
Sudah 4 jam lebih Dean uring-uringan menunggu kehadiran Akira di rumah wanita itu. Setelah menerima undangan yang diberikan pak Yudi dan mengetahui jika Akira tahu bahwaia bersama seorang wanita panggilan, ia langsung pergi ke rumah Akira. Namun sudah empat jam lebih Dean di rumah Akira, wanita itu belum juga pulang. Entah kemana Akira pergi, ditelepon pun nomornya tidak aktif-aktif. Sungguh Dean mencemaskan keadaan Akira.
Dean sadar Akira pasti sakit hati mengetahui ia masih memanggil wanita komersial, tapi sungguh, Dean tidak benar-benar menyentuh wanita komersial itu. Ia memanggil wanita komersial hanya untuk memastikan dirinya, bahwa ia memang hanya menginginkan Akira, bukan wanita lain.
Dean masih sangat penasaran dengan dirinya sendiri, dimana birahi dan hasratnya hanya bangkit ketika bersama Akira, Dean hanya ingin mengetahui apa penyebab dirinya menjadi seperti itu. Jadi ia sengaja pada pagi itu memanggil wanita komersial dan kembali membuktikan jika ia memang hanya menginginkan Akira.
Bahkan tidak sampai setengah jam Dean bersama wanita komersial itu, karena setelah melihat wanita itu telanjang, Dean seakan-akan melihat makanan yang sudah busuk, jangankan berselera untuk makan, yang ada hanya timbul rasa mual, begitupun saat Dean melihat wanita panggilan itu ketika telanjang.
Sungguh, Dean masih sangat penasaran yang menyebabkan dirinya seperti hanya menginginkan Akira. Dean sadar setelah kejadian di puncak ia semakin tidak bisa mengendalikan diri saat bersama Akira, bawaannya ingin selalu menempel pada Akira, ingin kembali menyentuh kulit halus milik Akira, dan dirinya merasa lebih tertantang untuk menaklukan Akira, membuat wanita itu menyerah dengan pertahanan dirinya.
Sedikit saja bahu mulus Akira terlihat, itu sudah bisa membangkitkan gairah Dean. Apalagi jika melihat bagian tubuh yang lain, mungkin Dean akan langsung menerkam Akira tanpa aba-aba, seperti Macan yang sudah berminggu-minggu tidak makan, sekalinya melihat mangsa maka tidak akan membiarkannya lepas.
Begitulah Dean minggu-minggu terakhir ini, bawaan nya ingin selalu berbuat mesum jika sedang bersama Akira, maka dari itu Dean ingin mengetahui penyebab dirinya menjadi seperti itu, karena rasanya sangat tidak nyaman jika inti tubuhnya terus dalam keadaan tegang. Apalagi akhir-akhir ini ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Akira, membahas tentang pernikahan mereka berdua.
Dean berjanji, jika Akira sudah pulang ia akan menjelaskan semuanya pada Akira, termasuk keanehan dirinya yang selalu bergairah jika berdekatan dengan Akira. Dean tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan Akira, apalagi ia dan Akira sebentar lagi akan menikah.
Entah sudah berapa kali Dean terus melihat ke arah jam tangannya, yang sekarang sudah menunjukkan pukul 6 sore dan belum ada tanda-tanda Akira akan pulang.
Dean juga sudah menyuruh Ethan untuk melacak keberadaan Akira, namun sampai saat ini belum ada kabar dari Ethan.
“Akira, kamu kemana?” monolog Dean sambil terus melihat ke arah luar. Ia kembali menelpon nomor Akira tapi hasilnya tetap sama seperti beberapa jam yang lalu, masih belum aktif.
Dean menjambak rambutnya dengan frustasi sambil mengerang kesal. Ia berjalan mondar-mandir di sekitar ruang tamu.
__ADS_1
Bagaimana jika Akira meninggalkan aku akibat ia sakit hati dengan kejadian tadi pagi? Ya, Akira bisa saja pergi tanpa memberitahu aku... tapi tidak mungkin, aku yakin, Akira bukan wanita yang mempunyai pikiran sedangkal itu. Ia tidak mungkin pergi meninggalkan aku, ayah dari bayi yang dia kandung. Akira pasti akan meminta penjelasan dari aku, dia wanita cerdas, tidak akan memutuskan sesuatu perkara dengan gegabah, apalagi kami sebentar lagi akan menikah.
