
Dean menatap Akira dengan tatapan yang sulit dibaca, entah apa yang ada di pikiran Dean setelah mendengar kedekatan Akira dan Nando. Jujur saja ada sedikit yang membuat hati Dean tidak nyaman mendengar kedekatan Akira dengan Nando. Dari semua cerita yang Akira ceritakan Dean bisa mengambil kesimpulan jika Akira dan Nando mempunyai hubungan sangat dekat walaupun mereka tidak pacaran, mungkin semacam teman tapi mesra.
Dan Dean juga sedikit salut dengan perjuangan Nando yang ingin membuat Akira jatuh cinta padanya. Namun sayang, pria itu justru memilih jalan yang salah, yang membuat Akira menjauh dari dia. Karena perasaan Nando yang begitu dalam pada Akira dia memilih rencana busuk dengan cara memiliki Akira seutuhnya.
Kala itu Nando melihat Akira diantarkan pulang oleh seorang pria yang tidak Nando kenal, mereka terlihat akrab dan tertawa bersama sebelum Akira masuk kedalam kosan. Nando yang melihat hal itu sangat panas, apalagi saat pria itu dengan lancang mencium pipi Akira. Dan rasa panas itu menjadi sebuah kemarahan saat ia melihat Akira tidak memarahi pria itu karena sudah mencium pipinya dengan lancang.
Nando sudah menunggu satu jam lebih di kosan milik Akira. Ia sudah sangat merindukan wanita itu karena sudah satu minggu ia tidak bertemu dengan Akira disebabkan kesibukannya di tempat kerja. Ia kira akan mendapatkan sambutan hangat ketika bertemu Akira tapi justru ia harus bersabar selama satu jam lebih menunggu kedatangan Akira lalu mendapatkan tontonan yang begitu menyakitkan matanya.
Dari situlah muncul pikiran ingin memiliki Akira dengan seutuhnya, Nando merasa sudah cukup ia berjuang dengan cara baik untuk membuka hati Akira. Nando tahu alasan Akira belum percaya membuka hati untuk dirinya karena wanita itu mempunyai kenangan buruk di masa kecil dengan sang ayah, yang menyebabkan Akira takut memulai hubungan dengan pria manapun.
Tapi kali ini Nando tidak memperdulikan masa kecil Akira yang pernah wanita itu ceritakan, yang ada dipikiran Nando sekarang adalah membuat Akira menjadi miliknya seorang, agar tidak ada pria yang lancang menyentuh wanita miliknya.
Kejadian buruk itu pun terjadi saat Akira dan Nando berhadapan, tanpa banyak bicara Nando langsung menarik tangan Akira masuk kedalam kosan dan membawa wanita itu ke dalam kamar Akira sendiri. Saat itu kosan dalam keadaan sepi karena memang penghuni kosan semuanya para pekerja dan saat itu masih jam kantor.
Akira hampir saja putus asa ketika semua baju yang ia pakai sudah terlepas dari tubuhnya. Ia sudah melawan dengan semua tenaga tapi tenaga Nando lebih kuat darinya, Akira juga berusaha mengeluarkan jurus karate yang pernah ia pelajari tapi lagi-lagi Nando bisa mengetahui semua trik yang ingin Akira keluarkan karena Nando dulunya adalah senior di tempat Akira belajar karate dan di saat itu pula ia dan Nando berkenalan dan menjadi dekat.
Tapi ternyata Tuhan masih berbaik hati pada Akira, saat Akira hampir menyerah tidak melawan tiba-tiba pintu kamar terbuka. Ibu Ranti istri pak Adi datang menjadi penolong kehidupan Akira.
__ADS_1
Ibu Ranti yang melihat kejadian memilukan itu langsung memukul Nando yang sudah dalam keadaan telanjang seperti Akira. Jika ibu Ranti telat satu detik saja maka hancurlah kehidupan Akira oleh Nando, luka lama yang Akira simpan dengan rapi kini kembali terbuka oleh kebejatan Nando.
Saat itu ibu Ranti dan pak Adi sudah membantu Akira merawat kosan, tapi mereka belum tinggal di dalam kosan, masih pulang pergi. Akira meminta ibu Ranti tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun termasuk ke pak Adi.
