
Azimah dan Andra sedang dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba ponsel Andra berdering, Andra menoleh sekilas. Anastasia menghubunginya. Andra mengangkat panggilan tersebut dalam mode mengemudi.
"Hallo, Sayang. Ada apa?" kata Andra pelan, penuh kelembutan dan kehangatan.
"Ayah, Ayah berjanji akan membelikan Anas hot dog yang banyak. Anas mau hot dog sekarang, Ayah" sahut Anastasia di seberang telepon.
Andra menoleh pada Azimah yang kini menahan tawa mengingat apa yang terjadi tadi pagi.
"Iya, Sayang. Ayah akan belikan" kata Andra canggung.
"Tidak mau, Anas mau yang di buatkan Ibu Selma. Seperti tadi pagi" jawab Anastasia dengan suara lucunya.
"Baiklah, besok kita akan sarapan di rumah Ibu Selma" jawab Andra meyakinkan.
"Anas mau malam ini." rengek Anastasia.
Andra pun menghela nafas panjang.
"Anas ...," panggil Azimah lembut.
"Siapa kau?" tanya Anas sinis.
Andra dan Azimah saling menatap.
"Ini 'Kak Azimah, Anas mau hot dog?" tanya Azimah pelan.
"Iya, Anas mau!" jawab Anas yang kembali sopan.
"Mau 'Kak Azimah buatkan?" tawar Azimah..
"Kak Azimah bisa membuat seperti yang Ibu Selma buat?" Anastasia mulai tertarik.
"Tidak sama persis, tapi Kakak jamin rasanya tak kalah enak dengan buatan Ibu Kakak!" ujar Azimah penuh keyakinan.
"Baiklah, Anas mau. Tapi harus malam ini!" pinta Anastasia.
"Baiklah, Kakak akan buatkan. Kakak dan Ayah sedang dalam perjalanan pulang. Anas tunggu, ya!" kata Azimah.
"Baiklah" sambungan pun terputus.
Andra menatap Azimah sekilas, lalu fokus dengan kemudinya lagi.
"Apa ini tak merepotkan?" tanya Andra.
"Tidak, lagi pula buat hot dog tidak begitu sulit!' jawab Azimah santai.
Andra tersenyum mendengarnya..
__ADS_1
"Anas sulit akrab dengan orang luar. Tapi dengan kau, Anas bisa akrab dengan mudah. Aku senang melihatnya" ujar Andra masih dengan senyuman yang mengembang.
"Paman terlalu banyak tersenyum hari ini. Kemana beruang kutub yang selama ini aku kenal?" tanya Azimah tiba-tiba.
"Beruang kutub? Siapa? Aku?" Andra sedikit bingung dengan dua kata itu.
"Iya. Siapa lagi. Pria berwajah dingin tanpa kehangatan dan kelembutan pada manusia lain!" jelas Azimah penuh penekan.
"What!!!!" teriak Andra tak percaya.
Azimah hanya tersenyum melihatnya. Entah mengapa hari ini perasaannya begitu baik. Mungkin setelah mencurahkan semua rasa yang ia pendam selama ini pada Andra.
"Jadi selama ini kau menjulukiku seperti itu?" tanya Andra pura-pura marah.
"Iya. Kenapa? Paman tak suka?" tantang Azimah.
"Kau ...." Andra dan Azimah pun tertawa bersamaan. Andra mengulurkan tangan meraih tangan Azimah dan menggenggamnya. Azimah kaget namun ia tak menolaknya. Ia membiarkan Andra memegang tangannya yang kadang ia remas dengan lembut.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di rumah Andra. Mereka masuk dan ternyata sudah di tunggu oleh Anas dan pengasuhnya..
"Bi ...." panggil Andra pada pelayan rumahnya.
Pelayannya pun mendekat dan menunduk sopan pada Andra.
"Siapkan semua keperluan untuk membuat tot dog!" titah Andra.
"Baik, Tuan" jawab pelayan tersebut dan berbalik kembali ke dapur.
"Apa Anas sudah makan malam?" tanya Andra pada pengasuhnya.
"Iya, Tuan. Tapi tidak banyak. Dia terus merengek minta hot dog namun harus dari Ibu Selma. Aku tak tahu, Selma berjualan di mana. Jadi aku terpaksa menelpon Tuan!" jelas pengasuh Anastasia yang membuat Azimah dan Andra tertawa mendengarnya.
"Selma itu ibuku. Dia tak berjualan hot dog" sela Azimah.
"Ah begitu, aku kira dia penjual hot dog kesukaan Nona Anas." balasnya dengan mimik wajah yang membuat Azimah tak suka. Azimah berdiri mendekat pada Andra.
