Aku Milikmu

Aku Milikmu
Kalah atau Menang?


__ADS_3

Suasana menjadi canggung setelah Akira menanyakan kejadian tiga tahun lalu pada Dean. Dean langsung melepaskan pelukannya di tubuh Akira dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang Akira ajukan. Bahkan Dean memberi jarak cukup jauh antara tubuhnya dan tubuh Akira.


Akira hanya bisa menghela nafas panjang menerima perubahan sikap Dean, sepertinya pria itu memang belum percaya menceritakan kejadian tiga tahun lalu dan Akira juga tidak bisa memaksa walaupun ia ingin sekali tahu.


Dan saat makan malam bersama pun Dean lebih banyak diam walaupun Akira mencoba mencairkan suasana dengan membahas beberapa topik obrolan, namun Dean hanya menjawab dengan singkat hingga akhirnya Akira tidak lagi mencoba mengajak Dean berbicara.


“Dean marah ya, gara-gara aku tanya kejadian tiga tahun lalu?” tanya Akira memberanikan diri sebelum Dean masuk kamar yang berbeda dengan kamar yang Akira tempati.


Dean yang hendak membuka pintu kamar menoleh pada Akira lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


“Terus kenapa dari tadi diam saja?” tanya Akira lagi. Ia tidak suka didiamkan seperti ini, jika ia salah karena telah lancang menanyakan masa lalu Dean, kenapa tidak langsung dimarahi saja. Akira lebih suka dimarahi daripada didiamkan seperti sekarang ini.


Dean tersenyum miring lalu mendekat pada Akira dan memeluk wanita itu. “Sungguh aku tidak marah, Akira, aku hanya merasa tidak enak saja dengan kamu.” Dean menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya, “kamu sudah menceritakan kisah kamu dengan Nando tapi aku belum siap menceritakan kisahku di tiga tahun lalu, itu adalah tahun yang paling buruk untuk-ku Akira. Jika aku menceritakannya, itu sama saja membuka luka lama kembali.”


“Maaf,” ucap Akira sambil mengeratkan pelukannya.


“Maaf untuk apa?”


Akira mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Dean, “Maaf sudah mengajukan pertanyaan yang membuat hati kamu kembali sakit.”


Dean tersenyum kecil, “seharusnya aku yang minta maaf karena belum bisa menceritakan hal tersebut.”

__ADS_1


Akira hanya tersenyum sambil mengangguk lalu melepaskan pelukannya di tubuh Dean. Sebelum ia masuk ke dalam kamar ia menjijitkan kaki untuk bisa mencium bibir Dean dan tubuh Dean pun seketika mematung mendapatkan ciuman dadakan tersebut.


“Good night,” ucap Akira dengan pipi bersemu merah.


Belum sempat Akira membuka pintu kamar, Dean telah menarik tangan Akira hingga membuat dada Akira menabrak dada Dean dan sekarang giliran tubuh Akira yang mematung mendapatkan ciuman lembut di bibirnya. Sungguh, Akira tidak bermaksud menggoda ia mencium Dean hanya sebagai ucapan selamat malam.


Jika tadi Akira hanya mengecup bibir Dean sekilas maka berbeda dengan Dean yang memagut bibir Akira dengan lembut lalu berubah menjadi ciuman panas.


Seharusnya Akira tahu bahwa Dean tidak bisa disenggol oleh Akira, disenggol sedikit saja pria itu langsung terpancing birahinya apalagi itu pelakunya adalah Akira, wanita yang selama ini menjadi pantasinya bermain solo. Seperti barusan, Akira hanya sekilas mengecup bibir Dean tapi telah membangunkan singa yang tertidur. Dean memang sangat lemah oleh sentuhan Akira.


“Dean, kamu tahu kan, kalau aku tidak akan melakukan hal itu sebelum kita berada dalam status yang sah,” ucap Akira terengah-engah setelah Dean melepaskan ciumannya.