Ya, aku yakin, Akira tidak akan meninggalkan aku dan membatalkan pernikahan kami. Tapi tunggu dulu... Sejak awal Akira memang tidak menuntut aku untuk tanggung jawab, dia tidak mempermasalahkan jika aku tidak tanggung jawab, jadi bisa saja Akira pergi meninggalkan aku hanya karena aku memanggil wanita panggilan lagi.
Oh, Ya Tuhan. Kenapa aku menjadi takut sekali ditinggalkan Akira? Oh, tidak tidak tidak. Akira pasti akan kembali dan ia akan percaya padaku setelah mendengar semua penjelasan dariku. Ya, aku yakin itu.
Dean menghela nafas panjang, mencoba untuk menenangkan dirinya dan kembali duduk di sofa.
Ketika Dean mendengar nada telepon masuk ke ponselnya, ia dengan sigap meraih ponsel di atas meja dan langsung menerima telepon itu tanpa melihat nama yang menelpon.
“Hey Akira, kamu dimana? Aku dari tadi menunggu kamu di rumah. Kamu jangan dulu salah paham dengan kejadian aku memanggil wanita pa—“
“Maaf tuan Dean, ini saya Ethan, bukan Akira!” ucap Ethan memotong ucapan Dean.
Dean menghela napas kecewa, ia melihat nama yang tertera di layar ponsel dan ternyata nama Ethan bukan Akira. “Sorry, aku kira Akira yang menelpon. Bagaimana, sudah menemukan keberadaan Akira?” tanya Dean.
Dean sontak berdiri dari duduknya dengan wajah berseri, ia amat bahagia mendengar posisi Akira sudah ditemukan. “Dimana dia sekarang?” tanya Dean dengan penuh semangat, sangat berbeda sekali dengan intonasi ucapan sebelumnya.
Dean mengambil kunci mobil dan bergegas keluar rumah, bersiap untuk menjemput Akira. Namun setelah mendengar jawaban Ethan, langkah Dean mendadak berhenti, mematung di tempat.
“Akira berada di rumah sakit,” jawab Ethan.
Dean terdiam beberapa saat, berharap ia salah dengar atau Ethan yang salah memberi informasi.
__ADS_1
“Apa katamu, Ethan? Suaramu kurang jelas,” ucap Dean dengan kikuk.
Dean mendengar helaan napas Ethan di seberang sana, ia benar-benar berharap bahwa ia salah dengar.
“Akira sekarang berada di rumah sakit, untuk lebih jelasnya lebih baik Tuan Dean cepat kesini.”
Tiba-tiba jantung Dean berdetak tak karuan, khawatir akan kondisi Akira. Dean langsung mematikan ponselnya dan langsung menuju rumah sakit yang telah Ethan kirimkan alamatnya.
Oh Tuhan, walaupun aku tidak suka berdoa padamu, walaupun aku meragukan keberadaanmu tapi aku mohon untuk kali ini saja, tolong jangan sampai ada hal buruk terjadi pada Akira. Tolong jangan buat aku kecewa lagi, Engkau telah mengambil ibuku, mengambil waktu ayah untukku, mengambil wanita yang amat aku cintai, mengambil kebebasan yang aku punya, Engkau telah mengambil semuanya dariku.. tapi aku mohon untuk kali ini saja, jangan ambil Akira dari aku.
Sekarang aku sadar, bahwa aku hanya menginginkan Akira.
____________
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Akira kembali sadar. Dean segera masuk ke dalam kamar, dimana Akira di rawat.
Akira dan Dean saling menatap satu sama lain setelah Dean masuk ke dalam kamar. Dean melangkah lebih dekat dengan tatapan yang terus mengarah pada Akira.
Ketika tinggal beberapa langkah lagi menuju kasur tempat Akira berbaring, langkahnya mendadak berhenti.
“Kita batalkan saja pernikahan kita,” ucap Akira tiba-tiba sambil membuang muka ke arah lain.
----------
__ADS_1
Hayolohhh..... pernikahannya batal. gimana, kalian sedih atau senang?
jangan lupa like, komen dan votenya gaes :)