Aku Milikmu

Aku Milikmu
MALU


__ADS_3

Paginya, seperti biasa Shely berangkat bekerja diantar oleh managernya. Dia masih berteriak teriak karena rasa malunya.


            “Apa yang harus aku lakukan. Semua gara gara pengacara sombong itu. Haaaaaa.” Teriak Shely, kedua tangannya menutupi wajahnya karena rasa malu.


            “Apa kamu berhenti saja? Aku khawatir sama kamu.” Kata Vito mengkhawatirkannya


            “enggak enggak. Aku harus tetap bekerja untuk membuktikan kepada pengacara sombong itu bahwa aku bisa. Semangat.” Kata Shely sambil mengangkat kedua tangannya sejajar didadanya, untuk menyemangati dirinya sendiri.


            “Semangat.” Vito ikut menyemangatinya.


            Setelah sampai di kantor, Shely masuk dengan perasaan malu. Semua melihat Shely dengan senyum senyum mungkin karena mereka ingat dengan kejadian semalam. Shely langsung menuju ruangannya


dengan rasa malunya, belum lagi nanti kalau sampai bertemu dengan Leo. Setelah masuk ruangan, dia lega karena Leo sudah duduk diruangannya.


Selama bekerja, Shely tak berani menatap Pengacara Leo karena rasa malunya. Tapi dia berfikir, bahwa dia perlu meminta maaf atas sikapnya yang memalukan tadi malam. Shely berjalan menuju ruangan Pengacara Leo.


(Mengetuk pintu)


"Masuk." Suruh Pengacara Leo


"Pak." Panggil Shely.


"Ada apa?" Tanya Pengacara Leo.


"Soal sikap saya tadi malam saya mau meminta maaf karena mungkin saya tidak sopan." kata Shely.

__ADS_1


"Kamu tau cara meminta maaf tapi tidak tau cara menjaga sikap didepan atasan?" Tanya Pengacara Leo dingin.


"Maafkan saya Pak, mungkin saya terlalu mabuk. Jadi tidak bisa mengendalikan sikap saya." Kata Shely tetap meminta maaf.


"kamu punya dendam kepada saya?" Tanya Pengacara Leo


"Tidak pak.. Tidak. Saya tidak sengaja melakukannya." Shely menjelaskan


"Baiklah. Saya maafkan." Kata Pengacara Leo.


"Terimakasih Pak." Kata Shely sambil menundukkan tubuhnya.


"Tapi besok lagi kalau sampai terulang, mungkin saya tidak akan melepaskan kamu." Kata Pengacara Leo tetap berada dalam mode dingin.


 Pengacara Leo keluar dari ruangannya. Dia akan pergi makan siang dengan seorang kliennya.


"Saya akan pergi makan siang dengan klien. Kamu pergi makan siang sendiri hari ini." Pamit Leo


  “Tapi pak, aku gak biasa makan siang sendirian.” Kata Shely


“Kamu bisa makan siang bersama dengan yang lain.” Kata Leo menyarankan


“Baik pak.” Jawab Shely.


            Leo berjalan keluar untuk pergi bertemu kliennya. Sedangkan Shely menunggu jam makan siang tiba. Setelah tiba jam makan siang Shely keluar dan ingin pergi makan bersama rekan rekannya yang lain. Mereka makan siang bersama. Mereka semua tak henti hentinya mengejek Shely, dan membuat Shely sangat malu karena kejadian semalam.

__ADS_1


"Shely, apakah kamu ingat tadi malam kamu hampir saja memukul Pengacara Leo dan belum sempat memukul kamu sudah terjatuh pingsan karena mabuk?" Ejek Vena sambil tertawa keras.


"Haaaa aku malu sekali. Kenapa aku sangat memalukan." Teriak Shely dan kedua tangannya menutupin wajahnya.


Melihat ekspresi Shely malu, mereka hanya tertawa lepas. Betapa polosnya Shely saat itu.


"Sudah sudah tidak apa apa. Jangan Malu. Tapi aku akui kamu berani, karena belum ada diantara kita yang berani memperlakukan Pengacara Leo seperti itu." Kata Tomy.


"Dan kamu lihat ekspresi wajahnya, dia sangat terkejut." Lanjut Vena tertawa.


"Kita belum pernah lihat ekspresi wajahnya yang seperti itu. Yang kami lihat hanya wajahnya yang dingin. setiap kali ingat wajahnya yang terkejut aku geli ingin tertawa." Kata Tomy


"Iya ya. Kalau dipikir pikir ini pertama kalinya kita melihat wajahnya yang seperti itu." Lanjut CEO Rudi.


Shely semakin malu mendengar semua penjelasan dari mereka.


"Udah tidak usah malu. Kalau aku berada diposisimu pasti aku akan lakukan hal yang sama karena rasa kesalku." Kata Vena.


"Tapi itu sangat memalukan." Kata Shely


"Udah tidak apa apa. Berkat kamu kantor ini menjadi terlihat hidup." Lanjut Anggun.


"Tapi tetap saja aku malu." Gumam Shely.


Semua hanya tertawa mendengar jawaban Shely dan melihat ekspresinya yang tampak jelas terlihat malu. Setelah selesai makan siang mereka kembali kekantor.

__ADS_1


__ADS_2