Dean kembali memagut bibir Akira, tidak menghiraukan ucapan Akira barusan. Sekarang ia punya strategi cantik untuk membuat Akira memohon untuk dipuaskan. Dean tidak akan memakai cara lama, dimana ia terlalu cepat masuk ke permainan inti. Ia akan membuat Akira terlena hingga lupa dengan namanya sendiri.


Ciuman Dean semakin menuntut hingga Akira susah mengimbangi ciuman tersebut dan perlahan Dean membuka pintu kamar yang ditempati Akira, berjalan sambil berciuman sampai tubuh Akira di baringkan di atas kasur.


Dean melepaskan pagutan bibirnya dan bibir Akira, menatap Akira yang tergeletak pasrah di atas kasur. Ia mengusap perlahan bibir Akira yang mulai membengkak dan Akira hanya terdiam, memejamkan mata, membiarkan apa yang Dean lakukan.


“Cantik,” bisik Dean di hadapan wajah Akira, masih mengusap-ngusap bibir Akira.


Akira membuka matanya dan langsung dihadapkan dengan bola mata Dean yang juga sedang menatapnya dengan jarak yang sangat dekat. Mereka saling menatap satu sama lain dalam waktu cukup lama hingga akhirnya Dean kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Akira. Namun kali ini ciuman yang Dean berikan sangat lembut tidak seperti yang sebelumnya.

__ADS_1


Karena saking lembutnya ciuman Dean, membuat hati Akira bergetar sekaligus menghangat dan menganggap jika ciuman itu berasal dari pria yang mencintainya dengan tulus, karena tidak biasanya Dean menciumnya selembut ini. Bisa dikatakan jika ciuman ini yang paling menyentuh hati Akira daripada ciuman yang lalu-lalu.


Akira mengalungkan tanganya ke leher Dean, membalas setiap pagutan yang Dean berikan. Setelah beberapa saat mereka melepaskan ciuman tersebut, saling menatap beberapa detik lalu kembali mengulangi ciuman lembut itu.


Dean melepaskan ciumannya lalu mencium pipi kiri Akira hingga merambat ke daun telinga. Akira mengerang dengan mata tertutup ketika Dean menghisap dan menggigit lembut daun telinganya.


“Dean,” rancau Akira saat tangan Dean bermain dengan lihai di atas dadanya dan ciuman Dean pun sudah turun ke bagian leher.


“Kita tidak bisa bermain lebih jauh, Dean,” ucap Akira dengan terbata-bata, ia harus segera menghentikan apa yang dilakukan Dean, karena ia tidak akan benar-benar memberikan apa yang Dean mau. Walaupun tubuh Akira berkata lain dan menginginkan lebih.


Dean kembali menghiraukan ucapan Akira, ia masih sibuk membuat jejak merah di sekitar leher Akira dan satu tanganya bermain di dada Akira, sedangkan satu tangannya lagi sedang merayap ke area paling sensitif wanita itu.


Akira mengerang keras saat tangan Dean mengelus inti tubuhnya di luar dress sambil di tekan-tekan. Satu hal yang Dean pelajari, bahwa alarm keamanan Akira akan berbunyi ketika tangannya langsung bersentuhan dengan kulit bagian inti tubuh wanita itu. Jadi kali ini Dean akan benar-benar bermain cantik hingga membuat Akira memohon untuk dipuaskan.


Perlahan tangan Dean menyingkap dress yang Akira pakai, tidak membuat wanita itu sadar jika sekarang bajunya sudah bergulung di bagian pinggang, memperlihatkan bagian paha dalam yang masih tertutup benda segitiga.


Dean tidak langsung menyentuh bagian tersebut, ia yang sebelumnya sedang asik bermain dengan dada Akira kembali mencium bibir wanita itu dan memposisikan tubuhnya di atas tubuh Akira.


Malam ini aku akan membuat kamu menyerah, Akira. Kamu akan termakan dengan ucapanmu sendiri. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita, tidak akan aku biarkan lagi kamu menolak. Bahkan aku akan membuat kamu terus meminta lagi dan lagi, aku jamin itu!


Tubuh kamu sungguh membuat aku gila, Akira. Batin Dean.

__ADS_1


__ADS_2