Aku Milikmu

Aku Milikmu
MULAI PEDULI


__ADS_3

Seperti aktivitas setiap pagi, vito menjemput Shely kerumahnya untuk berangkat bekerja. Sebelum Shely keluar dia mendapat telepon dari CEO Rehan.


(mengangkat)


“Hallo Pak.” Sapa Vito


“Besok kamu temani Jihan shooting, karena managernya sedang sakit.” Kata CEO Rehan.


“Tapi bagaimana dengan Shely? Aku tidak tega ninggalin dia sendiri.” Kata Vito mengkhawatirkan Shely


“Kamu kan bisa memesan taksi untuk menjemput dan mengantarkannya bekerja.” Kata CEO Rehan


Vito tak berani menolak. Tak lama kemudian, Vito melihat Shely keluar dari gerbang.


“Ya sudah ya pak, ini Shely sudah keluar saya mengantarnya dulu.” Kata Vito.


Melihat Shely keluar dari gerbang rumahnya, Vito bergegas mematikan teleponnya.


"Pak, telepon saya matikan dulu. Ini Shely sudah datang. Nanti saya hubungi lagi." Lanjut Vito mematikan telepon.


(Shely membuka pintu mobil)


“Telepon dari siapa kak? Kok aku keluar buru buru dimatiin teleponnya.” Tanya Shely penasaran.


“Bukan dari siapa siapa kok. Gak penting.” Jawab vito


Vito menjalankan mobilnya. Diperjalanan menuju kantor, Vito terpaksa harus berbohong kepada Shely.


“Shely.” Panggil Vito


“Iya.” Jawab Shely

__ADS_1


“Lusa kamu berangkat kerja sendiri gak papa ya?” Kata Vito


“Kamu mau kemana kak?” Tanya Shely


“Lusa ada acara bakti sosial dan aku jadi panitianya.” Jawab Vito


“Ya udah gak papa.” Kata Shely


“Aku kirim taksi ya?” Kata Vito mengkhawatirkan Shely


“Kakak kan tau aku gak pernah naik taksi. Udah tenang aja. Kakak fokus aja sama kegiatan baksos. Besok aku gampang.” Kata Shely


Sesampainya di kantor Firma Hukum, Shely masuk ke kantor dan mendapat pengumuman bahwa nanti malam adalah acara makan bersama untuk penyambutannya. Shely setuju akan hal itu. Tak lama setelahnya,  Pengacara Leo datang dan CEO Rudi memberitahunya. Shely berjalan ke ruangannya.


“Pengacara Leo, nanti malam ada acara makan malam. Untuk pesta penyambutan dewi kita disini.” Kata CEO Rudi memberitahunya.


“Kenapa ada pesta penyambutan segala? Bukannya dia hanya ada disini selama 3 bulan.” Kata Leo


“Ya biar sama kaya yang lain aja. Pokoknya kamu datang.” Kata CEO Rudi


Seperti biasa, sikap dinginnya yang selalu dia tunjukkan. Dia berjalan keruangannya.


"Dasar tak berperasaan. Padahal acara ini untuk sekretarisnya, tapi dia sama sekali tidak perduli. Apakah hatinya sudah berubah menjadi batu?" Kata Vena.


"Sudahlah, kita kembali bekerja." Sahut Anggun.


Semua kembali bekerja seperti biasa. Setelah berada didalam ruangan selama kurang lebih 1 jam,  Pengacara Leo berjalan keluar ruangannya untuk bertemu klien.


“Saya akan keluar untuk bertemu dengan klien.” Pamit Pengacara Leo


“Baiklah. Apakaha perlu saya ikut dengan Anda?” Jawab Shely

__ADS_1


"Oh.. tidak tidak saya akan pergi sendiri." Jawab Pengacara Leo


"Saya akan menunggu Anda saat makan siang." Lanjut Shely


"Tidak... Tidak usah menunggu saya. Saya belum tau kembali jam berapa." Sahut Pengacara Leo


"Saya akan mencoba menunggu, karena saya adalah sekertaris Anda, jadi saya harus menemani Anda seperti makan." Jawab Shely.


"Terserah kamu saja.  Tapi saya tidak janji." Kata Pengacara Leo, lalu pergi meninggalkan Shely.


Sudah waktunya jam makan siang. Vena mengajak Shely makan siang tetapi dia menolaknya karena harus menunggu Leo pulang dan makan siang bersamanya. Karena sudah sewajarnya seorang sekretaris mendampingi atasannya untuk makan siang juga.


Jam makan siang hampir selesai dan Leo tak kunjung kembali,  perutnya sudah memberontak karena kelaparan. Dia pun tak biasa makan sendirian. Akhirnya dia tak makan apapun, hanya membuat minuman didapur kantor. Leopun tak kunjung datang.


Disaat bertemu klien dan makan siang bersama dengan kliennya, Pengacara Leo tak henti hentinya melihat jam ditangannya. Berfikir "Apakah dia sudah makan siang?" Setelah selesai makan siang dia membungkuskan Shely makanan dan buru buru kembali kekantornya.


Sesampainya dikantor, dia melihat Shely duduk diruangannya sambil memegangi perutnya karena lapar.


"Kamu sudah makan siang?" Tanya Pengacara Leo.


Shely hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar bodoh, bukannya tadi saya bilang tidak usah menunggu saya." Kata pengacara Leo dengan wajah dinginnya.


Pengacara Leo menyerahkan makanan yang sengaja dia bungkus untuk Shely.


"Makan ini." Lanjut Pengacara Leo


"Terimakasih Pak." Kata Shely sambil berterimakasih kepada atasannya tersebut.


Tak menggubris ucapan Shely, Leo begitu saya pergi keruangannya.

__ADS_1


"Terserahlah yang penting aku bisa makan sekarang. Aku sangat lapar." Kata Shely kepada dirinya sendiri.


Setelah selesai makan, dia melanjutkan mencari informasi tentang tata cara menjadi sekretaris. Karena sejak pekerjaannya berantakan Pengacara Leo sama sekali tidak memberinya tugas tugas layaknya seorang sekretaris.


__ADS_2