Aku Milikmu

Aku Milikmu
Sesuai dugaan.


__ADS_3

Sekarang Akira termenung di dalam kamarnya memikirkan apa yang dikatakan Julian saat dikantin, yang bercanda mengatainya hamil. jujur Akira sedikit takut dengan hal itu, bagaimana kalau ia beneran hamil? Hampir dua bulan Akira tidak mendapatkan datang bulan ditambah beberapa hari ini ia suka muntah di pagi hari dan merasa mual mencium aroma-aroma yang padahal biasanya ia tidak mual mencium aroma tersebut.


Akira mengambil ponselnya dan mulai membuka internet mencari artikel tentang tanda-tanda wanita hamil. Akira membaca dengan cermat, tidak ada satu kata pun yang lewat dari perhatiannya. Ia tidak hanya membaca pada satu sumber tapi beberapa sumber yang lainnya juga. Di sebagian tanda-tanda wanita hamil ada yang terjadi pada dirinya dan sebagiannya juga tidak. Dan di artikel juga mengatakan memang tidak semua ibu hamil mengalami tanda-tanda tersebut.


Jantung Akira mulai berdetak tidak karuan, pikirannya mulai di isi dengan pikiran-pikiran negatif, dari awal ia sudah sangat menghkawatirkan hal ini. Akira ingin menanyakan perihal Dean yang mengeluarkan benihnya di dalam atau di luar, pria itu pakai pengaman atau tidak saat berhubungan dengannya. Karena saat malam itu Akira sama sekali tidak sadar. Bukan tidak sadar karena pingsan melainkan ia terlalu menikmati sesuatu yang belum pernah ia rasakan. Jadi, saat malam itu Akira tidak memikirkan Dean pakai pengaman atau tidak.


Akira ingin menanyakan hal itu, tapi ia tidak berani. Jangankan berbicara dengan Dean berhdapan dengannya saja Akira tidak berani. Ia terlalu malu pada dirinya sendiri.


“Apa aku beli tespek sekarang aja ya, buat mastiin aku hamil atau enggak, tapi ini udah jam 11 malam.” Gumam Akira, ia berdiri dari dari duduknya lalu berjalan bolak balik disekitar kasur.

__ADS_1


“Sekarang ajalah aku beli, lebih cepat lebih baik,” Akira pun memutuskan untuk ke apotek 24 jam. Ia mengambil switer dan kunci motornya lalu keluar rumah.


Sejak 8 minggu yang lalu setelah ia melakukan percintaannya dengan Dean, Akira memang menyesal melakukan hal itu tapi ia tidak bisa menampik bahwa ia sangat menikmati percintaanya dengan Dean. Akira bahkan bangun di jam 11 siang mengakibatkan ia tidak masuk kerja. Akira bangun lebih dulu dari pada Dean, dan Ia menyadari telah melakukan kesalahan yang patal, saat itu juga Akira langsung bersiap-siap pulang ke rumahnya. Namun, saat ke luar kamar Akira bertemu dengan Ethan yang sedang duduk sambil mengurusi pekerjaannya.


Mereka saling menatap satu sama lain, tapi Akira langsung memutuskan tatapan itu, Akira yakin bahwa Ethan tadi pagi masuk ke kamar Dean untuk membangunkan pria itu dan pasti Ethan melihat ada Akira sedang tidur bersama Dean dengan keadaan tidak memakai sehelai kain pun. Tiba-tiba Akira didera rasa malu yang luar biasa, berharap pria itu tidak melihat tubuhnya yang polos saat masih tidur. Akira tidak menyapa Ethan ia dengan cepat berjalan keluar rumah. Entah, Akira harus bersikap seperti apa ketika nanti bertemu Dean dan Ethan saat di kantor nanti.


