
Sorepun telah tiba, sudah waktunya pulang. Mereka berkumpul diluar kantor untuk berangkat bersama sama menuju restoran yang sudah dipesan oleh CEO Rudi untuk merayakan pesta penyambutan Shely sebagai anggota baru di Firma Hukum.
Sesampainya direstoran, mereka menuju meja yang sudah disediakan.
“Pengacara Leo belum datang?” Tanya CEO Rudi
“Tadi katanya mau bertemu klien untuk makan malam.” Jawab Shely
Shely merasa agak kesal karena di pesta penyambutannya, atasannya tak ada disana padahal dia sekretarisnya.
"Ya sudah, semua ayo pesan. Jangan lupa ini adalah pesta penyambutan jadi kita harus pesan beberapa botol alkohol." Kata CEO Rudi
"Oke." Jawab Tomy
Setelah selesai makan malam, mereka mengobrol dan pelayan restiran menyiapkan beberapa botol alkohol.Karena merasa kesal Shely memulai meminumk alkohol tersebut.
"Wahhh.. Shely apakah kamu kuat minum?" Tanya Vena
"Aku kuat kok tenang saja." Jawab Shely
Shely sudah terlalu banyak minum, dia mulai mabuk.
"Shely kamu jangan banyak minum, kamu sudah mabuk." kata Tomy
__ADS_1
"Aku belum mabuk kok." Jawab Shely
Shely sangat mabuk malam itu, kepalanya tersandar dimeja karena dia sudah tak kuat mengangkatnya. Karena yang dibuatkan pesta penyambutan sudah mabuk, semua memutuskan pulang setelah makan. Shely berjalan ditopang oleh Vena dan Anggun.
Di perjalanan menuju pintu keluar dari restoran, Tomy melihat pengacara Leo yang datang terlambat.
“Lahh, itu Pengacra Leo.” Kata Tomy sambil tangannya menunjuk kearah Pengacara Leo.
“Oh iya. Kenapa dia sangat terlambat?” Tanya CEO Rudi.
Mendengar bahwa Pengacara Leo datang, Shely langsung bangun dan melepaskan diri dari topangan Vena dan Anggun.
“Mana Pengacara Leo? Ohh itu dia.” Kata Shely dengan tangan menunjuk kearah Leo
“Hati hati Shely kamu sedang mabuk.” Kata CEO Rudi mengkhawatirkannya.
“Siapa bilang aku mabuk? Aku gak mabuk kok.” Kata Shely
Pengacara Leo berhenti dari jalannya. Karena melihat Shely berjalan kearahnya.
“Pak Leo kenapa terlambat. Anda tahu kan ini adalah pesta penyambutan sekretaris Anda?” Tanya Shely berteriak marah.
Leo tetap diam tak menjawab sepatah katapun. Shely berjalan semakin dekat dengannya, dan mengangkat tangannya hendak memukul Pengacara Leo. Belum sempat memukul Shely terjatuh tepat didepannya Shely. Dan Leopun menghindar tak menangkapnya.
__ADS_1
“Shely.” Teriak Vena yang berlari menolong Shely yang terjatuh.
Leo tetap diam ditempatnya tak bergerak sedikitpun apalagi menolong Shely.
“Kamu jahat banget sih. Shely jatuh didiemin saja gak ditolong.” Kata Vena marah kepada Leo.
Merasa tak ada sesuatu yang penting, Pengacara Leo berbalik dan pergi.
“Wahhhh dasar jahat dia, tahu sekretarisnya jatuh gak ditolong malah pergi. Kenapa dulu Shely gak dikasih dibawah bimbingan saya saja pak. Saya orangnya setia, tampan dan juga baik hati.” Kata Tomy menyombongkan dirinya kepada CEO Rudi.
“Dan manja?” Kata Anggun menambahkan deskripsi Tomy
“Gak mungkin aku membiarkan dewiku bersama anak manja kayak kamu.” Kata CEO Rudi
Mendengar jawaban CEOnya tersebut, Tomy hanya diam menelan ludah. Tak tahu harus menjawab apa.
CEO Rudi menelepon Vito (manager Shely) untuk menjemput Shely. Beberapa saat kemudian Vito sampai direstoran tersebut dan membawa Shely pulang. Diperjalanan pulang, setelah agak sadar Shely hanya berteriak teriak karena rasa malunya. Dia berpikir betapa malunya dia besok jika bertemu dengan rekan rekan kerjanya.
"Kamu kenapa Shely?" Tanya Vito
"Haaaaaa betapa malunya aku." Jawab Shely hampir menangis.
"Sudah sudah kamu istirahat dulu saja." Suruh Vito.
__ADS_1