Ibu Ranti memaksa Akira melaporkan kejadian tersebut ke pihak polisi tapi Akira sama sekali tidak melaporkan, banyak sekali yang Akira pikirkan jadi ia memilih untuk tidak melaporkan ke pihak polisi. Akira justru memilih meninggalkan kosan tersebut dan memulai kehidupan baru, mencari suasana baru untuk melupakan kejadian memilukan itu.
Tidak mudah bagi Akira kembali bangkit, ia merasa seperti wanita yang dikutuk, yang tidak dibiarkan bahagia sedikitpun. Dan Hati Akira semakin tertutup untuk lelaki manapun setelah kejadian itu. Setiap ada lelaki yang mendekat, ia selalu berusaha menjauh.
Dan hal itu juga menjadi salah satu sebab Akira tidak terlalu menuntut pertanggungjawaban dari Dean dengan kehamilannya ini. Akira terlalu takut memulai hubungan dengan pria manapun apalagi dengan pria macam Dean yang sering tidur dengan wanita panggilan.
“... Sebenarnya aku sudah hampir lupa dengan kejadian Nando yang hampir memperkosa aku karena kejadian itu udah lama banget, tapi saat aku ketemu dia lagi aku keingat kejadian itu lagi.” Akira telah menceritakan hubungannya dengan Nando pada Dean, semua yang Dean tanyakan Akira jawab dengan jujur tidak ada yang ditutupi.
“Sekarang ada aku, Akira. Kamu bisa berlindung padaku dari segala macam bahaya yang akan datang,” ucap Dean lembut lalu mencium puncak kepala Akira cukup lama. Ia benar-benar ingin melindungi Akira bukan hanya sekedar omong kosong.
Akira tersenyum sambil membalas pelukan Dean. apakah aku boleh menaruh harapan pada pria ini? aku takut jika aku kembali merasakan kepahitan seperti dulu.
“Bagaimana kalau yang bahaya itu adalah Tuan Dean sendiri?” tanya Akira sambil mendongak menatap Dean.
__ADS_1
“Maksud kamu?”
“Bisa ajakan Tuan Dean kaya Nando.”
“Ck... kamu tenang aja aku gak akan seperti pria brengsek itu.”
“Tapi dua hari kemarin Tuan Dean juga hampir memaksa aku buat melakukan hal itu, kan? Terus pake acara marah segala lagi.”
“Yang ada juga kamu, kenapa kamu nggak ketakutan saat kita berhubungan badan, justru kamu kelihatan sangat menikmati sentuhan aku? Sama seperti malam dua hari kemarin, aku tahu ya kamu menikmati semua sentuhan aku sampai kamu mendesa—“
Akira membekap mulut Dean dengan kedua tangannya agar pria itu tidak melanjutkan ucapan yang membuat Akira malu setengah mati. Ia kembali teringat saat kedua kalinya ia berhubungan intim dengan Dean. Apa yang dikatakan Dean benar, Akira sangat menikmati semua sentuhan pria itu dan sama sekali tidak ketakutan. Akira juga tidak tahu alasannya, apa mungkin karena ia terlalu terpesona dengan sosok Dean? Entahlah Akira belum menemukan alasannya! Yang pasti alasannya bukan karena Akira mencintai Dean.
“Udah udah, jangan bahas itu lagi! Intinya sekarang Tuan Dean sudah tahu hubungan aku dengan Nando. Jadi tidak perlu mengkhawatirkan pertumbuhan anak kita,” ucap Akira sambil memalingkan wajah ke arah lain.
Dean tersenyum kecil melihat rona merah di pipi Akira, dan hatinya selalu merasa hangat ketika Akira mengatakan ‘anak kita’ Dean suka dengan kata tersebut.
Untung aku yang pertama membobol Akira, ya walaupun tubuh polos Akira pernah di lihat si brengsek itu. Bagaimana jadinya jika saat itu Akira benar-benar di perkosa, mungkin saat ini hubungan kami tidak akan seperti ini... Eh, kenapa aku merasa seperti pria beruntung yang mendapatkan Akira? Oh Dean, kamu sekarang menjadi pria aneh.! Aku tidak mungkin, kan jatuh cinta pada Akira? Ini hanya sekedar rasa bertanggung jawab saja karena Akira sedang mengandung anakku!
__ADS_1
____________________________________
Maaf ya gaes baru uptade, cuma satu lagi. ;) semoga kalian selalu setia menunggu up novel ini. Happy Reading :)