggi di tengah jalan. Akira yang tubuhnya lemas dan pandangannya sedikit buram tidak sadar jika ada polisi tidur di tengah jalan, Akira pun terperosok jatuh ke jalan aspal.
Akira meringgis kesakitan, pikirannya langsung tertuju pada sang cabang bayi dalam rahimnya. Akira yang memakai celana bahan panjang tidak bisa melihat ada darah yang keluar, tetapi ia bisa merasakan celana dan kulit pahanya.yang terasa basah.
Akira tidak berteriak minta tolong, takut tiba-tiba Brian muncul. Ia hanya meringis menahan sakit sambil menengok ke arah sekitar. Dan untungnya ojek online yang ia pesan lewat di hadapannya. Dan Tukang ojek online itu langsung membawa Akira ke rumah sakit setelah melihat kondisi Akira yang sangat mengenaskan.
Karena Akira yang sudah hampir tidak sadarkan diri, ojek online itu memesan taxi untuk mengantarkan Akira. Tetapi semuanya telah terlambat, setelah sampai di rumah sakit kandungan Akira telah keguguran, tidak bisa diselamatkan.
Setelah mendengar bayi dalam rahim Akira keguguran, Dean merasa sangat terpukul. Hatinya seperti dihantam batu besar, yang membuat hatinya sangat sakit. Lalu tiba-tiba Akira berkata akan membatalkan pernikahan yang telah mereka siapkan, menambah kesakitan hati Dean berkali lipat.
Dean berjalan lebih dekat hingga dirinya berada di samping Akira. “Aku rasa itu bukan kata-kata yang pantas kamu keluarkan disaat kamu baru saja sadar.” Ucap Dean dingin.
Akira menghela nafas pelan, masih belum melihat kearah Dean, “memangnya kata seperti apa yang pantas aku keluarkan setelah kehilangan bayi dalam rahimku?” sambar Akira.
Sungguh, pihak dokter atau siapapun belum ada yang memberitahu Akira, bahwa Akira keguguran. Namun tanpa ada yang memberitahu pun Akira sudah tahu bahwa dirinya keguguran, apalagi mengingat ia beberapa kali jatuh oleh serangan Brian dan Brian juga sempat menendang perut Akira dengan keras ditambah Akira yang terjatuh karena tersandung polisi tidur. Jadi, Akira dapat menyimpulkan anaknya tidak mungkin selamat.
Dan saat bangun pun Akira sudah bisa merasakan perutnya yang tidak ada tanda-tanda sang cabang bayi masil di dalam sana.
“Aku tidak ingin basa basi, sekarang tidak ada lagi alasan yang mengharuskan kita menikah. Bayinya sudah hilang, berarti pernikahan kita pun tidak perlu dilanjut” tambah Akira dengan dingin.
__ADS_1
Dean mengepalkan jari-jari tangannya sekuat mungkin, menahan rasa sakit sekaligus rasa marah melihat sikap Akira sekarang ini. Wanita itu tampak biasa-biasa saja dengan kejadian buruk ini, seperti tidak bersedih jika baru saja kehilangan anaknya.
Dean mendengus dengan kasar seraya berkata. “Sepertinya kamu sangat bahagia dengan kejadian ini, Akira. Tidak sedikit pun aku melihat kesedihan di wajahmu.”