
Keesokan harinya, CEO Rudi datang dengan membawa seikat bunga dan penampilan yang berbeda dengan biasanya. Dan dengan rambut yang diberi terlalu banyak minyak.
“Ada acara apa pak? Tumben rapi bener? Ada bencana apa semalam?” Tanya Anggun yang terkejut melihat CEOnya yang tak seperti biasanya.
“Haaa?? Bencana? Gak ada bencana. Kita akan kedatangan seorang Dewi kecantikan kita.” Kata CEO Rudi
“Dewi kecantikan kita?” Tanya Vena dengan bingung.
"Siapa Pak?" Tanya Anggun.
"Dewi kecantikan??" Gumam Tomy penasaran
“Tapi kalian bersikap biasa saja. Jangan terlalu berlebihan untuk menyambutnya. Yang natural saja.” Kata CEO Rudi dengan Pdnya.
“Bukannya Bapak yang terlalu berlebihan disini?” Gumam Anggun.
“Apa?” Tanya CEO Rudi tak begitu mendengar karena suara Anggun yang lirih.
“Enggak kok Pak.” Kata Anggun sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Semua berkumpul dengan penasaran siapa si dewi kecantikan ini. Semua saling tatap dan merasa bingung dengan CEO Rudi.
__ADS_1
Tak lama kemudian, datang seseorang dari balik pintu Firma Hukum “FOR YOU”. Seseorang yang tampak seperti dewi yang sangat cantik. Semua terpana dengan kecantikannya. Perhatian mereka semua tertuju pada keindahannya yang seperti dewi itu. Semua menatap kagum akan kecantikannya.
"Waow.. benar benar dewi kecantikan." Gumam Tomy
“Hallo. Selamat pagi, perkenalkan nama saya Shely. Untuk kedepannya mohon bantuannya.” Kata Shely memperkenalkan diri.
“Ehh hallo, saya Vena. Besok kapan kapan beritahu saya ya make up yang kamu pakai.” Kata Vena memperkenalkan diri
“Saya Anggun.” Kata Anggun
“Perkenalkan saya Tomy. Orang paling tampan dan setia di Firma Hukum ini.” Kata Tomy memperkenalkan diri juga.
“Ehm. Mohon kerjasamanya ya. ” Kata Shely sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
“Iya benar.” Kata CEO Rudi dan memberikan seikat bunga yang dibawanya.
"Waaaaa... Makasih ya pak, sampai repot repot membawakan bunga segala." Kata Shely sembari mencium bunga tersebut.
"Ahhh sama sama. Semoga betah ya bekerta disini." Kata CEO Rudi sambil tersenyum.
“Bapak, apakah sudah selesai. Dan kami bisa kembali untuk bekerja?” Tanya Anggun berbalik untuk melanjutkan pekerjaannya tanpa menunggu jawaban dari CEOnya.
__ADS_1
Suara Anggun membuat CEO Rudi tersadar dari lamunannya.
"Oh ya silahkan kembali bekerja." Kata CEO Rudi tapi hanya Shely yang ada didepannya karena semua sudah kembali ke meja mereka masing masing. CEO Rudi tampak sedikit malu dengan Shely dan hanya memberi senyum tipis untuk menghilangkan rasa malunya.
CEO Rudi merangkul pundak Shely dan mengajaknya pergi keruangannya untuk membicarakan apa saja yang harus dia kerjakan selama 3 bulan kedepan. Dia menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Shely. Shely mendengarkan dan mencoba memahami semua tugasnya selama dia bekerta di Firma tersebut. CEO Rudi menjelaskan secara detail tentang semua tugas Shely. Dia juga memberitahu agar hati hati dengabn Atasannya yang mempunyai sifat dingin. Shely hanya tersenyum dan yakin dengan sifatnya yang ceria dan mudah akrab akan membuat Atasannya itu luluh.
Shely dan CEO Rudi mengobrol cukup lama. Sekitar pukul 14.00 CEO Rudi menyuruh Shely untuk pulang dan menyiapkan diri untuk besok. Shely berpamitan untuk pulang dan beranjak keluar dari ruangan CEO Rudi.
Vito menjemputnya dan mengantarkannya pulang kerumah. Setelah sampai dirumah Shely tersenyum senyum sendiri dan membuat sang manager bingung.
"Kamu kenapa?" Tanya Vito
"Seneng aja kak, mulai besok aku akan dapat pengalaman baru. Dan aku akan kembali menjadi arts setelah sekian lama aku vakum." Jawabnya tetap tersenyum.
Vito ikut senang dengan semangat Shely yang membara tersebut.
"Aku belikan makan siang dulu ya. kamu belum makan." Kata Vito.
"Iya kak." Jawab Shely
Vito keluar membelikan Shely makan siang. Beberapa saat kemudian dengan membawa dua bungkus makanan. Merekapun makan bersama. Setelah makan selesai, Vito menyuruh Shely mandi dan beristirahat karena harus menyiapkan tenaganya buat besok.
__ADS_1
Setelah Shely beristirahat, Vito meninggalkan rumah Shely dan pulang.