Aku Milikmu

Aku Milikmu
......


__ADS_3

Dean mengepalkan jari-jari tangannya sekuat mungkin, menahan rasa sakit sekaligus rasa marah melihat sikap Akira sekarang ini. Wanita itu tampak biasa-biasa saja dengan kejadian buruk ini, seperti tidak bersedih jika baru saja kehilangan anaknya.


Dean mendengus dengan kasar seraya berkata. “Sepertinya kamu sangat bahagia dengan kejadian ini, Akira. Tidak sedikit pun aku melihat kesedihan di wajahmu.”


Akira menoleh pada Dean dengan tatapan malas. Ia menatap Dean beberapa saat seraya berkata. “Apa untungnya buat aku memperlihatkan kesedihan di hadapan kamu, hem? Aku bukan tipe orang yang memperlihatkan kesedihanku di hadapan orang asing!” ucap Akira santai.


Dean menggertakan gigi menahan kesal. Entah kenapa setiap ucapan yang keluar dari mulut Akira semakin membuat hati Dean berdenyut sakit.


Dia menganggapku orang asing? Lalu dia anggap apa kedekatan kita selama ini.?


“Kamu nggak perlu berpura-pura kuat dihadapanku, Akira. Kamu bisa menangis sepuasnya.” Ucap Dean, ia menganggap – mungkin karena Akira baru saja kehilangan anaknya dia menjadi bersikap dingin. Ya, seharusnya ia tidak terlalu bawa emosi dengan ucapan Akira.


Akira terkekeh pelan sambil menundukan kepala. “Kita tidak sedekat itu! kita hanya sekedar mantan bos dan karyawan, yang terpaksa harus bersama karena suatu kecelakaan. Jadi, jangan bersikap seolah-olah kita dekat, dan kamu juga tidak perlu bersikap simpati dengan keadaan aku.” Akira menjaga nada bicaranya seperti biasa saja, tanpa emosi atau menunjukan rasa sakit hatinya. Akira ingin sekali menangis saat ini juga, tetapi ia tidak ingin menangis di hadapan Dean.


Akira tidak ingin terlihat lemah dan dikasihani oleh Dean.


Sedangkan Dean dadanya sudah kembang kempis menahan rasa kesal yang semakin menjadi-jadi di dalam hatinya. Akira yang ada di hadapannya sangat berbeda jauh dengan Akira yang ia kenal. Dean memang pernah merasakan sikap Akira yang dingin seperti itu di awal-awal kedekatan mereka, tetapi tidak sedingin sekarang.


“Sudah aku bilang, kamu tidak perlu berpura-pura kuat di hadapanku, Akira! Dan Jika sikap dingin kamu ini dikarenakan ulah aku yang memanggil wanita komersial lagi, kamu bisa langsung marah sama aku. Tidak perlu bersikap tidak jelas seperti ini!” sambar Dean dengan sedikit menaikan nada suaranya.


“Tapi sebelum kamu marah, kamu harus mendengar penjelasan aku terlebih dahulu. Alasan aku memanggil wanita komersial lagi.” Lanjut Dean.

__ADS_1


Kali ini Akira tertawa kecil, membuat bahunya sedikit bergetar. Ia menarik napas dalam-dalam, menahannya sebentar lalu menghembuskan perlahan. Akira kembali menoleh pada Dean dengan tatapan yang memancarkan ketegasan, seraya berkata. “Aku rasa kita sudahi saja basa basinya!! Lagi pula apapun alasan kamu memanggil wanita komersial lagi- itu tidak akan mengubah apapun.”


“Dan satu hal yang harus kamu tahu, Dean. Aku sama sekali tidak marah dengan kebiasaan burukmu itu, Aku tidak peduli kamu mau tidur dengan wanita manapun.!! Aku meminta kamu berhenti melakukan hal itu hanya karena mengkhawatirkan kondisi anakku kelak, aku tidak ingin anakku yang sudah tidak ada itu malu mempunyai ayah seperti kamu.” Ucap Akira tegas sambil terus menatap Dean.


Akira menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. “Tapi ternyata anak itu lebih memilih pergi daripada terlahir kedunia dengan mempunyai orang tua seperti kita. Dia tahu bahwa jika dia lahir ke dunia, dia tidak akan mendapatkan kebahagiaan dari kedua orang tua yang terpaksa harus bersama karena alasan dirinya.”


Dean tidak langsung menyahuti ucapan Akira yang terkesan kasar namun ada benarnya. Dean pun terkadang merasa khawatir dengan anaknya jika terlahir kedunia. Apakah anaknya akan bangga mempunyai ayah seperti dirinya? Apakah ia bisa menjadi ayah yang berperan seperti pahlawan untuk anaknya? Tetapi seburuk apapun diri Dean, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa ia akan menjadi ayah yang hebat untuk anaknya kelak, ia akan membuat anaknya menyombongkan diri kepada teman-teman sebayanya karena mempunya ayah yang hebat.