Dan setelah kejadaian itu Akira tidak pernah lagi berbicara pada Dean, mereka tidak membahas apapun soal kejadian malam itu. jika ada pekerjaan yang mengharuskan ia bertemu pria itu, sebisa mungkin Akira menghindar dan meminta tolong pada Julian untuk menggantikannya berhadapan dengan Dean, Akira tidak tahu sampai kapan ia menghindar tapi untuk saat ini ia belum siap berhadapan dengan Dean, ia terlalu malu akan dirinya sendiri, mana bisa ia merelakan dirinya tidur bersama sang tuan. Mungkin kejadian pertama itu hanya kecelakaan tapi yang kedua ia melakukan hal itu dengan keadaan sadar.


Begitulah keadaan Akira setelah kejadian pada malam itu, ia bahkan berencana untuk mengunduran diri karena sudah tidak merasakan kenyamanan. Siapa yang nyaman bekerja dengan kondisi seperti itu walaupun gaji yang di dapatkan lebih banyak dari pada di perusahaan-perusahaan lain. Bagi Akira kenyaman tempat bekerja nomer satu kemudian yang lainnya menyusul dan saat kini ia sudah tidak nyaman bekerja di perusahaan Dean.

__ADS_1


Setelah membeli 5 buah tespek, Akira segera menuju kamar mandi untuk segera memastikan dirinya hamil atau tidak. Anjurannya memang dipakai saat pagi hari setelah bangun tidur tapi Akira tidak peduli, pada malam ini juga ia langsung menggunakan tespek tersebut. terlalu lama jika harus menunggu sampai pagi hari.


Dengan tubuh yang sedikit gemetar dan jantung yang mulai berdetak kencang, Akira memandangi hasil tespek tersebut dan betapa lemasnya tubuh Akira setelah melihat dua garis merah di tespek tersebut. diperiksa di malam hari saja dua garis itu terlihat jelas dan tidak memungkinkan jika hasilnya tidak akurat.


Akira menjatuhkan dirinya di atas kasur dan tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya, ini pertama kalinya Akira menangis setelah berjanji untuk tidak pernah menangis lagi ketika umur 10 tahun. Namun malam ini air matanya berlalu lantah keluar membanjiri pipinya. Rencana hidupnya yang telah ia susun semikian rupa seketika roboh setelah melihat hasil tespek tersebut.


Dengan lirih Akira menangis menyembunyikan wajahnya dikedua telapak tangannya, malam ini Akira tidak mencoba memberhentikan tangisannya, nasibnya ini memang pantas untuk ditangisi. Akira ingin mengadu tapi Ia tidak punya tempat untuk mengadu. Ia ingin berbagi cerita kepedihannnya ini, berharap rasa sakit dalam hatinya sedikit berkurang tapi sayang, ia sama sekali tidak punya tempat untuk berbagi cerita, semua kepahitan hidupnya ia tanggung sendiri tanpa ada orang yang menguatinya, tanpa ada orang yang memberinya semangat. Semuanya ia jalani sendiri.


Seharusnya pada malam itu aku tidak naik ke lantai dua dan mendengarkan tuan Dean bermain piano, seharusnya aku langsung menghindar ketika tuan Dean ingin menciumku, seharusnya aku langsung pulang kerumah dari pada menunggu hujan reda, seharusnya ini semua tidak terjadi. Kenapa aku harus terlena pada malam itu, Tuhan? Apa yang harus aku lakukan pada bayi ini? aku harus melakukan apa?

__ADS_1


Sepanjang malam Akira terus menangis, merutuki semua kebodohannya. Semua kepahitan hidupnya terasa berkali-kali menyakitkan. Akira tahu tangisannya ini tidak bisa merubah apapun, tangisannya ini tidak akan bisa mengembalikan ia pada 8 minggu yang lalu dan semenyasal apapun dirinya, semuanya sudah terlanjur terjadi tapi untuk malam ini biarkan ia menangis sejadi-jadinya, meluapkan segala kesakitan dalam hatinya, hidupnya ini sudah terlalu berat untuknya.


Bunda maafkan aku, malam ini aku gak bisa menahan Air mataku untuk tidak keluar. Bunda selama ini aku sudah berusaha menjadi wanita yang kuat tapi ternyata aku tidak bisa kuat seperti yang aku bayangkan. Malam ini aku kalah oleh keadaan, Bunda.


__ADS_2