"Pengasuhmu Anas masih muda, lebih cocok jadi Ibu Anas" kata Azimah berbisik pada Andra.
Andra tersenyum mendengarnya. Ia pun memegang pundak Azimah dan mendorongnya untuk berjalan ke dapur.
"Hei! apa yang Paman lakukan?" teriak Azimah.
"Lebih baik kau ke dapur. Terlalu lama di sini kau akan membakar orang" goda Andra.
Seketika Azimah berbalik, mengerti dengan ucapan Andra matanya pun membulat.
"Aku tak cemburu, aku hanya tak suka dia bicara begitu tentang ibuku" sangkal Azimah. Andra hanya menhan senyumnya. Lalu kembali mendorong Azimah ke dapur.
__ADS_1
"Iy, aku tahu. Buatkan hot dognya untuk aku dan Anas. Aku akan mandi sebentar lalu kita makan malam bersama, oke" ujar Andra ketika sampai di dapur.
Azimah memutar matanya dengan malas. Ia tak membantah hanya melakukan apa yang Andra minta.
Azimah pun meletakkan tasnya dan mulai membuat hot dog. Beruntung semua telah di siapkan hingga ia tak perlu mencari bahan-bahannya lagi. Azimah nampak fokus di temani pelayan kepercayaan Andra dan Adelina.
"Bi, kenapa berdiri? Duduk saja. Biar aku yang membuatnya" kata Azimah pada pelayan tersebut.
"Tidak apa-apa, saya ingin melihat Nona Azimah agar saya bisa mempraktekkan nanti ketika Nona Anas menginginkannya!" jelasnya.
"Ah iya, tapi jangan berdiri, nanti kaki Bibi pegal. Bibi bisa mengamatinya sambil duduk." pinta Azimah dan pelayan itu pun menurut. Ia tersenyum sambil menarik kursi yang tak jauh dari dapur.
"Nona Azimah sama persis dengan mendiang Nyonya Adel. Sangat perhatian dan pengertian. Selama saya kerja di sini, Mendiang Nyonya Adel tak pernah memperlakukan saya dengan buruk. Bahkan beliau selalu memperhatikan kesehatan saya, menganggap saya seperti orang tuanya sendiri" ucap pelayan itu mengingat kebaikan Adelina semasa hidupnya.
Azimah hanya tersenyum mendengarnya.
"Ibuku selalu mengajarkan kami untuk menghormati orang yang lebih tua. Jadi aku hanya mengikuti apa yang di ajarkan saja" tukas Azimah sambil terus membuat hot dog.
"Iya ..., Nyonya Selma pun demikian. Saya senang sekali bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian!" ungkap pelayan itu dengan senyuman mengembang.
Tak lama Azimah pun telah selesai membuat hot dog. Ia menatanya lalu mengajak Anastasia untuk mencobanya. Anastasia tersenyum senang melihat tumpkan hot dig di meja makan, ia pun melahapnya.
"Ummm ..., buatan 'Kak Azimah enak, tapi lebih enak buatan Ibu Selma" kata Anastasia dengan mulut penuh.
Azimah tersenyum mendengarnya. Ia mengusap puncak kepala Anastasia sambil terus bercanda dengannya. Andra pun tiba dengan pakaian santainya.
"Wow ..., sepertinya enak!" seru Andra sambil menggigit hot dog yang ada di tangan Anastasia.
"Ayah ...," rengek Anastasia.
Azimah dan Andra pun hanya tertawa melihat ekspresi Anastasia yang menggemaskan.
"Ayo makan!" ajak Andra pada Azimah.
Azimah pun mengangguk. Saat pelayan kepercayaan Andra hendak memberikan piring pada Andra, pengasuh Andra menyela dan mengambil piring tersebut lalu dengan sikap manis yang di buat-buat memberikan piring itu pada Andra. Azimah heran melihat ulahnya namun tak ia hiraukan karena Andra pun tak mempermasalahkannya.
"Kau mau menginap?" tanya Andra di sela-sela kegiatan makannya.
"Tidak, aku akan pulang" jawab Azimah sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Ah baiklah, setelah makan aku akan mengantarmu" kata Andra.
Azimah hanya mengangguk namun tingkah pengasuh Anastasia membuatnya jengah. Terlalu berlebihan saat bersikap pada Andra. Bukan karena ia cemburu, namun karena ia merasa tak pantas perilaku seperti itu di tunjukkan pada majikannya.
"Kau sepertinya akan gemuk karena sudah ada orang yang memperhatikanmu" ucap Azimah tiba-tiba.
Andra tersenyum mengerti, ia meneruskan makannya sambil menahan senyum.
__ADS_1
* * *
...Bersambung ......