“Lebih baik kita sudahi saja percakapan kita ini, dan kamu tenang saja, aku akan membayar setengah dari biaya pernikahan kita.” Ucap Akira setelah beberapa saat mereka saling terdiam.


Semua biaya pernikahan menggunakan uang milik Dean, karena pernikahan ini batal jadi lebih baik Akira ikut membayar setengahnya agar tidak terlalu merugikan Dean.


Dan Dean pun tidak berusaha menjelaskan kenapa ia memanggil wanita komersial, karena seperti yang Akira ucapkan, itu tidak akan mengubah apapun yang ada di antara mereka. Dan tidak ada pula alasan kenapa ia harus tetap melanjutkan pernikahan tersebut, mereka menikah bukan karena alasan cinta melainkan tuntutan dari sebuah keadaan.


Setelah Dean menutup pintu, Air mata Akira langsung turun deras membasahi pipi. Ia berbaring dengan perlahan, tidur menyamping membelakangi pintu. Satu tangannya ia gunakan untuk membekap mulutnya sendiri, sedangkan satu tangannya digunakan untuk mencengkram baju di bagian dada.


Kamar itu terlihat sunyi, tidak ada suara apapun dalam kamar tersebut, seperti penghuninya sedang tertidur nyenyak, padahal kenyataannya sang penghuni sedang menangis amat menyedihkan. Cicak yang berada dikamar itu pun ikut menangis melihat tangisan yang amat memilukan, dan para semut pun berhenti dengan kesibukannya, ikut menangis melihat derai air mata yang begitu deras keluar dari pelupuk mata.


Walaupun Akira tidak pernah mengharapkan kehadiran bayi itu tapi ia sudah menyayangi nya setulus hati, apalagi ia sudah membayangkan jika hidupnya nanti tidak akan sendirian lagi, dan sekarangan hatinya sangat sakit dengan kepergian bayi itu.


Tidak ada kata apapun yang keluar untuk menunjukan bagaimana sakitnya hari Akira saat ini. Cukup air mata yang berbicara, bagaimana terpuruknya keadaan Akira dengan nasib yang sangat menyedihkan.

__ADS_1


Sejak kecil sudah ditinggalkan oleh sang ibu, tidak diterima oleh nenek kakeknya, lalu ditelantarkan oleh ayahnya sendiri. Tak hanya sampai disitu, setelah ditelantarkan oleh sang Ayah, Akira hampir menjadi korban Jual Beli Manusia dan ketika sudah dewasa hampir juga menjadi korban pemerkosaan oleh teman yang paling dekat dengan dirinya. Lalu sekarang, saat dirinya kembali berharap mempunyai kehidupan yang bahagia, ternyata harapan itu kembali membuatnya kecewa.


Hidup ini terlalu keras bagi wanita seorang diri itu.


______


Dean menatap rumah tua yang terletak di pinggiran kota, rumah itu adalah tempat terakhir kali ia bersama dengan wanita bernama Sarah dan rumah itu juga menjadi tempat yang paling tidak ingin Dean injak setelah kejadian tiga tahun yang lalu. Tapi sekarang Dean harus masuk ke rumah itu dengan hati yang amat marah. Malam ini Dean akan melakukan pembalasan yang sangat sadis pada seorang pria yang bernama Brian di rumah itu. Ah Dean lupa, nama aslinya bukan Brian, tapi Theo.


Setelah pulang dari rumah sakit, Dean langsung menyuruh Ethan untuk menangkap Theo malam ini juga. Ia tidak ingin menunggu esok hari untuk membalaskan apa yang telah diperbuat pria itu, apalagi saat mengingat kembali memar-memar di wajah mulus Akira.


Dean tidak akan membuat orang yang telah membunuh anaknya hidup mudah begitu saja. Hidup keras ini telah banyak merubah pribadi seorang Dean, yang tadinya lembut penuh keceriaan berubah menjadi sosok yang amat menakutkan.


Sikap lembut itu hampir kembali pada diri Dean, namun sekarang kelembutan itu telah kembali menghilang tanpa bekas setelah kejadian beberapa jam yang lalu.


Dean sudah tahu kejadian detail yang menyebabkan Akira keguguran. Di hati yang paling dalam ada sedikit rasa menyalahkan diri sendiri. Ya, andai saja kala itu ia tidak menyuruh Akira menjalankan rencana berbahaya itu, mungkin Brian tidak akan membalas dendam pada Akira. Dan mungkin tidak akan terjadi hubungan apapun antara Dean dan Akira. Karena pada malam pesta ulang tahun itu adalah awal mula semuanya terjadi.


“Sepertinya malam ini aku akan melihat orang mati untuk yang kedua kalinya di rumah tua itu” Monolog Dean lalu keluar dari mobilnya dan berjalan ke rumah tua tersebut.


--------------------


Gimana udah bosen belum dengan jalan ceritanya? hehehe........ Makasih bagi kalian yang udah like, komen dan Vote. Tanpa dukungan dari kalian mungkin Author tidak akan melanjutkan cerita ini. Peluk hangat dari jauh :)

__ADS_1


__ADS_2